Senin, 24 Juli 2017

Menyulam Rindu Dibenak yang Kelam

Selasa, 25 Juli 2017


Terus menulis sepanjang arti
menikmati janji memupus harapan
tanah taung kada taharagu
demi sebuah eksistensi
ada kucing mahal di Hitam Putih
berkali-kali aku membaca buku itu

Malam-malam merajut mimpi indah
bintang gemintang di langit Angkinang
ada Yuki Kato di Ini Talkshow Net TV
aku adalah pelamun keras berat
satrup habis tinggal susu kaleng
Fairuz A Rafiq sudah berumah tangga

Mencoba berpikir terbuka
jalani hidup dengan sepenuh kenikmatan
data buku yang dibaca dilengkapi foto
akan di posting di blog pribadi agar abadi
keliling nusantara apakah bisa jadi nyata

Menyulam rindu dibenak yang kelam
dalam letup kegembiraan yang pasti
ada peluang dan jalan untuk berumah tangga
pikirkan matang-matang akan hal itu

Jodoh itu dicari bukan ditunggu
tak mungkin seperti yang ada dalam sinetron
jodoh seperti apa yang kau inginkan
aku akan terus berpuisi sepanjang hari

Kandangan, 16 Juli 2017

Perjalanan di Hari Minggu

Selasa, 25 Juli 2017


Minggu (23/07/2017) usai shalat Dzuhur dengan Rizal ke Bukit Palawan, Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Lihat sumur tawar yang berkhasiat sebagai penyembuh penyakit. Kemudian kami lewat jalan Hamak, Kecamatan Telaga Langsat. Di Gumbil kami singgah untuk shalat Ashar berjamaah.

Kami kali ini jalan pedesaan saja, bukan lewat jalan raya. Dari Haruyan, Banua Kepayang, hingga Murung A. Keluar di Tugu Pagat. Lalu ke Birayang. Singgah di PAUD Birayang istirahat beberapa saat. Kemudian kami menuju ke Labung Anak. Ke rumah teman akrab bernama Hariadi atau Guru. Saya dan Rizal shalat Maghrib berjamaah di rumah Hariadi.

Sementara Hariadi sedang berada di Langgar Shalat Hajat warganya yang akan menunaikan ibadah haji. Di rumah hanya ada isteri Hariadi, Halimah. Menjelang Isya Hariadi datang ke rumah. Kami shalat Isya di Langgar Labung Anak, berjarak sekitar 300 meter dari rumah Hariadi.

Sebelumnya datang ibu Hariadi dan anak lelakinya. Usai shalat Isya di depan toko Hariadi banyak orang. Diantaranya ada Sari yang sudah saya kenal akrab. Ia baru datang dari rumah sakit adiknya operasi. Kami menikmati malam di Labung Anak hingga pukul 21.30 WITA.

Setelah itu kami pulang ke Angkinang yang berjarak sekitar 40 kilometer. Ini perjalanan yang cukup panjang dan sangat berkesan. Tiba di rumah sekitar pukul 23.20 WITA. (ahu)

Perubahan Nama MTsN di Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Selasa, 25 Juli 2017


1. MTsN Amawang menjadi MTsN 1 Hulu Sungai Selatan (HSS)
2. MTsN Padang Batung Sungai Paring menjadi MTsN 2 HSS
3. MTsN Angkinang menjadi MTsN 3 HSS
4. MTsN Telaga Langsat menjadi MTsN 4 HSS
5. MTsN Sungai Raya menjadi MTsN 5 HSS
6. MTsN Durian Rabung menjadi MTsN 6 HSS
7. MTsN Kalumpang menjadi MTsN 7 HSS
8. MTsN Amparaya menjadi MTsN 8 HSS
9. MTsN Habirau Negara menjadi MTsN 9 HSS
10. MTsN Negara menjadi MTsN 10 HSS

Menelisik Ragam Jiwa yang Hening

Selasa, 25 Juli 2017


Dalam nalar waktu yang tentu
merengkuh pendar sepanjang gelisah
semua harus kita jalani dengan baik
pendar wacana memendam kuasa

Mengedepankan sunyi dalam alur yang tabik
Malam-malam mencari cahaya
listrik padam usai shalat Isya
semua memang harus dikatakan

Dalam nalar khayal yang pasti
Koran Banjar semakin bagus
sunyi memantik harapan pasti
membaca Koran Banjar malam Rabu
semoga tidak terjadi apa-apa

Akhirnya mereka menang juga
kau harus tahu dengan hal itu
gerimis di pagi Rabu
ekosistem Mahakam Hulu Kaltim
kapan aku bisa kesana

Terus menulis sepanjang hari sepanjang arti
bajalanan menyimak Banua Enam
nalar insting pesona yang penting
ayo berjamaah lagi ke Langgar

Menelisik ragam jiwa yang hening
semangat sehat menuju kelana nikmat
salam genggam lagu-lagu kesumat
pergi kemanapun melewati tenggat

Kandangan, 19 Juli 2017

Yang Ada di Dinding Rumah Hariadi di Labung Anak

Selasa, 25 Juli 2017








Poranda Rindu Merajam Arti

Selasa, 25 Juli 2017


Ternyata Herry bisa menyetir mobil Puskesmas
agar musik panting tetap lestari
K Babay berkarya lewat syair lagu Banjar
gerimis di sore Sabtu
senandung lagu rindu kian sendu

Ringkih waktu semakin tentu
pakaian kada kaya urang
tulislah apa yang kau lihat
anak Angkinang sekolah di Bogor

Mereka senang dengan keadaan ini
berselendang pada dingin yang ratap
dua kesamaan saling menentukan
berbincang sore di tepi jalan
berjalan mengiring canda lamunan

Poranda rindu merajam arti
siang menyulam batas lamunan
perempuan menyetir mobil itu keren
syukuri apa yang ada
kesibukan menjelang pesta

Aku ingin bisa jadi nyata
baju putih dua gasan bagawi
dua celana panjang hitam
sepatu bagawi warna hitam
servis sepeda motor secepatnya
ganti oli, kap belakang dan depan
tak ingin menyusahkan orang lain

Kandangan, 14 Juli 2017