Jumat, 31 Mei 2013

Kumpulan Kudakan

Jum'at, 31 Mei 2013

Fitri Norbaity Aziza dan kakawanan


Panggung utama STQN ke 19 di Amuntai, Mei 2013


Megah


Berpose diatas jukung


Ada kesempatan















Habar Hulu Sungai Selatan

Jum'at, 31 Mei 2013

 Suasana upacara bendera di MTsN Angkinang
Merupakan salah satu sekolah  11 (sebelas) sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan
yang akan mendapat penilaian Adiwiyata



11 Sekolah Masuk 
Dalam Penilaian Adiwiyata






Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tatakota dan Perdesaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Drs H Anang Syakhfiani  mengatakan, dalam beberapa pekan ini tim penilai lomba Adiwiyata tahun 2013 kabupaten, akan melakukan penilaian terhadap sebelas sekolah yang ada di beberapa kecamatan. Kesebelas sekolah yang masuk dalam penilaian Adiwiyata adalah 6 buah Sekolah Dasar (SD), 2 buah SMP dan 3 buah SMA. Untuk SD, diantaranya adalah SDN Sungai Raya Tengah, SDN Pamujaan, SDN Kalumpang, SDN Ulin, SDN Pakuan dan SDN Jembatan Merah. Sedangkan SMP, adalah SMP Negeri 3 Kandangan dan MTsN Angkinang. Pada tingkat SMA, adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kandangan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kandangan dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Angkinang. Sekolah-sekolah yang telah disebutkan tersebut, sebelum dilakukan penilaian. Terlebih dahulu akan dikirimi surat untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Setelah dikirimi surat, beberapa hari kemudian akan dilakukan penilaian oleh tim. Dalam penilaian tersebut, akan ditentukan siapa yang akan menjadi sekolah terbersih yang memiliki wawasan lingkungan hidup. Sekolah yang mendapatkan penilaian akan menyiapkan berbagai persiapan. Diantaranya adalah menyediakan tempat sampah terpisah, (organic/aroganik) dikelas, kantin, kantor, bengkel dan laboratorium. Selanjutnya melakukan pengomposan, sehingga sampah yang dihasilkan dapat menjadi pupuk. Anang juga mengatakan, hendaknya di sekolah juga menyediakan tenaga kebersihan yang mencukupi. Sehingga apa yang dikerjakan nanti dapat semakin baik dan hasilnya juga sangat bagus. Tapi jika tidak ada tenaga kebersihan yang cukup. Maka pihak sekolah harus mampu memaksimalkan tenaga yang ada.“ Untuk menjaga dan merawat lingkungan sekolah, harus ada yang bertanggung jawab,” ujar Anang. Dijelaskannya, sebagai pendukung dari kegiatan yang akan dilakukan. Sekolah juga harus memiliki mekanisme keterlibatan peserta didik dan guru serta tenaga kependidikan. Sehingga, upaya untuk melakukan kebersihan sekolah dan lingkungan sekolah dapat terus terlaksana dengan baik. Selain itu, harus ada pula tempat sampah sementara di lingkungan sekolah seperti Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan jadwal pengangkutan sampah. Agar semuanya dapat berjalan sesuai dengan rencana. Maka, semua kegiatan yang dimiliki harus di dokumentasikan dengan baik. Sementara itu  di lapangan, tim Adiwiyata yang berasal dari dinas pendidikan, dinas kesehatan dan dinas terkait lainnya, sedang melakukan musyawarah terkait dengan akan dilakukannya penilaian. Dari hasil rapat tersebut, rencananya pada tanggal 3 hingga 5 juni, tim akan turun ke lapangan untuk melakukan penilaian. Dimana, dalam sekali turun tim akan menilai 3 hingga 4 sekolah. Sehingga target yang penilaian yang akan dilakukan selama 3 hari akan terpenuhi.***

Sumber : Radar Banjarmasin

Album Perpisahan Kelas IX MTsN Angkinang Tahun Pelajaran 2012/2013

Jum'at, 31 Mei 2013


MILAD KE 45 MTsN ANGKINANG
 DAN 
PERPISAHAN KELAS IX
 TAHUN PELAJARAN 2012/2013
SELASA, 28 MEI 2013 

Gazali, S.Ag
Kepala MTsN Angkinang 


  Muhammad Jazuli, S.S
Guru Bahasa Arab MTsN Angkinang
 
Penyerahan secara simbolis


Persembahan adik kelas berupa tari daerah


Lenggang lenggok


Serasi















TENTANG DATU MUHAMMAD RAIS

Jum'at, 31 Mei 2013


SEJARAH MAKAM 
DATU MUHAMMAD RAIS

 
            Saya membaca Sejarah Makam Datu Muhammad Rais yang terletak di Loknyiur Desa Bamban Kec. Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
            Loknyiur merupakan salah satu anak desa yang terletak di bagian utara Desa Bamban Kecamatan Angkinang. Jaraknya kurang lebih 10 kilometer dari kota Kandangan, ibukota Kabupaten HSS. Sementara dari jalan raya Trans Kalimantan sekitar 2 kilometer. Dengan karakteristik geografis tanah rawa dan sungai. Sungai terkenal itu bernama Sungai Martajiwa. Di bantaran sungai Martajiwa terdapat sebuah makam tua dengan sebuah nisan tanpa nama. Sejak nenek moyang dulu tidak tahu pasti makam siapa itu.
            Dengan ketidaktahuan dan ketidakpastian itu muncul berbagai cerita tanpa dasar dan alasan yang kuat untuk menjelaskan keberadaan makam tersebut. Diantaranya yang pernah mengemuka menyebutkan makam tersebut hadirnya bersamaan dengan datangnya banjir besar di sungai Martajiwa. Hingga hadirlah makam tersebut di bantaran sungai itu.
            Dulunya di pinggir sungai Martajiwa tumbuh sebatang beringin besar yang rindang dengan akarnya melebar di permukaan tanah. Terlihat sebuah nisan yang terbuat dari kayu ulin tertancap di sela-sela akar pohon beringin yang mengisyaratkan bahwa itu sebuah makam yang tidak tahu pasti siapa penghuninya.
            Cerita ini bertahun-tahun lamanya dan hampir terlupakan ditelan masa hingga pergantian zaman hingga sekarang ini. Namun kadangkala ada muncul keanehan atau peristiwa ganjil yang mengisyaratkan bagi orang yang tertentu dapat melihat benda asing di sekitar makam berupa binatang atau benda hidup lainnya. Seperti buaya putih, ular putih, kucing putih, dsb. Konon katanya sampai 41 jenis benda hidup aneh yang berbeda dengan kehidupan biasanya.
            Penampakan makhluk aneh tersebut biasanya diiringi dengan hujan lebat dan angin kencang. Hingga mengakibatkan banjirnya sungai Martajiwa. Yang aneh sedalam dan sebanjir apapun juga sungai Martajiwa mengalirkan airnya, tetap tidak akan menenggelamkan nisan yang tertancap di atas makam tersebut.
            Pernah terjadi pada empat orang anak muda Desa Loknyiur pada masa lalu. Yakni Rusli (Utuh Rulli), Anggur, Basuni, dan Aini. Keempat anak muda ini sedang asyik bagarit (berburu). Karena tidak mendapat binatang buruannya maka sasaran emosionalnya adalah menendang dan memukul nisan dari makam tadi.
            Yang menendang adalah Basuni (Asun), Aini, dan Anggur hanya sedikit memukul. Sementara Rusli tidak ikut melakukan hal seperti mereka. Tak lama kemudian Basuni dan Aini mendapat musibah dan langsung meninggal dunia. Sedangkan Anggur menderita penyakit lemah dan tidak sekuat sebagaimana masih muda dulu lagi. Sedangkan Rusli karena tidak ikut melakukan perbuatan tersebut tidak mendapat dampak dari perbuatan masa lalu.
Dilain kesempatan ada seorang anak muda yang iseng dan nekad mencabut sebuah nisan makam yang terbuat dari kayu ulin. Lalu dipotongnya untuk dibuat mainan gasing. Tidak berapa lama orang yang nekad mengambil nisan tadi mendapat musibah meninggal dunia. Atas peristiwa tadi hingga sekarang makam tersebut tersisa hanya satu nisan yang masih utuh tertancap di atas pusaranya.
Sekitar tahun 1999 Desa Loknyiur kedatangan rombongan tamu dari Martapura Kabupaten Banjar. Mereka datang naik mobil taksi Colt L-300. Rombongan tersebut diterima langsung oleh Rusli (Utuh Rulli) yang dianggap sebagai tetuha kampung.
Rombongan itu menanyakan dimana letak makam keramat. Rusli tidak pikir panjang lalu menunjuk makam yang ada di bantaran sungai Martajiwa. Rombongan minta ijin untuk diantar ke makam yang pada waktu itu hanya bisa dicapai dengan naik jukung untuk sampai ke lokasi makam.
Sesampainya disana rombongan melakukan ritual dengan iringan do’a beserta dzikir, tasbih, tahmid, dan tahlil. Selesai melaksanakan acara tersebut, para penziarah langsung minta kembali. “ Mohon dan tolong makam ini dijaga dan dirawat sebaik-baiknya karena makam ini termasuk makam yang diberi keramat oleh Allah SWT,” ujar para penziarah kepada Rusli sebelum meninggalkan makam.
Diawal tahun 2002 datang dua orang yang berasal dari Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Salah seorang mengaku sebagai guru pada salah satu pesantren di Barabai. Sementara yang satunya lagi mengaku pensiunan Kepala PU HST. Keduanya tidak mau menyebutkan nama.
Lantas mereka juga bertanya kepada Rusli dimana disini ada makam Datu yang punya keramat. Seperti semula Rusli menjawab dan menunjuk  makam yang ada di bantaran sungai Martajiwa. Kedua orang tadi sama halnya dengan rombongan yang datang dari Martapura dalam arti bersama-sama ziarah dengan iringan do’a serta dzikir, tasbih, tahmid, dan tahlil. Selesai ziarah kedua orang tersebut langsung kembali. Sebelum meninggalkan makam sempat berpesan kepada Rusli mohon makam itu dijaga dan dirawat sebaik-baiknya. Karena makam itu diberi keramat oleh Allah SWT.
Di sekitar makam ada tersimpan benda bersejarah dan mempunyai nilai yang tinggi. Orang yang dimakamkan itu bernama Datu Muhammad Rais.
Kemudian kedua orang tersebut sempat mengatakan kepada Rusli kalau memang mendapat petunjuk mereka akan datang kembali. Rupanya mereka berdua mendapat petunjuk, dua hari kemudian mereka datang lagi dengan perlengkapan seadanya siap untuk melakukan penggalian berdasarkan intuisi, naluri dan mata hatinya.
Sehingga pada keesokan harinya, tepat pada jam tujuh pagi mereka berdua didampingi oleh Rusli memulai mengerjakan dengan perhitungan-perhitungan sekitar 5 meter sebelah timur dari nisan tadi posisi yang harus digali. Dengan penuh kehati-hatian sekrup dan sundak secara deras memancar di setiap sudut dan sisi lobang.
Konon katanya lobang yang digali tersebut adalah sebuah sumur tua yang airnya secara turun-temurun tidak akan pernah kering dan mampu memberikan makna kehidupan bagi orang-orang kampung masa lalu. Air tersebut juga mampu memberikan kesembuhan dengan berbagai jenis penyakit yang diderita orang pada saat itu.
Proses penggalian sudah dilaksanakan dan terus diupayakan hingga menghabiskan waktu yang cukup lama, namun upaya tersebut mendapat kendala yang cukup berat untuk dilanjutkan. Mungkin belum dapat ijin dan restu dari Yang Kuasa sehingga tidak membuahkan hasil seperti apa yang mereka harapkan. Akhirnya terpaksa dihentikan.
Pada tahun 2002 pula, datang rombongan dengan menggunakan 5 (lima) buah mobil taksi Colt L-300. Rombongan itu datang secara terorganisir berlabelkan massa penziarah makam Wali Songo yang kebanyakan berasal dari Martapura. Namun diantaranya ada juga yang berasal dari Sungai Danau, Tanah Bumbu.
Tersebutlah yang namanya Baseri yang asal-usulnya berasal dari Loknyiur dan bermukim di Sungai Danau. Ketika rombongan Baseri berziarah ke Makam Wali Sunan Ampel di Surabaya, tanpa diduga ada salah seorang penjaga makam langsung menyapa dan berucap, “ Hei Saudara ! Kenapa berziarah jauh-jauh datang kesini dengan banyak menghabiskan uang dan tenaga. Sementara makam datu yang ada di kampung kamu sendiri belum pernah diziarahi.”
Bagai disambar petir tersontak bathinnya menganalisis kata-kata orang tersebut. Seraya ia mengucap istighfar tiga kali. Dilatar belakangi retorika tersebut munculah ide para penziarah untuk datang ke Loknyiur sebagai bagian dari program perjalanan mereka guna melengkapi pengalaman hiudp dan sisa-sisa petualangannya. Karena dengan segudang pengalaman berziarah, rombongan mereka sempat mengajak warga masyarakat Loknyiur untuk bersama-sama melaksanakan haulan secara kecil-kecilan dalam arti aruh basalamatan seadanya.
Pada tanggal 7 Oktober 2004 lagi-lagi Loknyiur kedatangan sebanyak 3 (tiga) orang  mengaku berasal dari Palingkau, Kalimantan Tengah.  Ketiga orang tersebut terdiri dari dua orang perempuan dan satu laki-laki. Kedua orang perempuan tadi bernama Irus dan Idah masih dalam satu keturunan yang sama didampingi laki-laki yang bernama Hadran dengan panggilan akrabnya.
Berdasarkan silsilah dari garis keturunan ketiga orang tersebut, ternyata juga masih berdarah Loknyiur yang sekian lama berdiam di kampung orang. Dari silsilah tersebut, Idah, Inur, dan Hadran datang membawa kisah pengalaman hidupnya yang mungkin orang lain tidak pernah mengalaminya.
Idah menceritakan bahwa ada saudara kandungnya yang sejak bayi menghilang (gaib) entah dimana dan siapa yang membawanya sehingga tidak tahu dimana rimbanya hingga sekarang ini. Tapi sewaktu-waktu muncul menemuinya dengan meminjam  raga Idah dan saudara-saudara kandung lainnya, diantaranya akhir-akhir ini mengajak untuk berziarah ke makam tersebut. ***


Senin, 27 Mei 2013

Info MTsN Angkinang

Selasa, 28 Mei 2013


PEMBERITAHUAN PENTING !!! UNTUK SISWA MTsN ANGKINANG KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013 DIMANA SAJA BERADA. 

Pengumuman kelulusan siswa Kelas IX MTsN Angkinang kalau tidak ada aral akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Juni 2013 Pukul 10.00 WITA. Akan dihadiri orangtua/wali siswa. Kepada siswa Kelas IX MTsN Angkinang agar dapat mengambil Surat Undangan pengambilan hasil kelulusan tersebut di bagi...an Tata Usaha MTsN Angkinang (dalam hal ini Bapak Akhmad Husaini) pada hari Rabu, Kamis, dan Juma't (29, 30, dan 31 Mei 2013). Dihimbau kepada siswa MTsN Angkinang pada hari kelulusan tersebut untuk tidak melakukan : merusak sarana prasarana sekolah, konvoi di jalan raya, mencoret-coret pakaian dengan cat semprot / pilox, dsb. Apabila ketahuan melakukan hal diatas sanksinya berupa SKHU dan Ijazah tidak diberikan. (akhmad husaini)

Khazanah Islam

Selasa, 28 Mei 2013



Profil Nabi Muhammad SAW Sebagai Pembawa Risalah

1. Mempunyai fisik yang sempurna, lidah yang fasih dan otak yang cerdas.
2. Memerlukan makan, minum, tidur, pakaian dan kebutuhan fisik lainnya. Merasa sakit, senang dan perasaan lainnya seperti manusia biasa.
3. Mempunyai isteri dan anak-anak.
4. Buta huruf (ummi), tidak bisa membaca dan menulis dan tidak pernah berguru kepada siapapun.
5. Dipelihara oleh Allah SWT dari segala perbuatan yang tidak baik sejak kecil, sehingga seluruh kehidupan beliau penuh dengan keteladanan.
6. Berasal dari keturunan (nasab) yang mulia dan terpandang.
7. Berakhlak mulia (shidiq, amanah, tabligh, fathanah, sabar, pemaaf, penyayang, penyantun, pemberani, pemurah, dll).
8. Memulai dakwah Islam kepada keluarga dan orang-orang terdekat sebelum kepada masyarakat umum.
9. Tabah dalam menghadapi segala penderitaan dan cobaan dalam menyampaikan Risalah Islamiyah.
10. Memiliki taktik dan strategi dakwah yang sangat tepat sehingga bisa berhasil dengan gemilang dalam waktu singkat.
11. Memiliki kepribadian yang sempurna dalam segala segi,baik sebagai suami, bapak, sahabat, guru, panglima perang maupun sebagai kepala negara sehingga beliau menjadi uswatun hasanah bagi seluruh umat manusia.
12. Selalu dibimbing oleh Allah SWT dengan wahyu, baik yang langsung (Al-Qur'an) maupun yang tidak langsung (Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi).


Mukjizat yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW antara lain :

1. Al-Qur'an Al-Karim sebagai mukjizat abadi.
2. Keluar air dari sela-sela jari beliau yang cukup untuk memberi minum 1400 orang laki-laki dan perempuan. (HR.Bukhari)
3. Melipatgandakan makanan sehingga makanan yang sedikit cukup untuk lebih kurang 1000 orang prajurit waktu perang Khandaq . (Hadits Muttafaqun 'alaih)
4. Mengembalikan mata Qatadah yang tercukil waktu perang Uhud, sehingga kembali seperti semula. (Sirah Ibn Hisyam)
5. Bulan terbelah dua menjawab permintaan orang-orang Quraisy. (Al-Qamar 54 : 1)

Jumat, 24 Mei 2013

POTRET KANDANGAN HARI INI

Sabtu, 25 Mei 2013

Mobil patroli Satlantas Polres HSS
Mengangkut sebuah motor korban kecelakaan lalu lintas
di wilayah hukum Kepolisian Resort Hulu Sungai Selatan
Sabtu, (25/05/2013) pagi



Potret Kampung Halaman

Sabtu, 25 Mei 2013

ANGKINANG WAYAHINI

Saya bangga jadi orang Angkinang. Tepatnya saya tinggal di Desa Angkinang Selatan Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Saya lahir dan besar di Angkinang Selatan. Bekerja dan menetap juga disana.

Seumur hidup saya hanya di Angkinang. Sekarang Angkinang banyak berubah. Terletak sekitar 8 kilometer dari kota Kandangan, ibukota Kabupaten HSS. Berada di kiri kanan jalan raya Trans Kalimantan. Cukup strategis. 90 % penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Mereka 100 % menganut agama Islam.

Desa Angkinang Selatan sekarang dipimpin oleh Kepala Desa / Pambakal Jamaluddin. Sekarang di kampung saya ini sedang musim panen padi. Pada pagi dan siang hari warga menghabiskan waktu di sawah.

Nilai-nilai keagamaan di desa saya masih tetap terjaga. Setiap momen bulan Hijriyah seperti bulan Rajab dan Sya'ban digelar babacaan atau ceramah agama di Langgar.

Sementara kegiatan perekonomian juga berkembang pesat. Banyak berdiri toko dan kios serta kedai minuman. Apalagi hadirnya Warung Pakumpayan menambah meriahnya Angkinang.

Angkinang Selatan juga memiliki armada BPK (Barisan Pemadam Kebakaran) yakni BPK Hipta Angkinang. Milik Haji Junaidi. Para pemuda desa diberdayakan dengan adanya BPK ini. Dengan sukarela mereka membantu mengatasi musibah kebakaran bukan saja di HSS tapi juga di daerah lain yang masih bisa dijangkau.

Fakta lain seputar Angkinang Selatan : Bank BRI Unit Angkinang berdiri di desa ini. Terdapat sekolah MIN Pakumpayan dan MTsN Angkinang. Juga Pasar Angkinang setiap hari Kamis.

Kandangan, 25-05-2013

Nuansa Islami

Sabtu, 25 Mei 2013

KEUTAMAAN BERSHALAWAT KEPADA NABI

Para ulama menjelaskan bahwa banyak sekali keutamaan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW antara lain :

1. Agar do'a kita dikabulkan
2. Mendapat syafaat Nabi di akhirat kelak
3. Diampuni dosa dan ditutupi aib
4. Allah dan malaikat bershalawat untuk yang bershalawat
5. Menghilangkan perasaan bakhil
6. Menuntun pembacanya ke jalan surga
7. Mendapat berkah dan hidayah Allah
8. Mendapat 10 kebaikan dan dihapus 10 kejahatan

Rabu, 22 Mei 2013

CURHATKU.....

Kamis, 23 Mei 2013

Kegelisahan Hati
 Akhmad Husaini


Saya sedang dirundung kegelisahan hati. Kata anak muda sekarang saya sedang GALAU. Kegelisahan yang saya terima akibat ketidakadilan yang dialami.

Saya jadi honorer di MTsN Angkinang semenjak tahun 2005. Beberapa kali mengalami perubahan gaji bulanan. Sekarang gaji saya per bulan adalah.....

Itu melewati beberapa kali pergantian gajian. Awal jadi honorer tahun 2005 gaji saya Rp. 50 ribu lalu berlanjut menjadi Rp.75 ribu. Beberapa tahun kemudian Rp.150.000,- Lalu Rp.300.000,- Lalu Rp.350.000,-  Hingga akhirnya menjadi Rp...........sebagai gaji sekarang.

Itu butuh waktu dan proses hingga menerima gaji sekarang ini. Namun sekarang yang bakalangan di hati saya kenapa ada beberapa PTT baru di tahun 2013 ini malah gajinya sama dengan saya yang sudah beberapa tahun bekerja. Apa yang membedakan ? Bedanya cuma saya punya SK sementara mereka tidak.

Apakah ini cukup mendidik. Yang lama gajinya Rp.......Sementara yang baru juga Rp......

Seharusnya naikkan dong gaji saya. Tidak sama dengan mereka. Atau gaji saya sekarang tetap. Sementara gaji mereka yang baru diturunkan.

Siapa yang peduli ?


Hasil Napak Tilas Luran Teks Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan Tahun 2013 di Kandangan

Kamis, 23 Mei 2013


KATEGORI PENGHAYATAN
I. Pangeran Samudera (Banjarmasin)
II. Red Squad (Banjarmasin)
III. Basgiber Explorer (Marabahan)

KATEGORI KEDISIPLINAN
I. Thunder Bar-Bar (Banjarmasin)
II. Laskar Pertiwi (Tanah Bumbu)
III. The Boxing (SMK Pelayaran Banjarbaru)

KATEGORI KEUTUHAN TIM
I. Komando Putera (Hulu Sungai Tengah)
II. Galuh Banua (Marabahan)
III. Salimbada (MAN 3 Banjarmasin)

KATEGORI FAVORIT
I. The Kumuh (Kandangan)
II. Kapten Budi Gawis (Hulu Sungai Tengah)
III. Laskar Patih Masih (Banjarmasin)

JUARA UMUM
I. Thunder Bar-Bar (Banjarmasin)
II. The Kumuh (Kandangan)
III. Pangeran Samudera (Banjarmasin)

DEWAN JURI
Drs. Hamrani (Ketua/Anggota)
Syakhril Anwar, S.Sos (Sekretaris/Anggota)
Pelda Much. Sujito (Anggota)
Briptu Yandi Gunawan (Anggota)
Serka M Dayan (Anggota)
Syamsul Hairil (Anggota)

Lanjung Tulisan

Kamis, 23 Mei 2013

SERIBU ALASAN

Seribu alasan dilontarkan kenapa guru (PNS) datang terlambat ke sekolah. Yang saya amati selama ini adalah karena : alasan keluarga, urusan anak, urusan isteri, urusan suami, kerusakan kendaraan, hujan lebat, urusan rumah tangga, urusan tetangga,kematian, perkawinan, dsb.

Sementara seribu alasan kenapa guru (PNS) pulang lebih awal : menjemput anak pulang sekolah, ada hajatan keluarga, ada hajatan tetangga, mau ke luar kota, dsb.

Kandangan, 12-05-2013



MUKHTAMAR KHILAFAH 2013

            Bertempat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Kamis, 9 Mei 2013 digelar acara Muktamar Khilafah 2013. Dengan tema Songsong Kelahiran Dunia Baru yang mensejahterakan umat dibawah naungan syariat dan khilafah.
            Bertindak sebagai MC adalah Harry Moekti seorang Dai , mantan artis. Dengan rangkaian acara registrasi peserta, pembukaan, kalam ilahi, welcome speech, pidato mu’tamad hizbut tahrir Indonesia, orasi, teatrikal, orasi perubahan besar Indonesia, pidato penutup muktamar khilafah, teatrikal 2, refleksi dan do’a, penutup.
            Rombongan HTI HSS khususnya siswa dari SMKN 2 Kandangan sebanyak 34 peserta. Berangkat pukul 04.00 WITA dari Kandangan. Shalat subuh di Masjid Nurul Falah Rantau. Makan pagi di Martapura. Sampai ke tempat kegiatan pukul 08.00 WITA.
            Saat berada di tempat kegiatan mereka tampil membawakan bermacam atribut.

Kandangan, 10-05-2013


GALAU HARI INI

          Entah kenapa perasaan saya hari ini galau sekali. Tidak seperti biasanya. Malas bekerja. Jadinya hari ini seharian ngendon di perpus. Baca buku. Tapi tak bisa menghalau rasa galau ini. Mungkin karena kurang duit ya ? Entahlah.
            Baju sasirangan dan celana panjang yang diupahakan di Bakarung belum juga selesai. Padahal sudah dibayar lunas. Berjanji hari Rabu selesai. Tapi baluman tuntung jua. Sudah dua puluh hari lebih.
            Sekarang saya malas sekali ke sswah . Beberapa hari teraknir ini pulang senja terus ke rumah. Padahal alasannya menghindari ke sawah. Banyak kerjaan. Maharit, baangkut, maruntuk, dsb.
            Mau jalan-jalan duit kada sajampal-jampal. Susah jadi orang miskin.

Kandangan, 11-05-2013

GAGAL POSTING

            Maksud hati ingin memeluk gunung tapi apa daya tangan tak sampai. Inilah peribahasa yang sekarang saya alami.
            Berbagai persiapan tulisan dan foto telah disiapkan sejak dari rumah. Mau memposting tulisan ke blog. Tapi apa daya internet di warnet Saraba, tempat saya sedang online, leletnya minta ampun. Galai banar.
            Sehingga saya gagal posting. Satu jam di warnet tidak karuan. Tak ada hasil yang saya peroleh hari ini. Saya ngedumel. Karena milik manusia. Ada batasnya. Tak selalu berjalan mulus dan sempurna. Semoga ada hikmahnya.

Kandangan, 16-11-2012


LUBANG DI JALAN KIAN PARAH

          Lubang menganga di jalan raya / provinsi di HSS terutama di Kecamatan Angkinang kian memprihatinkan. Jumlah titik lubang makin bertambah. Dan diameter lubang pun makin membesar. Seperti yang ada di Km.8 Angkinang Selatan.
            Tak ada perhatian Pemkab HSS. Memang ini wewenang pihak Pemprov Kalsel. Tapi tak ada salahnya bila Pemkab HSS dapat mengatasinya. Bisa menimbulkan korban.
            Perlu perhatian serius semua pihak. Jalan rusak harus segera dibenahi.

Kandangan, 2013



CAGAR ALAM GUNUNG KANTAWAN

            Cagar alam Gunung Kantawan terletak di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Di kawasan seluas sekitar 245 ha ini, hiduplah aneka jenis flora dan fauna. Cagar Alam Gunung Kntawan menjadi kawasan konservasi untuk melindungi anggrek hutan, owa-owa (hyolobatus muelarri), bekantan, dan beberapa jenis burung.
Gunung Kantawan lebih dikenal sebagai lambang dari kawasan Loksado karena letaknya strategis dan dapat dilihat dari berbagai penjuru. Gunung ini berupa gunung batu yang ditumbuhi pepohonan di sekelilingnya. Letak kawasan ini sekitar 28 kilometer dari kota Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Untuk mencapainya hnaya dapat dilakukan dengan berjalan kaki melewati Desa Lumpangi, Muara Hatip, dan Datar Belimbing / Hulu Banyu.
Kawasan Loksado memiliki hutan primer ditumbuhi pepohonan dan kayu-kayu yang beraneka ragam. Jenis pohon yang tumbuh di wilayah ini seperti meranti, sungkai, ulin, karet, kayu manis, jeis pohon buah-buahan serta aneka jenis anggrek. Di dalam hutan juga hidup berbgai satwa seperti : kijang, kancil, macan, beruang, aneka jenis kera, stwa melata dan jenis burung sepeerti : raja udang, enggang, dan ayam hutan. Disana hidup pula kupui-kup dengan aneka warna yang menawan.



JEMBATAN AMBARAI

PERLU PERHATIAN

            Sungguh tragis sebuah jembatan kayu di Ambarai Kec. Padang Batung kondisinya sangat tidak layak. Padahal sangat vital bagi warga. Bagian papan terlepas. Sering dilewati motor dan mobil. Merupakan sarana vital perekonomian warga. Sudah berlangsung cukup lama. Tak ada sentuhan pemerintah. Terkesan dibiarkan berlarut-larut.

Kandangan, 2013