Jumat, 29 Agustus 2014

Mungkin Karena Apa

Sabtu, 30 Agustus 2014



Selalu saja ada hal yang mengenakkan
beribu janji kau lupakan
sebelumnya mengemis harapan dihadapan warga
tapi sekarang kau lupa
dalam segala sendi kehidupan
sesunyi apakah ruang kau jalani
bila derita tak kunjung lega
bukti raih cinta yang mendalam
yang menghidupkan banyak cerita
pada awal tahta merenda
nanti kita akan bersama-sama memperjuangkannya
mungkin karena apa
kesetiaan tak selalu nyata
kau tuntaskan keinginan
dari banyak mimpi-mimpi
terbayang akan masa lalu
istana cinta yang ringkih
setahun harap meneriap
formasi CPNS yang ditetapkan
tak membangkitkan gairahku
karena aku tak punya ijazah yang ditentukan
di sepanjang perjalanan panjang
aku akan datang memberi makna
dari harapan rindu yang pernah diikrarkan
rasa ingin tahu yang cukup tinggi membuncah
seharian berdiam diri di rumah saja
melampiaskan diri
karena semangat pergi kerja pukul 07.00
pulang pukul 18.00 WITA
tapi tiada hasilnya
hanya kepuasan diri saja
jangan ganggu pikiranku
nanti bisa merajuk
sehingga tak seperti dulu lagi dalam menjalani hidup
biar semua tahu
ingin ini itu
lalu lalang kendaraan umum
dijalan depan rumahku
menjalani suasana
angin lalu lalang berhembus berisik
mentari begitu terik menggantang



Kandangan, 24-08-2014

Katupat Kandangan

Sabtu, 30 Agustus 2014



Amun buhan pian bajalanan ka Kandangan
jangan kada ingat singgah di Parincahan
ulahakan Cil lai !
katupat Kandangan
iwaknya haruan atawa tauman
basambal binjai atawa balimbing tunjuk
basisiut kanyamanan
katupat Kandangan
kuahnya likat
rasanya nikmat
mintuha liwat kada ingat
dasar minantuku nih
sudah nyaman kada ingat lagi
lawan diaku
marga katupat Kandangan pang
aku gin katuju jua
ulahakan Cil lai
dua buah gasan aku wan biniku
katupat Kandangan
ingatakan amun bulik ka Pahuluan



Kandangan, 2008

Karena Aku Malu

Sabtu, 30 Agustus 2014



Kenapa aku menyalahkan orangtuaku
padahal salahku karena aku malu
mengharap bisa berubah
tanpa ikhtiar dan usaha
hari-hari bertabur khayal dan lamunan
segenap impian datang bersamaan
membawa kebahagiaan
disini memang tak hasilkan duit
karena kita sedang sulit
tapi terpikirkah olehmu semua itu semua
sekarang merana lagi dan meresahkan hati



Kandangan, 21 Juni 2004

Esensi Diri


Sabtu, 30 Agustus 2014


Terlalu banyak lagu kehidupan
yang kudengarkan
sehingga membutakan mata telingaku
aku resah ingin mendesah
menangkap esensi diri dalam kenyataan



Kandangan, Mei 2005

Balangan Rumah Harapan


Sabtu, 30 Agustus 2014


Datang terlambat
jadi tontonan orang
hujan mendera hari ke hari
menginap di rumah orang
berkumpul menyatu jadi ikatan
tekad bersama dicetuskan
raih prestasi gemilang



Kandangan, 12-12-2008

Catatan Perjalanan ke Piani

Sabtu, 30 Agustus 2014



            Jum’at (29/8/2014) saya ikut ke Piani, Kabupaten Tapin. Mengantar keluarga yang nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Piani. Dengan naik mobil Kijang. Ada sepuluh orang di dalam mobil, termasuk saya. Berangkat dari Angkinang sekitar pukul 08.00 WITA.
            Sebelum berangkat saya mengikuti selamatan dulu. Bangun sekitar pukul 04.30 WITA. Mandi dan cuci pakaian. Shalat Subuh di rumah. Beli air mineral gelas di Pasar Angkinang. Usai selamatan ada sekitar beberapa puluh menit menunggu.
            Singgah di Hamalau. Menjemput ayahnya Pahderi. Bawa nasi bungkus. Terus melanjutkan perjalanan. Lewat samping Polres Tapin. Jalanan sunyi. Banyak areal perkebunan karet. Juga melintasi jalur pertambangn batubara. Yang luar biasa besar lubang galiannya.***