Senin, 29 Februari 2016

Terima Bantuan Bibit Pohon dari Dishutbun HSS

Selasa, 1 Maret 2016




Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menyerahkan bantuan bibit pohon kepada pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Angkinang, Selasa (01/03/16) pukul 10.00 WITA.

Penyerahan bibit pohon buah dan pelindung berlangsung di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perbenihan dan Pembibitan Dishutbun HSS di Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang. Yang berjarak sekitar 3 kilometer dari MTsN Angkinang.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala MTsN Angkinang, Gazali, S.Ag, M.Pd.I, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Sarana dan Prasarana Dewi Nuzuliah, Wakamad Bidang Kesiswaan H Saleh Suaidi, S.Ag, dan beberapa orang guru.

Ahmad, seorang petugas di UPT PP Dishutbun HSS memberitahukan, pihaknya cukup terbuka bagi yang menginginkan bibit pohon untuk ditanam, baik itu dari instaisi, sekolah maupun pribadi. “Dengan syarat mudah, silakan datang langsung ke tempat kami dan pohon itu benar-benar untuk ditanam,” ujar Ahmad.

Kamad Gazali menyampaikan ada beberapa bibit pohon yang diberikan pihak UPT PP Dishutbun HSS seperti mahoni, trembesi, gaharu, rambutan, kasturi, dsb. “Bibit pohon tersebut menanamnya akan disebar di beberapa titik areal madrasah,” ujar Gazali.

Menurut Gazali, dengan adanya bibit pohon yang kemudian ditanam di madrasah itu, tentunya akan menambah keasrian MTsN Angkinang. Suasana madrasah yang asri  dan rindang akan terus dicanangkan. “Hal ini merupakan salah satu penyemangat komponen di MTsN Angkinang dalam menjalankan program madrasah berwawasan lingkungan,” ujar Gazali. (akhmad husaini)

Berlatar Gunung dan Sungai

Selasa, 1 Maret 2016





Kagum dengan Tradisi Bersalaman Siswa kepada Guru

Selasa, 1 Maret 2016




Tradisi bersalaman siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kepada guru saat tiba di madrasah cukup bagus dan perlu dilestarikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) HSS, Drs H Matnor, M.Pd saat berada di madrasah yang beralamat di Jalan A Yani Km 7,5 Angkinang Selatan itu, dalam rangka menghadiri program Jaksa Masuk Madrasah (JMM), Senin (29/02/2016) pagi.

Kepala Kantor Kemenag HSS, H Matnor turut merasakan sendiri tradisi tersebut. Ditemani oleh salah seorang guru, ia menerima jabatan tangan dari para siswa yang mulai berdatangan ke madrasah. “Saya kagum dengan tradisi ini, cukup positif, teruskan saja,” ujar H Matnor.

Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) MTsN Angkinang Abdurrahamn menyebutkan tradisi ini sudah menjadi bagian utama di madrasah setiap pagi. “Dimana para guru secara bergiliran setiap pagi menyambut kehadiran siswa di halaman depan madrasah,” ujar Abdurrahman.

Menurut Abdurrahman, adanya kegiatan bersalaman setiap pagi membuat senang para siswa karena merasa diperhatikan, siswa terhindar dari sifat egois. “Selain itu siswa ditanamkan sikap untuk selalu hormat dengan guru,” ujar Abdurrahman. (akhmad husaini)

Tebar Benih Ikan Lele di Kolam Madrasah

Selasa, 1 Maret 2016




Sebanyak 1.000 (seribu) ekor benih ikan lele ditebar di kolam ikan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (29/02/2016).

Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan MTsN Angkinang, H Saleh Suaidi, S.Ag menyampaikan, dengan melibatkan siswa didampingi beberapa guru, benih tersebut dimasukkan ke dalam kolam. “Mereka terlihat senang melakukan penebaran benih ikan lele tersebut,” ujar H Saleh Suaidi.

Menurut H Saleh Suaidi, hal ini dilakukan sebagai penunjang suasana lingkungan madrasah yang asri. “Kami akan terus eksis, tidak hanya pada bidang pembelajaran tapi juga dalam bidang penunjang lainnya, “ ujar H Didi, begitu panggilan akrab guru Fiqih ini.

Ditambahkan H Didi, penebaran benih ikan merupakan bagian dari pengembangan madrasah berwawasan lingkungan. “Setelah penebaran benih, berikutnya siswa akan dilibatkan secara bergantian setiap hari untuk memberi pakan, “ ujar H Didi.

Sementara itu Muhammad Zairullah, siswa Kelas IX E MTsN Angkinang yang ikut menebarkan benih ikan lele mengaku cukup senang.  Proses membudidayakan ikan di kolam madrasah dapat dijalankan dengan baik setiap hari. “Sepanjang tidak mengganggu proses belajar mengajar,” ujar Muhammad Zairullah. (akhmad husaini)

UPT Perbenihan dan Pembibitan Dinas Kehutanan dan Perkebunan HSS di Taniran

Selasa, 1 Maret 2016





Ikut RAT Kelda

Selasa, 1 Maret 2016




Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Keluarga Departemen Agama (Kelda) Tahun Buku 2015 digelar di Aula KPRI Kelda Jalan Mawar Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (29/02/2016) pukul 09.00 WITA.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) HSS, Drs H Matnor, M.Pd, perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS, utusan madrasah dan satuan kerja (satker) di lingkup Kemenag HSS yang merupakan anggota KPRI Kelda. Tiga orang dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Angkinang juga turut hadir yakni Abdurrahman, Dra Nurhamidah, dan Muhammad Jazuli, S.S.

Abdurrahman menyampaikan kegiatan ini merupakan lanjutan dari Pra RAT yang sudah digelar beberapa hari lalu. Kehadiran pihaknya sebagai perwakilan madrasah tsanawiyah. “Dimana untuk MTs ada 20 utusan yang hadir mengikuti RAT, termasuk kami bertiga,” ujar Abdurrahman.

Abdurrahman yang juga Wakamad Humas MTsN Angkinang ini menjelaskan agenda RAT secara berurutan ada pengesahan peserta rapat, pengesahan rapat tata tertib RAT dan pengesahan acara RAT. “Lalu dilanjutkan dengan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus KPRI Kelda,” ujar Abdurrahman.

Setelah itu ditambahkan Abdurrahman ada tanggapan umum anggota secara lisan, penjelasan pengurus dan pengawas atas tanggapan lisan anggota. “Setelah itu pengesahan-pengesahan dan penetapan bulan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) Tahun Buku 2015, “ ujar Abdurrahman.

Sementara Nurhamidah mengatakan dalam RAT tersebut pihaknya bisa mengetahui perkembangan KPRI Kelda hingga sekarang. “Sehingga tertancap banyak harapan agar ada upaya untuk membenahi apa saja yang masih kurang,” ujar Nurhamidah.

Sedangkan Muhammad Jazuli yang mengaku baru setahun ini jadi anggota KPRI Kelda, namun pihak madrasah sudah mempercayakan dirinya untuk ikut RAT. “Saya langsung ditunjuk menjadi salah satu wakil MTsN Angkinang pada RAT kali ini, jadi saya jalankan saja amanah ini,” ujar Muhammad Jazuli. (akhmad husaini)

Dilibatkan Membuat Kompos

Selasa, 1 Maret 2016




Upaya menjadikan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) berwawasan lingkungan terus digiatkan. Kali ini para siswa dilibatkan dalam pembuatan kompos, Selasa (01/03/2016) pagi.

Ketua Tim Adiwiyata MTsN Angkinang, Sri Indah Novita Lasari, S.Pd menyampaikan, para siswa begitu semangat membuat pupuk buatan dari kotoran sapi tersebut. Didampingi beberapa orang guru yang berkompeten dibidangnya. “Kompos tersebut lalu dimasukkkan ke dalam polybag yang sudah disiapkan yang akan dimasukkan tanaman,” ungkap Sri Indah Novita Lasari.

Menurut Indah, begitu sapaan akrabnya, dengan demikian siswa tahu bagaimana caranya membuat kompos yang benar. “Juga sebagai pembelajaran IPA, cukup penting agar tanaman  tumbuh dengan baik, tanpa menggunakan pupuk kimia,” ujar Indah.

Ria Lestia Nur, siswi Kelas VII D MTsN Angkinang yang ikut kegiatan tersebut, mengaku senang bisa berpartisipasi bersama teman-temannya. “Saya jadi tahu cara membuat kompos yang berguna untuk pertumbuhan tanaman secara sehat,” ujar Ria Lestia Nur. (akhmad husaini)