Kamis, 02 November 2017

Berpantang Hanyut Kebiri Bergelayut

Jumat, 3 November 2017


Pergilah jauh dari kebodohan dan kemelaratan
saatnya hidup membangun cinta pandangan
senyum dan tangisan mengisi hari
mudahan lampau dengan keadaan yang nyata
kalau minder diri dengan halangan
saling mengejar posisi terbaik bagus semua

Kisah nyata mengendap alur gurita
hujan gerimis di sekitar kita memencar
rangkai malam dingin menyambut akrab
inilah yang hidup apa adanya
dengan segala kekurangan yang dimiliki
percaya semua akan saling berarti

Berpantang hanyut kebiri bergelayut
rindu ke Labung Anak lagi
rindu bakso di Birayang dan Ilung
Insya Allah ada waktu menggapai semua
perih meniti ringkih menyisi
rinai hujan menjelma penasti berlari

Balutan emosi menyingkap tendensi retas
arah semantara pesona terus berulang
kalau itu saja yang ada dalam pikiran
menepi suara senja arti nafiri
tak perkara seperti dulu lagi kau dengannya
memuncak rasa kejutan yang cukup tinggi
senandung gelar sengkala menyerta

Kandangan, 26 Oktober 2017

Serpih Angan Takluk Merenda

Jumat, 3 November 2017


Letup api asmara membuyar arah simpati
jelang paduan pagi yang imaji
banyak pengalaman yang mesti kau tuliskan
agar semua orang tahu dengan hal itu
kau beri banyak warna setiap hari
dalam kesunyian ambisi di taksir sensasi
jangan terlalu banyak perhitungan

Serpih angan takluk merenda
datang batas menukas peresaan resah
aku ingin kembali shalat Jumat
di Masjid Besar Al Aman Angkinang
sudah berapa minggu ke masjid lain
uniknya pedesaan di pahuluan

Wawarung buka pagi seperti malam
menjual wadai khas beserta minuman
kelana sungguh menalar langkah taktis
mereka sibuk kita ikut sibuk juga
nalar taklimat manisnya tak enak lagi
berasal dari beragam nyanyian setara

Nalar merutuk malam Jumat
aku takut tak dianggap orang lain
kekurangan yang pernah ada
kesadaran yang menampak janji
alangkah indahnya kalau semua bisa dirasa
tentukan kesamaan saling menebar naluri

Kandangan, 26 Oktober 2017

Merona Renta Usia Berbimbang Ragu

Kamis, 2 November 2017


Kita adalah penikmat hidup semakin setia
inspirasi tulisan ada dimana-mana
ketekunan dan kesabaran bakal membuahkan hasil
hidup dari sudut pandang berbeda
kita akan terus menjadi terdepan

Merona renta usia berbimbang ragu
jadi kebebasan baru kian tentu
ragam peraih ilmu akan dituju
sandera dengan segala kekurangan mengada
sesungguhnya siapa berkuasa disini

Kalau tak cermin, gadget selalu dipegang
jalan tegas sepanjang lantang
meramu jejak sampiran semakin utuh
rentak usia menikam rindu berbenturan
kontemplasi ragam aturan bersambut akut

Lerai penasti membaur ragam kehendak
merajam amanat target terkunci
menguyah kenikmatan tabu merinci
kemana arah bakal dituju nanti
memagut akut jalinan tentu

Tidak ada jejak bakal tersisa
berjuang lantang dalam dunia merenda
kekayaan sunyi memendam arti
malam mengisi deru menantang hening
lelakon diri merapal pendaran penting

Kandangan, 25 Oktober 2017

Haru Biru Naluri yang Semu

Kamis, 2 November 2017


Batas khayal yang mesti dipertahankan
dulu sering kesana mamabrik banih
sekarang jarang tak pernah lagi datang kesana
tujuan akhir ingin populer sebagai penulis
promosi tentang segala hal yang dikenal orang

Haru biru naluri yang semu
kadang muncul rasa minder berpadu malu
terbentur pada tinggi pendidikan yang rendah
menuju harapan rindu menuju seteru
kau kenal banyak teman yang hebat

Kadang merasa tidak berarti adanya
kau pilih hidup berteman sepi
nyamuk-nyamuk kecil di malam yang sunyi
merintih pilu dalam keadaan justru
banyak orang baulah lamari di Amuntai

Jangan ada rasa benci di antara kita
menoreh ujaran kelembutan hati yang kelu
Halong dan Tebing Tinggi giliran berikutnya
juga kuburan Dayak di Paringin
yang kayanya berjasa imitasi yang kental

Terbang tinggi ke angkasa pagi
kau bisa umrah dan naik haji
benturan kesumat merajut kalimat nisbi
selalu ingin lebih dari yang lain
ragam pendam yang mesti dijalani

Kandangan, 26 Oktober 2017