Minggu, 10 Juli 2011

LOKSADO RUMAH KEDUAKU

Air Terjun Riam Anai




Gunung Kantawan dan Sungai Amandit



Senin, 11 Juli 2011

MENCARI SUNYI
MEMBERI HATI
MENGUBUR MIMPI

Minggu (10/07/2011) aku kembali ke Loksado bajalanan. Tulak landung imbah sambahiyang Dzuhur. Kami baampat. Aku, Amud, Rizal, dan sepupunya Ela, urang Muara Teweh nang sakulah di SMAN 1 Angkinang.

Tujuan kali ini adalah Air Terjun Riam Anai dan Tugu Proklamasi 17 Mei 1949 di Niih.

BAKALAYANGAN 2011


Bosan dengan aktifitas keseharian yang menjenuhkan ? Bawa saja setiap sore ke Jalan Awang Bakarung menuju Desa Telaga Sili-Sili Kec. Angkinang, Kab. HSS. Disana rame banar urang bakalayangan tuha anum. Kaya pasar...............!




Di tengah sawah




Mengudara

MEMANCING HOBI YANG MENGASYIKKAN DAN MENGHASILKAN



Senin, 12 Juli 2011

Sebagian besar warga di Hulu Sungai Selatan terutama kaum laki-laki hobi memancing. Baik itu sekedar hobi atau juga sudah menjadi mata pencaharian. Mereka yang mengeluti pekerjaan ini bermacam-macam seperti petani, guru, PNS, dsb.

Yang pasti dimana-mana mereka selalu ngobrol tentang memancing ikan. Tidak saja di warung tapi juga di pasar bahkan di tempat kerja. Mereka bicara mengenai tempat memancing ikan yang ramai didatangi orang. Juga hasil yang banyak dan ikannya besar-besar.

Menurut Suryani, salah seorang maniak mancing di Angkinang, biasanya para warga memancing ikan jenis papuyu (betok) dan haruan (gabus). " Yang paling digemari memancing ikan haruan, karena hasilnya cukup memuaskan, " ujar Isur, sapaan akrabnya.

Memancing ikan haruan juga sering disebut dengan mamair. Sedang umpan yang digunakan adalah kodok ukuran kecil. Sementara ukuran alat pancingnya tentu lebih besar dari joran papuyu.

Ketika memancing yang harus dibawa adalah keranjang, umpan, dan unjun pair. Menariknya karena hobi bagaimanapun beratnya medan tempat memancing tetap didatangi karena ramai ikan yang mematuk. Tak ada dikenal kata lelah.

Persediaan umpan yang banyak dan kawat harus diperhatikan. Agar tidak menyulitkan di belakang nanti. Ada semacam kepuasan batin dan kebanggaan bila kita mampu mendapatkan ikan yang terlalu besar ukurannya. Kepuasan akan makin bertambah kala melepas ikan dari kawat dan memasukannya ke dalam keranjang.

Pemancing ikan haruan di daerah ini banyak digeluti oleh warga yang berusia dewasa. Adapula yang sudah tua karena sudah berpengalaman. Seakan merekalah pakar memancing.

Memang bakat memancing ikan itu adalah keturunan. Persis apa kata peribahasa, buah tak akan jauh jatuh dari pohonnya. Kalau sang ayah pemancing ikan tentulah anaknya akan menjadi pemancing ikan pula. Karena memang sudah menjadi hobi. Daerah yang jauh sekalipun akan mereka datangi. Itulah penghobi memancing ikan yang ada di HSS.

Mereka berangkat secara rombongan menuju tempat memancing. Kalau jauh tujuannya mereka akan bermalam. Bila dekat maka paling lambat tengah malam mereka akan kembali pulang ke rumah.

Daerah tujuan yang sering didatangi seperti Bangkau, Nagara (HSS), Babirik, Danau Panggang (HSU), Batakan (Tanah Laut), sampai ke Pasir (Kaltim).

Dengan membawa tenda untuk bermalam di tempat pemancingan yang dituju. Karena pada malam hari biasanya ikan haruan yang dipancing sering mematuk. Sehingga hasil yang diperoleh akan lebih banyak. Juga ikan haruannya besar-besar.

Hasil memancing ini biasanya dibawa pulang ke rumah. Nantinya akan dijual atau dikonsumsi sendiri. Agar tahan lama bisa dibuat ikan kering yang disebut dengan garih haruan.

Semua itu merupakan peluang usaha bagi kita semua. Tinggal pilih. Daripada menganggur lebih baik digunakan ke hal yang bermanfaat. Seperti memancing ikan. Ambillah pancing dan datangilah tempat pemancingan yang banyak ikannya. Hasil yang cukup memuaskan tentu sangat diharapkan.


Kamis, 07 Juli 2011

HUMAN INTEREST FHOTO'S 2011

Kerja Keras



Semangat



Pulang



Tidur Malam




Sebentar Saja

Pengedar Sabu Dibekuk



Gara-gara SMS, Obiet (41) warga Desa Ampah Kalteng dan Rafie (34) warga Jalan 9 Oktober Pekauman Banjarmasin diringkus dan ditahan aparat Polres Hulu Sungai Selatan.

Penangkapan mereka pada Rabu (6/7/2011) itu, menurut Kasat Narkoba AKP Bambang Irianto, bermula saat pihaknya menerima informasi bahwa Obiet yang mengendarai mobil Avanza dan membawa sabu hendak ke Kandangan.

" Saat itu Obiet berada di Binuang. Polisi pun melacaknya ke Binuang. Di sana dia dinyatakan mengadakan transaksi narkoba," ujar Bambang Irianto.

Setelah dipastikan memasuki Kandangan, tim satnarkoba langsung berkoordinasi dengan markas. Pencegatan pun dilakukan di depan Mapolres HSS, Senin (4/7/2011) sekitar pukul 02.00 Wita.

Begitu mobil target muncul, petugas langsung melakukan pencegatan. Obiet rupanya sudah mengantipasi munculnya aparat di hadapan dengan membuang bungkusan SS seberat 10 gram ke luar mobil.

Tapi petugas yang sudah menguntit pergerakannya, tak terkecoh begitu saja. Meski saat penggeledahan tak ditemukan barang bukti, polisi menemukan petunjuk dari SMS di handphone Obiet. Pesan-pesan itu mengarah pada aktivitasnya sebagai pengedar SS.

Petugas lalu melakukan penyisiran dan akhirnya menemukan bungkusan SS yang tergeletak di tepi jalan tak jauh dari penyergapan. Awalnya tersangka tak mengaku SS tersebut miliknya. Tapi setelah SMS di ponselnya diperlihatkan, tersangka akhirnya tak berkutik.

"Dia juga mengaku hendak mengedarkannya ke Tanjung," kata Bambang.

Temuan inipun dikembangkan. Hasilnya, polisi menangkap Rafie yang hendak mengedarkan SS di Angkinang. Lokasi transaksi tersangka cukup sulit dilacak. Pasalnya tersangka berpindah-pindah sampai akhirnya terlacak transaksi berlangsung di sekitar jembatan Muara Tawia.

Petugas yang sudah menyakini tersangka membawa paket sabu seberat 5 gram langsung melakukan penyergapan. Sebagaimana diduga, saat digeledah sabu tak berada di badan.

Tapi mata jeli petugas melihat mata tersangka seringkali menatap sebongkah batu di halaman rumah warga. Ketika batu dibuka, ternyata ditemukan bungkusan berisi sabu.

Meski demikian, tersangka menolak mengakuinya. Tapi setelah diperlihatkan isi SMS di ponselnya, tersangka juga tak berkutik.

"Pengembangan kami terputus. Kedua tersangka resmi ditahan sejak Rabu (6/7/2011) dengan keseluruhan barang bukti seberat 15 gram," ucap AKP Bambang.

WABUP HSS KUNJUNGI PUSKESMAS SUNGAI RAYA



Puskesmas Sungai Raya dan Puskesmas Batang Kulur merupakan 2 (dua) buah Puskesmas yang ada di Kecamatan Sungai Raya dan melingkupi pelayanan masyarakat yang tersebar di 18 desa.

Pelayanan kesehatan pada masyarakat menjadi tugas pokok utama dari Puskesmas, sehingga hal tersebut harus ditunjang dengan petugas kesehatan yang terampil dan berpengetahuan di bidang kesehatan. Sebagai salah satu unit pelayanan publik, aparatur di Puskesmas haruslah mempunyai kedisiplinan kerja yang tinggi, karena apabila diperlukan untuk penanganan bidang kesehatan harus dalam waktu segera dilakukan.

Demikian pada Rabu (6/7) siang pukul 12.00 Wita di Puskesmas Sungai Raya Wakil Bupati HSS H. Ardiansyah, S. Hut menyampaikan dihadapan aparatur bidang kesehatan, baik yang bertugas di Puskesmas Batang Kulur maupun yang bertugas di Puskesmas Sungai Raya sendiri.

Juga diajaknya untuk bersyukur karena diberi tugas sebagai abdi masyarakat, khususnya tugas mengabdi di bidang kesehatan, kerja petugas kesehatan tidak mengenal waktu, karena ini menyangkut dengan jiwa seseorang, terlambat sedikit memberi pertolongan taruhannya adalah nyawa.

Wakil Bupati juga pada kesempatan tersebut menerima laporan dari pimpinan Puskesmas, baik Puskesmas Batang Kulur Hj. Laila maupun dr. Erni untuk Puskesmas Sungai Raya, bahwa kegiatan di Puskesmas utamanya melaksanakan pelayanan kesehatan di Puskesmas sendiri, maupun melakukan kegiatan kesehatan keliling dan juga di desa – desa di Kecamatan Sungai Raya terdapat bidan desa, yang selalu siap untuk melayani masyarakat.

RAKOR DI KECAMATAN ANGKINANG



Beberapa permasalahan layanan publik di unit kerja pelayanan menjadi sorotan dalam laporan hasil rapat Komisi Independen Pemantau Pelayanan Publik (KIP3) Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang dibacakan oleh Inspektur Kabupaten Hulu Sungai Selatan Drs. H. M. Ideham, M. AP, namun tidak hanya berkenaan dengan pelayanan juga pada kesempatan tersebut terdapat beberapa keluhan akan infra struktur, misalnya jalan yang longsor di jalan yang menghubungkan Desa Sungai Pinang dengan Desa Habirau, jalan yang menghubungkan Kelurahan Kandangan Barat dengan Desa Sungai Kupang.

Laporan tentang rencana kunjungan Menteri Pertanian RI Dr. Ir. Suswono, MMA beserta rombongan ke Desa Kayu Abang Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Ir. H. Ruhaimi Alman, yang juga ditambahkannya bahwa kedatangan Menteri Pertanian tersebut akan melakukan launching pemberian benih padi rawa.

Rakor Bulan Juli yang diadakan di Aula Kantor Camat Angkinang ini Kamis (7/7) dipimpin langsung oleh Bupati HSS Dr. H. Muhammad Safi’i, M. Si dan dihadiri oleh Wakil Bupati HSS H. Ardiansyah, S. Hut, Sekretaris Daerah Kabupaten HSS Drs. H. Achmad Fikry, M. AP, para pimpinan SKPD, Camat, Kepala Bagian Sekretariat Daerah dan pimpinan BUMD yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Laporan Kepala Dinas Kessos dan PB Kabupaten Hulu Sungai Selatan Drs. H. Muhyanie Rizalie, M. Si akan kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD nya, yaitu yang sekarang ini menjadi kebanggaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yaitu Program Ampih Miskin.

Juga laporan dari beberapa Camat, yang utamanya terhadap keadaan memasuki musim kemarau, bahwa telah dilakukan antisipasi kerawanan yang terjadi pada musim kemarau, misalnya seruan kepada masyarakat untuk berhati – hati terhadap bahaya kebakaran.

Kepala Bappeda Kabupaten Hulu Sungai Selatan Drs. H. M. Yusuf Effendy, M. AP melaporkan bahwa SKPD nya telah mempersiapkan bersama SKPD lain yang terkait untuk kegiatan Pameran Kal – Sel Expo yang akan diselenggarakan dari tanggal 9 sampai dengan 15 Juli 2011 di Lapangan Murjani Banjarbaru, juga akan dilaksanakan uji publik terhadap Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2005 s/d 2025 pada Senin (11/7) di aula Ramu Kantor Bupati HSS.

Sedangkan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Ir. H. Royama Basyuni melaporkan bahwa adanya penyetruman ikan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, namun untuk penanganannya telah dilakukan koordinasi dengan fihak yang terkait, antara lain Kepolisian HSS.

SKETSA CURHAT

Akhmad Husaini
Urang Angkinang Nang Katuju Menulis




Jum'at, 8 Juli 2011


DARI WAKTU KE WAKTU


Menunggu jawaban darimu. Akankah kebenaran itu ada. RCTI pembohong. Tayangan Silet tentang meninggalnya KH. Zainuddin MZ kada tuntas. Iklan malaham beberapa kali ulang. Mamuyaki. Sakalinya paampihannya sinetron.

Bahiraan. Layar sentuh. AWI : Aliansi Wartawan Indonesia, lahir 11 tahun yang lalu di Jakarta. AWI Award tiap lima tahun sekali digelar. Apresiasi tokoh terhadap pers. Ketua AWI R. Mustapa.

Tak ada jawaban. Kenapa ? Sariki ha ulun . Karena ulun salah. Rinda Ambin kawin, aku kada saruan. Kararamean. Aur tarus. Berterusteranglah. Kada katahanan lagi nah.

Napa kada mambalas sms Bapa, aurkah ? Benar-benar sunyi yang harus kujalani. Kalau dibalas memberi harapan ?

Aku akan terus menunggu. Kada ikhlas memberi. Kecanduan seks. Lingkaran malam penuh nista. Enak dipandang. Tidak membosankan. Omong doang. Menikmati siang di sudut kota Kandangan. Oh indahnya dunia. Duit banyak ? Tak banyak bicara.

Senin, 04 Juli 2011



SIAPKAN HAUL
BRIGJEND H HASSAN BASRY

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada tanggal 14 Juli 2011 mendatang akan menggelar Haul wafatnya Pahlawan Nasional Brigjend H Hassan Basry di Pendopo Kabupaten HSS. Haul yang dilaksanakan ini adalah sebagai ungkapan terima kasih pemerintah kepada Almarhum yang telah menyumbangkan baktinya kepada Negara Republik Indonesia Khususnya Kabupaten HSS. Selain itu, secara kebetulan Brigjend H Hasan Basry merupakan putra daerah Kabupaten HSS yang dilahirkan di Kota Kandangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten HSS Drs Achmad Fikry, membenarkan bahwa pemerintah daerah dalam waktu dekat ini akan menggelar haul Brigjend H Hassan Basry.

“Benar kita akan gelar haul sebagai ungkapan terima kasih, selain itu kita juga akan menetapkan waktu haul tersebut, agar kedepannya terus dapat dilaksanakan di kabupaten,” ujarnya.

Menurut Sekda HSS, selama ini hanya peringatan hari kemerdekaan Tentara ALRI yang diperingati, sedangkan hari wafatnya Brigjend H Hasan Basry tidak pernah diperingati. " Nah, agar bisa dikenang dan mengingatkan pada generasi yang akan datang, maka haulan ini dapat menjadi cerita bagi keberlangsungan sejarah siapa pahlawan Nasional yang ada di kabupaten HSS," ujarnya.

Dari keterangan Sekda ini juga diketahui, bahwa apa yang akan dilakukan pemerintah daerah dengan haulan ini, adalah semata-mata untuk membangun dan mengenang sejarah perjuangan Hasan Basry.

Dengan adanya haulan yang direncanakan ini, diharapkan kedepannya dapat membekas pada jiwa generasi muda yang ada di Kabupaten HSS.


RAPAT KOORDINASI AMPIH MISKIN DI ANGKINANG

Lebih besar pasak daripada tiang, ini adalah pepatah yang sangat tidak mungkin dipakai apabila berhadapan dengan program pengentasan kemiskinan. Sebagaimana di Kabupaten Hulu Sungai Selatan pengentasan kemiskinan ini adalah dengan melakukan kegiatan yang terpadu dalam penanganan kemiskinan terhadap warga masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Penanganan yang terpadu ini disebut dengan Program Ampih Miskin yang dilakukan secara berlanjut pada Rumah Tangga Sasaran (RTS). Program spesifik yang dilakukan oleh Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini membedah kemiskinan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan melihat latar belakang kemiskinan yang terjadi pada Keluarga tersebut, kemudian memberikan solusi yang tepat untuk menjadikan peningkatan pada pendapatan RTS tersebut.

Program Ampih Miskin yang diluncurkan tepat pada Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2010 ini, setelah dilakukan rehab atau pembangunan terhadap rumah pada RTS tersebut, maka dilanjutkan dengan dilakukan Rapat Koordinasi, yang tujuannya untuk mengetahui solusi apa pada masing – masing RTS agar mereka terlepas dari sebutan miskin.

Baru-baru tadi untuk kesekian kalinya dilakukan Rapat Koordinasi Ampih Miskin di Kecamatan Angkinang, tepatnya di sekitar rumah Ibu Norsiah Desa Bamban Utara. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Hulu Sungai Selatan Dr. H. Muhammad Safi’i, M. Si yang dihadiri oleh para pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Camat Angkinang, unsur Muspika Angkinang, masyarakat sekitar RTS dan juga semua RTS penerima bantuan rehab rumah tahun 2010 dan tahun 2011 di Kecamatan Angkinang.

Camat Angkinang pada awal rakor melaporkan bahwa RTS penerima bantuan rehab rumah di Kecamatan Angkinang sebanyak 21 RTS, yaitu tahun 2010 sebanyak 2 RTS dan 19 RTS untuk tahun 2011, dengan sumber dana dari APBD sebanyak 12 buah dan 9 buah sumber dana APBN, juga ditambahkan oleh Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Hulu Sungai Selatan, bahwa secara keseluruhan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk realisasi pemugaran rumah tidak layak huni ini untuk sumber dana APBD sudah sebesar 61 % sedangkan untuk dana APBN sebesar 69 %.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Hulu Sungai Selatan dihadapan 21 KK RTS untuk Kecamatan Angkinang mengajak agar mensyukuri apa yang telah dilakukan berupa rehab atau pembangunan rumah mereka, kemudian meminta agar kesempatan sekarang benar – benar dimanfaatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan secara terpadu akan membuat solusi supaya mereka terbebas dari sebutan kemiskinan, juga mereka harus memiliki niat dan semangat untuk hidup lebih baik.

SKPD yang terkait dengan pemberian solusi pada penanganan kemiskinan ini, diminta Bupati agar juga mengawal sehingga tidak saja memberikan kebutuhannya, namun juga perlu pembimbingan.

Beberapa KK RTS ada yang akan beternak itik, ada yang dulunya masih jadi penyewa becak, lalu diberikan becak menjadi miliknya, ada yang dilatih dan diberikan alat pertukangan, juga ada yang diberikan modal usaha membuat kue, modal usaha dagang. Juga yang sangat diperhatikan Bupati adalah keberadaan anak – anak dari RTS agar diberikan bea siswa oleh SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Diakhir kegiatan rakor tersebut Bupati mengajak agar penanganan kemiskinan ini menjadi tanggungjawab bersama, baik pemerintah, masyarakat maupun fihak lainnya.

Berjudi Malam Jum'at Digrebek Polisi

Selasa, 5 Juli 2011

Malam Jum'at bukannya memperbanyak amal ibadah, malah sebaliknya. Itulah yang dilakukan 5 warga Desa Angkinang Selatan, Kec. Angkinang, Kab. HSS. Mereka adalah Iml (38), Ifn (42), Rby (25), Nzm (45), dan Srn (35).

Kenekatan mereka berjudi kartu domino dibawah sebuah pohon rambutan dekat jalan raya di desa tersebut berbuah kesialan, pada Kamis (30/06/2011) malam lalu.

Sekitar pukul 23.00 Wita sebanyak 3 mobil patroli Polres HSS tiba di TKP. Menggerebek aksi mereka. Menurut informasi pelaku sudah lama jadi incaran aparat. Akibatnya mereka kelabakan. Mereka mengambil langkah seribu. Imul berhasil ditangkap polisi karena pura-pura membersihkan domino yang berserakan beserta uang taruhannya.

Sementara 4 rekannnya kabur di tengah kegelapan. Polisi pun akhirnya melepaskan tembakan peringatan ke udara. Tapi hingga dinihari tak juga diketahui batang hidungnya. Akhirnya polisi pulang dengan menyeret Iml, serta barang bukti perjudian.

Sementara warga sekitar berharap pelaku perjudian yang meresahkan itu segera ditangkap. Nzm diduga kabur ke Banjarbaru. Rby ke Batulicin. Ifn ke Tanjung. Srn entah kemana. " Mereka pergi ke tempat keluarganya," beritahu warga yang minta namanya dirahasiakan.

Disayangkan juga salah seorang pelaku judi, bernama Nzm adalah seorang PNS di sebuah Kantor Kecamatan yang ada di HSS. " Seharusnya dia jadi panutan di masyarakat. Tapi malah mahuluakan. Kami harap ia bisa dipecat dari tempat ia bekerja biar lekas jera," ujar warga lainnya sengit.

Sementara pelaku lainya , yakni Rby dikenal punya banyak kasus kriminal di Banjarmasin. " Ia pulang kampung menghindari kejaran petugas disana. Sekarang malah di kampung halaman berbuat ulah. Ia lantas kabur ke tempat saudaranya di Tanah Bumbu," kata yang lainnya.

Beberapa hari setelah kejadian Iml bebas. " Ia membayar uang tebusan sebesar Rp.10 Juta kepada aparat," ujar warga. Hal ini sangat disayangkan hukum bisa dibeli. Inilah gambaran dunia hukum kita sekarang ini.***