Selasa, 12 Desember 2017

Dudu Telah Pergi, Mendahului Kami

Rabu, 13 Desember 2017


Senin (04/12/2017) dinihari M Riduansyah atau biasa disapa Dudu meninggal dunia di Rumah Sakit karena sakit. Dimakamkan di Pulantan Angkinang, Senin (04/12/2017) sore. Dudu meninggalkan seorang isteri dan dua orang anak.

Dudu adalah sosok pekerja keras yang tinggal di Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Teman akrab saya satu kampung. Adik kelas waktu di SDN Angkinang 1. Saya Kelas VI SD dia Kelas V SD. Selain bekerja di perusahaan batubara, ia juga bahuma dan berkebun. Riwayat pendidikannya SDN Angkinang 1, MTsN Angkinang dan SMKN 2 Kandangan.

Dudu meninggal dunia dalam usia 37 tahun. Pernah satu kelompok membaca Al Quran usai shalat Maghrib di rumah H Junaidi. Sejak Juz Amma hingga tamat Al Quran.

Pernah juga takumpulan mangangarun ke Gambut. Sempat menginap di sekitar Masjid Mujahidin Gambut, sebelum pagi harinya dapat bertemu orang yang mengajak panen padi ke daerahnya. (ahu)

Orkestra Kabupaten Ketupat Jelang Tahun 2018

Rabu, 13 Desember 2017


Mentang-mentang berkuasa
terhimpun mesra di lapangan hijau
kau arahkan banyak massa
cari simpati dan empati
dari tidak ada diada-adakan
sehari berapa kegiatan yang digelar
dari kegiatan keagamaan, pertanian
pemerintahan, olahraga dan budaya
lelah letih tak dihiraukan
yang penting datang menghargai pengundang
tujuan pasti 2018 terpilih lagi

Kandangan, 13 Desember 2017

Hujan Wacana Menderai Karisma

Rabu, 13 Desember 2017


Martapura FC vs PSMS Medan
jangan sampai menakar kesumat lini
Lomba Balogo HAB Kemenag  2018 puteri
Juara I Kemenag HSS dan Juara II Guru PAI
kau pilih mana yang kau suka
terbang menuju jalan mengabdi

Hujan wacana menderai karisma
hasil bukan mengadakan pengalaman masa lalu
tapi upaya latihan keras sekarang ini
serpih waktu semampai bertalu
semenjak kau tahu segala yang ada
datang membelit candaan semusim
rentang segala hal yang mesti kau tahu

Kalau mengerti balogo ternyata asyik
beri buku kepada Agustina Rosanty
meluangkan segal hal yang tiada
berjuang untuk hidup lebih dinamis
segenap perasaan menentukan arah
batal lihat futsal karena hujan di Kandangan

Kita dulu pernah saling menyatu
Buaya Putih di RCTI episode 02
tentang diri dan segal kebaktian yang ada
terus tenang sepanjang restu
ada ragam acara yang mengemuka
dengan kepastian yang mewujud sukma

Kandangan, 13 Desember 2017

Kau Kenal Sunyi Sepanjang Tentu

Rabu, 13 Desember 2017


Hadir dengan napas kehidupan seksama
kita harus berhasil menggapai semua itu
menjahit celana panjang di pagi Jumat
memotong kuku untuk kebersihan tubuh
dari anggota gempita menghunjam angkuh
mereka datang bawa uang beli tanah

Senja datang minta yang mengambil ATM
dimudahkan dalam segala urusan
Sapuan ka rumah ambil duit
menangkis semua senang tentu
urus mengurus bukan hal yang mudah
persiapan mengantar lalu lalang di kunjungan baru
dengan  Bapak Jazuli bersama Fauzan

Kau kenal sunyi sepanjang tentu
sebelumnya singgah di Qurrata Ayun antar anak Bapak Jazuli
jangan terlalu berharap dengan lomba
niscaya kecewa akan kau rasakan
keberhasilan mesti diraih teman kerja keras
senyum mengembang semburat restu

Jangan maandak sendok bekas gula
di atas wadah gula khusus
bertemu dengan Ibu Mumur di Al Huda Kandangan
beliau setahun sudah bekerja di Telaga Langsat
dulu bekerja di Dinas Pariwisata HSS
saruan Maulid anu Ibu Rabi di Sungai Baru

Kandangan, 6 Desember 2017

Senyum Pesona Mengitari Lintasan Hari

Rabu, 13 Desember 2017


Tepi pesona menyerta langgam niscaya
pagi-pagi sudah berangkat ke sawah
tugas keseharian yang mesti dijalani
sekarang memang sedang musim bahuma
kudapatkan spektakuler diri semua yang nyata
kerja keras menafakuri anak dan isteri

Senyum pesona mengitari lintasan hari
kau tinggal sebut apa yang diinginkan
surga terhampar di Banua terus dirasa
menghiba rindu dalam alur yang romantis
lampau aturan menakar harkat
teramat rindu merestu sendu
pagi indah mengemban seribu senyuman

Kelebihan yang dimiliki patut disyukuri
apakah hanya ada di dalam mimpi
hujan lebat di malam Senin
karena Amud dan Rizal sibuk
dibayariakan minum Bapak Herry S di Kemenag
juga dilanjutkan ke Balangan

Dia mau saja diajak kesana
yang membawa aku dengan sepeda motor
aku dibonceng hingga Birayang
bertemu dengan teman lama di Barabai
senang sungguh bisa saja adanya
sandera wacana mengalir deraan air bah

Kandangan, 13 Desember 2017