Kamis, 18 Januari 2018

MTsN 3 HSS Hadapi Even Besar

Jumat, 19 Januari 2018




Sabtu (20/01/2018), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) akan mengelar even besar, pertemuan Kepala MTs se Kalimantan Selatan. Guna menghadapi kegiatan tersebut, komponen MTsN 3 HSS, selaku tuan rumah tengah menyiapkan segala sesuatu untuk kelancaran acara tersebut.

Kalau tak ada aral pada acara tersebut turut hadir beberapa pejabat di lingkup Kementerian Agama (Kemenag) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Diantaranya Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalsel H Noorfahmi. Untuk itu persiapan tempat adalah hal yang utama.

Dimana nanti akan menjadi fokus kehadiran peserta melihat kondisi bangunan dan sarana prasarana yang ada. Jadi komponen MTsN 3 HSS baik itu guru, Tata Usaha, dan siswa, bersama-sama membersihkan lingkungan madrasah yang beralamat di Jalan A Yani Km 7,5 Angkinang Selatan itu. Apa-apa yang kurang akan segera dibenahi. Selain itu pula menyiapkan tempat kegiatan.

Juga untuk seremoni acara ada Paduan Suara dari siswa-siswi MTsN 3 HSS. Untuk itu para siswa terus berlatih sebaik mungkin agar saat tampil dihadapan peserta pertemuan Kepala MTs dan undangan, dapat memberikan yang terbaik. (ahu)

Muhammad Sarpian (Kelas VII F MTsN 3 HSS)

Jumat, 19 Januari 2018


Saya Muhammad Sarpian, siswa Kelas VII F Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS). Jujur saya akan marah bila ada yang mengejek. Tapi saya berusaha untuk sabar. Allah melihat di setiap langkah yang dilakukan. Saya cuma manusia biasa, yang lemah dihadapan Tuhan.

Saya hidup sementara di dunia ini. Zikir dan mengucapkan Dua Kalimat Syahadat, itu yang hanya bisa saya lakukan. Tapi iman saya masih longgar seperti pohon yang mulai roboh. Saya sebagai hamba Allah tidak boleh bersenang-senang meratapi umur panjang atau tidak. Memohon kepada-Mu.

Apabila saya salah dalam hidup tolong luruskanlah. Apabila saya benar tolong pertahankanlah hidup ini. Banyak ujian dari Tuhan. Disaat saya sakit apapun penyebabnya. Saya selalu menyembah-Mu.

Tanpa saya sadar bahwa ini hanya ujian-Mu. Untuk menguatkan iman saya. Saya melangkah hanya ada kebingungan, berbohong pada diri saya sendiri. Maupun pada orang lain. Karena itu kebiasaan saya. Saya berjanji selama hidup saya akan mengamalkan Al Qur’an. Tidak akan pernah menyekutukan Allah SWT.

Prinsip hidup untuk masa depan nanti. Terus belajar dan selalu menaati perintahnya. Sekolah ingin saya mencari ilmu bukan pacar. Dan urusan cinta saya tidak tahu siapa jodoh saya nanti. Apabila jatuh cinta tolonglah Tuhan. Untuk itu dekatkan saya dengan dia. Apabila tidak jodoh tolong jauhkanlah. Saya mohon pada Tuhan.

Carilah jodoh yang taat dan rajin beribadah. Saya berserah pada-Mu. Apabila tidak jodoh saya ada diri-Mu. Jika meninggal dunia. Tolong cabut nyawa saya dengan penuh lembut. Bersyukur atas nikmat yang diberikan selama hidup.***

Rabu, 17 Januari 2018

Lelaki Pendiam Menembus Hujan

Kamis, 18 Januari 2018


Menata arus penulis yang berkah
rapat intern jelang pertemuan KKMTs Kalsel
Piala Presiden 2018 Barito Putera vs Kalteng Putera
kalau sudah kenyang jangan dipaksakan
terus berbagi lewat tulisan
mereka berlatih paduan suara

Lelaki pendiam menembus hujan
ingin selalu berada dengan yang lain
ragam ikhlas mengatur kenangan menjalani
datang merasuk lamunan tuntas menggebu
pengaruh sentimen menjalani akulturasi rindu
malam merajut kisah silam mendendam

Datang menegur arus yang sempadan
perahu egois diri yang maha dahsyat
kau pilih untuk menema gelora wacana
lerai sebagai bahan untuk menguji diri
konsekuensi lamunan mengigau prasangka
larut menggayut prasangka berpendar nyata

Raih rasa bangga menyambut idola
persiapan lebih lanjut apa adanya
menaklukkan segala harap berpindai
letup harapan mengejar gemulai sensasi
batas kelembutan diri jalinan nutrisi
agar kau semakin semangat dalam berkarya

Kandangan, 17 Januari 2018

Guramang Gelisah Mengatur Rekah Upaya

Kamis, 18 Januari 2018


Menawan himpit ritus keabadian yang jengah
tulis saja sepanjang kau mampu menggoda
upaya bergerilya mengatur khayalan
aku yang selalu merindukan bangunan pagi
agar ada celah selalu derai meniku
seperti dulu yang pernah ada

Guramang gelisah mengatur rekah upaya
eksis menulis untuk tebar kebajikan bersama
kapan bus sekolah di Angkinang
tuntas mengabdi lamunan diri yang membayang
Safari Sastra Nusantara 208 sebuah harapan
syarat harus punya selaksa diri

Sapaan pagi menghinggap kehendak pasti
aku ingin berpantun seperti dulu lagi
ada waktu mesti kada sing duitan
sabar dan telah menghadapi ragam manja
teladan hidup yang penting diikuti
lurus waktu menebar jingga wahana

Mencinta sendu seraya menjurus taktis
redup pagi perangai jingga hati
terbatas kemampuan hasrat dengan yang ada
menampak pelangi merajut kosmopolitan merintangi
menggapai mimpi mementang tangguh nafiri
lindap harapan terang pasti adanya

Kandangan, 18 Januari 2018

Menulis Mandeg, Bawa Bajalanan

Kamis, 18 Januari 2018





Inilah resep paling ampuh yang saya alami selama ini. Apabila menulis mandeg dan mengalami kebuntuan, bajalanan ke tempat wisata alam adalah pilihan utama. Dengan hal ini, akan kembali menyegarkan pikiran, untuk nantinya akan memunculkan ide-ide baru dalam tulisan.

Entah kenapa bajalanan merupakan jalan pelarian saya, minimal dalam sebulan ada sekali saya bajalanan. Untuk menjauhkan diri dari hiruk pikuk, serta rutinitas kerja yang padat. Tempat yang saya tuju biasanya ke kabupaten yang ada di Banua Enam, seperti Kabupaten Balangan dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Dengan suasana alam yang hijau dan asri, membuat pikiran kembali segar. Memunculkan kembali rangkaian kata-kata yang nantinya siap kembali dituliskan dengan lancar. Direkam di otak, kembali ke rumah dituliskan di buku catatan, kemudian disalin ke laptop. Bila selesai di unggah ke media. Plong rasanya bisa menjalani hal seperti itu.

Bajalanan membuat menulis kembali lancar. Saling keterkaitan untuk menunjang kesenangan yang satu ini. Menuliskan hasil perjalanan ke tempat-tempat yang disenangi merupakan hal yang cukup bagus, Insya Allah akan terus rutin saya lakukan, sampai kapanpun.  (ahu)