Selasa, 16 Oktober 2012

HALTE BLOGGER




PERJALANAN 10 JAM

            Berbagai cara dilakukan untuk mengusir kejenuhan dan kebosanan selama satu minggu beraktifitas yang menguras tenaga dan pikiran. Kini saatnya pada hari Minggu jalan-jalan atau touring keliling banua. Itulah yang saya lakukan baru-baru tadi. Yakni melintasi 3 (tiga) kabupaten yang ada di Banua Enam yaitu Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), dan Hulu Sungai Tengah (HST).
            Dengan naik motor saya tak lupa mengajak Rizal, rekan saya yang bakal menemani selama perjalanan. Bawa tas ransel dan kamera digital. Kami berangkat dari Angkinang sekitar pukul 08.30 WITA. Saya yang membonceng Rizal.
            Sebelum berangkat kami berdoa terlebih dahulu mudahan selama perjalanan diberi kemudahan dan keselamatan. Tidak ada hambatan. Beberapa menit kemudian kami sampai di persimpangan. Kami belok lewat Taniran Kubah. Singgah sebentar memotret masjid Assa’adah. Juga ke Makam Datu Taniran yang saat itu ramai dikunjungi penziarah. Lalu kami terus  melewati desa nelayan di Kecamatan Angkinang, Desa Wawaran. Menjelang Bangkau kami menyaksikan di tengah-tengah rawa banyak terpasang payung dan tempat peneduh lainnya. Ternyata itu adalah lokasi tempat orang sedang memancing ikan papuyu (betok), haruan (gabus), dan sepat siam. Terdapat puluhan buah. Sebagian berpencar-pencar di tempat lain. Bangkau memang surganya bagi pencari ikan termasuk para pemancing mania.
            Di daerah Muning, Kecamatan Daha Selatan kami singgah. Berhenti di sebuah jembatan. Di bawah jembatan ada aktifitas unik. Lalu lalang jukung warga yang mau mencari ikan. Tak pelak momen ini tidak saya sia-siakan untuk diabadikan dengan kamera digital yang saya bawa. Tampak sebuah jukung melintas membelah sungai menuju kawasan rawa tempat mencari ikan.
            Tak jauh dari jembatan kami kembali berhenti. Saya mengambil kamera digital. Memotret aktifitas jual beli semangka di pinggir jalan arah ke Nagara yang begitu ramainya. Sehingga arus lalu lintas sedikit tersendat. Kami juga menyaksikan warga yang sedang memetik semangka langsung dari kebunnya lalu memuatnya ke dalam jukung.
            Di Hamayung, Kecamatan Daha Utara kami singgah. Ada yang menarik untuk diketahui dan dipotret disini. Karena walau saya warga HSS tapi baru kali ini kesini. Ternyata ada Tugu 2 Januari 1949. Merupakan bukti sumbangsih warga Nagara dalam perang kemerdekaan. Kesetiaan kepada NKRI.
            Puas di Nagara perjalanan kami lanjutkan kembali. HSS terlewati. Kami sekarang berada di wilayah Kabupaten HSU. Ada Babirik dan entah apalagi nama-nama daerahnya yang kami lewati. Setelah sebelumnya saya yang membonceng Rizal. Sekarang gantian Rizal yang membonceng saya. Tubuh saya sudah penat dan kaki terasa pegal serta kesemutan.
            Di kawasan ini sering kami saksikan kebun waluh (labu) yang terhampar luas di kiri kanan jalan. Suasana khas pedesaan pahuluan sangat kental terasa. Apalagi ditunjang dengan sikap ramah tamah warganya saat berpapasan dengan kami. Mereka yang menyapa pertama kali. “ Mau kemana ? “ ujar mereka. Seperti sudah sangat akrab.
            Kami lewat Muara Tapus. Perjalanan sekitar 50 kilometer telah terlewati sudah. Benar-benar cukup melelahkan. Apalagi ditunjang dengan cuaca yang cukup panas. Cahaya mentari menyengat tubuh. Untung kami pakai jaket. Jadi sedikit mengurangi kegerahan.
            Kami terus ke Amuntai. Lalu menuju Desa Mamar, sentra itik alabio. Disini bukan mau beli itik. Tapi menghadiri acara perkawinan keluarga. Kami sempat shalat Dzuhur di Masjid Al-Mu’awanah  Mamar.
            Masih di Bumi Kuripan kami meneruskan rute berikutnya ke Candi Agung di Sungai Malang. Karena hari Minggu pengunjung cukup banyak. Ini dapat dibuktikan dengan banyaknya kendaraan baik roda empat maupun roda dua di depan gerbang candi. Harga tiket masuk Rp.4.000/orang. Menikmati cagar budaya yang cukup terkenal di Kalsel ini. Sebelum masuk saya sempat memotret pintu gerbang Candi Agung. Lantas memotret museum yang berada disisi kiri saat kita masuk. Bangunan museum itu berarsitektur rumah Banjar.
            Di dalam area candi kami berkeliling. Beberapa saat istirahat di teras mushalla. Lalu lihat Pertapaan Pangeran Suryanata. Ke Telaga Darah. Melihat ritual pengunjung baik saat berada di dalam candi maupun di tempat khusus bamandi-mandi.
            Sekitar sejam berada di Candi Agung kami pulang. Melewati Sungai Buluh, Kabupaten HST. Disini singgah beberapa saat menikmati indahnya pemandangan rawa yang cukup luas dengan segala pernak-perniknya.
            Kami melewati Pantai Hambawang. Lalu belok kiri ke Haruyan. Menuju Sungai Kaladi. Disini kami berhenti beberapa saat. Menikmati pemandangan bentangan persawahan dan pegunungan dari kejauhan. Sesekali di tepi jalan tampak anak remaja sedang nongkrong dengan teman-temannya. Bahkan ada yang berpasangan. Konon di Sungai Kaladi tiap sore atau hari libur ramai sebagai tempat favorit bagi anak muda untuk bersantai dan cuci mata.
            Puas berada di Sungai Kaladi kami terus pulang. HST telah terlewati. HSS kembali menanti. Kami lewat Desa Gumbil.  Terus ke Desa Taniti. Disini didominasi pemandangan kebun karet yang luas. Juga jalanan yang menanjak dan curam. Di Telaga Langsat kami singgah di bendungan atau tabat.
            Perjalanan berlanjut ke Kandangan. Shalat Maghrib di masjid Istiqamah. Usai shalat kami makan ketupat di sebuah warung di Muara Banyu Barau, Parincahan. Lantas pulang ke rumah kami di Angkinang yang berjarak sekitar 8 kilometer lagi.
            Perjalanan sekitar 10 melintasi tiga kabupaten berakhir sudah. Walau cukup melelahkan namun menyisakan banyak kenangan yang tak akan terlupakan seumur hidup saya.

Kandangan-Nagara-Amuntai, 02-09-2012

KUMPULAN TULISANKU

Selasa, 16 Oktober 2012



MAHALARAT
            Dalam rangka untuk memulai masa bahuma tahun ini warga Desa Angkinang Selatan khususnya di jiran Langgar Al-Kautsar menggelar acara mahalarat. Mahalarat digelar dalam upaya melestarikan tradisi masyarakat dalam mengawali masa pertanian khususnya menanam padi.
            Acara diawali dengan shalat Maghrib berjamaah. Kali ini dengan imam ustadz Ahmad Bakeri dari Padang Batung. Sebelumnya para jamaah meletakkan sebotol air mineral yang tutupnya sudah dibuka. Ustadz ini sering menjadi pemateri pada acara babacaan di Langgar Al-Kautsar setiap malam Kamis.
            Setelah shalat Maghrib dilanjutkan dengan shalat hajat, membaca surah yasin, tahlil, dan do’a. Lalu shalat Isya berjamaah.
            Setelah shalat Isya do’a. Jamaah langgar disuguhi nasi bungkus dan nasi ketan.

Kandangan, 11-10-2012

MENINGGAL DUNIA

            Pukul 18.40 WITA saya menerima sms dari nomor ponsel 089691467873 anak murid saya di MTsN Angkinang yang memberitahukan “ Bapak, Wahyudin meninggal.” Inna Lillahi wainna ilahi rajiun. Wahyudin siapa ? Di MTsN Angkinang yang saya kenal anak murid ada Wahyudin kelas IX C. Ayahnya bernama  Bahtiar  orang Bakarung. Orang Angkinang mengenalnya dengan nama Lagut.
            Benarkah Wahyudin itu yang meninggal ? Jam berapa meninggalnya ? Meninggal karena apa ?
            Padahal tadi sore saya ke sekolah tak ada kabar tentang itu. Tapi pulangnya saya berpapasan dengan  Utuh Ghalib yang membonceng isterinya naik motor arah ke hilir. Ia adalah keluarga Bahtiar. Mungkin ke tempat Wahyudin ?
            Pikiran sayapun melayang. Wahyudin selama ini saya kenal sebagai siswa periang. Walau nakal tapi nakalnya yang cerdas. Selalu ceria. Senang olahraga terutama voli dan sepakbola.
            Kami kehilangan siswa yang satu ini. Selamat jalan. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan tabah.
            Pertemuan terakhir dengan Wahyudin hari Kamis (20/9/2012) ia datang ke perpustakaan dengan teman-temannya dari kelas IX C. Baca koran BPost. “ Aku baca sepakbolanya haja,” ujar Wahyudin.

Kandangan, 21-09-2012
          

ATLAS TEMATIK KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

            Sekolah saya mendapat buku baru. Sebanyak 50 eksemplar yakni buku Atlas Tematik HSS terbitan tahun 2011. Penerbit Intan Pariwara. Saya suka isinya. Namun yang disayangkan kenapa mesti orang luar yang menulis dan menerbitkannya.
            Bukan orang HSS asli. Tak apalah hal itu. Saya akan mengikuti lembar demi lembar buku itu. Buku itu tebalnya 76 halaman.
            Pada cover depan terdapat tulisan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan gambar peta HSS. Sumber buku diantaranyta dari humashss.blogspot.com, dsb. Memuat foto-foto menarik, data akurat yang mungkin diambil dari sumber yang terpercaya. Baik dari internet maupun langsung ke sumber.
            Tak ada gading yang tak retak. Buku inipun terdapat kekeliruan. Seperti salah cetak. Contoh yang sangat fatal adalah penulisan Gunung Kantawan (yang benar). Tapi di dalam buku disebut Gunung Kentawang. Ini terjadi berulang-ulang.
            Apapun adanya buku ini sudah banyak membuat saya terhibur dan menambah wawasan saya. Walau lahir dan hidup di HSS. Tapi jarang saya menemukan bahan bacaan seperti ini. Hingga motivasi saya menampilkan HSS diblog saya lebih detail dan akurat. Foto HSS diperbanyak nantinya. OK ! Bravo HSS.
Kandangan, 03-10-2012


PUISI AKHMAD HUSAINI  :

MENATAP WAJAH KANDANGAN HARI INI

Terasa benar-benar membosankan
aku salah
aku bodoh
masihkah ada harapan
menatap wajah kandangan hari ini
terasa pesimistis menghadang
bilakah seperti mereka
bisa merangkai kata lebih bermakna
tinggalkan keegoan
Farid WSH pergi mendahului
Om Ibuy pergi membawa pesan
ada banyak mimpi-mimpi
namun gersang menghadang
lamunan memendar mayapada
tinggalkan segala kebosanan
antara igau dan mimpi
meretas puji hutan imajiner

Kandangan, 10 Oktober 2012


MENENGOK KEGIATAN ARISAN / YASINAN
MALAM JUM’AT DI JIRAN LANGGAR AL-KAUTSAR
DESA ANGKINANG SELATAN KECAMATAN ANGKINANG
KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

            Arisan / yasinan malam Jum’at sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Digelar setiap Kamis malam dari rumah ke rumah / bergiliran. Sebagai ajang silaturrahmi antar warga. Memperat ukhuwah Islamiyah. Yang diharapkan akan tetap terus berlangsung.
            Usai shalat Isya warga yang menjadi anggota yasinan beranjak menuju rumah warga yang kena giliran. Hampir setiap kaum laki-laki baik tua maupun muda di Jiran Langgar Al-Kautsar adalah anggota yasinan / arisan malam Jum’at.
            Tiba dirumah mereka menempati tempat yang disediakan dengan duduk lesehan. Sambil menunggu yang lain mereka berbincang.
            Sementara Irul, yang bertugas mencatat anggota yang bayar arisan. Setelah warga terkumpul acara dimulai. Kaderi, tetuha agama mengomando. Diawali dengan pembacaan surah Yasin. Dilanjutkan dengan shalawat kamilah, tahlil, dan diakhiri dengan do’a.
            Setelah itu ada tausyiah bersama tuan guru yang sudah diundang. Materinya menyesuaikan momen yang dihadapi. Bisa juga pelajaran fiqh.
            Selesai ceramah warga dijamu dengan makanan yang sudah disediakan tuan rumah. Begitulah aktivitas keagamaan di tempat tersebut. Diharapkan tetap eksis sebagai wahana pemersatu ummat.
Kandangan, 24-8-2012



MUSIM MALING

            Akhir-akhir ini warga HSS dihantui ketakutan. Takut dengan bergentayangannya rampok dan maling di daerah mereka.
            Diduga pelaku berasal dari luar daerah bahkan luar pulau. Was-was pun mengganggu tidur malam. Juga siang hari pelaku tetap melakukan aksinya. Positifnya atas kejadian ini wargapun giat siskamling pada malam hari. Tingkat kewaspadaan cukup tinggi.
            Warga sangat peka dan kritis. Bila ada kendaraan bermotor mencurigakan singgah di tempat mereka. Lantas dicatat lalu ditanyai sopirnya.
            Hingga ada kejadian lucu. Seorang pambakal yang malam itu sedang ronda bersama warganya. Tiba-tiba lewat seorang yang mencurigakan memakai sarung dan samurai. Lantas dicegat oleh pambakal. Tapi tiba-tiba wajah pambakal berubah pucat pasi. Ternyata yang dicegat adalah ayahnya sendiri.
            Berbagai modus dilakukan oleh perampok. Dengan berusaha menjadi penjual minyak urut. Diduga mereka mencari sasaran dengan survei tempat yang bakal diincarnya dikemudian hari.
            Kejadian lain seorang wanita pedagang pancarikinan kedatangan tamu. Ditanya, “ Suaminya kemana?” Lantas dijawab sedang madam. Mendengar hal itu tamu yang ternyata maling itupun cukup leluasa menguras harta pemilik warung itu.
            Sikap kehati-hatian cukup digalakkan saat seperti ini. Agar keamanan selalu terjaga. Perampok dan maling yang cukup meresahkan warga ini enyahlah segera dari muka bumi !

Kandangan, 02-10-2012


KEBERUNTUNGAN
            Saya ke BKD HSS. Ada nama teman saya yang masuk database kategori I. Dia diangkat jadi PNS. Nasib seseorang siapa yang bisa menduga. Beginilah yang dialami teman saya Sarmiji (32). Ia kini diangkat jadi PNS.
            Padahal dulu itu sesuatu hal yang tidak mungkin. Apalagi ia hanya lulusan tsanawiyah. Tapi Tuhan Maha Adil.
            Kejujuran dan kesabaran sebagai jalan hidupnya. Setamat tsanawiyah ia membantu ibunya. Bertani, berkebun, dan membuat sangkar burung. Kerja serabutan.
            Ibunya berjualan di SDN Angkinang 1. Saat Angkinang sipimpin Camat Hj. Siti Erma, S.Sos, Sarmiji beruntung. Ia jadi pesuruh di Kantor Kecamatan Angkinang. Atas bantuan ibu camat pada pada Sarmiji mengakhiri masa lajang. Sekarang ia sudah dikaruniai anak.
            ” Saya tidak mengira,” ujar Miji.
            Dan kini Miji menyandang  status PNS. Sementara saya yang lulusan MAN sudah bertahun-tahun jadi honorer tak juga ada kabar statusnya. Baik status sebagai PNS maupun status kawin.
            Sarmiji gambaran manusia pantang menyerah dan sabar. Bermacam rintangan telah ia jalani. Kebal sudah dengan kemiskinan yang mendera.
            Sebelum bekerja di kantor camat Sarmiji pernah pula melakoni sebagai pangangarun. Merasakan pahit getirnya kehidupan. Ia bersyukur. Selalu sukses kawanku !
Kandangan, 9-4-2012
 

BELAJAR MEMBUAT BLOG
            Sabtu (25/8) pukul 09.30 WITA saya ke rumah ibu Novi di Bakarung. Beliau me sms tadi pagi mau diajari membuat blog. Rencana itu sudah lama beliau sampaikan kepada saya. Tapi baru kali ini ada waktu.
            Saat saya datang ibu Novi menyuruh ke dalam dulu. Dia mau shalat. Shalat dhuha kali ?
            Di kamar tampak dua anak laki-laki sedang bermain PS. Yang satu saya kenal Ilman, siswa kelas VII B. Saya duduk menikmati secangkir sirup. Tak lama kemudian Ibu Novi mengajak saya ke tempat komputer berada. Saya mengajari apa adanya. Semampu pengetahuan yang saya miliki. Beliau membuat blog PELANGI KANDANGAN dengan alamat http://noviabdullah.blogspot.com
            Saya merasa minder tatkala ibu Novi membuka blog milik MIN Habirau Tengah. Walau hanya blogspot tapi tampilannya mirip website resmi. ” Mereka ikut lomba blog guru dan blog sekolah. Ada pengumumannya di Kemenag HSS,’’ beritahu Ibu Novi.
            Sekitar se jam berada di rumah ibu Novi, saya pulang. “ Terima kasih banyak. Kalau ada yang perlu saya tanyakan bisa saya sms,” ujar ibu Novi.

Kandangan, 25-8-2012



FOTO-FOTO KEGIATAN ASKS IX TAHUN 2012

Selasa, 16 Oktober 2012

Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) IX berlangsung di Banjarmasin, 12-14 Oktober 2012. Diikuti sastrawan Kabupaten/ Kota Se Kalsel. Tempat kegiatan di Balai Kota Banjarmasin dan Ballroom Hotel Palm.





Hotel Palm Banjarmasin, tempat peserta ASKS IX menginap


Jamal T Suryanata (Tanah Laut)

Yayu Fathilal, jurnalis Banjarmasin Post 
mengabadikan momen pembukaan ASKS IX


Penampilan peserta saat acara pembukaan ASKS IX


HE Benyamine

Hamberan Syahbana
Hamamy Adabi

Arif Rahman Heriansyah


Randu Alamsyah
Redaktur Sastra Radar Banjarmasin


Ratih Sanggarwati tampil membawakan puisi pilihannya
pada pembukaan ASKS IX di Balai Kota Banjarmasin


 Novelis masa depan Kalsel memberikan materi pada peserta ASKS IX


Ziyan, peserta asal Banjarbaru


Pembukaan ASKS IX dilakukan oleh Wakil Walikota Banjarmasin 
HM Irwan Anshari

Tajuddin Noor Ganie

Helwatin Najwa (Kotabaru)



Syarifuddin R

Syamsiar Seman


Sand Firly, Aliman Syahrani, dan Aliansyah Jumbawuya

Sainul Hermawan memberikan pertanyaan pada pemateri ASKS IX

Itay (Nor Izatil Hasanah) asal Kandangan

Peserta ASKS IX mendengarkan paparan pemateri 
pada diskusi panel di Ballroom Hotel Palm Banjarmasin

Kamis, 11 Oktober 2012

HABAR HULU SUNGAI SELATAN

Jum'at, 12 Oktober 2012

MAPOLSEK ANGKINANG
 DIRUSAK MASSA
Peristiwa Rabu dan Kamis, 10-11 Oktober 2012


Warga dari berbagai desa di Kecamatan Angkinang bergerombol di depan Mapolsek Angkinang

Massa makin bertambah banyak


Jalan raya di depan Mapolsek Angkinang pun macet total



Asap mengepul setelah aparat memberikan tembakan peringatan ke udara
untuk membubarkan massa



Anak-anak pun ikut menyaksikan kejadian ini

Foto - Foto : Akhmad Husaini 



MAPOLSEK ANGKINANG DIRUSAK MASSA

            Rabu (10/10) malam sekitar pukul 23.00 WITA aparat Polsek Angkinang  menangkap seorang yang diduga komplotan pencuri yang selama ini meresahkan warga di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penangkapan terjadi di Muara Tawia, sekitar 1 kilometer dari Mapolsek Angkinang.  Sebelum dibawa ke Mapolsek Angkinang pelaku sempat dihakimi warga. Tapi beberapa saat kemudian aparat datang lalu membawanya ke Mapolsek. Tidak puas menghakimi pelaku lalu warga menyerbu Mapolsek Angkinang.
            Sementara perekaman data e-KTP di Kantor Kecamatan Angkinang  yang saat itu tengah berlangsung terpaksa dihentikan karena kejadian ini. “ Kami takut menggangu kegiatan disini,” ujar petugas e-KTP. Karena Kantor Kecamatan Angkinang hanya berjarak beberapa meter dari Mapolsek Angkinang.
Selama ini warga dilanda keresahan. Kehadiran komplotan pencuri yang beraksi di daerah mereka mengusik kedamaian warga. Mereka pun tiap malam melakukan ronda untuk berjaga-jaga.
            Karena penasaran ingin melihat wajah pelaku beberapa warga lain berdatangan. Massa kian banyak datang ke Mapolsek. Mereka tidak hanya dari desa-desa di Kecamatan Angkinang. Tapi juga dari kecamatan lain seperti  Telaga Langsat dan Kandangan. Bahkan ada dari Barikin, Kecamatan Haruyan , Kab. HST.
            Massa kian emosi. Mereka melempari Mapolsek dengan batu dan barang apa saja yang ada dihadapan mereka. Hujan batu tak terbendung lagi. Akibatnya kaca depan pecah berantakan.
            Selain merusak bangunan massa juga merusak mobil patroli milik Polsek setempat yang terparkir beberapa meter dari Mapolsek. Bannya diiris massa dengan senjata tajam. Aparat sempat menembakkan senjata api ke udara untuk menghalau kerumunan massa. Akan tetapi massa tak bergeming. Mereka dalas hangit tetap konsisten ingin pelaku dikeluarkan lalu diserahkan ke massa.
            Tak ingin massa melakukan tindakan yang lebih anarkis anggota dalmas Polres HSS dan aparat TNI dari Kandangan pun didatangkan. Kehadiran mereka sedikit banyak mengurangi kebrutalan massa.
            Akibat aksi massa ini jalan raya di depan Mapolsek Angkinang macet total. Banyak kendaraan roda empat yang harus merayap melewati kawasan tersebut. Dan para sopir harus ekstra hati-hati saat melewati kerumunan massa. Polisi pun disiagakan di tepi jalan raya untuk mengatur arus lalu lintas.
            Setelah massa tenang pelaku dibawa ke Mapolres HSS menggunakan mobil truk yang sebelumnya mengangkut anggota TNI. Ini upaya untuk mengecoh massa.
            Kerugian atas insiden ini belum bisa ditaksir. Namun Mapolsek Angkinang harus membenahi kembali agar bisa seperti semula. Padahal sebelumnya kaca Mapolsek baru satu minggu dipasang.
            Selain mobil patroli yang bannya diiris senjata tajam kerugian lainnya adalah dirobohkannya plang Mapolsek dan penerang jalan yang dipatah.
            Massa baru membubarkan diri Kamis (11/10) dinihari setelah mendapat wejangan dari pihak kepolisian yang berjanji akan menangani secara serius masalah ini. Akan tetapi warga sangat pesimistis.
            “ Nanti kalau maling dapat jangan diantar ke kantor polisi. Kita habisi saja ramai-ramai,” ujar seorang warga merasa kesal.
            Sementara yang lainnya menimpali, “ Polisi ni handak duitnya haja. Maling haja dilindungi.” (akhmad husaini)


POLSEK ANGKINANG 
DIAMUK MASSA

Ratusan massa bersenjata tajam, Rabu (10/10) sekira pukul 22.00, mengepung Mapolsek Angkinang Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Pengepungan terjadi, akibat dipicu oleh kabar yang menyatakan, bahwa telah tertangkap seorang pencuri bersenjata, yang selama ini meresahkan warga. 

Dari informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin di lapangan, malam itu, anggota BPK yang melakukan penjagaan, telah mengamankan seorang pemuda bernama Arsu (30) warga Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Pria ini, dicurigai sebagai pelaku pencurian yang selama ini terjadi di HSS.

Sebelum diserahkan, Arsu terlebih dahulu diperemak warga hingga bonyok. Melihat hal itu, anggota BPK yang mengamankan langsung menghubungi pihak Polsek Angkinang. Tidak berapa lama,  polisi datang dan langsung membawa Arsu, ke Polsek Angkinang.

Selanjutnya, pada pukul 22.30 informasi tentang tertangkapnya satu orang pencuri menyebar, melalui SMS dan BBM. Awalnya massa yang datang hanya puluhan orang. Kedatangan mereka ingin melihat wajah Arsu yang diduga kuat sebagai pencuri.

Selain ingin melihat wajah Arsu, puluhan masyarakat ini juga berniat ingin  menghakimi Arsu. Oleh pihak kepolisian, keinginan warga tersebut ditolak, dengan alasan masih diperiksa. Merasa keinginannya ditahan, massa mulai beteriak-teriak. Teriakan warga yang ada di halaman Polsek, memancing para pengguna jalan lainnya dan langsung masuk ke halaman polsek.

Hanya dalam hitungan menit, massa terus bertambah. Adu mulut antar petugas kepolisian dan masyarakat semakin kencang. Massa yang semula hanya puluhan bertambah semangat ketika masyarakat dari berbagai desa datang dan membantu mereka.  Akibatnya, terjadi aksi saling dorong dan ancam. Melihat situasi yang mulai tidak dapat dikendalikan, anggota polsekpun meminta bantuan Polres.

Sebanyak 20 orang anggota Polres datang, namun massa lebih banyak membuat ke 20 anggota polres tidak dapat berbuat apa-apa. Kendati dalam keadaan terdesak, pihak kepolisian masih dapat mengendalikan keadaan, untuk tidak menyerahkan Arsu kepada massa yang mulai beringas.  Ditempat yang sama, aparat kepolisian dan Kodim serta wartawan yang ingin mengabadikan peristiwa tersebut, dilarang warga yang sudah bringas.

Masih dari informasi yang didapat Radar Banjarmasin, karena massa semakin beringas. Salah satu anggota Polres menembakan senjata apinya ke atas untuk menenangkan massa. Setelah terdengar letusan, ternyata massa bukannya takut dan malah emosi. Seiring dengan tersulutnya emosi warga.

Akhirnya ratusan batu berterbangan kearah Mapolsek. Suasana semakin kacau, anggota langsung ditarik mundur untuk menghindari amukan massa. Setelah beberapa menit dihujani batu, seluruh kaca jendela polsek pecah berantakan.

Kapolres  HSS, AKPB Yusran Cahyo  SIk yang didampingi puluhan perwira lainnya datang ke Polsek Angkinang, juga tidak mampu menenangkan massa. Beruntung disaat genting, Dandim 1003 Kandangan Letkol KAV Tri Handaka, bersama puluhan anggotanya datang membantu. Sebentar, massa dapat ditenangkan namun tujuannya tetap sama, yakni ingin menghakimi Arsu.

Namun Arsu berhasil dilarikan ke Mapolres, dengan menggunakan mobil truk milik TNI dari Satuan Kompi Senapan C Yonif 621 Manuntung. Setelah dapat dievakuasi, akhirnya diterangkan bahwa Arsu telah dibawa ke Polres.

Massa tidak percaya dan terus mendesak, setelah beberapa menit. Akhirnya, perwakilan masyarakat diperbolehkan memeriksa tahanan. Setelah diketahui tidak ada tahanan yang bernama Arsu, massapun langsung balik kanan secara teratur.

AKBP Yusran Cahyo, melalui Kabag Ops Kompol Arif WB yang dikonfirmasi Radar Banjarmasin, membenarkan adanya amuk warga tersebut hingga menghancurkan seluruh kaca Polsek Angkinang.
“ Benar, setelah terjadi adu argumentasi, massa yang beringas langsung menghujani Polsek dengan batu,” ujarnya Kepada Radar Banjarmasin.

Kendati sempat chaos, namun tidak menimbulkan korban di kedua belah pihak. Seiring dengan adanya peristiwa tersebut, ban mobil pikap milik Satpol PP yang ikut mengamankan, juga tak luput dari timpasan warga hingga gembus.

Salah seorang warga yang mengaku bernama Arjun mengatakan, mengapa massa begitu marah terhadap pencuri yang tertangkap. Karena sampai saat ini, isu terkait adanya penjarahan dan perampokan, diiringi dengan pemerkosaan masih sangat senter. Akibatnya, setiap malam masyarakat yang ada di seluruh desa tidak tenang.

Ketika ditanya mengapa sasarannya adalah kantor Polisi, pria berkulit gelap ini mengatakan, bahwa  mereka sudah tidak percaya dengan polisi. Sebab sewaktu masyarakat menangkap sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam, yang dicurigai sebagai perampok. Tidak  dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, bahkan secara diam-diam dilepaskan begitu saja. Akibatnya, masyarakat yang mengetahui jadi kecewa dan tidak percaya dengan pihak kepolisian khususnya yang ada di Polsek Angkinang.

“ Kedatangan masyarakat ke Polsek Angkinang, adalah untuk melihat wajah pencuri, dan tentunya akan dihakimi. Agar pihak kepolisian tau, bahwa masyarakat saat ini gelisah dengan adanya isu-isu pencurian,” ujarnya.

Terkait dengan kabar mobil avanza tersebut, Kabag Ops Kompol Arif WB Arif WB juga membenarkan, namun katanya mobil yang dicurigai warga tersebut bukan mobil perampok. Tetapi mobil warga yang datang dari Tanjung untuk mencari keluarganya yang ada di HSS.

 Sumber : Radar Banjarmasin




 ANGKINANG KONDUSIF

Kericuhan yang terjadi di Polsek Angkinang berangsur kondusif menyusul bubarnya aksi massa setelah orang yang dicurigai pencuri dibawa aparat ke luar polsek setempat.

Massa sempat melakukan sweeping pelaku rampok terhadap kendaraan yang melintas di sekitar polsek. Aksi tersebut sempat berlangsung sekitar 2 jam. Namun setelah aparat berdatangan, massa berangsur membubarkan diri hingga jalan raya sekitar polsek kembali lengang.

Sebelumnya massa warga berdatangan sambil melempari batu ke mapolsek setempat hingga seluruh kaca bagian depan mapolsek hancur berantakan, Kamis (11/10) dinihari.

Kejadian ini dipicu oleh aksi warga Angkinang sekitar jembatan kembar 1 km yang sempat menangkap seorang pria asing dicurigai sebagai pencuri.
Pria tersebut sempat dihakimi warga. Petugas Polsek Angkinang yang mendapat laporan warga kemudian turun mengamankan pria yang dicurigai pencuri tersebut.

Kejadian berikutnya di luar dugaan, begitu pria yang dicurigai pencuri tersebut dibawa dan diamankan di Polsek Angkinang, ternyata massa warga dari berbagai desa turun berdatangan ke polsek. Mereka meminta supaya orang yang dicurigai pencuri tersebut diserahkan kepada mereka.

Massa semakin bergerak tak terkendali. Polsek pun akhirnya menjadi sasaran lemparan batu hingga pecah berantakan. Meski demikian aksi massa tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena belum sampai terjadi bentrok fisik dengan aparat..

Anggota polsek terpaksa meminta bantuan hingga menyusul berdatangan personil dari polres dan polsek lainnya.

Kapolres HSS, AKBP Yusran Cahyo bersama wakapolres, Kompol Ari Lasta Irawan bersama Kabagops Konpol Arif dan seluruh kasat turun merapat ke polsek.

Bantuan pengamanan juga diturunkan dari TNI Kodim 1003 Kandangan dan juga dari aparat Polres Barabai serta Kodim Barabai.

Wakapolres HSS, Kompol Ari Lasta Irawan, menyatakan sangat menyayangkan aksi anarkis massa yang melakukan pengerusakan polsek.
"Awalnya warga yang minta diamankan seorang pria dicurigai maling dan babak beluk dihakimi. Tapi setelah diamankan ke polsek, malah polsek lagi yang menjadi sasaran. Kejadian ini sangat disesalkan sekali, apalagi kalau orang yang dicurigai itu ternyata bukan maling, hanya sekadar prasangka yg tak jelas,"ucap Kompol Ari Lasta Irawan. 


Sumber : Banjarmasin Post 

Senin, 08 Oktober 2012

HULU SUNGAI SELATAN DALAM LENSA

Gunung Kantawan. Panorama khas Loksado


Di bekas pembakaran lahan untuk pertanian

 

Ada rabahlah pohonnya

 

Menyusuri jalan setelah pulang dari Air Terjun Haratai

 


Suasana jalanan dekat TMP Pusara Bakti Banua di Mawangi



Jalanan yang mulus dambaan warga HSS



Mawarung di Tayub Kecamatan Padang Batung



Kondisi WC di kawasan Air Terjun Haratai cukup memprihatinkan. Banyak coretan dan terkesan kumuh. Perlu perhatian berwenang untuk mengatasi hal ini.



 Cermin cembung seperti ini banyak  kita temukan di tepi jalan menuju arah Loksado. Berfungsi sebagai alat untuk melihat pengguna jalan lainnya yang berada di depan.


Bagambar dahulu di Benteng Madang


Pengunjung sedang bersantai diatas bebatuan kawasan Air Terjun Haratai



Suasana Pembacaan burdah di MTsN Angkinang



Benteng Madang


Batas Desa Madang Kecamatan Padang Batung Kab. HSS 


Bangunan rumah dinas dekat pintu gerbang Air Terjun Haratai tidak terawat dan terancam rusak

Bersantai di Benteng Madang yang ada di Kecamatan Padang Batung Kab. HSS


Air Terjun Haratai


Anak-anak Haratai sedang bermain di depan SDN Haratai 1


Loksado
Pintu Gerbang Air Terjun Haratai

Sesaji warga Dayak Meratus yang kami temukan saat menuju Haratai

Bersantai dulu ah........Di Taman Wisata Alam Loksado


Hai orang asing . Ketemu bule saat menuju Air Terjun Haratai


Diatas jembatan gantung menuju Air Terjun Haratai


Berpose di Benteng Madang Kec. Padang Batung Kab. HSS


Banyak ya dapat ikannya ?

Pintu Gerbang Benteng Madang

Penunjuk jalan Hutan Kadayang
Heee ...dapat biawak
Pulang dari Air Terjun Haratai melewati jembatan gantung