Minggu, 31 Agustus 2014

Sembilan Usul

Senin, 1 September 2014



            Bagaimana kabarnya Tabloid BeBAS ? Saya ingin menyampaikan uneg-uneg, agar kamu tambah babungas boleh kan ?
            Agar cover yang ditampilkan disesuaikan dengan salah satu judul yang ditulis di halaman depan. Saya mendukung usul beberapa pembaca agar BeBAS membuat rubrik coretan berupa kreasi remaja dan cerita pendek (cerpen). Biar kita-kita dapat berpartisipasi untuk kemajuan kamu.
            Agar tambah menarik sebaiknya rubrik Curah diberi ilustrasi sesuai dengan topik yang diulas. Kan Banjarmasin Post Group memiliki banyak ilustrator handal. Supaya pembaca dapat mengetahui perkembangan lagu-lagu Indonesia baik dangdut maupun pop. Saya usulkan BeBAS bekerjasama dengan radio swasta yang ada di Banjarmasin membuat semacam rubrik Top Ten (10 tangga lagu) tertulis setiap minggunya. Biar pembaca kamu tambah gaul.
            BeBAS tabloid Kalimantan, bagaimana kalau sesekali dong liputannya ke Kalimantan Barat. Tidak hanya berkutat di tiga provinsi saja. Kapan BeBAS menampilkan wawancara dengan orang-orang beken Kalimantan seperti Gusti Perdana Kusuma (KNPI Kalsel), Yanuaris Frans (Gempar), Rusland Kasmiri (PKB Kalteng), Suwarna AF (Gubernur Kaltim), dan orang-orang ter....lainnya.
            Sepengetahuan saya BeBAS belum pernah menampilkan profil model asal Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Daerah lain di Banua Lima seperti Barabai dan Rantau, kan sering. Saya dan pembaca BeBAS lainnya di Kandangan mungkin ingin juga melihat dan mengikuti tampang-tampang mereka (Model Kandangan) di tabloid super boleh Kalimantan ini. Kan model-model banyak juga yang keren-keren, funky dan berprestasi macem Adhie Riyadie, Lisna Mariani, Ernie Susiantie, Tini Chalis Sari, dll. Ayo dong BeBAS. Muatin ya ! Agar kami urang-urang Kandangan tambah himung.
            Kalau BeBAS jalan-jalan ke Kandangan jangan berita kriminalitas melulu aja yang dimuat. Sesekali juga meliput tentang dunia gaib. Di Kecamatan Angkinang, HSS, misalnya ada jalur dunia sebelah tersebut. Seperti Kampung Gaib Rapun Kupang yang terkenal angker di malam maupun siang hari. Tempat tersebut dihuni oleh komunitas makhluk serba putih dan hitam. Tempat ini tidak kalah dengan yang ada di Mandiangin. Yang sudah pernah dikunjungi tim BeBAS beberapa waktu lalu.
            Apakah BeBAS ada menyediakan suvenir yang berlogo tabloid BeBAS, baik berupa stiker, kaos dan topi. Kalau ada, boleh dong kita minta. Kalaupun dijual, berapa harganya ? Mohon diberitahu.
            Demikian beberapa saran, usul dan pertanyaan dari saya. Semoga BeBAS dapat menanggapinya dan terima kasih atas dimuatnya surat ini. Salah khilaf mohon dimaafkan. Saya doakan makin ngetop dan maju terus. Bravo BeBAS ! Pantang mundur.

Akhmad Husaini
Angkinang Selatan Kec. Angkinang
Kabupaten Hulu Sungai Selatan

BeBAS :
Usul Anda sangat bagus. Sebagian ditampung sebagian diterima. Di nomor 109, 110 dan 111 kan dikuasai liputan Kalimantan Barat. Kita berencana membuka biro disana dalam waktu dekat. Tunggu saja. Hai model-model Kandangan kirim biodata dan foto dong. Kita kan banyak yang enggak tahu. Tunggu giliran saja. Sudah kita incar kok. Suvenir dan properti BeBAS lagi di planning. Mudahan cepat kelar.

*Surat Pembaca ini pernah dimuat di Tabloid BeBAS edisi tahun 2001.

Agar Aku Tak Sendiri Lagi Disini

Senin, 1 September 2014



Mengharap banyak arti dalam renda hari-hari
dari mimpi-mimpi yang bersemi
jalani saja dengan kekuatan mimpi
jangan lupakan ibadah
untuk meraih berkah
tak perlu banyak cingcong
ada tatapan rindu diatas sembilu
apa yang bisa kau ajarkan padanya
apa yang mampu bertabur gemerlapan
jiwa ini terus meronta
jangan terlalu jauh
agar senantiasa merasuk ke jiwa
dari beragam pilihan
berpendar dalam lagu-lagu rindu
menasbihkan sejuta lara
kesadarannya yang mulai merintih pilu
tak terasa bertahun-tahun lamanya
masih betahkah berada disini
memang tidak akan selamanya
kita harus banyak mencerna
kadang terasa bosan
beban berat menghimpit
harus dijalani walau bagaimanapun
itu sebuah irama hidup yang dijalani
selalu ada harapan untuk pulang
kini hadir dengan banyak pilihan
ingin jadi lebih baik lagi
semakin cantik semakin rindu
penampilan yang begitu mengesankan
histeria dunia lain jiwa
kupegang erat janjimu
membuat lupa kejadian itu
lebih dari segenap perasaan yang gebalau
menandakan sekadar hadir



Kandangan, 06-08-2014

Lamunan Inti Diri

Senin, 1 September 2014



Kuungkapkan lewat hati
perasaan tak nyaman ini
pabila bisa merenda
dilamunan inti diri
redup suasana menampak hari-hari ini
tak ingin sebaitpun kata yang hilang
dari pikiran
menerjang ratap dalam sembilu
dengan kesibukan sendiri
entah bohong atau tidak
semua membayang ilusi
suara-suara sumbang berempati
kenapa tak seteguh dulu lagi
kebodohan yang harus diterima
jurang degradasi menganga
apa yang bisa dibanggakan
karena bukan milik kita
semua harus mampu berbuat lebih baik
kesepian yang dirasakan
tak mengetahui apa yang ada
pernah melewati perjalanan panjang
raih mimpi terbaikmu
pastikan bisa dijalankan
terkadang muncul rasa minder
itulah yang manusiawi
tenanglah sejauh mungkin
gembirakan dirimu
ada banyak ambisi  disini
dalam retasan penuh mimpi
bila saja kepentingan bernazar pilu
satu warna satu hati
ceritakan hati satukan kebersamaan
hujan dimusim kemarau
menembus debu-debu jalanan
merekah mutiara kepiluan hakiki



Kandangan, 09-08-2014

Ranah Cinta Menikam Bumi

Senin, 1 September 2014



Dalam rekahan cinta penuh ambisi
demi sebuah kesenangan sesaat
menasbihkan banyak cerita
membalut mimpi-mimpi sesaat
selalu melakukan perubahan yang berarti
dalam sanubari lenguhan matahari
ada cinta disini
tentu tidak lagi menyapa
tinggal kenangan
korban keusilan rekam sekerja
tinggalkan keakraban hati
menusuk ke jiwa
aku ingin semuanya terukir dengan pasti
kesepianlah yang menyelimuti saat ini
datangnya tiba-tiba tiada arti
menyelipkan kesetiaan diteras berita biasa
ranah cinta menikam bumi
seperti yang pernah kita lewati
mengenang Olga Syahputra
mengenang Sule
dalam tayangan OVJ jadul
kekuatan hati yang ringkih
menimba lubuk tepian ilham
ingin terbang jauh lebih tinggi lagi
banyak yang berubah banyak yang berbeda
sebagai sebuah pilihan yang harus diikuti
berat nian memang menjalaninya
ada beragam keingintahuan
ibarat harap mengharap
selalu yang terdepan
yakin membawa cinta
ada rajutan ketidaknyamanan
tiada arti tiada henti
untuk sebuah kemungkinan
rentetan usia menimbulkan sunyi
indah nian pula harapan
dentang waktu kian sunyi meresah
humbalangkan jiwa-jiwa yang resah
ada seraut jiwa tempat ambisi



Kandangan, 2 Agustus 2014