Sabtu, 17 Desember 2011

Mahalabio Ditengah Malam

Sabtu, 17 Desember 2011

-->
Hati gundah dan duka bawa mendengarkan hal-hal yang menghibur adalah suatu hal yang sangat mengasyikkan.
Seperti saat menunggui keluarga yang sedang terbaring di rumah sakit. Salah satunya adalah bercerita bahasa Banjar yang lucu-lucu atau mahalabio. Membuat hati senang dan terhibur. Tengah malam di pelataran rumah sakit tak jauh dari kamar tempat keluarga dirawat. Berenam kami ngumpul. Suasana sudah sepi. Pasien dan penunggu yang lain sudah terlelap tidur.
Sementara mata saya dan juga lima orang yang lainnya juga tak mau tidur. Dua orang jadi tukang kisah yang andal. Saya dan tiga orang lainnya menjadi pendengar setia. Suasana ditingkahi asap rokok yang membumbung. Juga nyamuk yang ramai menggigit tubuh. Juga suhu dingin yang menusuk tulang. Kami duduk diatas lantai ubin yang dihampar tikar.
Puluhan cerita lucu keluar. Kami ngakak. Salah seorang keluarga saya ngakaknya minta ampun. Nyaring sekali. Bisa-bisa mengganggu orang lain. Apalagi ini tengah malam.
Cerita lucu yang dibawakan seperti yang agak dewasa, kekalahan orang Nagara dengan Alabio,dsb. Saking lucunya selain tertawa ngakak juga mengeluarkan airmata.
Cerita lucu yang saya dengar diantaranya : seorang anak kecil naik pohon cherry di depan sekolahnya. Sementara di bawahnya ada paman penjual pentol. Si anak kecil itu tanpa celana dalam. Lantas naik ke atas pohon. Melihat pemandangan itu paman pentol senang sekali.
Tak lama anak itu turun. Anak itu lantas diberi oleh paman pentol uang Rp.3.000,- . Anak itu senang sekali. ” Ini untuk kamu membeli celana,” ujar paman pentol.
Pengalaman ini diceritakan kepada ibunya dirumah. Besoknya ibunya melakukan hal yang sama. Dengan harapan dapat uang Rp.3.000,- dari paman pentol.
Naiklah sang ibu ke atas pohon mengenakan daster namun tanpa celana dalam. Paman menyaksikan pemandangan itu sangat senang. Apalagi pemerannya bertubuh seksi. Singkat kisah, si ibu turun berharap dapat uang. Paman pentol memberi uang Rp.500,- ” Ini untuk beli silet,” ujar paman pentol. Si ibu ngeloyor pulang kecewa sekaligus malu. Paman menyuruh si ibu mararap ”kumis bawahnya” yang cukup tebal. He...he..hee....

Jumat, 02 Desember 2011

SKETSA KEHIDUPAN

Sabtu, 3 Desember 2011

MENCARI

Yang kucari hari ini di internet : Dai Muda Pilihan 2011 di ANTV, Maya Rahmatina, Rona Mentari, Kick Andy, Indonesia Mengajar, Lebah Cerdas, dan Kompasiana. Akhmad Husaini.

Minggu, 23 Oktober 2011

RUMAH KARIWAYA



Senin, 24 Oktober 2011

SI MANIS PENGHUNI MESS

Kejadian ini menimpa diriku saat bekerja di sebuah bengkel kendaran yang ada di Banjarmasin. Tepatnya pada tahun 2003 silam.

Aku tinggal di mess yang terletak di belakang kantor bengkel tersebut. Ada beberapa buah kamar disana. Setiap kamar dilengkapi dengan tempat mandi dan WC.

Namun dibalik semua itu ternyata masih saja ada gangguan. Yaitu orang halus yang berdiam di sekitar mess tersebut.


Minggu, 09 Oktober 2011

BUKU KU.......


Rugi kalau belum baca......!!!
Buku baru 
karya penulis Kandangan / HSS
yang kini menggemparkan Banua
AKHMAD HUSAINI
KUMPULAN CERITA MISTERI
HANTU RUMAH TUA

1. HANTU RUMAH TUA
2. LINDA YANG MALANG
3. MISTERI JENAZAH DI ASRAMA ANTALUDIN
4. MISTERI DARI SEBUAH SUNGAI
5. BOCAH SD DITEMUI MAKHLUK ANEH
6. TEWAS DIPATUK ULAR SILUMAN
7. HANTU BERANAK
8. MAKHLUK ANEH DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH
9. TOPENG HANTU
10. BURUNG SILUMAN
11. PENGHUNI PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN HSS
12. MAKAM KAI LANDUK LENYAP
13. PENAMPAKAN MAKHLUK ANEH DI AIR TERJUN HARATAI
14. SI MANIS DI PENDOPO HSS
15. CEKIKIKAN, HANTU MELAYANG DI ATAS SUNGAI
16. ARWAH WANITA PENUNGGU SDN ANGKINANG 2
17. MALAM BULAN PURNAMA DI LOKSADO
18. TERTIDUR DI KUBURAN BELANDA
19. SUNGAI MATI MEMBAWA MATI
20. BERTEMU ARWAH KORBAN PERKOSAAN
21. SUNGAI ANGKINANG MENYIMPAN KEGAIBAN

Ingin mendapatkan bukunya..... ?
Nggak pake lama.....
Hubungi : 087814764906

PANITIA ULANGAN MTsN ANGKINANG 2011/2012

PANITIA 
ULANGAN SEMESTER GANJIL 
DAN 
SEMESTER GENAP
MTsN ANGKINANG
TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012


PENANGGUNG JAWAB : 
M. SYAKHRUL, AB. S.Pd ( KEPALA SEKOLAH )

KOORDINATOR : M. MUKHLIANOR, S.Pd

KETUA : MAWARIAH, S.Pd.I

WAKIL KETUA : Hj. RAHMANIAH, S.Hut

SEKRETARIS I : JAUHARATUNNISA, S.Pd

SEKRETARIS II : LINA HAYATI, S.Pd

BENDAHARA : RUSNAWATI, S.Pd

ANGGOTA :

RATNASARI, S.Pd
MAULIA ULFAH, S.Pd
YENNI PUSPITA DEWI, S.Pd
MUSLIHAN, S.Ag
Drs. A. SAYUTI
NOORFAHMI, S.Pd
HASIATI, S.Ag
A. HAITAMI, S.Pd
SALEH SUAIDI, S.Ag
MARIYANI, S.Pd
BARRATTUTHAQIAH, S.Ag

DITETAPKAN DI ANGKINANG, 5 OKTOBER 2011

PANITIA UAS / UN 2011/2012 MTsN ANGKINANG

PANITIA UJIAN NASIONAL 
MTsN ANGKINANG
TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012


PENANGGUNG JAWAB : 
M. SYAKHRUL, AB. S.Pd ( KEPALA SEKOLAH )

KOORDINATOR : ABDURRAHMAN

KETUA : RUDI, S.Pd

WAKIL KETUA : Ir. DEWI NUZULIAH

SEKRETARIS I : HASIATI, S.Ag

SEKRETARIS II : MUSTHAPA HADI, S.Pd.I

BENDAHARA : M. JAZULI, S.S

ANGGOTA :
WALI KELAS IX A, IX B, IX C, IX D
SAMIDERI
IDA ROYANI
MASLIMAH
NURHASANAH
ATMA FATHANA
AKHMAD HUSAINI


PENGAWAS SILANG KE SLTP LAIN :

NURUL MUSYARRAFAH, S.Ag
BARRATTUTHAQIAH, S.Ag
RABIATUL ADAWIAH, S.Ag
LINA HAYATI, S.Pd
MAWARIAH, S.Pd.I
A. YAMANI, S.Ag
Dra. NURHAMIDAH
SALEH SUAIDI, S.Ag
MUSLIHAN, S.Ag
MARIYANI, S.Ag
M. MUKHLIANOR, S.Pd
A. HAITAMI, S.Pd

DITETAPKAN DI ANGKINANG, 5 OKTOBER 2011
                    

LMPK 2011

Dalam rangka ikut serta mengembangkan minat generasi muda / pelajar terhadap dunia sastra

Perpustakaan Darul Fikri MTsN Angkinang menggelar :

LOMBA MENULIS PUISI KREATIF
( LMPK ) 2011

Buat kamu-kamu yang jago menulis puisi, ngapain disimpan begitu saja bertumpuk dilemari. Lebih baik diikutkan pada LMPK 2011. Biar puas karena selain dapat hadiah kamu juga bakalan jadi penyair beken.

KETENTUAN UMUM



1. Lomba terbuka untuk seluruh siswa MTsN Angkinang
2. Tema puisi bebas
3. Karya puisi harus ciptaan sendiri. Bukan mengambil / jiplakan hasil karya orang lain
4. Puisi ditulis di kertas HVS ( Kertas disediakan panitia ). Bisa ditulis tangan atau diketik komputer
5. Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul puisi
6. Batas pengiriman puisi paling lambat tanggal 19 November 2011
7. Pengumuman pemenang tanggal 22 November 2011
8. Pemenang I, II, dan III akan mendapatkan piagam penghargaan serta hadiah menarik dari panitia pelaksana
9. Ketentuan lain yang tidak tercantum disini dapat ditanyakan langsung kepada Panitia LMPK 2011


Contact Person : 087814764906 ( Bp. Akhmad Husaini )

Ayo Buruan !!! 
Kirimkan puisi karya kamu
jangan sampai terlambat
ke Perpustakaan Darul Fikri MTsN Angkinang
ditunggu !!!

Kegiatan ini olah gawe
Perpustakaan Darul Fikri MT sN Angkinang

didukung oleh :

Sanggar Kreatif Menulis
PenaMusti 18
Hulu Sungai Selatan

Rumah Sastra Kucapa
Kandangan

SKETSA HSS
www.sketsahss212.blogspot.com
Referensi Utama Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Jumat, 16 September 2011

ARUH SASTRA KALSEL VIII 2011 DI BARABAI



Sabtu, 17 September 2011

A R U H  S A S T R A VIII
LESU DARAH

Berangkat bersama rombongan HSS Jum'at (16/9) sore. Bairingan lawan Bp. Zainal Arifin. Menginap di Hotel Bhima II Barabai. Sempat ikut ramah tamah antar sastrawan di Gedung Murakata yang dihadiri Sekda HST IBG. Dharma. Sementara Bupati HST Harunnurasid berhalangan hadir karena menghadiri wisuda anaknya di Surabaya.

ASKS kali ini mengambil tema : Menebar Benih Sastra di Banua Murakata. Pada malam Sabtu tampil pada pagelaran sastra adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah. Menampilkan cerpen karya Sandi Firly.

***

Berada dalam ruang Hotel Bhima II aku merasa sangat asing. Seakan tak ada guna. Minder. Kada kaya urang. 

Semestinya ASKS VIII kali ini aku dapat menampilkan yang terbaik. Berangkat dengan 'tangis darah'.  Iri melihat Kabupaten HSU yang begitu perhatiannya Pemkab setempat terhadap sastrawan. Mereka yang ikut ASKS dilepas pejabat setempat.

Bagaimana dengan HSS ?

***
Sabtu pagi sastrawan HSS Burhanuddin Soebely. A. Syarmidin, M. Radi, dan Aliman Syahrani ikut safari sastrawan ke sekolah-sekolah yang ada di kota Barabai.

Sementara di panggung depan Gedung Murakata kami menyaksikan latihan pagelaran sastra Kabupaten Barito Kuala. Juga ada pembacaan puisi. Yang tampil diantaranya Selvia Stephani dan M. Fuad Rahman.

Rabu, 14 September 2011

SERANGKAI DO'A AKHMAD HUSAINI

Kamis, 15 September 2011

Murahkan rejeki. Ada duit gasan keperluan sehari-hari.

BUKU

Kamis, 15 September 2011

DATU KANDANGAN 
WAN 
DATU KARTAMINA
( Kisah Rakyat Kabupaten Hulu Sungai Selatan Bahasa Banjar )

Penulis :
A. Syarmidin, Iwan Yusi, Hardiansyah Asmail, M. Fuad Rahman, Aliman Syahrani

Kamis, 25 Agustus 2011

CERITA MISTERI



Jum'at, 26 Agustus 2011


MENOLONG KUYANG


Pulang dari menonton mamanda di Desa Mandapai, Kec. Padang Batung, Kabupaten HSS, tanpa ragu Bahrudin ( 28 ) melangkah melintasi jalan menyisir sungai kecil, Udin - sapaan akrabnya - sudah berkali-kali lewat jalan tersebut.


Minggu, 21 Agustus 2011

HSS REALTIME





Senin, 22 Agustus 2011


JALAN ANGKINANG - TELAGA LANGSAT
RUSAK PARAH

Warga di dua kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengeluhkan kondisi jalan antara Pasar Angkinang ( Kecamatan Angkinang ) hingga Desa Mandala ( Kecamatan Telaga Langsat ). Pasalnya ruas jalan sepanjang kurang lebih 5 Km itu cukup parah dan memprihatinkan. Berlubang, banyak batu yang menonjol ke permukaan, aspal terkelupas dan anjlok.

Puluhan tahun tak pernah tersentuh tangan pemerintah. Bahkan saat HSS dibawah kepemimpinan Bupati HM Safi'i tak ada tanda-tanda diperbaiki. " Mereka lebih mementingkan yang lain. Lebih mendahulukan tanah kelahiran untuk dibenahi insfrastrukturnya, " keluh warga.

Pengguna jalanpun terganggu. Titik-titik kerusakan terdapat di : Simpang Tiga Desa Mandala, Depan Pekuburan Muslimin, Gala-Gala, Mandampa, Sungai Hanyar, dan Depan Kantor PDAM IKK Angkinang.

Kondisi terparah ada di Desa Mandampa dan Sungai Hanyar. Jalan tahantak (anjlok/amblas) beberapa meter. Sehingga pengguna jalan harus ekstra hati-hati ketika melewatinya.

Ketidaknyamanan dialami Manda, seorang pelajar SMA di Kandangan. Ia mengaku tiap hari melewati jalan tersebut. Rasa was-was kerap menghantui pikirannya.

" Jangan-jangan nantinya ban motor saya bocor. Karena kondisi jalan yang tidak bersahabat tersebut. Ada batu yang menonjol, berlubang, dan aspalnya terkelupas, " ujar pelajar yang tinggal di Telaga Langsat itu. Manda pernah tidak masuk sekolah gara-gara ban motornya bocor. Akibatnya rencana sekolah jadi terhambat. Ia juga pernah tabrakan dengan pelajar lainnya gara-gara menghindari lubang di tengah jalan.

Kalau tidak ditangani dengan segera, tidak menutup kemungkinan jalan Angkinang - Telaga langsat bakal terancam putus. Ini tentu akan lebih merugikan lagi. Secepatnya pihak terkait di Pemkab HSS menangani masalah yang satu ini. Entah sampai kapan hal ini akan berlangsung. Seakan terjadi semacam pembiaran oleh Pemkab HSS.

" Jangan jalan ampah ka Nagara haja nang mulus. Mantang-mantang Bupatinya urang Nagara. Kami gin handak jua marasai jalan nang mulus wan baaspal hotmix. Nyaman malancarakan parikunumian di dua kacamatan, " harap warga.

Adakah kepedulian Pemkab HSS dengan masalah ini ? Jangan anaktirikan Kecamatan Angkinang dan Telaga Langsat ! Mereka juga adalah bagian dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan.


Senin, 08 Agustus 2011

SURAT-SURAT CINTA MARIATUL QIBTIYAH ( ATUL ) 2006




Selasa, 9 Agustus 2011

Surat ini dikirim MQ : Rabu, 1 Maret 2006

( Mariatul Qibtiyah, Siswi Kelas VIII C MTsN Angkinang Tahun Pelajaran 2006/2007, tinggal di Desa Tawia Kec. Angkinang)


Yth : Kakaku Nang Bungas
Raja Angkinang
" Angkinang Rumah Mintuha "

Assalammu'alaikum Wr. Wb.

Yang pian sarikkah wan ulun bila ulun masuk tarus ka perpus. Ulun tasinggung waktu mambaca tulisan di dinding perpus nang bunyinya " Niat Hatiku Masuk Ingin Membaca "

Maka masi ulun masuk bapander, bacaramin, itu banarai nang ulun gawi. Amun mainjam buku jarang banar. Jangan sariklah ulun batakun banarai.

Yang amun pian kada baduit kaena haja gin mambayari hutang anu ulun. Kada tapakai juaha. Simpani ha dahulu.

Yang kanapa pian baucap " Lelaki itu memang sakit barangnya " Napa garang arti " Sakit barangnya " ?

Pian itu talalu marandahakan diri. Bapadah rumah buruk tapi ujar bagiannya pian hanyar baulah rumah. Kita sama haja kada ada nang sugihnya. Ulun nih marasa paling miskin diantara sapakawanan. Tapi ulun syukuri ai. Inya dasar kaya ini sudah hidup ulun. Handak banar padahal ulun bajalanan. Tapi kadada baisian sapida mutur. lagi ada abah, adaai sapida mutur. Tapi imbah abah maninggal dijual oleh kaka, waktu ulun baumur 10 tahun.

Mama ada manukar sapida mutur, tapi kasian malihat acil jadi dijurung. Tapi kaena Insya Allah apabila ulun lulus di MTsN Angkinang ulun cagar ditukarakan mama. Do'a akan Pa'lah supaya lulus.

Sabujurannya ulun kada handak kahilangan pian. Ulun sayang banar wan pian. Ulun mohon pian selalu setia wan ulun sampai kapanpun.

Hidup ulun tarasa hampa tanpa pian. Jangan tinggalakan ulunlah ? Ulun selalu menunggu pian. Kanapa yu ulun kaganangan pian tarus. Sampai-sampai ulun kulir banar bagawian di rumah.

Mama manakuni kanapa ? Ulun jawab kada bisa kada maingat wan urang Angkinang ujar ulun tih.

Pian pang kaganangan taruslah wan ulun ? Mana bukti pian cinta wan Bidadari Tawia ? Kanapa pian manulis Lelaki Yang Resah ? Urangti jangan resah. Napa garang nang pian pikirakan jadi sampai resah ? Kalu ulun kawa mamikirakan wan maatasiakan. Balas Ka lah?

Wassalam

Adienx Atul

Jumat, 05 Agustus 2011

LOKSADO THE EXPLORER




KEADAAN UMUM

Loksado adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Memiliki luas wilayah 228 Km/2 yang terbagi atas beberapa desa.

Desa Loksado adalah sebagai pusat pemerintahannya berjarak sekitar 39 Km dari kota Kandangan atau 147 Km dari Banjarmasin.

Kecamatan Loksado terletak pada bagian timur Kabupaten HSS atau apad sisi barat pegunungan Meratus. Tepatnya di jantung Provinsi Kalimantan Selatan yang berbatasan : sebelah utara dengan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sebelah selatan dengan Kabupaten Tapin. Sebelah timur dengan Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Banjar. Sebelah barat dengan Kecamatan Padang Batung (HSS).

Sebagian besar wilayahnya adalah berbukit dengan ketinggian antara 200-1.500 m dari permukaan laut. Bersuhu udara antara 20-30 derajat celcius yang mana ditumbuhi oleh hutan belantara, padang ilalang, sawah tegalan,dan perkebunan rakyat.

Dari pegunungan tersebut mengalir sebuah sungai yang cukup deras, yaitu sungai Amandit dengan jeram-jeramnya yang disukai oleh wisatawan untuk bertualang.



PENDUDUK DAN BUDAYA

Penduduk Loksado terdiri dari etnis Bukit (pendudukasli) dan etnis Banjar yang telah lama menetap disana, adalah mayoritas penduduknya, sedangkan yang lainnya hanya berjumlah sekitar satu persen.

Sekitar 50 % dari total penduduknya beragama Islam,kemudian disusul oleh Kaharingan sekitar 42 % dan sisanya adalah Kristen sekitar 8 %.

Etnis Bukit tersebut biasanya tinggal dalam Balai. Yaitu rumah panggung yang besar dan didiami oleh beberapa kepala keluarga (antara 7 hingga 40 kk).

Bahasa Bukit atau biasa disebut dengan bahasa Balai adalah bahasa yang dipakai setiap hari terutama dengan sesama etnis. Sedangkan bahasa Banjar dan bahasa Indonesia dipakai untuk berkomunikasi dengan orang luar / pendatang, atau di sekolah-sekolah.

Upacara adat biasanya 3 kali dalam setahun. Yaitu berupa upacara ritual untuk memohon keberuntungan atau puji syukur menurut kepercayaan yang mereka anut, Kaharingan. Dari semua upacara tersebut yang paling meriah adalah upacara sehabis panen yang disebut dengan Aruh Ganal (Bawanang). Dilaksanakan sekitar bulan September, dan merupakan slah satu kalender even pariwisata Kalsel.



FLORA DAN FAUNA

Kawasan Loksado memiliki hutan primer yang banyak ditumbuhi pepohonan dan kayu-kayuan yang beraneka ragam dan jenis.

Jenis pohon yang tumbuh di wilayah ini adalah : meranti, sungkai, ulin, karet, kayu manis, dan jenis pohon buah-buahan serta aneka jenis bunga anggrek.

Di dalam hutan tersebut juga hidup berbagai jenis satwa : kijang, kancil, macan, beruang, aneka jenis kera termasuk bekantan, satwa melata dan jenis burung seperti raja udang, enggang, ayam hutan, dsb. Begitu pula dengan kupu-kupu banyak terdapat dengan aneka warna yang menawan.



UPACARA ADAT

Upacara ini dilaksanakan 3 kali dalam setahun. Pertama saat padi sedang tumbuh. Kedua setelah panen. Ketiga setelah panen raya sekaligus menyiapkan ladang untuk tanam pada saat musim hujan tiba.



ARUNG JERAM/ BALANTING PARING

Arung jeram dengan rakit bambu di sungai Amandit adalah puncak dari kegiatan perjalanan setelah beberapa hari di Loksado. Kegiatan ini paling banyak disukai oleh wisatawan. Paling mengesankan.

Ada beberapa lokasi yang bagus untuk memulai perjalanan dengan tingkat kesulitan dan waktu tempuh yang bervariasi tergantung keinginan wisatawan tersebut.


AIR PANAS TANUHI

Tempat ini adalah berupa kolam pemandian umum. Menarik untuk dikunjungi pada hari-hari libur. Terletak di Desa Tanuhi sekitar 32 Km dari kota Kandangan. Ada shelter untuk beristirahat, kolam berendam, tempat ganti pakaian, damn tempat parkir.



BALAI MALARIS

Balai Malaris adalah balai yang paling besar diantara balai lain yang ada di Loksado. Balai ini dihuni sekitar 40 kepala keluarga. Berjarak sekitar 2,5 km dari Loksado. Tidak jauh dari balai ini terdapat sebuah bendungan pembangkit tenaga listrik dan sebuah riam untuk mandi ria, yakni Riam Barajang dan Riam Anai.



BALAI KAMIRI

Balai yang satu ini tidak jauh berbeda dengan Balai Malaris. Hanya saja Balai Kamiri terdapat teras pada sekeliling bangunan dan memiliki jumlah 26 kepala keluarga. Dari lokasi ini kita dapat menyaksikan panorama alam pegunungan. Jaraknya sekitar 3 km dari Loksado. Dapat dicapai dengan kendaraan roda dua atau berjalan kaki.


BALAI PADANG

Ini adalah berupa bangunan tempat kediaman etnis Bukit yang berbentuk persegi panjang, dengan beberapa kamar tidur ( sekitar 16 ) pada sekelilingnya. Mempunyai ruang tengah yang berfungsi sebagai tempat bermacam kegiatan.

Sekarang Balai ini sudah berubah fungsi (tidak dihuni lagi). Hanya dipakai apabila ada kegiatan seperti upacara adat dan pertemuan, maupun tempat para tamu menginap.

Terletak di Desa Malinau pada jalur ke Batulicin. Dapat ditempuh dengan mobil sekitar 35 Km dari kota Kandangan.

Sekitar 20 menit berjalan kaki dari balai terdapat sebuah air terjun yang mempunyai legenda. Dengan tanaman buah-buahan di sekitarnya.



MONUMEN 17 MEI 1949

Terletak di Desa Mandapai Kecamatan Padang Batung. Berjarak sekitar 10 Km dari kota Kandangan. Monumen ini menyerupai bentuk perahu. Terdapat relief tentang perjuangan rakyat Kalimantan.

Pada tanggal 17 Mei 1949 diproklamirkan kemerdekaan wilayah Kalimantan dari penjajah Belanda oleh Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan yang dipimpin Brigjend. H. Hassan Basry.

PERNIK RAMADHAN 1432 H



WARUNG PENCOK
MARAK DI HSS

Ada yang menarik dan berbeda di Hulu Sungai Selatan pada bulan Ramadhan. Yakni hadirnya warung pencok (rujak). Dengan mudah kita akan menemui warung pencok di tepi jalan sepanjang Jalan A. Yani di kota Kandangan.

Namun warung pencok di beberapa desa yang ada di sejumlah kecamatan yang lebih diminati. Sebabnya, meskipun jajanan ini tak hanya ada di bulan Ramadhan namun ngerujak di bulan puasa terasa berbeda.

Selain buahnya lebih lengkap, karena memasuki Ramadhan biasanya musim buah juga karena pedagangnya spesial. Maklum yang jualan adalah gadis manis, kembang desa.

Penjual pencok itu kebanyakan masih berusia muda. Uniknya, mereka berjualan sambil berharap mendapatkan jodoh di bulan Ramadhan.

" Makanya tak heran setelah lebaran, banyak gadis-gadis itu yang dilamar orang," tutur seorang warga.

Pembeli yang datang adalah para pemuda dari kecamatan lainnya. Bahkan ada juga dari kota Kandangan. Usai shalat tarawih mereka ramai-ramai mendatangi warung pencok.

" Tak lengkap rasanya kalau tak mampir dulu ke warung pencok," kata Rahmat, salah seorang pengunjung warung.

Sepengetahuan Rahmat, menjamurnya warung pencok di bulan Ramadhan dengan pelayannya gadis cantik di daerah ini sudah merupakan tradisi lama.

" Ini trik para orangtua agar anak gadisnya mendapat jodoh dan menikah usai lebaran," ujar Rahmat.

Tak hanya di Kandangan, sebutnya di kabupaten lain juga banyak. Namun di daerah ini kebiasaan itu seolah menjadi agenda tahunan. Masyarakat sendiri, mengakui sangat senang dengan keberadaan warung pencok itu.

" Kalau saya biasanya ngerujak biar segar aja, kan kita perlu makan buah-buahan, apalagi selama puasa kita perlu banyak pasokan vitamin yang banyak terdapat pada buah-buahan segar," kata Inas, warga lainnya panjang lebar.

Soal dijadikan ajang cari jodoh, penjual juga tak keberatan. " Itu sah-sah saja, asalkan selama perkenalan mereka bersikap sopan dan tak melanggar norma aqidah Islam serta tak menodai kekhusuan Ramadhan," kata Erna, seorang penjual pencok di Angkinang.

Sementara rekannya Rina, meskipun menepis berjualan untuk mencari jodoh, namun ia mengaku tak keberatan kalau memang jodoh di warung pencoknya.

" Saya berjualan karena tradisi saja. Hitung-hitung sambil cari rejeki di bulan puasa, " kilah perempuan hobi nyanyi ini.

SKETSA PROMOTION 2011

Sabtu, 6 Agustus 2011


Ingin lebih dekat dengan objek wisata serta tempat menarik lainnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ?

Ingin mengetahui perkembangan Kabupaten HSS terkini ?

Sukseskan Gerakan Menanam Untuk Loksado 2011

Mohon jangan merusak kawasan ini

Mari kita ikut serta menjaga kawasan ini agar tetap lestari

Click On :

www.sketsahss212.blogspot.com

HSS EXTRAVAGANZA 2011

Sabtu, 6 Agustus 2011



Area I : Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bakti Banua

Area II : Tugu Ni'ih

Area III : Air Terjun Riam Barajang / Riam Anai

Area IV : Air Terjun Kilat Api

Area V : Air Terjun Haratai

Area VI : SDN Loklahung

Area VII : Masjid Istiqamah Kandangan

Area VIII : Kantor Perpustakaan Dokumentasi dan Arsip Daerah HSS

Area IX : Warung Amandit

Area X : Warnet Saraba

Minggu, 10 Juli 2011

LOKSADO RUMAH KEDUAKU

Air Terjun Riam Anai




Gunung Kantawan dan Sungai Amandit



Senin, 11 Juli 2011

MENCARI SUNYI
MEMBERI HATI
MENGUBUR MIMPI

Minggu (10/07/2011) aku kembali ke Loksado bajalanan. Tulak landung imbah sambahiyang Dzuhur. Kami baampat. Aku, Amud, Rizal, dan sepupunya Ela, urang Muara Teweh nang sakulah di SMAN 1 Angkinang.

Tujuan kali ini adalah Air Terjun Riam Anai dan Tugu Proklamasi 17 Mei 1949 di Niih.

BAKALAYANGAN 2011


Bosan dengan aktifitas keseharian yang menjenuhkan ? Bawa saja setiap sore ke Jalan Awang Bakarung menuju Desa Telaga Sili-Sili Kec. Angkinang, Kab. HSS. Disana rame banar urang bakalayangan tuha anum. Kaya pasar...............!




Di tengah sawah




Mengudara

MEMANCING HOBI YANG MENGASYIKKAN DAN MENGHASILKAN



Senin, 12 Juli 2011

Sebagian besar warga di Hulu Sungai Selatan terutama kaum laki-laki hobi memancing. Baik itu sekedar hobi atau juga sudah menjadi mata pencaharian. Mereka yang mengeluti pekerjaan ini bermacam-macam seperti petani, guru, PNS, dsb.

Yang pasti dimana-mana mereka selalu ngobrol tentang memancing ikan. Tidak saja di warung tapi juga di pasar bahkan di tempat kerja. Mereka bicara mengenai tempat memancing ikan yang ramai didatangi orang. Juga hasil yang banyak dan ikannya besar-besar.

Menurut Suryani, salah seorang maniak mancing di Angkinang, biasanya para warga memancing ikan jenis papuyu (betok) dan haruan (gabus). " Yang paling digemari memancing ikan haruan, karena hasilnya cukup memuaskan, " ujar Isur, sapaan akrabnya.

Memancing ikan haruan juga sering disebut dengan mamair. Sedang umpan yang digunakan adalah kodok ukuran kecil. Sementara ukuran alat pancingnya tentu lebih besar dari joran papuyu.

Ketika memancing yang harus dibawa adalah keranjang, umpan, dan unjun pair. Menariknya karena hobi bagaimanapun beratnya medan tempat memancing tetap didatangi karena ramai ikan yang mematuk. Tak ada dikenal kata lelah.

Persediaan umpan yang banyak dan kawat harus diperhatikan. Agar tidak menyulitkan di belakang nanti. Ada semacam kepuasan batin dan kebanggaan bila kita mampu mendapatkan ikan yang terlalu besar ukurannya. Kepuasan akan makin bertambah kala melepas ikan dari kawat dan memasukannya ke dalam keranjang.

Pemancing ikan haruan di daerah ini banyak digeluti oleh warga yang berusia dewasa. Adapula yang sudah tua karena sudah berpengalaman. Seakan merekalah pakar memancing.

Memang bakat memancing ikan itu adalah keturunan. Persis apa kata peribahasa, buah tak akan jauh jatuh dari pohonnya. Kalau sang ayah pemancing ikan tentulah anaknya akan menjadi pemancing ikan pula. Karena memang sudah menjadi hobi. Daerah yang jauh sekalipun akan mereka datangi. Itulah penghobi memancing ikan yang ada di HSS.

Mereka berangkat secara rombongan menuju tempat memancing. Kalau jauh tujuannya mereka akan bermalam. Bila dekat maka paling lambat tengah malam mereka akan kembali pulang ke rumah.

Daerah tujuan yang sering didatangi seperti Bangkau, Nagara (HSS), Babirik, Danau Panggang (HSU), Batakan (Tanah Laut), sampai ke Pasir (Kaltim).

Dengan membawa tenda untuk bermalam di tempat pemancingan yang dituju. Karena pada malam hari biasanya ikan haruan yang dipancing sering mematuk. Sehingga hasil yang diperoleh akan lebih banyak. Juga ikan haruannya besar-besar.

Hasil memancing ini biasanya dibawa pulang ke rumah. Nantinya akan dijual atau dikonsumsi sendiri. Agar tahan lama bisa dibuat ikan kering yang disebut dengan garih haruan.

Semua itu merupakan peluang usaha bagi kita semua. Tinggal pilih. Daripada menganggur lebih baik digunakan ke hal yang bermanfaat. Seperti memancing ikan. Ambillah pancing dan datangilah tempat pemancingan yang banyak ikannya. Hasil yang cukup memuaskan tentu sangat diharapkan.


Kamis, 07 Juli 2011

HUMAN INTEREST FHOTO'S 2011

Kerja Keras



Semangat



Pulang



Tidur Malam




Sebentar Saja

Pengedar Sabu Dibekuk



Gara-gara SMS, Obiet (41) warga Desa Ampah Kalteng dan Rafie (34) warga Jalan 9 Oktober Pekauman Banjarmasin diringkus dan ditahan aparat Polres Hulu Sungai Selatan.

Penangkapan mereka pada Rabu (6/7/2011) itu, menurut Kasat Narkoba AKP Bambang Irianto, bermula saat pihaknya menerima informasi bahwa Obiet yang mengendarai mobil Avanza dan membawa sabu hendak ke Kandangan.

" Saat itu Obiet berada di Binuang. Polisi pun melacaknya ke Binuang. Di sana dia dinyatakan mengadakan transaksi narkoba," ujar Bambang Irianto.

Setelah dipastikan memasuki Kandangan, tim satnarkoba langsung berkoordinasi dengan markas. Pencegatan pun dilakukan di depan Mapolres HSS, Senin (4/7/2011) sekitar pukul 02.00 Wita.

Begitu mobil target muncul, petugas langsung melakukan pencegatan. Obiet rupanya sudah mengantipasi munculnya aparat di hadapan dengan membuang bungkusan SS seberat 10 gram ke luar mobil.

Tapi petugas yang sudah menguntit pergerakannya, tak terkecoh begitu saja. Meski saat penggeledahan tak ditemukan barang bukti, polisi menemukan petunjuk dari SMS di handphone Obiet. Pesan-pesan itu mengarah pada aktivitasnya sebagai pengedar SS.

Petugas lalu melakukan penyisiran dan akhirnya menemukan bungkusan SS yang tergeletak di tepi jalan tak jauh dari penyergapan. Awalnya tersangka tak mengaku SS tersebut miliknya. Tapi setelah SMS di ponselnya diperlihatkan, tersangka akhirnya tak berkutik.

"Dia juga mengaku hendak mengedarkannya ke Tanjung," kata Bambang.

Temuan inipun dikembangkan. Hasilnya, polisi menangkap Rafie yang hendak mengedarkan SS di Angkinang. Lokasi transaksi tersangka cukup sulit dilacak. Pasalnya tersangka berpindah-pindah sampai akhirnya terlacak transaksi berlangsung di sekitar jembatan Muara Tawia.

Petugas yang sudah menyakini tersangka membawa paket sabu seberat 5 gram langsung melakukan penyergapan. Sebagaimana diduga, saat digeledah sabu tak berada di badan.

Tapi mata jeli petugas melihat mata tersangka seringkali menatap sebongkah batu di halaman rumah warga. Ketika batu dibuka, ternyata ditemukan bungkusan berisi sabu.

Meski demikian, tersangka menolak mengakuinya. Tapi setelah diperlihatkan isi SMS di ponselnya, tersangka juga tak berkutik.

"Pengembangan kami terputus. Kedua tersangka resmi ditahan sejak Rabu (6/7/2011) dengan keseluruhan barang bukti seberat 15 gram," ucap AKP Bambang.

WABUP HSS KUNJUNGI PUSKESMAS SUNGAI RAYA



Puskesmas Sungai Raya dan Puskesmas Batang Kulur merupakan 2 (dua) buah Puskesmas yang ada di Kecamatan Sungai Raya dan melingkupi pelayanan masyarakat yang tersebar di 18 desa.

Pelayanan kesehatan pada masyarakat menjadi tugas pokok utama dari Puskesmas, sehingga hal tersebut harus ditunjang dengan petugas kesehatan yang terampil dan berpengetahuan di bidang kesehatan. Sebagai salah satu unit pelayanan publik, aparatur di Puskesmas haruslah mempunyai kedisiplinan kerja yang tinggi, karena apabila diperlukan untuk penanganan bidang kesehatan harus dalam waktu segera dilakukan.

Demikian pada Rabu (6/7) siang pukul 12.00 Wita di Puskesmas Sungai Raya Wakil Bupati HSS H. Ardiansyah, S. Hut menyampaikan dihadapan aparatur bidang kesehatan, baik yang bertugas di Puskesmas Batang Kulur maupun yang bertugas di Puskesmas Sungai Raya sendiri.

Juga diajaknya untuk bersyukur karena diberi tugas sebagai abdi masyarakat, khususnya tugas mengabdi di bidang kesehatan, kerja petugas kesehatan tidak mengenal waktu, karena ini menyangkut dengan jiwa seseorang, terlambat sedikit memberi pertolongan taruhannya adalah nyawa.

Wakil Bupati juga pada kesempatan tersebut menerima laporan dari pimpinan Puskesmas, baik Puskesmas Batang Kulur Hj. Laila maupun dr. Erni untuk Puskesmas Sungai Raya, bahwa kegiatan di Puskesmas utamanya melaksanakan pelayanan kesehatan di Puskesmas sendiri, maupun melakukan kegiatan kesehatan keliling dan juga di desa – desa di Kecamatan Sungai Raya terdapat bidan desa, yang selalu siap untuk melayani masyarakat.

RAKOR DI KECAMATAN ANGKINANG



Beberapa permasalahan layanan publik di unit kerja pelayanan menjadi sorotan dalam laporan hasil rapat Komisi Independen Pemantau Pelayanan Publik (KIP3) Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang dibacakan oleh Inspektur Kabupaten Hulu Sungai Selatan Drs. H. M. Ideham, M. AP, namun tidak hanya berkenaan dengan pelayanan juga pada kesempatan tersebut terdapat beberapa keluhan akan infra struktur, misalnya jalan yang longsor di jalan yang menghubungkan Desa Sungai Pinang dengan Desa Habirau, jalan yang menghubungkan Kelurahan Kandangan Barat dengan Desa Sungai Kupang.

Laporan tentang rencana kunjungan Menteri Pertanian RI Dr. Ir. Suswono, MMA beserta rombongan ke Desa Kayu Abang Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Ir. H. Ruhaimi Alman, yang juga ditambahkannya bahwa kedatangan Menteri Pertanian tersebut akan melakukan launching pemberian benih padi rawa.

Rakor Bulan Juli yang diadakan di Aula Kantor Camat Angkinang ini Kamis (7/7) dipimpin langsung oleh Bupati HSS Dr. H. Muhammad Safi’i, M. Si dan dihadiri oleh Wakil Bupati HSS H. Ardiansyah, S. Hut, Sekretaris Daerah Kabupaten HSS Drs. H. Achmad Fikry, M. AP, para pimpinan SKPD, Camat, Kepala Bagian Sekretariat Daerah dan pimpinan BUMD yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Laporan Kepala Dinas Kessos dan PB Kabupaten Hulu Sungai Selatan Drs. H. Muhyanie Rizalie, M. Si akan kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD nya, yaitu yang sekarang ini menjadi kebanggaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yaitu Program Ampih Miskin.

Juga laporan dari beberapa Camat, yang utamanya terhadap keadaan memasuki musim kemarau, bahwa telah dilakukan antisipasi kerawanan yang terjadi pada musim kemarau, misalnya seruan kepada masyarakat untuk berhati – hati terhadap bahaya kebakaran.

Kepala Bappeda Kabupaten Hulu Sungai Selatan Drs. H. M. Yusuf Effendy, M. AP melaporkan bahwa SKPD nya telah mempersiapkan bersama SKPD lain yang terkait untuk kegiatan Pameran Kal – Sel Expo yang akan diselenggarakan dari tanggal 9 sampai dengan 15 Juli 2011 di Lapangan Murjani Banjarbaru, juga akan dilaksanakan uji publik terhadap Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2005 s/d 2025 pada Senin (11/7) di aula Ramu Kantor Bupati HSS.

Sedangkan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Ir. H. Royama Basyuni melaporkan bahwa adanya penyetruman ikan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, namun untuk penanganannya telah dilakukan koordinasi dengan fihak yang terkait, antara lain Kepolisian HSS.

SKETSA CURHAT

Akhmad Husaini
Urang Angkinang Nang Katuju Menulis




Jum'at, 8 Juli 2011


DARI WAKTU KE WAKTU


Menunggu jawaban darimu. Akankah kebenaran itu ada. RCTI pembohong. Tayangan Silet tentang meninggalnya KH. Zainuddin MZ kada tuntas. Iklan malaham beberapa kali ulang. Mamuyaki. Sakalinya paampihannya sinetron.

Bahiraan. Layar sentuh. AWI : Aliansi Wartawan Indonesia, lahir 11 tahun yang lalu di Jakarta. AWI Award tiap lima tahun sekali digelar. Apresiasi tokoh terhadap pers. Ketua AWI R. Mustapa.

Tak ada jawaban. Kenapa ? Sariki ha ulun . Karena ulun salah. Rinda Ambin kawin, aku kada saruan. Kararamean. Aur tarus. Berterusteranglah. Kada katahanan lagi nah.

Napa kada mambalas sms Bapa, aurkah ? Benar-benar sunyi yang harus kujalani. Kalau dibalas memberi harapan ?

Aku akan terus menunggu. Kada ikhlas memberi. Kecanduan seks. Lingkaran malam penuh nista. Enak dipandang. Tidak membosankan. Omong doang. Menikmati siang di sudut kota Kandangan. Oh indahnya dunia. Duit banyak ? Tak banyak bicara.

Senin, 04 Juli 2011



SIAPKAN HAUL
BRIGJEND H HASSAN BASRY

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada tanggal 14 Juli 2011 mendatang akan menggelar Haul wafatnya Pahlawan Nasional Brigjend H Hassan Basry di Pendopo Kabupaten HSS. Haul yang dilaksanakan ini adalah sebagai ungkapan terima kasih pemerintah kepada Almarhum yang telah menyumbangkan baktinya kepada Negara Republik Indonesia Khususnya Kabupaten HSS. Selain itu, secara kebetulan Brigjend H Hasan Basry merupakan putra daerah Kabupaten HSS yang dilahirkan di Kota Kandangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten HSS Drs Achmad Fikry, membenarkan bahwa pemerintah daerah dalam waktu dekat ini akan menggelar haul Brigjend H Hassan Basry.

“Benar kita akan gelar haul sebagai ungkapan terima kasih, selain itu kita juga akan menetapkan waktu haul tersebut, agar kedepannya terus dapat dilaksanakan di kabupaten,” ujarnya.

Menurut Sekda HSS, selama ini hanya peringatan hari kemerdekaan Tentara ALRI yang diperingati, sedangkan hari wafatnya Brigjend H Hasan Basry tidak pernah diperingati. " Nah, agar bisa dikenang dan mengingatkan pada generasi yang akan datang, maka haulan ini dapat menjadi cerita bagi keberlangsungan sejarah siapa pahlawan Nasional yang ada di kabupaten HSS," ujarnya.

Dari keterangan Sekda ini juga diketahui, bahwa apa yang akan dilakukan pemerintah daerah dengan haulan ini, adalah semata-mata untuk membangun dan mengenang sejarah perjuangan Hasan Basry.

Dengan adanya haulan yang direncanakan ini, diharapkan kedepannya dapat membekas pada jiwa generasi muda yang ada di Kabupaten HSS.


RAPAT KOORDINASI AMPIH MISKIN DI ANGKINANG

Lebih besar pasak daripada tiang, ini adalah pepatah yang sangat tidak mungkin dipakai apabila berhadapan dengan program pengentasan kemiskinan. Sebagaimana di Kabupaten Hulu Sungai Selatan pengentasan kemiskinan ini adalah dengan melakukan kegiatan yang terpadu dalam penanganan kemiskinan terhadap warga masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Penanganan yang terpadu ini disebut dengan Program Ampih Miskin yang dilakukan secara berlanjut pada Rumah Tangga Sasaran (RTS). Program spesifik yang dilakukan oleh Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini membedah kemiskinan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan melihat latar belakang kemiskinan yang terjadi pada Keluarga tersebut, kemudian memberikan solusi yang tepat untuk menjadikan peningkatan pada pendapatan RTS tersebut.

Program Ampih Miskin yang diluncurkan tepat pada Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2010 ini, setelah dilakukan rehab atau pembangunan terhadap rumah pada RTS tersebut, maka dilanjutkan dengan dilakukan Rapat Koordinasi, yang tujuannya untuk mengetahui solusi apa pada masing – masing RTS agar mereka terlepas dari sebutan miskin.

Baru-baru tadi untuk kesekian kalinya dilakukan Rapat Koordinasi Ampih Miskin di Kecamatan Angkinang, tepatnya di sekitar rumah Ibu Norsiah Desa Bamban Utara. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Hulu Sungai Selatan Dr. H. Muhammad Safi’i, M. Si yang dihadiri oleh para pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Camat Angkinang, unsur Muspika Angkinang, masyarakat sekitar RTS dan juga semua RTS penerima bantuan rehab rumah tahun 2010 dan tahun 2011 di Kecamatan Angkinang.

Camat Angkinang pada awal rakor melaporkan bahwa RTS penerima bantuan rehab rumah di Kecamatan Angkinang sebanyak 21 RTS, yaitu tahun 2010 sebanyak 2 RTS dan 19 RTS untuk tahun 2011, dengan sumber dana dari APBD sebanyak 12 buah dan 9 buah sumber dana APBN, juga ditambahkan oleh Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Hulu Sungai Selatan, bahwa secara keseluruhan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk realisasi pemugaran rumah tidak layak huni ini untuk sumber dana APBD sudah sebesar 61 % sedangkan untuk dana APBN sebesar 69 %.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Hulu Sungai Selatan dihadapan 21 KK RTS untuk Kecamatan Angkinang mengajak agar mensyukuri apa yang telah dilakukan berupa rehab atau pembangunan rumah mereka, kemudian meminta agar kesempatan sekarang benar – benar dimanfaatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan secara terpadu akan membuat solusi supaya mereka terbebas dari sebutan kemiskinan, juga mereka harus memiliki niat dan semangat untuk hidup lebih baik.

SKPD yang terkait dengan pemberian solusi pada penanganan kemiskinan ini, diminta Bupati agar juga mengawal sehingga tidak saja memberikan kebutuhannya, namun juga perlu pembimbingan.

Beberapa KK RTS ada yang akan beternak itik, ada yang dulunya masih jadi penyewa becak, lalu diberikan becak menjadi miliknya, ada yang dilatih dan diberikan alat pertukangan, juga ada yang diberikan modal usaha membuat kue, modal usaha dagang. Juga yang sangat diperhatikan Bupati adalah keberadaan anak – anak dari RTS agar diberikan bea siswa oleh SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Diakhir kegiatan rakor tersebut Bupati mengajak agar penanganan kemiskinan ini menjadi tanggungjawab bersama, baik pemerintah, masyarakat maupun fihak lainnya.