Jumat, 06 Januari 2012

Perjalanan Akhir Tahun

Sabtu, 7 Januari 2012



Inilah perjalanan yang kesekian kali saya ke Banjarmasin. Menemani kawan di tsanawiyah. Ada yang dia cari.

Di mobil selain saya juga ada isteri dan anak teman saya. Juga teman saya di tsanawiyah lainnya, seorang perempuan dengan anaknya. Jadi di mobil kami berempat ditambah dua anak jadi enam orang. Sebetulnya ada seorang lagi teman saya yang mau ikut. Tapi anaknya sakit jadi batal ikut.

Berangkat dari Kandangan sekitar pukul 07.00 Wita. Bertepatan dengan hari Natal bagi umat Kristiani dan akhir tahun 2011.

Di Binuang kami singgah, sarapan. Saya makan nasi putih dan telur masak habang. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan.

Kali ini tujuan ke Water Boon Pesona Modern, Gambut. Tiket masuk per orang Rp.60 ribu. Dapat kupon undian yang berhadiah satu unit mobil Hyundai 110, 12 unit Honda Revo, dan 12 unit sepeda. Di undi perbulan dan pertahun. Saya mendapat nomor kupon 194460. Ketentuan program undian. Pajak 25 % ditanggung pemenang. Hadiah mobil dan motor dalam kondisi off the road. Semua transaksi kelipatan Rp.30.000,- mendapatkan 1 (satu) kupon undian. Program undian berhak diikuti oleh setiap pengunjung Water Boom Pesona Modern. Isi data pada kupon undian dan masukkan ke tempat yang telah disediakan. Periode undian berlaku dari bulan Juni 2011 – Juni 2012. Kupon undian akan diundi perbulan dan pertahun. Bagi yang kurang beruntung di pengundian bulanan masih ada kesempatan dipengundian pertahun. Hadiah perbulan : 12 unit motor dan 12 unit sepeda. Hadiah pertahun : 1 unit mobil. Pengundian akan dilakukan di lokasi Water Boom Pesona Modern dengan disahkan oleh petugas dari Dinas Sosial dan Notaris yang juga akan menentukan sahnya undian. Dari Dinas Sosial sudah mengeluarkan surat izin untuk merekomendasi undian berhadiah di PT. Bumi Alam Persada. Pemenang undian yang tidak hadir dan tidak berada dalam area Water Boom Pesona Modern pada saat pengundian berlangsung dianggap gugur. Kegiatan ini didukung oleh Hyundai dan Trio Motor.

Disini saya benar-benar merasa sangat rendah diri. Disini tempat orang-orang berduit. Bukan tempat saya. Saya hanya jadi penonton. Melihat orang-orang beserta anggota keluarga bermain arena air. Ada seluncuran, kolam renang, flying , dsb. Di sudut lain ada pentas band. Terasa sangat minder saya berada disini. Teman-teman saya bersama anaknya ikut bermain air. Sementara saya duduk di tempat santai. Menyaksikan hal yang cukup merajut isi hati. Saya tak ingin lama-lama berada disini.

Setelah dari Water Boom kami meneruskan ke Banjarmasin. Singgah di Terminal Km.6. Teman saya ingin beli tiket bus ke Balikpapan. Namun ada kendala. Banyak calo. Kami kabur. Tak ingin banyak masalah.

Rencana berikutnya ke Jembatan Barito. Melewati jalanan yang rusak parah. Bahkan ditemui dekat sebuah jembatan, ada lobang besar menganga. Malam hari sangat membahayakan kalau diewati. Melewati Jembatan Barito terus ke Anjir Pasar. Lalu berbelok di depan kantor camat. Balik ke Banjarmasin. Di tengah jalan teman-teman saya beli mainan untuk anak mereka. Ada yang beli tenda kecil, mobil-mobilan, kipas angin, dsb.

Di Jalan Tarakan Banjarmasin kami singgah, makan siang. Ternyata lokasinya dekat Kantor Gubernur Kalsel. Kami memesan nasi putih, ayam goreng, dan lalapan.

Berikutnya ke Terminal Pal 6 beli tiket bus yang tadi tidak jadi. Setelah itu Shalat di masjid Taqwa. Ke Giant Supermarket Banjarmasin. Sempat singgah di jalan dekat pagar kawat Bandara Syamsuddin Noor, liat dua buah pesawat Lion Air lepas landas. Di Rantau kami singgah ngebakso di Depot Bakso Ojolali.***

Kandangan - Banjarmasin, 25 Desember 2011

CERITA SAAT DI RUMAH SAKIT


Sabtu, 7 Januari 2012

TEROPONG KAPAL


Cerita ini saya peroleh dari seorang teman saat ngobrol di pelataran RSUD Brigjend H. Hassan Basery, Kandangan.


Ceritanya tahun 1980-an kesebelasan asal Kandangan mengikuti pertandingan sepakbola di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Stadion ini merupakan satu-satunya stadion di Banjarmasin saat itu.


Kandangan memiliki pemain terkenal bernama Ajat. Kesebelasan Kandangan didukung oleh suporter yang fanatik dan datang dari berbagai daerah. Termasuk asal Nagara.


Pertandingan berlangsung cukup meriah dan sangat menarik. Penonton bersorak-sorai untuk mendukung kesebelasan masing-masing. Termasuk orang Nagara tadi. Disamping orang Nagara ada penonton yang selalu memakai teropong kapal. Sementara penonton lain ribut luar biasa. Dengan teriakan tanda mendukung kesebelasannya. Tapi orang yang memakai teropong tadi tenang saja. Malah seringkali tersenyum sendirinya.


Orang Nagara yang berada disampingnya bingung. Sebelumnya orang Nagara itu juga kerapkali berteriak keras saat kesebelasan Kandangan berada di lapangan lawan. ” Ayo Ajat. Maju terus. Masukkan gol sebanyak-banyaknya,” ujar orang Nagara itu.


Tentu teriakan keras itu mengganggu orang yang berada disampingnya. Bagi yang pakai teronpong tentu sangat bosan mendengarnya. Lantas ia pinjami orang Nagara itu teropong. Setelah itu barulah orang Nagara itu diam. Kenapa diam ? Karena dengan teropong posisi pemain kian dekat. Suaranya jadi lemah. Kala tidak pakai teropong jarak pemain dengannya jauh sekali. Terpaksa bersuara nyaring dan agak keras.

Ada-ada saja......

Kandangan, Desember 2011