Kamis, 31 Oktober 2013

MAHALARAT DI ANGKINANG

JUM'AT, 1 OKTOBER 2013

 Langgar Al-Kautsar RT.1 Desa Angkinang Selatan
Tempat mahalarat digelar

Rabu (30/10/2013) malam warga RT.1 Desa Angkinang Selatan Kec. Angkinang, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan  menggelar mahalarat. Yakni ritual tahunan memulai bahuma. Dengan harapan agar petani memperoleh hasil yang bagus dan berkah.

            Diawali dengan shalat Maghrib berjamaah di lokasi kegiatan, Langgar Al-Kautsar. Dipimpin imam Ustadz Syairaji dari Kandangan.

            Usai shalat Maghrib dilanjutkan dengan shalat hajat, membaca surah Yasin, membaca shalawat kamilah, dan ditutup do’a.

            Lalu shalat Isya berjamaah. Setelah itu para warga bersama-sama menikmati suguhan yang disiapkan berupa nasi bungkus yang dibawa masing-masing. Ada juga lamang dan hintalu jaruk. Suasana kekeluargaan nampak dalam kegiatan itu.

            Mahalarat kali ini bertepatan dengan aliran listrik di Angkinang sedang padam. Namun hal tersebut  tidak menyurutkan warga untuk hadir . Tidak saja yang dewasa tapi juga anak-anak dan remaja. Laki-laki dan perempuan. Sebagai penerang Langgar menggunakan genset yang telah disiapkan bila sewaktu-waktu listrik padam. Listrik menyala kembali sekitar pukul 21.30 WITA saat acara sudah usai beberapa jam.

            Warga berharap kegiatan mahalarat ini memberi dampak positif. “ Semoga do’a yang kita panjatkan bersama membawa kebaikan untuk kesejahteraan warga desa,” ujar seorang warga.

            Biasanya warga mengawali manaradak keesokan hari atau beberapa hari kemudian setelah mahalarat dihelat.

            Tanah pertanian disiram dengan air dari botol yang saat mahalarat dibawa untuk dido’akan.  Agar bahuma berkah dan tentu harapan hasilnya melimpah.

            Mahalarat di Desa Angkinang Selatan sudah dilakukan sejak puluhan tahun silam secara turun temurun. Sebagai sarana hubungan dengan alam khususnya dunia pertanian. Yang mayoritas digeluti warganya.***

Selasa, 29 Oktober 2013

JANGAN SARIK KA LAH........?

RABU, 30 OKTOBER 2013

Dari surat MQ tertanggal 29 Maret 2006

Gasan kaka di perpustakaan. Langsung hajalah. Pian jawabkah sudah ? Ka balas amun kawa hari ini jua. Ulun mohon pian jangan sarik atas suara kasar ulun hari Selasa. Ulun sangat menyesal atas perbuatan dihari Selasa. Kaka sekali lagi pian jangan sariklah awan ulun.

            Ulun kada kawa ka sakulahan. Soalnya ulun lagi. Ulun takut kalu. Pian mengerti haja kalu. Amun bisa hari ini jua pian balas surat yang semalam. Atas surat yang semalam jangan sarik. Jangan tasinggung ulun mohon pian dapat memaafkan ulun . Amun kawa hari ini jua dibalas.***

PINDAH KE BLITAR

RABU, 30 OKTOBER 2013

 Oleh : Devita Sari Kelas , VII A MTsN Angkinang

 Alhamdulillah wa syukurillah. Teman-teman yang Insya Allah setia menyimak segala pengalaman yang saya tulis ini. Alhamdulillah saya bisa menyampaikan pengalaman. Dengan tulisan saya sendiri.

            Disini saya akan menceritakan pengalaman yang tak terlupakan. Pengalaman pertama kali pindah. Ke kota dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Saya dan ayah akan pindah ke pulau Kalimantan.
            Pada tanggal 8 Februari 2012 saya harus pergi jauh dari pulau Jawa untuk mengikuti ayah pindah kerja. Saya pun harus menyimpan kenangan dimana saya dilahirkan dan dibesarkan di pulau Jawa.
            Kota Blitar penuh dengan kenangan. Malam berganti pagi, akupun harus segera berangkat. Karena pesawat yang nanti ayah dan  aku tumpangi berangkat pukul 09.30 WIB. Menuju ke Banjarbaru. Sungguh perasaan cemas, gelisah, dan haru disaat aku akan meninggalkan kota Blitar tanah kelahiranku. Saya berangkat ke bandara naik mobil.
            Apa yang terjadi kemudian ? Saya dan ayah tiba pukul 02.00 WIB dibandara Juanda Surabaya, Jawa Timur. Sungguh sangat menyedihkan. Karena ayah harus membeli tiket yang harganya lumayan mahal. Setelah saya dan ayah mengelilingi sekitar area bandara, tiba-tiba saya melihat ada uang Rp.300 ribu di depan masjid bandara. Ayah pun  tak ingin segera mengambilnya, tetapi ayah pergi untuk mengabarkan berita uang hilang itu kepada bagian informasi yang ada di sekitar bandara.
            Beberapa jam kemudian datanglah seorang ibu separo baya ini mengambil uangnya. Ibu ini tak langsung pergi. Tetapi malah member uang kepada ayah saya. Dengan wajah tersenyum ayah menolak. Karena ayah tahu ibu itu lebih membutuhkan. Karena disaat ibu itu mengambil uang miliknya. Yang terjatuh tadi. Ibu itu membawa dua anak yang masih kecil-kecil. Sore pun berganti malam. Setelah puas berjalan-jalan di area bandara. Ayah dan akupun beristirahat di depan masjid. Adzan Maghrib pun berkumandang. Kami segera mengambil air wudhu. Untuk shalat berjamaah di masjid. Setelah pukul 11.00 WIB saya dan ayah istirahat diatas gedung bandara. Tanpa memakai selimut dan bantal kami pun tidur dengan alas seadanya saja.
            Keesokan paginya saya da ayah segera membeli tiket. Lalu duduk di area penunggu. Jam jurusan Surabaya-Banjarmasin akan berangkat lebih awal yakni pukul 07.30 WIB. Sempat saya meneteskan airmata disaat saya berjalan menghampiri pesawat yang akan  membawa kami pergi jauh.
            Ayah bertanya kenapa menangis ? Akupun menjawab. Apakah nanti kita akan kembali ke pulau Jawa lagi. Insya Allah bila Allah member rejeki kepada kita. Kesedihan tak mungkin akan terus menggelayut. Kita harus melawan kesedihan itu dengan semangat dan tawakkal. Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau kata-kata yang salah.***

PIKNIK KE TAKISUNG

RABU, 30 OKTOBER 2013

Oleh : Khusnul Khatimah , Kelas VII B MTsN Angkinang.

 Hari itu adalah hari yang mengesankan tidak akan pernah saya lupakan. Karena pada tanggal 22 Mei 2013 lalu kami piknik ke Takisung. Bersama kepala sekolah, guru, dan murid lainnya.

            Di tengah perjalanan teman saya ingin buang air kecil dan saya pun memanggil bapak sopir untuk menyuruh berhenti. Sopir menghentikan mobilnya. Guru-guru turun mau buang air kecil juga.

            Kami meneruskan perjalanan. Tak lama kemudian kami sampai di Takisung. Teman-teman saya ingin mengajak saya berenang. Tapi saya tidak bisa berenang. Dan saya juga lupa membawa pakaian. Untung disana ada orang yang berjualan pakaian. Setelah selesai saya beli pakaian saya berada di tempat yang dangkal. Karena saya tidak bisa berenang untung ada teman saya yang menemani saya jadi saya tidak akan kesepian tapi kami terlebih dulu menyewa pelampung agar tidak tenggelam, setelah selesai mandi kami ingin ganti baju. Kalau tidak ganti baju pasti kita akan kedinginan. Kata teman saya sambil tertawa. Setelah selesai ganti baju kami mencari oleh-oleh untuk membawakan keluarga. Kalau teman saya membeli hundang papai, acan, dll. Juga bross aneka rupa. Kalau saya membeli kerang yang berbentuk burung merak. Kami pun masuk ke mobil agar segera pulang tidak kesubuhan. Pada pukul 15.00 WITA kami menyuruh sopir agar tidak kesubuhan pulangnya.

            Berhenti di warung untuk membeli makanan dan minuman. Perut kami kelaparan. Untung sopir berhenti kalau tidak berhenti pasti kita akan kelaparan. Setelah selesai makan kami melanjutkan perjalanan. Kami lupa berfoto karena keasyikan mandi dan mencari oleh-oleh.

            Kata teman saya, aduh bagaimana saya menyesal sekali  karena tidak berfoto. Iya saya juga rasanya ingin kesana lagi. Akhirnya kami sampai dirumah pukul 23.00 WITA. Saat berada di sekolah keesokan harinya banyak cerita. “Pada waktu piknik ke Takisung rame sekali Kamu berfoto ya ? Kalau piknik atau jalan-jalan asyik berfoto agar ada kenangannya.”

SERBA-SERBI SABTU

RABU, 30 OKTOBER 2013

1.Ke Kandangan mengambil poster Bupati dan Wabup HSS yang dibingkai anu H Pani. Mencari bentor lalu ke Warnito beli alat kantor. Rencananya kertas HVS 5 kotak. Namun yang ada hanya dua kotak. Kertas kuarto 4 kotak tidak ada. “Hari Senin ada,” ujar pemilik Warnito.

2. Mahalarat di Langgar Al-Kautsar pada hari Rabu (30/10/2013) malam. Warga dihimbau hadir dengan membawa nasi bungkus.

3. Saya punya mimpi membuat film dokumenter tentang Loksado bersama kru dari Banjarbaru. Seperti film documenter Eagle Award yang ada di Metro TV. Kenapa di Kalsel tidak ada setiap kali penyelenggaraan Eagle Award ? Dari Borneo selalu dari Pontianak yang mewakili. Apakah di Kalsel tidak memiliki SDM yang bisa membuat film documenter yang bagus ?

4. Rahman Rijani alias Bagan ternyata punya kesibukan rutin tiap Sabtu sore pukul 14.00 WITA. Yakni melatih teater di SMAN 2 Kandangan.

5. Sebut wartawan bisa disogok, Prabowo Subianto minta maaf. Prabowo sebut jangan percayai berita media karena wartawan bisa disogok.

6. Ada kegiatan lomba ketangkasan BPK se HSS di Lapangan Gambah Dalam, dekat SMAN 2 Kandangan. Kegiatan ini rutin digelar tiap tahun. Biasanya diadakan di Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan. Tapi karena tempat itu bakal digelar Car Free Sunday lalu dipindah. Kegiatan ini cukup antusias diikuti BPK yang ada di HSS. Termasuk BPK Hipta Angkinang.


Kandangan, 26-10-2013

APAAAA...?

RABU, 30 OKTOBER 2013

Aku bukanlah Isnaini Shaleh guru SMPN 4 Daha Selatan yang jago menulis. Yang tulisannya kerap saya temui di media massa. Seperti pada Banjarmasin Post edisi Senin, 3 Juni 2013. Judul tulisannya Nasib GuruTIK Bersertifikasi. Isnaini memiliki website www.shaleholic.com dan e-mail shaleh17@gmail.com.

            Isnaini Shaleh pernah jadi pemateri pada kegiatan seminar teknologi di Gedung Kesenian Kandangan yang saya ikuti. Saya bukan Isnaini Shaleh. Saya adalah orang Angkinang yang hobi menulis. Tidak sarjana hanya lulusan SLTA.***

BUNGA DAN BINTANG

RABU, 30 OKTOBER 2013

Disaat berlibur usai ujian nasional tingkat SD. Seluruh SD maupun MI diliburkan. Bunga dan bintang mereka adalah sahabat mulai sejak kecil. Mereka selalu bersama-sama dalam keadaan susah maupun senang. Bintang adalah anak yatim. Sejak kecil Bintang tak pernah melihat wajah kedua orangtuanya. Bintang tinggal bersama neneknya sejak kecil. Kata nenek Bintang, ibu Bintang meninggal saat melahirkan Bintang. Sedangkan ayah Bintang meninggal saat dalam perjalanan pulang ke rumah. Aku pun miris saat mendengar cerita Bintang tentang keluarganya.

            Kini saatnya libur pun telah tiba. Bunga dan Bintang serta seluruh keluarga ikut berlibur. Ayah dan ibu bunga telah menentukan dimana kami akan berlibur. Kali ini berlibur di Pantai Takisung. Pemandangan air yang biru dan dikelilingi gunung itu membuat kami menyukai pantai.

            Setelah tiba di pantai Bunga dan bintang menyewa ban renang. Untuk terhindar dari tenggelam. Ombak yang terus menghantam pantai Takisung ini membuatku sakit dan merasa bosan. Bunga dan Bintang pun segera membersihkan badannya. Berganti baju. Setelah selesai Bunga pun berbelanja aneka barang dan aksesories kerang. Lain halnya dengan Bintang. Bintang lebih suka membeli dan membaca komik dan buku cerita.

            Hari semakin sore. Bunga dan Bintang serta seluruh keluarga pun masuk kedalam mobil untuk segera kembali ke rumah. Setelah hari libur telah usai. Bunga dan bintang mempunyai tugas untuk membuat pengalaman dihari libur sekolah. Bunga dan Bintang pun menceritakan saat berliburnya di pantai Takisung.***

Lebih Dekat Rizky Amelia

RABU, 30 OKTOBER 2013

Biasa dipanggil Kiki. Berusia 13 tahun. Anak satu-satunya pasangan Samideri dan Siti Hajar. Ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan dan mamanya sebagai ibu rumah tangga.

            Pelajaran favoritnya di sekolah olahraga dan seni. Yang dilakukan sepulang sekolah shalat Dzuhur, makan, belajar, dan membantu orangtua. Saat hari libur ia membantu orangtua.

            Kadang-kadang di rumah maupun di langgar shalat fardhu. Ia tinggal di Pakumpayan. Langgar Raudhatul Munawwarah berjarak sekitar 25 meter dari rumahnya. Pola orangtua mendidiknya cukup tegas dan penuh kasih sayang dan disiplin.

            Prestasi yang pernah diraih dalam bidang olahraga. Yang disukainya saat berada di sekolah belajar dan bertemu dengan guru dan teman.

            Suka nonton tayangan kartun dan sinetron. Cita-citanya menjadi guru. Hobi berolahraga dan menggambar. Berat badan 21 kilogram. Tinggi 136 cm. Tidur pukul 09.00 WITA. Bangun pukul 04.45 WITA. Waktu kecil ia sedih karena mengalami penyakit paru-paru basah. Pernah dimarahi orangtua karena bandel.

            Bila melihat ada teman yang sedang kesusahan ia berusaha menolongnya jika mampu. Adapun tempat wisata yang pernah dikunjunginya adalah Objek Wisata Air Panas Tanuhi di Loksado. Dalam  liburan bersama keluarga.***


Kandangan, Sept’ 2013

PRAMITA KUSUMANINGRUM

RABU, 30 OKTOBER 2013

Pramita Kusumaningrum
Jurnalis Banjarmasin Post yang bertugas di Kandangan, HSS

BERLIBUR

RABU, 30 OKTOBER 2013

Hari minggu adalah  hari libur bagi anak sekolah dan ayah Jeje. Dihari yang cerah itu, ayah  membawa Jeje untuk berlibur ke sebuah toko sepatu. Sungguh perasaan Jeje sangat gembira tak terkira. Jeje pun segera mandi dan memakai baju yang rapi. Ayah pun memanggil Jeje untuk segara berangkat, Jeje pun segera menghampiri ayah dengan wajah penuh semangat dan kesenangan.
            Dua setengah jam perjalanan. Ditempuh ayah dan Jeje hingga sampai ketoko sepatu itu. Sungguh perjalanan yang cukup melelahkan. Sesampainya di tempat tujuan. Jeje pun segera turun dari mobil untuk segera masuk ke dalam toko sepatu. Jeje pun melihat banyak sekali model sepatu di toko  tersebut. Mulai dari sepatu anak-anak, dewasa hingga orangtua. Dengan semangat Jeje pun memilih sepatu yang cocok dan pas di kaki. Selang beberapa menit mata Jeje mengarah pada sepatu yang berwarna merah cerah dan dihiasi bunga yang sangat indah. Jeje pun segera memanggil ayahnya yang sedang membaca Koran disamping kasir. Jeje pun mengatakan dan minta pendapat kepada ayahnya.
            Untuk melihat apakah ini boleh Jeje miliki dan baik untuk Jeje. Ayah pun menjawab dengan wajah tersenyum. Tentu saja Jeje akan dibelikan ayahnya sepatu yang diinginkan. Ayah pun membayar sepatu yang dibeli dengan harga yang pas.***
 
Kiriman : Devita Sari, Kelas VII A MTsN Angkinang

BUAN DA UGUI

RABU, 30 OKTOBER 2013                

        
            Kiriman anak-anak Kelas IX E MTsN Angkinang

 Dahulu kala, konon segala binatang pandai bercakap-cakap seperti manusia. Ketika itulah hidup berjenis-jenis ketam di pantai pulau pertam. Suatu hari, berjalan Ugui mencari makanannya dan secara tidak sengaja lewat dimuka Buan. Keduanya  berbeda bentuk dan rupa. Ugui berbentuk kecil dan kerempeng. Kakinya panjang-panjang. Buan bertubuh kecil gempal kakinya pendek-pendek dan di seluruh tubuhnya ada bintik-bintik. Berjalan sangat lambat.

            Ugui berjalan sangat cepat mengais makanan dengan cepat dan rajin. “ Hei Ugui,” bentak Buan dengan tersinggung dan iri hati dengan si Ugui karena si Ugui dengan mudahnya mendapatkan makanan sedangkan dia belum mendapatkan rejeki sedikitpun.

            Si Buan pun memaki si Ugui dari bangsa mana kamu. Badan kecil kerempeng lagi . Kaki panjang-panjang seperti hantu laut. Jelek. Wk wk wk suara Buan tertawa sangat kencang. “ Karena tidak tahan caci maki, Ugui pun pergi jauh.

            Disaat itu ia bertemu dengan burung kedidi. Burung kedidi pun menyapa Ugui. Hai sobat. Kenapa engkau kelihatan bersedih. Kepalaku pusing sahut Ugui. Bangsa kami tidak akur. Ketam Buan iri dengan bangsa kami karena bangsa kami sangat rajin untuk mencari makan. Jadi itu masalahnya kata burung kedidi. Sebaiknya kamu menghadap raja ketam. Si Ugui pun pergi menghadap raja ketam. Ugui pun menjelaskan tentang permasalahan bangsanya itu.

            Setelah raja ketam mengetahui permasalahannya. Dipanggil ketam Buan. Dihadapan sang raja Buan mengelak sebenarnya Ugui yang salah paduka. Untunglah disaat itu burung kedidi datang dan bersedia menjadi saksi tentang permasalahan itu. Burung kedidi pun menceritakan yang sebenarnya terjadi. Setelah itu raja ketam tahu permasalahannya. Sang raja pun bicara. Hai bangsa Buan aku akan menghukum kalian. Kalian akan hidup di perairan yang dangkal dan dalam. Sedangkan engkau bangsa Ugui kalian akan hidup di laut dan di darat. Sampai turun temurun hingga ke anak cucumu.***




Senin, 28 Oktober 2013

RAMAI

SENIN, 28 OKTOBER 2013


NAIK PINANG DALAM RUANGAN

SENIN, 28 OKTOBER 2013


SESAK

SENIN, 28 OKTOBER 2013


MUHARA ULIN SIMPUR

SENIN, 28 OKTOBER 2013


LOMBA KETANGKASAN BPK SE - HSS TAHUN 2013

SENIN, 28 OKTOBER 2013

BPK Hipta Angkinang, salah satu peserta Lomba Ketangkasan BPK
se - Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2013



Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar Lomba ketangkasan   di Lapangan Sepak Bola Gambah Dalam, baru-baru tadi. Lomba diikuti oleh 32 unit BPK se Kabupaten HSS.
 Kegiatan  dibuka oleh Bupati HSS Drs Achmad Fikry yang diwakili oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana (PB) Drs Muhammad Yusuf Effendi.  Dalam kesempatan  tersebut, terlihat hadir Wakapolres HSS Kompol Danang Syarifudin SIK dan Perwakilan Kodim 1003 Kandangan Kapten Sumaji beserta personel. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kerukunan BPK HSS ini dilaksanakan satu hari penuh.
Kepala Badan PB M Yusuf Effendi  mengatakan  kerukunan BPK yang ada di HSS memiliki visi dan misi yang jelas. Sehingga dalam aktivitasnya perlu mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat dan aparat pemerintahan.
Dalam menaklukan amukan si jago merah, personel BPK kerap berhadapan dengan risiko kecelakaan bahkan kematian. Apalagi, dalam melakukan tugasnya personel BPK kerap tidak memiliki persiapan yang memadai. Sehingga risiko kecelakaan sangat rentan mengintai personel.  
“ Saya inginkan, semua personel BPK dalam menjalankan tugasnya dilapangan harus lebih berhati-hati. Sehingga, segala risiko yang mengintai dapat diminimalisir,” ujar.
Usai memberikan keterangannya, mantan kepala Bapeda Kabupaten HSS ini  langsung membacakan sambutan tertulis bupati. Dalam sambutannya bupati mengatakan, bahwa musibah atau bencana kebakaran merupakan ancaman yang serius dan harus segera disikapi dengan serius pula. Menurutnya emakin maju perkembangan disuatu daerah. Maka semakin tinggi pula  tingkat rasio bahaya kebakaran.
Dari pantauan Radar Banjarmasin di lapangan, masing - masing kelas, beradu ketangkasan untuk menjatuhkan satu buah ember yang dipasang diketinggian tiga meter. Dalam adu ketangkasan ini masing-masing unit, harus mengirimkan personelnya sebanyak 10 orang dengan kelengkapan pribadi, seperri seragam, helm dan sepatu. Sedangkan peralatan yang dipergunakan, adalah mesin, selang dan komper (kepala tembak).
Ketua Panitia Pelaksana Muhammad Ubad Faisal  mengatakan, lomba ketangkasan yang dilaksanakan oleh kerukukan BPK ini, adalah untuk bersilaturrahmi antar unit dan personel BPK yang ada di Kabupaten HSS. Selama ini, personel BPK hanya bertemu ketika kebakaran terjadi. Dengan adanya kegiatan lomba ini, maka semua personel dapat dipertemukan.
Ditempat yang sama, Eddy Mukhlisin sekretaris kegiatan mengatakan, lomba ketangkasan yang digelar oleh kerukunan BPK memperebutkan tropy panitia pelaksana.   Kendati hanya silaturrahmi, namun bagi juara pertama akan mewakili HSS pada lomba tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tapin.
“ Lomba yang kita laksanakan ini, juga untuk mencari unit mana yang akan mewakili Kabupaten HSS ketingkat provinsi,” ujar pria yang akrab disapa dengan nama Yedi ini.***

Sumber : Radar Banjarmasin

ANGGOTA PASKIBRAKA HSS TAHUN 2012

SENIN, 28 OKTOBER 2013


ADU CEPAT

SENIN, 28 OKTOBER 2013



SEMANGAT TERUS !

SENIN, 28 OKTOBER 2013



HADIAH NAIK PINANG

SENIN, 28 OKTOBER 2013


BERDIRI DIBAHU TEMAN

SENIN, 28 OKTOBER 2013


PANJAT PINANG

SENIN, 28 OKTOBER 2013


YUK MENULIS 2

SENIN, 28 OKTOBER 2013


AKSI PANGGUNG

SENIN, 28 OKTOBER 2013


YUK MENULIS 1

SENIN, 28 OKTOBER 2013


NGOBROL DENGAN BUPATI HSS

SENIN, 28 OKTOBER 2013


Minggu, 27 Oktober 2013

PUISI D. ZAUHIDIE

SENIN, 28 OKTOBER 2013

KANDANGAN KOTAKU MANIS
Roma atau Paris
Indah Kandangan  kotaku  manis
Di Kandangan aku dilahirkan
Dibelai timang sang matahari
Dipeluk cium sang rembulan
Di Kandangan aku kenal diri dan cinta
Susah senang seluruh duka
Roma atau Paris
Indah  Kandangan  kotaku  manis
Kandangan, 1960

PUISI ZULKIPLI MUSABA

SENIN, 28 OKTOBER 2013

KEJUJURAN
Kejujuran adalah  keikhlasan
Sebuah tawaran pembersihan diri
Yang tegak dan dengan segala taruhan
Karena ia diliputi dengan sealam tantangan
Kejujuran bukan hasil paksaan
Harus jujur  adalah dasar kemanusiaan kita
Kejujuran bukan musuh
Kejujuran bukan pembangkit kerusuhan
Alangkah indahnya sebuah kejujuran
Kejujuran merakit kehidupan yang damai
Merakit kehidupan yang bebas beban
Merakit kehidupan yang menebar senyum
Kejujuran akan mampu tenteramkan jiwa yang gundah
Kejujuran buah perjuangan
Karena kejujuran bukan sekadar hiasan
Karena kejujuran adalah karya abadi manusia
yang tak panas oleh terpaan mentari
yang tak dingin oleh derasnya hujan
yang tak sunyi oleh malam buta
Kejujuran adalah keikhlasan
Ia adalah tawaran keselamatan

PUISI LOKSADO

SENIN, 28 OKTOBER 2013

HARDIANSYAH ASMAIL
LOKSADO
Dilengkung harapanmu yang aduhai
Tersimpan berlaksa tuah dan rajah
Bagaikan putrid damang yang kasmaran
Matamu adalah cahaya tualang
Gemuruhnya sungai semangatmu
Diantara riuh kelopak musim
Yang dihembuskan angin hutan bambu
Jelangi gugus matahari di musim mimpi
Menyenangkan hati ibu pertiwi
Kursumangat Kantawan ku yang perawan
Engkau gadis lugu berbibir biru
Lahir dari belahan bambu
Besar bersama lagu musim jenggala yang mencumbu
Oo Harati yang gemulai
Gelinjang tubuhmu bangkitkan rindu tualang
Kau lahir ketika sungai baah tumpah
Ketika tiang balai mulai renta dililit usia peradaban

PUISI BURHANUDDIN SOEBELY

SENIN, 28 OKTOBER 2013

PADA SUATU HARI
(Adaptasi Surah Al Infithar)
Lewat bunyi sangkakala
sukma waktu
pilin memilin
Bayangkan, bumi kehilangan pasak
pasaknya
menggasing segala isi bulu-bulu dalam angin
Bayangkan, langit kehilangan tali kendalinya
berlaga segala isi dentum beruntun dentum
dan bagai tebaran anai-anai
ruh-ruh beriring ke tempat berjanji
beragam wajah
dipanggang matahari sepenggalah
Sijjin dan Illiyin kacakan peristiwa purba
hari-hari hilang mendadak bangkit bagai kuda
dengan garang memekikkan gendering perang
berkibarlah panji-panji
panji khianat dan benci
(perlahan tersilak segala tabir rahasia
Mengaca inti diri, menatapi luka-luka)
hari ini genap sudah segala perhitungan
tak ada lagi pelarian, jalan dua bersimpang
keindahan taman firdaus
keganasan sel-sel api

PUISI HARDIANSYAH ASMAIL

SENIN, 28 OKTOBER 2013

MEMANDANG WAJAH IBU
Memandang wajah ibu
Adalah menyelami telaga kasih yang teramat dalam
Tempat berpijah mutiara-mutiara kehidupan
Lalu bersemi menjadi bunga-bunga kepribadian
Tempat mengaca diri sembari bertanya
Tentang peradaban di musim mimpi
Memandang wajah ibu
Adalah merenungi jejak keseharian
Yang sering lalai dan alpa diri
Disanalah kita tautkan perahu kerinduan
Tempat melimpahkan beban keseharian
Mengadukan nestapa diri
Di lautan kasihnya yang tak kering disemai waktu
Memandang wajah ibu
Adalah merenangi sungai masa lalu
Disitulah tergambar garis-garis kearifan
Ketika kita tak sanggup berenang di arus waktu
Lalu ibu mengajarkan semua itu
Belajar mengaji pada rumpun padi
Belajar bernyanyi dengan bahasa bunga
Belajar tertawa tanpa membusungkan dada
Memandang wajah ibu
Adalah belajar mengeja asma Tuhan
Suatu hari nanti akan kubasuh kaki ibu
Dengan air kembang budi dan bakti
Sebab disanalah tersembunyi pintu-pintu surga
Dan aku pun ingin memasukinya
Kandangan-Banjarbaru, Juli 2000