Minggu, 28 April 2013

TULISANKU HARI INI

Minggu, 28 April 2013

HSS IKUTI STQ XIX DI AMUNTAI

    Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional XIX Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan berlangsung di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara dari tanggal 1 s/d 7 Mei 2013.
    Dengan mengambil tema “ STQ Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2013 Sarana Pendalaman Makna Ajaran Al-Qur’an Sebagai Modal Pembangunan Bangsa yang Berkarakter.”
    Spanduk informasi STQ XIX dipasang diberbagai tempat. Termasuk di Kabupaten / Kota se Kalsel. Seperti tampak di depan MTsN Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Spanduk berukuran sedang terpampang. Sebagai pemberitahuan bahwa ada kegiatan STQ XIX di Amuntai.
    Apalagi salah satu duta HSS berasal dari MTsN Angkinang. Yakni Aisyatur Ridha, siswa kelas VII A di sekolah tersebut. Ridha akan tampil pada cabang tahfiz golongan anak-anak. Dia minta restu pada orangtua, guru, dan teman-teman di sekolah agar dapat tampil dengan baik pada STQ kali ini. “ Mudahan ulun bisa membawa nama harum sekolah dan daerah,” ujar Ridha.
    Sementara itu kafilah Kabupaten HSS siap mengikuti STQ kali ini. Sebanyak 37 peserta dengan lima cabang lomba yang diikuti yakni Tilawah, Tahfiz, Tartil, Puitisasi, dan Rebana.
    Mereka rencananya berangkat pada hari Selasa, 30 April 2013 dan akan dilepas pejabat daerah di Kantor Bupati HSS.
    Kafilah HSS mendapatkan beberapa fasilitas sebelum berangkat ke Amuntai. Seperti baju sasirangan, jas saat tampil, tas, sepatu, dsb.
    Dengan hal ini diharapkan ada gairah peserta untuk mengikuti lomba sekaligus membawa harum nama Kabupaten HSS.***

Kandangan, 27-4-2013


BANJIR MELANDA KANDANGAN

    Kamis (31/01/2013) pukul 14.00 WITA air merendam jalanan di kota Kandangan dengan ketinggian sekitar 50 sintemeter.
    Seorang anak kecil memakai sepeda melintasi jalan yang tergenang. Beberapa ruas jalan tergenang. Hingga mengakibatkan aktivitas warga lumpuh.
    Dalamnya juga membuat rumah warga terendam. Di jalan kabupaten anak-anak memanfaatkan untuk tempat bermain. Mereka tak menghiraukan warga yang melintas dengan motornya.
    Pondok Pesantren Irsyadul Amien di Taluk Aman Kandangan Barat juga terendam. Persawahan warga juga terendam. Menenggelamkan tanaman padi. Kalau tidak surut dikhawatrikan tanaman padi rusak.
    Sementara itu, beberapa ruas jalan ikut terendam. Anak-anak bergerombol di jalan. Jalan terputus. Hingga tak bisa dilewati. Rumah warga terendam hingga beberap meter. Mushala pun tak luput dari banjir. Tepatnya di Sungai Kupang.
    MTsn Angkinang pun terendam. Kawasan Pulantan juga termasuk. Seorang pelajar melewati jalan yang tergenang dengan Scoopy kesayangannya.

Kandangan, 31-01-2013



MENANTIKAN KEMAJUAN HSS

    Maaf sebelumnya ini bukanlah provokasi, bukan pula untuk menggurui, tapi hanyalah aspirasi warga masyarakat yang ingin disampaikan dan perlu diketahui oleh pemimpinnya.
    Hingga saat ini belum dirasakan perubahan yang signifikan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Diusianya yang sudah…….tahun daerah ini hanya begitu-begitu saja, jalan di tempat.
    Sebagai masyarakat awam tentunya berharap suasana harus berubah kearah yang lebih maju. Pembangunan harus lebih digiatkan lagi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sehingga masa depan HSS akan cerah dan tak tertinggal dengan daerah lainnya di Kalimantan Selatan.
    Untuk itu kita harus bersama-sama membangun HSS kearah yang lebih baik dan terencana. Wakil rakyat di DPRD HSS jangan hanya pandai memberi janji manis kepada warga. Semua kalangan harus turun tangan sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Segala rintangan harus dijalani dengan kesabaran. Pola pembangunan yang searah dan sejalan harus memperhatikan kepentingan umum.
    Diharapakan pemimpin HSS mengakomodir suara rakyat yang paling lemah sekalipun. Dengarkan siapa saja yang berbicara dan jangan tersinggung jika ia menyinggung. Karena kita bukan malaikat, kemungkinan melakukan kesalahan yang tidak disadari dan segeralah mawas diri.
    Jangan sekali-kali merasa yang paling benar, sebab jika seseorang pemimpin sudah dihinggapi perasaan yang paling, maka ia akan terlepas dari kebenaran yang ditempuhnya. Jangan merasa diri yang paling pandai, yang paling benar atau yang paling berkuasa. Akhirnya selamat memajukan Hulu Sungai Selatan, semog sukses !

Kandangan, 2010

JALAN PENUH KENANGAN

    Angkinang memiliki tempat bersejarah yakni Tembok Rel. Jalan eks rel kereta api jaman penjajahan Jepang dulu. Dibangun sekitar tahun 1945-an. Namun, sekarang hanya tinggal kenangan hanya namanya saja. Tak ada lagi bukti sejarah tersebut.
    Pada jaman Jepang dulu Tembok Rel digunakan sebagai sarana pengangkut batubara dari Mangunang, HST menuju Nagara, HSS.
    Jadi Tembok Rel Angkinang merupakan tempat perlintasan saja. Di Kecamatan Angkinang panjang rel tersebut mencapai 5 kilometer. Jalan ini punya sejarah tersendiri bagi warga Angkinang yang pernah hidup pada jaman penjajahan.
    Kemana bekas rel dan barang lainnya ? Belum diketahui. Tapi kemungkinan sudah jadi barang rongsokan dan dijual kiloan.

Kandangan, April 2013


MENIKMATI PAGI

    Saya lagi mumet. Ada banyak tugas yang harus diselesaikan. Hari ini minta tanda tangan Bapak Hamdi Tanda dan Bapak syakhrul. Saya harus datang ke tempat mereka. Bapak Hamdi di Telaga Sili-Sili. Bapak Syakhrul di Pandulangan, Longawang.
    Usai UN 2013 hari kedua. Saya naik motor butut yang garancaian dengan Syifauzzahra, cucu Bapak Hamdi yang sekolah kelas IX C MTsN Angkinang. Sebelumnya ia berangkat diantar ayahnya. Jadi kebetulan pulang saya mengantarnya.
    Di Bakarung singgah isi BBM 2 liter. Di simpang Bakarung di sebuah warung ternyata ada Bapak Hamdi. Kebetulan sekali. Saya tak susah-susah datang ke rumahnya. Dia baru datang dari Kantor Kecamatan Angkinang ada yang diurus. Setelah itu saya terus. Syifa tinggal. “ Ulun ikut Kakek,” ujar Syifa.
    Saya lewat Telaga Sili-Sili. Di sekitar jembatan H. Syawal dan isteri sedang mahancau. Saya lewat Ambutun, Telaga Langsat, Kamat. Ke rumah Bapak Syakhrul. Ada beliau. Saya tak lama. Kembali ke sekolah. Di sekolah masih ada Ibu Ifah, Ibu Ida , dan Ibu Imas. Yang lain sudah pulang.

Kandangan, 23-4-2013

Jumat, 26 April 2013

Catatan Harian

Sabtu, 27 April 2013

Menulis Novel dan Kesibukan Lainnya

Hari-hari terakhir ini saya disibukkan dengan penyelesaian naskah novel berjudul : ANAK ANGKINANG MENGGAPAI BINTANG (AAMB). Entah sampai kapan akan selesai ?

Saya mencoba untuk terus menulis kapan dan dimanapun. Namun kini kemampuan saya terbatas oleh berbagai hal.

Catatan ini mencoba untuk berterus terang. Dalam keseharianku aku akan tetap menulis. 

Pekerjaan sekolah yang menumpuk. Akankah membawa harapan pasti. Pekerjaan di sawah yang terus membuntuti hari demi hari ke depan.***

Selasa, 23 April 2013

SERBA-SERBI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

 Rabu, 24 April 2013

100 Fakta Tentang 
Kabupaten Hulu Sungai Selatan


1. Buka Tabat di Kecamatan Telaga Langsat dan Kecamatan  Angkinang.
2. Jembatan Andan di Kecamatan Angkinang
3. Makam Datu Taniran
4. Kerupuk Bamban, industri kecil yang cukup terkenal di HSS. Berbahan baku ubi kayu / singkong.
5. Suling Bamban
6. Warung Pakumpayan
7. Sub Terminal Agribisnis Taniran
8. Camat Angkinang saat ini Dra. Hj. Jamilah
9. Hari Jadi Kabupaten HSS diperingati setiap tanggal 2 Desember
10. Masjid Besar Al Aman Angkinang
11. Sastrawan Kalsel Jamal T Suryanata berasal dari Sungai Baru Angkinang
12. Tembok Rel
13. Air Terjun yang ada di Kecamatan Loksado Air Terjun Haratai, Air Terjun Riam Barajang, Air Terjun Riam Hanai, Air Terjun Kilat Api.
14. Gelaran Napak Tilas Luran Teks Proklamasi ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan setiap tanggal 17 Mei
15. Novel Palas adalah novel pertama karya Aliman Syahrani
16. Bioskop Murni Kandangan terletak di Jl. Singakarsa Pandai. Pada tahun 80-an sebagai sarana hiburan utama di HSS.
17. Burhanuddin Soebely  adalah sastrawan asal Kandangan yang  terkenal di Kalimantan Selatan
18. Iwan Yusi penulis buku bertema anak-anak asal Kandangan yang menasional. Tulisannya bertema lokalitas HSS.
19. Akhmad Yamani adalah seorang MC cukup piawai dan terkenal di Hulu Sungai Selatan. Biasa dipanggil Emen. Selain sebagai MC ia bekerja sebagai guru di MTsN Angkinang. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi di HSS.
20. Kandangan TV
21. Radio swasta yang ada di Kandangan ada tiga buah. Yakni Radio Purnama Nada, Radio Gema Amandit, dan Radio Tranza FM.
22. Sungai Amandit adalah sungai paling utama di HSS.
23. Pelaksanaan UN Tahun 2013 Tingkat SMP / MTs di HSS berlangsung tanggal 22 – 25 April 2013
24. Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS)  I Tahun 2004 digelar di Pendopo Kabupaten HSS Kandangan
25. Camat yang pernah menjabat di Kecamatan Angkinang : Irianto, Hj. Siti Erma, Rusmadi, M. Eka Surya Agus.
26. Asal-Usul Angkinang
27. Jurnalis Kandangan
28. Warung Acil Anah
29. Masjid Istiqamah
30. Adi Hitro
31. Kepala Kemenag HSS, H Matnor
32. Masjid Agung Taqwa
33. Datu Balimau
34. Cabe Merah Telaga Langsat
35. Ponpes Al Baladul Amin
36. Brigjend H Hassan Basery
37. Kerbau Rawa
38. Nagara
39. Bangkau
40. Ambutun
41. Mandala Hikmah
42. Benteng Madang
43. Patung Tentara
44. Pasar Raya Los Batu Kandangan
45. Pasar Kamis Angkinang
46. Pasar Bagambir
47. Warung Pencok
48. Kandangan Expo
49. Balanting Paring
50. Tabloid Gerbang
51. Ketupat Kandangan
52. Dodol Kandangan
53. Pesta Rakyat
54. Bendungan Amandit
55. Amuk Hantarukung
56. Telaga Bidadari
57. Kuburan Tumpang Talu
58. Warung Blauran
59. Wisma Duta
60. Duta Setia Komputer
61. Aluh Idut
62. Mawangi
63. Dalang Rahmadi
64. TMP Pusara Bhakti Banua
65. Wali
66. Sulis
67. Bagan Topenk
68. Ibnu Hajar
69. Matahari Samudera
70. M. Aini Asmuni
71. M. Rusmadi
72. Iberamsyah Amandit
73. Aan Maulana Bandara
74. Ahmad Syarmidin
75. Eza Thabry Husano
76. Kayla Untara
77. Muhammad Radi
78. Miranda Seftiana
79. Redha Adharyan Ansyari
80. Syarkian Noor Hadie
81. Syamsul Muarif
82. Gina Kalsera
83. Pemilukada HSS 3 April 2013
84. Bupati HSS terpilih ditetapkan 16 April 2013
85. Ketua KPUD HSS Imron Rosadi
86. Ketua Panwaslu HSS Fahmi Fuani
87. Ketua MUI HSS KH Mochyar Dahri
88. Hotel Medina Guest House Syariah Kandangan diresmikan Wabup HSS H Ardiansyah, April 2013
89. Gunung Kantawan
90. Objek Wisata Air Panas Tanuhi
91. Dapur Nagara
92. Ucha Ansyari penyiar radio swasta paling lama di Kandangan. Sekarang penyiar Radio Purnama Nada Kandangan.
93. Muchei Rifai wartawan Radar Banjarmasin yang bertugas di Kandangan. Berasal dari Sulawesi.
94. Syaiful Akhyar wartawan Banjarmasin Post yang bertugas di Kandangan. Dengan kode inisial SAR.
95. Kuntau kesenian tradisional paling popular di HSS
96. Menjemba Jejak Berlari buku baru karya Aliman Syahrani
97. Djarani EM adalah seniman, sastrawan, dan budayawan HSS
98. Cerpen Aliman Syahrani berjudul Merpati Mengukir Mega dimuat di halaman Tepi Langit SKH Media Kalimantan hal. A5 Minggu, 14 April 2013 dengan ilustrasi sepasang burung.
99. Aisyatur Ridha qariah anak asal HSS. Studi di MTsN Angkinang. Sering mewakili HSS pada ajang STQ / MTQ.
100. Faktor Menentukan Menang Pilkada HSS judul pada cover Tabloid Urbana edisi 99 /TahunIV/28 Januari – 11 Februari 2013. Sementara judul tulisan di halaman dalam (13) Kuasa Dari Nagara. Dengan ilustarsi foto Tugu Bundaran Hamalau.
101. H. Atma perupakan pejuang kemerdekaan asal Angkinang.
102. H Zuhdi Basyuni, anggota DPRD HSS, Ketua PPNUI Kalsel meninggal dunia karena kecelakaan lalulintas di Pangambau pada bulan Ramadhan tahun…..
103. Lapangan Gagah Lurus
104. GOS Aluh Idut
105. Warnet  Saraba terletak di Jl. Parindra Kandangan
106. Warnet Petak Sembilan
107. MTsN Angkinang
108. Open Stage D. Dzauhidie sarana untuk kegiatan kesenian di HSS
109. Perkemahan Silaturrahmi Daerah (Persilada) I Madrasah Tsanawiyah se HSS digelar di Buper Batu laki Kec. Padang Batung 2-4 November 2012



AKTUAL HSS

Rabu, 24 April 2013



Kantor Dinas Pendapatan HSS Terbakar

Sebuah peristiwa kebakaran terjadi pada Selasa (23/4/2013) sekitar pukul 16.00 WITA. Kantor Dinas Pendapatan (DPPKAD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang terletak di Jl. Aluh Idut Tinggiran Kandangan hangus terbakar.

Peristiwa tersebut membuat kemacetan jalan di depan kantor tersebut. Menurut info kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik yakni genset. Karena kebetulan saat itu listrik lagi padam.

Akibat peristiwa kebakaran ini mengakibatkan kerugian yang ditaksir ratusan juta. Juga dokumen dan  arsip perkantoran semuanya ludes.***

Senin, 22 April 2013

KABAR UN 2013 TINGKAT SMP / MTs DI HULU SUNGAI SELATAN

Selasa, 23 April 2013


FAKTA UN 2013 
TINGKAT SMP / MTs
DI HULU SUNGAI SELATAN

1. Entah karena apa SMPN 2 Angkinang melakukan penggantian dua pengawas silang yang bertugas di MTsN Angkinang pada hari Senin (22/4/2013). Semula adalah Ernie Viviriani, S.Pd dan Norhasanah, S.Pd. Penggantinya adalah Zainal Muttaqin, S.Pd dan Hermani, S.Pd.

2. Siswa yang menjadi peserta UN 2013 masuk kelas pada pukul 07.00 WITA.

3. Berbagai cara dilakukan pihak sekolah untuk meluluskan siswanya. Memberikan bocoran jawaban ke siswa dengan menyisipkannya pada lembar pertanyaan dan LJK yang dibagikan pengawas. Entah dari mana mereka mendapatkan bocoran tersebut.

4. Pihak keamanan arogan dan terkesan mengintimidasi pihak sekolah dalam mengawasi pelaksanaan UN 2013 tingkat SMP / MTs.

5. Sekolah dibawah Diknas (SMP) mendapat bocoran sementara sekolah dibawah Kemenag (MTs) adem ayem tidak ada bocoran.

6. Pihak sekolah dibawah Kemenag (MTs) khawatir siswanya tidak lulus. Untuk itu pihak sekolah berusaha mencarikan bocoran dengan berbagai cara.

7. UN 2013 kali ini kian sulit karena 20 paket soal. Jawaban satu peserta dengan peserta lain berbeda.

8. Ada kekhawatiran bila banyak siswa yang tidak lulus minat orang menuntut ilmu di sekolah tersebut berkurang.

9. UN 2013 di MTsN Angkinang diikuti 86 peserta. Terdiri dari 43 laki-laki dan 43 prempuan. Dengan 5 ruang dan 10 pengawas silang.***

ESAI

Selasa, 23 April 2013


KETIDAKPEDULIAN MEREKA

Zig Ziglar adalah sebuah nama yang sangat familiar di Amerika. Maklumlah, pimpinan Zig Ziglar Corporation ini adalah salah seorang pengarang kenamaan. Buku karangannya sudah belasan, dan rata-rata terjual diatas satu juta eksemplar. Sebutlah misalnya Raising Positive Kids in a Negative World, over the top, atau Something to smile About, yang rata-rata terjual sebanyak 1,5 juta copy.
Maka, ketika dalam salah satu bukunya Zig Ziglar menyatakan, “ Kalau Anda mempunyai satu impian, bangunlah dan kejarlah impian itu,” hampir semua orang mengangguk setuju. Sebab, keinginan yang tak pernah coba diwujudkan tak lebih dari sekedar angan yang melayang di awang-awang.
Begitu pula ketika ia menegaskan, “Dua cara yang pasti gagal : berpikir tapi tidak berbuat, atau berbuat tapi tidak pernah berpikir “ tak seorang pun yang berani membantahnya. Soalnya, “berpikir tapi tidak berbuat”tak lebih dari seorang pengkhayal sampai tibanya hari kiamat. Sebaliknya,” berbuat tapi tak pernmah berpikir “ apapula bedanyan dengan seekor tapir yang siang malam berendam di air sampai tubuhnhya menggigil ?
Tapi, ketika Zig Ziglar menorehkan kalimat, “ Politikus suka membual bahwa mereka meningkatkan ekonomi. Jelas sekali mereka tidak bisa membedakan daging sapi dan daging babi,” aku jadi mencermati dan menelaahnya berulangkali.
Apa iya, para politikus sering membual keterlaluan ? Apa iya, para politikus sukses menggombal kelewatan ? Apa iya, para politikus tak mampu membedakan mana yang halal dan mana yang haram ?
Memang, ketika masa kampanye banyak sekali politikus yang obral janji dan kemudian tak pernah ditepati. Tapi itu semua sagat bisa dimaklumi. Sebab, siapapun yang sedang mengejar tujuan, tak segan-segan membuat pernyataan yang sulit dipertanggungjawabkan, orang yang ingin meminjam, misalnya gampang sekali bilang akan mengembalikan besok, lusa atau paling lambat akhir pekan. Orang yang sedang jatuh cinta bahkan tak sungkan-sungkan memuja,” kaulah rembulan, kaulah bunga kehidupan, demi kamu aku rela mati ditabrak kereta atau truk bermuatan batubara ! ”
Tapi, ketika suatu ketika ada sejumlah anggota dewan meminta dana sebesar Rp.1 miliar untuk biaya peningkatan SDM (baca: pendidikan) mereka , aku jadi terkesima. Tampaknya, apa yang diungkapkan Zig Ziglar pada tahun 1997 itu benar adanya, ketika urusan wajib belajar sembilan tahun saja belum kelar, ketika gedung sekolah di pelosok-pelosok saja masih banyak yang tak layak, kok anggota dewan dengan enaknya menganggarkan dana sedemikian banyak untuk biaya pendidikan mereka ? Lagi pula bukankah tingkat SDM para wakil rakyat itu sudah diatas rata-rata dan bahkan tak sedikit yang sarjana ?
Itupun belum cukup. Sejumlah anggota dewan juga mengajukan anggaran untuk pembuatan pakaian dinas sebesar Rp.15 juta per orang pertahun, yang notebene lebih Rp.1 juta perbulan per orang. Sementara itu tak sedikit anak SD yang kesulitan membeli pakaian seragam sekolahnya, dan kebanyakan warga masyarakat hanya belanja pakaian sekali setahun saja bertepatan dengan Hari Raya. Pun di persimpangan jalan tak sedikit anak-anak yang menadahkan tangannya karena orangtua mereka tak berpunya. Jangankan bersekolah dan berpakaian seragam, urusan makan pun mereka tak tentu waktunya.
Karena itu, jangan salahkan jika Zig Ziglar dengan sangat keras menyatakan bahwa mereka tak bisa membedakan daging sapi dengan daging babi. Sulit memang di zaman sekarang ini membedakan mana yang halal mana yang haram, mana yang milik sendiri mana yag milik segenap penduduk negeri.
Meski demikian, aku cuma ingin bilang : itu semua gombal belaka ! Itu semua bukan soal peningkatan SDM, bukan pula soal pakaian seragam. Tapi semata soal ketidakpedulian kepada nasib sesama.***

Sumber : Almin Hatta



 WAKTU YANG TERUS BERLALU
 
Waktu adalah kekayaan sekaligus kenikmatan, karenanya jangan sampai disia-siakan.
Tanpa terasa setahun sudah waktu berlalu. Waktu satu tahun yang setara dengan 360 hari itu ternyata sedemikian singkat. Rasanya baru saja kemarin kita ramai-ramai meniup terompet menyongsong tahun baru, sekarang terompet yang sama sudah pula kita siapkan untuk menyambut kedatangannya.
Maka tak salah jika orang Arab menyatakan, waktu adalah kelebatan pedang. Begitu cepat, sedemikian tajam, sudah lewat dalam sekilatan. Tahu-tahu waktu telah berlalu dengan meninggalkan ceceran darah dan noda dimana-mana.
Benar-benar tak salah, waktu adalah kilatan pedang. Jika tak pandai mempergunakannya, maka yang didapat hanyalah guratan luka disegenap penjuru. Jika tak pandai memanfaatkannya, maka yang diperoleh tak lebih dari kekecewaan dan kerugian belaka.
Ya, sesal dan kekecewaan yang tak berkesudahan. Sebab waktu yang sudah terlanjur lewat, tak mungkin ditarik kembali. Seperti pedang yang telah ditebaskan maka yang tersisa adalah luka. Bisa luka parah yang mendatangkan kematian, bisa pula sekadar goresan yang mendatangkan kepedihan. Tapi tak ada bedanya, keduanya sama-sama menyakitkan.
Karena itu Muhammad al-Ghazali mengingatkan agar kita benar-benar mampu memanfaatkan waktu, dan jangan sampai justru waktu yang mengendalikan kita.
“ Manusia yang berakal menghadapi waktunya bagaikan orang kikir menghadapi harta bendanya,” ujarnya.
Jadi, kita diingatkan agar benar-benar semaksimal mungkin memanfaatkan tiap detik, tiap menit, tiap jam, tiap hari, tiap bulan, dan tiap tahun waktu yang terus berlalu.
Solanya, waktu yang terus berjalan adalah penysustan jatah umur kita sekalian. Seiring berlalunya waktu yang tak pernah permisi dan tak pernah mengucapakan salam perpisahan, maka umur kita yang tadinya dijatahkan lumayan panjang tanpa terasa Cuma tinggal sepersekian digerogoti waktu yang tak kenal kasihan.
Itulah sebabnya kita dianjurkan memperlakukan waktu sekikir-kirkinya dan bahkan Tuhan sendiri telah menegsakan bahwa waktu adalah kerugian. Katren itulah sebagaimana halnya al –Ghazali mengingatkan waktu harus benar-benar diirit dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Setiap, detik yang lewat haruslah mendatangkan keuntungan berlipat. Jadi, janganlah membuang-buang waktu percuma.
Barangkali itulah sebabnya orang Eropa dan Amerika selalu bilang waktu adalah uang, waktu adalah emas. Dan itu tak salah. Seperti halnya uang atau emas, waktu memiliki nilai tukar pada posisi sebab setiap orang cuma memilikinya dalam takaran yang sangat terbatas.
Karena itulah waktu adalah juga kekayaan sekaligus kenikmatan, terutama waktusehat yang dimanfaatkan dengan tepat dan waktu luang yang tidak dibuang-buang.***

Sumber : Almin Hatta