Minggu, 22 Juli 2012

SEJARAH MTsN ANGKINANG

Senin, 23 Juli 2012


-->
LATAR BELAKANG SEJARAH PENDIRIAN MTsN ANGKINANG

            Dalam upaya meningkatkan pendidikan masyarakat sebagai sumber daya manusia yang handal. Maka generasi yang akan datang yang tingkat pendidikanya hanya tamat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah dan tidak mampu melanjutkan ke sekolah jenjang yang lebih tinggi. Masyarakat merasa perlu dan mendapat perhatian dari orang tua, tokoh, masyarakat dan agama, pemuda dalam lingkungan Desa Pakumpayan Kec. Angkinang.
            Akhirnya dianggap penting untuk mendirikan Madrasah Tsanawiyah sebagai kelanjutan dari Madrasah Ibtidaiyah Swasta yang sudah ada.
            Meningkatkan kesadaran penduduk menyekolahkan anak yang ada di Desa Pakumpayan dan sekitarnya banyak yang putus sekolah karena tidak mampu, sedang SLTA ( Sekolah Lanjutan Pertama Atas ) ada di Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan saja,  yang berjarak cukup jauh.
            Pada akhir 1966 untuk mewujudkan keinginan tersebut masyarakat bersama unsur pemerintah Desa Pakumpayan mengadakan musyawarah / rapat bersama membentuk panitia Pembangunan Madrasah Tsanawiyah Swasta Pakumpayan dengan keputusan :
  1. Ketua                                     H. Djamhari
  2. Sekretaris                  M. Darmawi
  3. Bendahara                H. Musdar
Dan dibantu saksi-saksi
Musyawarah / rapat dilaksanakan bertempat di rumah warga masyarakat Pakumpayan Bapak H.Antutuh. Menindaklanjuti hasil musyawarah tersebut diputuskan untuk membangun gedung Madrasah Tsanawiyah Swasta, salah seorang panitia ( Ketua ) menyanggupi pengadaan tanah yang lahan, tanah tersebut banyak di tumbuhi pepohonan dengan status tanah hak pakai dan dengan perjanjian dikemudian hari bisa digantikan dengan tanah yang sama ukurannya ditempat lain.

Adapun lokasi / tanah milik H. Djamhari tersebut terletak di pinggir jalan raya (di seberang sungai) Jalan A. Yani Km. 7,5 Pakumpayan Angkinang sangat strategis.
Panitia melaporkan hasil musyawarah warga desa ke Kantor Inspeksi Pendidikan Agama Kabupaten Hulu Sungai Selatan, akhirnya mendapat sambutan yang sangat positif oleh warga sekitar.

Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Swasta
            Pada awal tahun pelajaran baru tahun pelajaran 1967 dibuka pendaftaran siswa baru Madrasah Tsanawiyah jumlah pendaftarannya cukup banyak hingga memperoleh satu ruang belajar.
            Tenaga edukatif / pengajar  dimohonkan pada Kantor Inspeksi Pendidikan Agama Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang diperbantukan dan ditambah dengan Guru Agama Islam yang diangkat oleh Panitia Pembangunan Madrasah Tsanawiyah dari orang-orang yang berdekatan dengan Desa Pakumpayan.
            Ruang kelas digunakan untuk belajar sementara pinjaman satu ruang pada MIS Pakumpayan.

Pembangunan Gedung / Ruang Belajar Baru
            Tahun pelajaran sedang berjalan, murid baru yang rajin belajar cukup mengembirakan, sehingga perkembangan kinerja panitia makin terdorong untuk membuat bangunan baru khusus untuk Madrasah Tsanawiyah.
            Oleh karena itu panitia dibantu masyarakat desa bergotong royong pada lahan baru diseberang sungai menebang pohon-pohon kayu kecil, besar sekaligus membersihkan lahan bangunan tersebut.
            Diantara masyarakat ada yang memotong pohon kayu sapat, kayu hutan dan yang lainnya. Untuk membuat balok kayu bangunan, berkat kerjasama gotong royong berminggu-minggu, berbulan-bulan ini akhirnya terwujudlah bangunan gedung tiga ruangan belajar dengan atap daun rumbia, lantai tanah, dinding papan rangkup yang sangat sederhana.        




Tentang ruang belajar dilengkapi dengan meja dan kursi buatan swadaya masyarakat. Kemudin Panitia Pembangunan MTsAIS Pakumpayan lalu panitia inti berangkat ke  Banjarmasin, yakni menghadap Kepala Kantor Inspeksi Pendidikan Agama Islam Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Pendidikan untuk melaporkan perkembangan yang ada dialami sejak awal hingga sudah berdiri bangunan gedung swadaya masyarakat dan sudah memiliki murid satu kelas. Kesimpulan pertama tersebut dan hasil laporan itu mendapat tanggapan positif.
Akhirnya sebelum pulang didaftarkan dan diusulkan ke Jakarta (Madrasah Negeri) untuk mendapat bantuan-bantuan.
            Usaha swadaya masyarakat semakin bergairah setelah kedatangan panitia dari pertemuan ditingkat provinsi tersebut. Sebagian warga masyarakat yang tergabung dalam gotong royong mereka yang berprofesi sebagai tukang membuat kelengkapan, papan tulis, papan absen murid, meja dan kursi guru dengan bekerja suka rela.
            Dalam waktu yang relatif singkat pembangunan gedung dan perlengkapan ruang kelas dapat dilengkapi sesuai dengan petunjuk pendidikan, lebar 7 x 8 m ruang belajar sebanyak 3 ruang dilengkapi lagi dengan jembatan penyeberangan sungai yang terdiri dari bambu.    

Sumber Data Untuk MTsAIS.
            Pada bagian lain Seksi Data dan sebagian anggota masyarakat secara bergiliran gotong royong mengadakan Saprah Amal, Warung Amal dengan Ceramah Agama pada malam hari mengadakan karcis sumbangan ke desa-desa dalam Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
            Selama setahun pertama murid belajar juga dilibatkan sambil mencari dana untuk kelancaran pembelajaran dan membayar Honorier Guru yang diangkat panitia.
Beberapa kali melaksanakan Undangan Saprah Amal dengan seluruh masyarakat lingkungan desa dan sekolah-sekolah yang berdekatan, semua guru-guru dan muridnya.



Periode I Tahun 1967-1976
Kepala MTsAIS / MTsAIN Pakumpayan Angkinang
Bapak H. Akhmad Nawawi Halimi

            Panitia mengadakan musyawarah / rapat semua Perangkat Panitia dengan dihadiri Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama serta Perangkat Desa Pakumpayan yang bertempat dirumah Warga Bapak H. Antutuh (alm) untuk menetapkan dan menunjuk pimpinan / kepala yang dihadiri oleh Guru-Guru Ibtidaiyah.
            Kesimpuan memilih yang tertua dan dianggap mampu Guru Agama PNS adalah Bapak H. Ahmad Nawawi Halimi.
            Pada tahun pelajaran 1968 penerimaan siswa baru MTsAIN sudah menempati gedung baru yang dibangun oleh panitia (seberang sungai) di pinggir Jalan A. Yani km 7,5 Madrasah menerima surat dan panitia bahwa usulan ke Kantor Inspeksi  Pendidikan Agama Islam Provinsi Kalimantan Selatan mengirim tembusan tersebut sesuai permohonan panitia untuk dinegerikan dari Pemerintah Pusat.
            Selanjutnya dipersiapkan  upacara penegerian dan peresmian Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri langsung ke tempat yang datang atas nama Pemerintah Pusat Kepala Kantor Inspeksi Pendidikan Agama Islam Provinsi Kalimantan Selatan. Bapak Daud Yahya BA. Yakni pada bulan Agustus 1968 dan pada tanggal 6 Agustus 1968 adalah penetapan penegerian MTsAIN Pakumpayan Angkinang.
            Secara bertahap segala keperluan pendidikan dilengkapi termasuk tenaga pengajar  yang bertugas bertambah dan keperluan dan pendidikan dilengkapi untuk ruang kantor Madrasah yang belum ada dipenuhi salah seorang dermawan warga masyarakat atas
Kepeduliaannya terhadap Pendidikan Agama Islam dari masyarakat Tawia yakni Bapak H. Iwiansyah BA.  Dia telah menyumbangkan rumah kosong untuk keperluan Kantor Madrasah Tsanawiyah (lokasi bangunan baru).
            Pembelajaran terus berjalan lancar sehingga Madrasah Tsanawiyah mulai menamatkan murid yang pertama dan berhasil lulus semua.



Periode Ke 2 Tahun 1971-1977

            Kepala Madrasah Tsanawiah Agama Islam Negeri dimpin oleh ; Bapak Abdul Jawad Anshari B.A Madrasah Tsanawiah pada waktu itu sudah berstatus Negeri dengan nama MTSAIN Angkinang-Kandangan murid/ siswa semakin bertambah, masing-masing kelas Pararel (2 bilik). Sehingga semua kelas berjumlah ada enam (6) kelas. I A, B. II A, B, III A, B.
            Pada waktu itu ujian Negara menjadi Panitia Pusat Ujian Negara yang membawahi MTsAIN Batang Kulur Kandangan, pesertanya MTsAIS Gambah Dalam MTsAIS Rantauan bahkan sampai MTsAIN Pantai Hambawang. Pada tahun berikutnya banyak peserta ujian yang masuk bertambah, hingga dari MTsAIN Birayang dan MTsAIN Padang Batung dan Darul Ulum Kandangan. Karena pesertanya ujian cukup banyak sehingga ruangan Kantor Madrasah dibuat dua bilik, ruangan kantor meminjam rumah warga masyarakat diseberang jalan. Jembatan Bambu diganti dengan jembatan ulin atas swadaya masyarakat bersama Panitia Madrasah.

Rehap Bangunan / Kelas MTsAIN
            Pada tahun Anggaran PELITA ke II, Tahun 1977/ 1978 diusulkan Rehab Bangunan MTsAIN pada masa Orde Baru, dan dikabulkan mendapat bantuan Rehab Berat sebanyak 5 ruang belajar dan untuk kantor membangun 1 ruang belajar dan bertingkat setiap ruang belajar dilengkapi dengan (meja dan kursi murid, guru). Papan tulis, Lemari lengkap dengan Alat-alat Praktek IPA dan Olah Raga, Alat Peraga setiap mata pelajaran dari Pemerintah Pusat.
pada tahun 1978 Kepala MTSAIN dimutasikan ke MAAIN 3 Banjarmasin.








Periode Ke 3 Tahun 1978-1980
            Kepala Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri Angkinang dipimpin oleh Bapak Muchir Yusuf, BA. Pada masa ke pemimpinan tersebut terjadi perubahan nama sekolah, sesuai dengang perubahan era kepemimpinan Menteri Agama RI. Dari nama MTsAIN berubah menjadi MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri)
            Proses pembelajaran berjalan dengan lancar, Tenaga Pengajar / Guru Mendapat tambahan untuk memenuhi tugas mengajar yang kelasnya semakin bertambah. Ketika itu jembatan yang dibuat kurang kuat sehingga sering mendapat gangguan banjir, akhirnya jembatan menjadi roboh, terpaksa sementara menggunakan rakit bambu / lanting penyeberangan. Karena kebijakan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan  beberapa orang Guru dan Kepala Madrasah (rolling) dimutasikan ketempat lain dan diganti oleh guru-guru dan Kepala Madrasah yang baru.

Periode Ke 4 Tahun 1981-1987
            Kepala MTsN Angkinang dipimpin oleh Bapak H. Ramli Amin. Pada masa kepemimpinan Bapak ini banyak kemajuan yang dicapai, anatara lain proses belajar-mengajar semangat tertib. Perubahan nama dan fungsi yang dahulu. Panitia Madrasah menjadi Badan Pembantu Pelaksanaan Pendidikan (BP3). MTsN yang Organisasi ini terdiri dari tokoh masyarakat, orang tua siswa yang sedang bersekolah dan unsur guru setempat. Lama kepengurusan tiga (3) tahun dibentuk lagi.
Usaha BP3 baru yang pertama, membeli tanah / lahan untuk bangunan, disamping itu Madrasah kedua kosong. Mengganti / membeli tanah yang ditempati Madrasah karena dahulu hanya hak pakai untuk menjadi hak milik, perbaikan Jembatan dengan Ulin yang runtuh dapat dipakai lagi.
Keadaan siswa semakin bertambah banyak menjadi 6 ruang belajar, maka di Bangun Gedung dengan Bangunan Papan Tiang Ulin dan Atap Daun  3 ruang swadaya orang tua murid.
Akhir tahun 1987 Bapak Kepala MTsN dimutasikan ke Pengawas Pendais Tinggat Lanjutan MTSN/SLTP dan Aliyah Wilayah Tugas di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.


Periode Ke 5 Tahun 1988-1990
            Kepala MTsN Angkinang adalah Bapak Drs. Kusasie Pelita ke III 1988/ 1989. MTsN mendapat bantuan bangunan Proyek dari Departemen Agama RI Pusat melalui Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 3 ruang belajar. Pada tahun berikutnya siswanya semakin banyak untuk mengatasinya maka dilaksanakan Rapat BP3 dengan semua orang tua siswa / murid, atas kesepakatan dengan Dana ditanggung oleh semua, maka dibanguanan 3 ruang belajar sehingga jumlah ruang belajar 12 kelas.
            Tahun 1989 MTSN Angkinang ditunjuk oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk mengikuti Lomba Kebersihan UKS Tingkat SLTP / MTSN Sungai Paring Kandangan tahun 1990.

Periode Ke 6 Tahun 1991- 1994
            Kepala MTsN Angkinang dipimpin oleh Bapak H. Thaberani Yamani, BA. Pada masa kepemimpinan proses pembelajaran belajar baik. Tambahan ruang belajar 3 bilik lengkap dengan WC dan tempat Wudhu, sehinga bangunan BP3 tidak terpakai lagi. Bangunan proyek dari Pusat Departemen Agama RI. Melalui Kantor Wilayah Dapartemen Agama Provinsi Kalimantan Selatan.
            Atas kebijaksanaan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Periode Ke 7 Tahun 1995-1998
            Kepala MTsN Angkinang dipimpin oleh Bapak Drs.H.M.Ilmi. Pada awal tahun pelajaran 1995 memperoleh siswa / murid yang peringkat  teratas diwilayah Kecamatan Angkinang dan Kecamatan Telaga Langsat dari sekolah-sekolah tingkat SLTP / MTs. Jumlah seluruh siswa
Seluruh kelas 400 orang / rombongan belajar  = 13 kelas. Tanaga pengajar selain Guru PNS dibantu banyak           Guru GTT. Bersama BP3 dan Orang tua / wali murid perbaikan jembatan lebih kuat.
            Pembangunan Mushalla MTsN dan banyak membeli lahan / tanah untuk Bangunan. Iyuran Sekolah Murid/ BP3 dari Rp.3000-Rp.4000 setiap bulan. Pada akhir tahin 1998 mutasi Kepala MTsN Durian Rabung.

    
Periode Ke 8 Tahun 1998-2000
            Kepala MTsN Angkinang dipimpin Bapak Masdar Samad. Bersama Komite Madrasah tahun 1998 menyelesaikan Bangunan Mushalla yang telah dirintis pendahulu dengan pembelian tanah. Kemudian pada tahun itu membeli lahan bangunan atap sirap, kayu, papan dan sebagainya. Dimulailah pendirian mushalla, tempat praktek Ibadah dan keagamaan.
Selanjutnya pada tahun 1999/ 2000 bantuan dari Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Selatan berkenaan dengan Dana Proyek JSE Tahap Ke II.
  1. Bangunan Perpustakaan (fisik dan meubeler)
  2. Ruangan RKB Paket / 3 Ruang Belajar
Proyek mulai dikerjakan sampai ditempati mendapat bantuan 2 orang guru kontrak dari Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Pada awal Caturwulan I tahun 2000.  Kepala Sekolah memasuki Purna Bakti / Pensiun.

Periode Ke 9 Tahun 2000-2004
Kepala MTsN Angkinang dipimpin oleh Bapak Drs. H. Ali Baderun. Keadaan siswa pada awal tahun pelajaran ada 10 rombongan belajar.
Pada masa kepemimpinannya masih dalam waktu bantuan JSE Tahap Ke II, sehingga banyak mendapat bantuan lain :
  1. Awal tahun 2001. Alat-alat peraga / praktek IPA bantuan dari Departemen Agama Pusat.
  2. Buku-buku pelajaran dan referensi  perpustakaan dari Departemen Diknas dan Kandep. Diknas Provinsi .
  3. Komputer, VCD dan pertanian (cangkul, parang, gunting rumput, dan sebagainya).
  4. Ruang laboraturium IPA dari Diknas Provinsi Kalimantan Selatan.
  5. Tambahan Guru PNS, Sedangkan Guru PNS yang Tua Usia Putra Bakti ada beberapa orang.
  6. 1 paket bangunan RBK (3 ruang belajar). Dari Departemen Agama Pusat/ Jakarta.
Pada awal tahun 2004 Kepala Sekolah mendapat sakit (op name) di RSU Damanhuri Barabai kurang lebih 1 minggu, akhirnya meninggal dunia.


Periode Ke 10 Tahun 2004 - 2012
Kepala MTsN Angkinang dipimpin oleh Bapak  M. Syakhrul AB. S.Pd, dengan meninggalnya pimpinan Drs H Ali Baderun maka Kepala Sekolah dipegang / dijabat oleh Wakil Kepala Sekolah kemudian oleh Kandepag Kabupaten Hulu Sungai Selatan ditunjuk untuk Pgs  belum ada pimpinan yang definitif selama kurang lebih 5 bulan, sejak bulan Maret sampai bulan Agustus 2004.
Dimulai dengan cara menyusun kelas rombongan belajar pada semester genap, dengan menjabarkan fungsi guru dan murid dalam KBK (Kurikulum Berbasis Komputensi), dengan kelas / rombongan belajar 11 ruangan dengan jumlah siswa kurang 25 orang perkelas, memantapkan waktu / jadwal belajar yakni masuk belajar dan pulang belajar dari jam 07.45 sampai 14.00 WITA.
Secara bertahap mulai :
  1. Membenahi Lapangan Upacara. Dengan dibuat Semen, Sumber Dana pada waktu itu setahun dapat bantuan BOP/ Bantuan Operasional Pendidikan dalam waktu kurang lebih 2 tahun anggaran.
  2. Pembangunan Kantin Sekolah tempat Siswa berbelanja dan Guru (minum diwarung) dan Koperasi Sekolah.
  3. Tempat Parkir Sepeda Murid.
Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2004/ 2005. MTsN Angkinang mulai membuat usul ruang TU.
  1. Pembangunan Ruang TU tahun 2006.
  2. Pembangunanb Jembatan tahun 2007. Oleh Pemkab. Hulu Sungai Selatan, membangunan jembatan / Transportasi Sekolah dan Masyarakat.
  3. Pembangunan dan melengkapi Mushalla dan Tempat Wudhu tahun 2007, ketika waktu itu dilaksanakan rapat koordinasi/ kerja MTsN Se Kalimantan Selatan di MTsN Angkinang.
  4. Pembangunan Ruang Guru tahun 2008. Mulai tahun 2005 mendapat bantuan B.O.S Bantuan Operasional Sekolah dan BP3 dikumpulkan siswa tanpa dipungut bayaran lagi, bahkan mendapatkan bantuan sekolah.
  5. Bantuan Laboraturium Bahasa, bantuan TV, 25 inch 2 buah. Hampir  setiap tahun dilaksanakan pengecatan dinding luar dan dalam sekolah.
  6. Tahun 2009 Pembangunan Pagar Sekolah dibagian belakang, pada tahun 2005 guru didata dan didaftarkan dalam Sistem Data Base bagi Guru-guru GTT. Tahun 2009 Data Base telah turun sebanyak 5 orang, sedangkan pada tahun 2006 ada tambahan Guru PNS yang baru ditetapkan sebanyak 6 orang, kemudian 2 orang yang mengikuti test 2007 penerimaan lulus dan ditempatkan pada MTSN sehingga jumlah Guru hampir cukup jumlah GTT yang ada sekarang 9 orang dari 17 orang.
  7. Pada tahun 2009 Rehap Atap RKB ada 5 buah dan tahun 2010 4 ruangan direhab.
  8. Bantuan Siswa Miskin ada 10 buah Sepeda Merek Polygon sebagai Inventaris Sekolah.

PERNIK RAMADHAN 1433 H





KANDANGAN DI BULAN RAMADHAN


            Pasar Muara Ulin Desa Wasah Kec. Simpur  Kab. HSS merupakan salah satu tempat pasar wadai setiap bulan Ramadhan tiba. Disini dijual aneka kue khas dan masakan lainnya. Bisa digunakan untuk berbuka maupun santap sahur.
            Selain di Muara Ulin,  pasar wadai juga bisa ditemukan di kawasan Pasar Kandangan dan Angkinang. Biasanya buka pada pukul 11.00 – 13.00 WITA. Ramadhan begitu  berkesan. Pada malam hari  ada warung pencok yang menjual dagangannya. Ini bisa ditemui di sepanjang pinggir jalan di Kecamatan Angkinang.
            Saat bulan puasa seperti ini saya teringat masa kecil. Masa yang begitu indah. Ramadhan disambut warga kampung saya dengan suka cita. Langgar dibersihkan jauh-jauh hari.  Agar ibadah terasa nyaman dikerjakan.
            Malam usai tarawih kami tadarus Al-Qur’an. Biasanya berakhir tengah malam. Sebelum pulang kami menikmati hidangan kue dan secangkir teh manis. Hasil batuturuk atau diberi orang.
            Dinihari kami mengadakan bagarakan sahur. Kami lakukan hal itu untuk membangunkan warga untuk sahur. Kami menggunakan alat-alat bekas . Seperti panci, rinjing, botol, kaleng susu, dsb. Jadi irama musik yang syahdu mendayu-dayu.
            Anak-anak main meriam bambu atau kami sebut laduman paring. Juga main alili kambang sarai. Menyalakan lampu dari cangkang kalimbuai.
            Ramadhan sekarang terasa berbeda dengan yang dulu. Kini saya merasakan kehampaan . Banyak perbedaan yang signifikan ditemui.

Kandangan, 18 Juli 2012
( Menjelang tibanya bulan suci  Ramadhan 1433 H )


KUMPULAN PUISI AKHMAD HUSAINI

DANI OH DANI
Semburat keniscayaan
Sambutan selamat datang diberikan
Hadirkan sejuta keindahan
Keramah-tamahan
Balutan tradisional primitive
Bawa lenguhan kekaguman
Warna kehidupan jaya wijaya
Terus membaur
Rasa kemahalan
Akan terbayar dan terpuaskan
Bingkai cawat
Babi-babi santapan
Batu-batu perapian
Menampiaskan rasa kebersamaan
Keunikan itu membingkai peradaban
Dari tanah papua yang landai
Kandangan, 12-06-2012













DERITA

Tampak sekali perbedaan itu
begitu menyakitkan di depan mata
aku yang terlahir miskin
begitu berharap menikmati hidup
dengan kenikmatan nyata

Kandangan, 4 Maret 2005



TENTANG PUISI

Kutemukan puisi dimana-mana
berserakan di jalan
bertebaran di penjuru negeri
berhamburan dibumi

Nyanyian alam adalah puisiku
desah nafas puisi terindah
dalam puisi tak kukenal kepahitan
tak ada kesengsaraan
yang kudapat kebahagiaan abadi
ingin kugapai angan lewat dentang puisi
yang menasbihkan harapan pasti

Langkah-langkah terus seirama dengan puisi
yang tercipta untuk semua
inspirasiku menusuk halimun senja
dalam ketemaraman diksi lukas purba
ingin terus berkarya lewat puisi
datangkan kepuasan batin yang tak pernah mati
menafakuri setiap langkah gerak yang terus beriring
menusuk masa depan berjalan dalam kesabaran yang lamban
khayalku terus menyatu dalam nalar keleluasaan

Puisi dimana kau kini
kunantikan kehadiranmu disisiku
untuk hilangkan kesepianku
sembuhkan sakit hati yang telah lama terpendam

Temani aku dalam duka
kucoba berjalan memapah kehidupan yang dangkal
kucari puisi dalam pandangan sayu
rasa malu yang tak menentu munculkan keingintahuan
adakah resah pergi dari benakku
membicarakan puisi membenahi kegetiran hati
anganku melayang tinggi membayangkan puisi nanti
yang mendekam kalimat sunyi dalam imaji
puisi adalah hidupku
yang menyeruakkan kepastian membangunkan keinsyafan
ku tak tahu bagaimana nasib puisi dalam ambisi
usapan lembut selalu meniruskan kesesuaian janji
keindahan apakah yang kudapatkan lewat puisi
adakah keharusan untuk selalu mengartikan tiap kata yang dimiliki
kenangan silam menumbuhkan butir-butir keindahan
dalam puisi kedamaian pasti

Kandangan, 10 Februari 2005



SEJARAH LANGKAH

Embun pagi datang membawa ratapan sayu
saat asap-asap kehidupan mulai menerpa
langkah kaki siap menuntas hati
jangan abaikan jalan ini
karena kita akan melewati
dengan seribu senyuman
atau berjuta kepiluan hati
dengarkan ratap dunia
biarlah tak seperti mereka
namun kita disini merasa damai sentosa

Kandangan, 10 September 2004



HABITAT SUNYI

Kasih
sungguh aku merindukanmu
sedetik seperti sejam
sejam seperti sehari
sehari seperti seminggu
seminggu seperti sebulan

Perasaan itulah yang selalu kurasakan setiap hari
kau bagaikan bayanganku
yang selalu membayangiku

Aku sangat merindukanmu
kerinduan ini semakin menjadi-jadi
sungguh aku tak tahan dengan perasaan ini
aku ingin kau kembali
jangan kau pergi lagi

Kotabaru, 7-9 Januari 2009



ORKESTRA PEJUANG

Langkah pasti memberi inspirasi
dalam tautan imaji
kita harus berjuang melawan intimidasi
dalam penindasan masa kini
hidup yang teramat kejam
kenapa ada kesenjangan
terasa ada keminderan mendera
memikirkan dalam pikiran
ada kemegahan yang tak mudah digapai
ada perbedaan di depan mata
yang mengintai dalam intimidasi

Angkinang, 31-07-2006






SEDIH

Disana kau asyik bercengkerama
dengan teman-temanku
sementara aku disini bersedih
perut keroncongan mendesah
makan mie goreng saja susah
disana terdengar tawa dan canda
makan yang enak-enak saja

Kandangan, 9 November 2003



MELINTASI IMAJI

Lahir dari kenyataan yang ada
terasa bosan menghimpit diri
secercah harapan pasti
tak seperti ini lagi
dalam tautan seribu janji
ingin pergi melintasi imaji
menuju surga harapan pasti

Kandangan, 6 Maret 2004


ORKESTRA CINTA

Kucintai engkau dengan tanpa keraguan didalamnya
padahal kebanyakan cinta hanyalah fatamorgana
ingin kukatakan padamu dengan gamblang dan tulus
cintaku padamu terukir zahir dan halus

Jika dalam jiwaku tertanam kebencian
kan kucabik seluruh tabir penutupnya dan kubuang
sungguh ! tak ada yang kuingini darimu selain cinta
sungguh ! tak ada yang kuucapkan padamu kecuali cinta

Saat kutenggelam dalam samudera cinta
hamparan bumi seolah kering binasa
manusia seumpama buih-buih di lautan
penghuni mayapada seumpama debu beterbangan

Kandangan, 030609


MENCARI CINTA

Susah payahku mencari cinta
seumpama mencari ditumpukan kain saja
selalu saja ku berusaha sua sang pujaan tercinta
seumpama laron yang gigih memburu cahaya

Selalu ingin kujumpa sang pujaan
laksana sang haus inginkan air menyegarkan
tak bosan-bosanku memandang sang pujaan
keelokannya bikin hatiku selalu penasaran

Kandangan, 050609






ILUSTRASI AIRMATA

Pandangan mataku menenggelamkan kesedihan
dan airmatapun gerimis tak tertahankan
bagaimana kujelaskan perangai airmataku
ia tenggelam dan bercucuran dalam gugu
tak pernah aku sua dan melihatnya kini
selain pada sua pertama dan terakhir kali

Kandangan, 040609


BISAKAH

Aku disini merasa asing tak berguna tak bermanfaat
hanya jasad yang ada
impian yang tak terkabulkan
harap-harap cemas menantimu
bisakah aku pasrah karenamu
aku rindu belas kasihmu

Kandangan, Juni 1999


KE MASA LALU

Meratapi nasib yang tidak sempurna
terkulai lemas oleh indahnya masa lalu
kenapa sekarang tak berubah juga
inginku kembali membawa waktu
sekarang sepi tak seperti dulu lagi
ada deraan kedamaian
berkumpul dengan suka duka
kini yang dihadapi kesepian abadi

Kandangan, November 2003


DEBARAN JANTUNG KOTA

Tingggalkan sejuta lara
kenapa kamu tidak mampu bicara
sepanjang waktu berkutat dengan duka
wajah lesu karena belum makan apa-apa

Ternyata impian itu telah berlalu
aku tak mampu sepertimu
yang punya banyak pengalaman
ilusi itu hanya untukmu
kembalikan kemampuanku
menunggu tiga hari lagi
agar tak lagi ada sesalan
hidupmu harus berjalan lancar
tak ada kata sedih
dan hilangkan ketakutan itu
walau kemampuan itu tak ada
kembalilah ke kampung halaman
biar menderita
tapi disana adalah habitatmu yang nyata

Banjarmasin, 15 September 2004




NEGERI ORANG-ORANG BODOH


Negeri orang-orang bodoh
kumpulan kesewenang-wenangan
tercipta dari rasa malas dan tidak malu-mau
benci menaut diri yang kelu
sebuah takdir yang harakiri
bingungkan lamunan yang berkolaborasi
dengan khayalan sejuta mimpi
menembus batas-batas ketidakpastian hati

Kandangan, 20 Februari 2004


APAKAH MUNGKIN

Apakah orang seperti aku
mungkin jadi pacar seorang selebritis ?
mungkin saja

Kandangan, 11 Mei 2004


LOKSADO

Inilah perjalanan yang cukup melelahkan
yang pernah kurasakan diluar kenyataan
mana itu kemiri-kemiri yang dikeringkan
kayu manis yang mengkerut
karet yang direndam lama
baunya minta ampun menyengat hidung

Yang ada kolam air panas yang kering
dinding pagar yang jebol karena faktor alam
longsor yang mengkhawatirkan
jalan yang tertimpa tanah longsoran
kawan yang terjatuh dari motor
jurang yang kian curam

Loksado masihkah kau perawan
aku inigin jerammu riuh menyegarkan
lanting paring sensasi petualangan yang mengagumkan
Loksado kau ada aku bangga semua suka

Kandangan, 12 – 12 - 2010



KANDANGAN

Amun taliwati Kandangan pasti kaingatan
kada kalah wan nang lain
jambatan Antaluddin indah manawan
siapa nang kada karindangan wan Kandangan
kuta sajarah wan budaya di Kalimantan
dudul wan katupat ciri khas makanan
kawa dibawa gasan ulih-ulih sangu bulikan
jangan lupakan Kandangan
nang mambawa banyak kanangan

Kandangan, Desember 2000


RIAK KEMATIAN

Dalam keremangan dan kegelisahan
tak ada kekuatan apa-apa
hidup terasa hampa
inginku pergi selamanya dari sini
seiring waktu yang berlalu dan berlari
ketika masa lalu yang datang tiba-tiba
ungkapkan perasaan sedih dihati kelana
akankah hidupku menancap ke puncak
menikmati harta tahta dan wanita
atau berapa lama lagikah aku disini
hari esok atau lusa
siapa yang dapat mengira

Kandangan, 11 Desember 2001


SANG JAWARA

Jaya dan pantang menyerah
benamkan musuh-musuh tanpa mengalah
ciptakan prestasi terbaikmu
jangan sombongkan kehebatanmu
kau adalah kebanggaanku
kutunggu kemenanganmu
di lapangan kamu unggul
perlihatkan kepada lawan
permainan terbaikmu
junjung tinggi fairplay dan sportivitas
maju dan jayalah untuk naik ke atas pentas

Kandangan, 18 september 2004


MAAFKAN AKU

Maafkan aku
bila ucapanku menyinggung perasaanmu
kuakui saat itu aku sedang emosi
sehingga meluap kata yang seharusnya
tak terucapkan
itulah kekhilafanku
aku ingin kau tak memasukanku ke dalam hati

Kandangan, 2-4-2008




APAKAH SALAH AKU BEGINI

Ketenangan diri adalah penetrasi hati
yang ingin jauh pergi
kini seakan tak berarti lagi
sementara gelombang nadi mulai meniti
aku sedang ambisi menggapai keinginan tinggi
apakah salah aku begini

Kandangan, 6 Juli 2004





MENANTIKAN KERINDUAN

Setiap gerak tangan adalah inspirasi hidupku
biarkan karang terjal menghalangi
kejatuhan untuk kedua kali adalah pengalaman
masa lalu harapan yang penuh dengan kepingan duka
ketidakkuasaan menjalani cobaan hidup
saat bibir-bibir keterasingan dilindas masa kini
yang bermahkotakan kesombongan diri
bayangan redup terkatup fatamorgana ambisi
berhenti disini untuk menantikan kerinduan hati

Kandangan, 9 Mei 2004



NASIB MALAM


Malam ini hujan rintik turun
deru kendaraan lalu lalang di jalanan
depan rumahku
sementara binatang malam
menyanyikan lagu rindu
namun kupingku terasa berat mendengarnya
bayang-bayang tampak ragu
mengikuti wajah kebenaran
saat ketakutan mendalam datangi tubuhnya
adalah sepenggal perasaan lunglai
diatas keprimitifan diri
haruskah dilalui malam ini
dengan rangkaian permainan kata-kata
humus-humus suburkan mata hati
memandang aplikasi tanpa batas

Kandangan, 6 Juni 2004


KAWANKU
(Buat AS yang selalu ceria)

Kapan aku bisa seperti orang
ucapan itu meluncur dari mulutnya
saat aku terdiam
kawan begitu baiknya engkau padaku
tak ada guratan duka nestapa
hanya suka bertabur ceria
disela malam dan kelam tinggalkan dosa
gigih untuk menggapai surga

Kandangan, 28 November 2003














MEMBAYANGKAN KEMELUT

Antara rumput dan kambat langit mulai berkaca
ingin memandang kejenuhan yang menghampar
ke batas sunyi
airmata yang sembunyikan kesedihan dunia
negeri mana yang kau tuju
seperti apa wajahnya
yang layu oleh zaman
aku ingin jadi seruling hanya sebentar untuk mendengar irama
riang-riuh membayangkan kemelut
airmatapun mengalir deras membasahi pipi
namun bila kuingat kamu ingin kukejar ke batas semu

Kandangan, 22 Juni 2004




KITA PEDULI WAKTU

Waktu begitu cepat berlalu
ingin rasanya aku tahu relakan untuk menyatu
ataukah pasrah karena diri nista
namun janganlah merana
terus berjuang demi orang-orang yang memerlukan
waktu dan keinginan
agar kita padu seperti haluan yang tak pernah ingkar
walaupun gelombang dan debur ombak menghadang

Kandangan, 21 Juni 2004



BILA KULIHAT

Kubayangkan wajahmu
kulihat ada guratan duka
sementara aku disini sedang sedih
ada kesenjangan antara kita
ingin kulepas rasa rindu ini namun kemana
bayang-bayang ketraumaan itu menghantuiku

Kandangan, 25-12-2003




KENANGAN

Awal kedatangan adalah sebuah kenangan
derai-derai sambut keceriaan
berbalut mimpi-mimpi indah masa depan
ternyata kenangan itu awal sebuah kesuksesan
dengan taburan gelak tawa tanpa dosa
derunya bagaikan kendaraan baru
tanpa hambatan dan ada ganggu
ketika pikiran mulai mutakhir
janganlah lupa untuk berpikir
kenangan  itu pernah ada dan ingatlah selalu

Kandangan, November 1992




JELMAAN MALAM

Dan kesepianlah yang kuterima
untuk kesekian kalinya
yang tak pernah kunjung reda
menggelayuti keinginannku
katanya hidup ini adalah nyata
setiap perasaan menjelma malam
penuh dengan realita
untuk gapai bahagia
menyiasati makna diri dari hari ke hari
tapi aku kini merasa sepi sendiri

Setiap pandangan mata hati
memicikkan kekalutan relaksasi ambisi
menyentuh ucapanpun tak mampu

sejuta perasaan yang pernah kau gantung
lewat bintang-bintang yang melukis ruang
pernahkah tabirnya membias sunyi
tak meminta untuk dihargai
tapi patutkah melupakannya begitu saja

Kandangan, 15 Agustus 2006




MENUNGGU GILIRAN

Entah sampai kapan aku hidup begini
dalam penantian dan ketidakpastian
berjalan bagai orang buta
meraba dan hanya mampu meraba
tanpa bisa melihat dan mengira
dimana kini aku berada
kuterawang mimpi dalam khayalku
kubawa sejuta ambisi dalam benakku
biar kurenggut semua
agar tidak ada yang bisa mencegat
salahkah aku bila bermimpi
dosakah aku bila berkhayal
kepastian yang tidak mungkin terjadi
yang hanya kutemui dalam imaji

Kandangan, 1 November 2004


SUNGGUH TEGA

Menciptakan rasa benci didekapan airmata
menghadirkan silang sengketa
buat kami menjadi terhina
sejuta rasa benci melimpahi dunia
dirimu menjadi angin kencang di hati kami
yang membuat kami selalu bosan
dan dirimu nestapa dalam kehidupan
kami benci menjadi kelana
yang membuat tak mau malu
dan memiliki sifat tega dalam berbuat

Kandangan, 16 November 2001

AKU SANGAT MENCEMBURUIMU


Asyik bercumbu di depan mataku
Aku seakan tak ada
Hatikupun menangis pilu

Kotabaru, 7-9 Januari 2009


GELAP

Ketika pandanganku menjadi kabur
mataku kia lamur
entah sampai kapan aku seperti ini
aku ingin menutup diri dari pengaruh
dan godaan para durjana
yang tak berperasaan
kemana aku bisa mengadu
kini semua telah hilang
menjadi debu-debu jalanan yang tak berarti

Kandangan, 22 Desember 2000


INGIN CEPAT SELESAI

Begitu terjal jalan yang harus dilewati
inikah proses menjalani hidup
aku ingin cepat selesai
biar lekas ranai
teringat masa lalu
yanglucu dan lugu
keceriaan menebar dimana-mana
sekarang aku lelah dan letih

Kandangan, 27 Mei 2004


AKHIR ZAMAN

Lupakah engkau di akhir zaman ini
isterimu isteriku juga
banyak tidur dari bekerja

Kandangan, 23 November 2003


WAJAH PETANI

Di pagi yang buta usai shalat shubuh dan makan pagi
kau sudah meninggalkan rumah
jalan bebatuan dan lumpur
kau acungkan tajak
airpun muncrat
itu sudah kebiasaan yang mendarah daging
memang engkau keturunan petani
maka kadilah seorang petani
mengabdi jadi diri
hitam legam tubuhmu
senja datang kau pulang ke rumah
diantara lelah dan letih malam kau sambut gembira
karena mimpi indah datang disaat lelah

Kandangan, 29 November 2003

MELUPAKANMU

Lamunan itu hilang seketika
aku ingin menemukan namamu
dengan sekilat padu
biar hati tenang tak terganggu
cepatlah aku diberitahu
kenapa impian itu buyar begitu saja
datanglah rasa ingin tahu
hadirkan sejuta jawaban
untuk menyenangkan diriku

Kandangan, November 2003



KEBIMBANGAN YANG SYAHDU

Maukah kau menemaniku
yang sedang dirundung duka
hatiku dicuri orang
pikiranku ditelan ombak kerakusan
hartaku sudah diambil iblis durjana
sepoi angina menantang laju kebengisan
hati-hati duka deritaku
bertaut dengan kebimbangan yang syahdu

Kandangan, 28 November 2003



LAMUNAN SYAHDU

Dihari yang indah kutulus mengadu
saat ketumpulan berfilsafat di wilayah yang muram
tetesan api penderitaan yang tak tentu
bersimbah darah kedurjanaan
antara lautan kesombongan
dan sungai keangkuhan
berlumur dengan tangisan pilu
yang menantikan rembulan dibatas lara
dan lamunan syahdu yang tak kunjung sirna

Kandangan, November 2003


DENTANG WAKTU DI RUANG TAMU


Di ruang tamu aku tak menunggu siapapun
sebingkai kaligrafi itu kubiarkan membeku di dinding
namun hujan deras berluruhan dari langit sore
di luar jendela
tak kuasa menahannya

Aku tak ingin mengingatmu lagi
kucing liar yang kemarin tak henti
menghasutku keluar masuk belantara kata
hingga ringkih lonceng jantungku pun
menjadi gugup berdentang karenanya

Tak menunggu siapapun
juga dirimu
hanya ingin mengkhidmati dentang jantung
sendiri melafalkan nama-namanya
bersama beku kaligrafi di dinding
dan deras hujan di luar jendela

Kandangan, Juni 2004


SUATU SORE DI SEBUAH KAFE


Datang melangkah melewati celah
diantara bangunan tua
terdengar hangar-bingar musik dansa
ada sejuta tingkah mengeluh
saat menatap langit yang mulai merajut
tampak gerak-gerik lembut lalui pandangan itu
dalam satu irama kegelisahan
terdengar sumpah serapah yang bertaut
ditemani aroma kenikmatan tabu
langkah demi langkah
merebak dalam cerita klasik yang resah
seiring rasa kelu yang dalam
berbenturan dengan sunyi di pelataran kelam

Kandangan, 18 Februari 2004


PERPISAHAN

Setiap perpisahan yang terjadi
sisakan harapan untuk bertemu lagi
asalkan kau belum dijemput mati
namun bila kau pergi dibawa mati
putus asa tak lagi bisa dihindari
pasti !

Kandangan, 18112007


MALAM INI

Malam dingin dibuai penasaran
saat keluh-kesah yang ingin diperhatikan
biar tak ada masalah lagi

Kandangan, Juli 1997

KEINGINANKU

Kurelakan dikau kasih pergi dari pangkuan
disini aku sendiri bosan hidup bersemedi
apakah duit akan membuat hidupku bahagia
otak cerdas dambaanku punya kekuatan dan kekuasaan
keinginanku
parlente dan necis pakaianku
mewah dan megah istanaku
sorot tajam matamu membuatku jatuh hati