Minggu, 24 Juli 2016

Sabtu, 23 Juli 2016

Penilaian Lomba Posyandu Tahun 2016 Tingkat Provinsi Kalsel di Desa Karang Jawa Muka

Sabtu, 23 Juli 2016







Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Wahyu Ilahi, Desa Karang Jawa Muka, Kecamatan Padang Batung, terpilih mewakili Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada Lomba Posyandu Tahun 2016 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Penilaian dilakukan pada Rabu (20/07/2016), bertempat di Posyandu Wahyu Ilahi. Selain itu, juga dilakukan penilaian Kader Posyandu dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga Tingkat Provinsi Kalsel.

Tim Penilai dari Provinsi Kalsel disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten HSS Drs H M Ideham MAP dan Ketua TP PKK Kab HSS Hj Isnaniah A Fikry. Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Drs H Hubriansyah MAP, Para Kepala SKPD, TP PKK Kabupaten HSS dan masyarakat Desa Karang Jawa Muka.

Ketua TP PKK Desa Karang Jawa Muka, Santi Halfiani menjelaskan, Desa Karang Jawa Muka memiliki penduduk sebanyak 1.457 jiwa, yang penduduknya memiliki mata pencaharian yang beragam, mulai dari petani, pedagang, hingga Pegawai Negeri Sipil. Menurut Santi, Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang ada di Desa Karang Jawa Muka, tergambar pada pelaksanaan 2 Posyandu Balita, 1 Posyandu Lansia, 1 Bina Keluarga Balita (BKB), 1 PAUD, serta 1 Poskesdes.

“Dukungan pembiayaan desa berupa operasional posyandu, termasuk pembangunan gedung posyandu, tahun ini sekitar 31.25% dari dana APB Des,” ujarnya.

Melalui kelompok-kelompok Dasawisma, digalakkan upaya berperilaku hidup bersih dan sehat, terutama di dalam rumah tangga. “Saat ini Desa Karang Jawa Muka terdiri dari 429 rumah yang terbagi dalam 13 Dasawisma,” jelas Santi.

Santi Halfiani juga menambahkan, masyarakat di Desa Karang Jawa Muka juga berkomitmen melaksanakan 10 indikator perilaku hidup bersih dan sehat. Indikator tersebut yaitu, melahirkan dengan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia 6 bulan, rutin menimbang berat badan tiap bulan, menggunakan air bersih, cuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir, jamban sehat, memberantas jentik dan sarang nyamuk, mengkonsumsi sayur dan buah, beraktivitas fisik, serta tidak merokok di dalam rumah. (akhmad husaini)

Wakil HSS ke Sulsel

Sabtu, 23 Juli 2016








Norpujati Syawaluna Syifa, siswi Kelas VIII A MTsN Angkinang menjadi duta Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), pada Jumbara (Jumpa Bakti dan Gembira) Nasional VIII Palang Merah Remaja (PMR) Tahun 2016 di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, 25 s.d 31 Juli 2016 mendatang. 

Pada Jum’at (22/07/2016) pamitan dengan komponen MTsN Angkinang didampingi kedua orangtua. Kemudian mengikuti pelepasan oleh Wakil Bupati HSS, H Ardiansyah. 

Sebelum berangkat ke Sulsel Syawaluna akan mengikuti karantina peserta Jumbara di Banjarmasin. Selamat Jalan Syawaluna ! Semoga sukses mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jumbara Nasional VIII PMR di Sulsel.

Kamis, 21 Juli 2016

Sosialisasi KIA HSS

Jum'at, 22 Juli 2016






Sosialisasi KIA di Kabupaten HSS

Jum'at, 22 Juli 2016


Sosialisasi dalam rangka pelaksanaan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) digelar di Gedung Kesenian HSS Jalan Melati Kandangan, Kamis (20/07/2016).

Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) HSS Suriani, Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Monitoring Pendaftaran Kependudukan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil RI Siti Norsiah, para Kepala Madrasah / Sekolah dan undangan lainnya, termasuk Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Angkinang yang diwakili Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum Sri Indah Novita Lasari, S.Pd.

Kasubbid Monitoring Pendaftaran Kependudukan dari Ditjen Dukcapil RI Siti Norsiah menyampaikan bahwa Kabupaten HSS adalah termasuk 50 Kabupaten / Kota se Indonesia dan yang pertama di Kalimantan Selatan melaksanakan penerapan program KIA. “Mudahan amanah yang diberikan ini bisa  dilaksanakan dengan baik dan berjalan sukses dan lancar,” ujar Siti Norsiah.

Menurut Siti Norsiah banyak manfaat KIA sebagai tanda pengenal atau bukti diri yang sah, diantaranya untuk persyaratan pendaftaran sekolah di suatu kabupaten. “Juga untuk melakukan transaksi keuangan di dunia perbankan dan PT Pos Indonesia,” ujar Siti Norsiah.

Sementara itu Wakamad Kurikulum MTsN Angkinang Sri Indah Novita Lasari, S.Pd yang ikut kegiatan tersebut menyebutkan kehadirannya atas undangan pihak Dinas Dukcapil HSS sebagai madrasah di HSS yang jadi pilot project. “Jadi kami sangat senang diberikan kewenangan dalam pelaksanaan KIA di Kabupaten HSS,” ujar Indah, begitu sapaan akrabnya.

Indah mengatakan materi yang diberikaan nara sumber saat sosialisasi sangat bermanfaat dan nantinya akan disampaikan kembali kepada anak didik di madrasah. “Dengan demikian penerapaan KIA di Kabupaten HSS dapat terwujud dan berguna bagi anak-anak,” ujar Indah. (akhmad husaini)

Siap Berangkat ke Sulawesi Selatan

Jum'at, 22 Juli 2016