Senin, 07 Februari 2011

DOKTER SPESIALIS DI HSS

Selasa, 8 Februari 2011

Angin segar bagi warga HSS yang ingin memeriksakan kondisi kesehatan paru-parunya kini tak perlu jauh-jauh lagi ke Kota Banjarmasin.

Pada akhir tahun ini dokter spesial paru bakal bertugas di RSUD Hasan Basri yang mana kehadiran dokter spesialis paru ini setidaknya menambah jumlah dokter spesialis yang bertugas di RSUD Hasan Basri.

Dokter Isa yang baru saja menyelesaikan sekolah spesial paru di Surabaya bakal bertugas di Bumi Antaludin pada akhir tahun ini.

Hal tersebut diutarakan oleh Sekretaris Daerah Kab HSS Achmad Fikri belum lama tadi.

Diutarakannya, kehadiran dokter spesialis paru tersebut bakal membuat pelayanan di RSUD Hasan Basri bisa lebih maksimal lagi terutama bagi warga yang ingin memeriksakan kesehatan parunya.

"Dokter Isa baru saja menyelesaikan sekolahnya dan akhir tahun ini akan langung bertugas di HSS," ujar Achmad Fikry.

Disampaikannya, segala fasilitas penunjang operasional sang dokter sudah mereka persiapkan. Antara lain seperti mobil dinas serta tunjangan.

Sementara itu ketika disinggung perihal peralatan untuk operasional pelayanan paru-paru di RS Hasan Basri, sekda mengaku tak mengetahui persis apakah siap atau belum. "Yang pasti akhir tahun ini dokter spesialisnya sudah bertugas di HSS," ujarnya.

Menurutnya, pihaknya telah menyampaikan kepada dokter-dokter yang sedang mengikuti pendidikan spesialis agar sejak jauh-jauh hari mengajukan peralatan yang bakal mereka akan gunakan.

"Semua dokter yang sekolah sudah kita imbau jangan mengajukan peralatan saat studi selesai, itu bisa menghambat tugasnya sebab penyediaan peralatan itu perlu ada proses dan memakan waktu," ujarnya.

Dengan adanya dokter spesilais paru maka jumlah dokter spesilis yang bertugas di HSS saat ini tak kurang dari delapan orang. Antara lain dokter sepsialis bedah, syaraf, kandungan, spesialis mata dan spesialis paru.

PROGRAM BUKU MASUK BALAI


Setiap aruh adat yang digelar oleh masyarakat adat di Pegunungan Meratus, selalu disisipi dengan berbagai buku bacaan untuk anak-anak yang ada di balai, seperti yang dilaksanakan baru-baru tadi. Buku-buku bacaan yang dipinjamkan oleh Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten HSS ini dibawa oleh Merah Putih Adventures (MPA) untuk dibaca dan diceritakan kepada anak-anak balai.

Setiap aruh yang dilaksanakan di balai, anak-anak yang dibawa oleh orang tuanya untuk bermain kartu yang terkadang dengan uang taruhan. Fatalnya lagi, para orang tua yang mengajak tidak peduli dengan anak-anaknya.

Untuk mengurangi dampak permainan kartu pada anak-anak tersebut, Merah Putih Adventures bekerja sama dengan Kantor Perpustakaan Kabupaten HSS menjalankan program Buku Masuk Balai. ”Program buku masuk balai adalah untuk membiasakan anak-anak pegunungan membaca buku,” ujar Ahmad Rifani salah seorang staf perpustakaan.

Agar program tersebut lancar, pihak perpustakaan menggandeng Merah Putih Adventures yang sering melakukan kunjungan ke balai-balai yang ada di pegunungan Meratus. Buku-buku yang dibawa juga masih buku-buku bacaan ringan seperti, buku cerita yang kerap dibaca oleh anak-anak yang ada di perkotaan. ”Tujuan kita cuma dua, anak-anak di balai atau yang ada di Pegunungan Meratus harus bisa membaca buku-buku yang ada di perpustakaan. Kedua, mengurangi kegiatan bermain kartu yang biasa mereka lakukan ketika aruh adat berlangsung,” ujar Rifani lagi.

Staf perpustakaan Kabupaten HSS ini juga mengatakan, program buku masuk balai tidak hanya dilakukan pada saat aruh adat. Tetapi pada saat waktu libur di mana ada anak-anak sedang bermain dan terkonsentrasi maka buku perpustakaan akan hadir. Untuk mempermudah agar anak-anak tetap terkonsentrasi di daerah pegunungan. Maka pihak kantor perpustakaan akan menggelar kegiatan-kegiatan kecil di daerah pegunungan.

Sementara itu, di Balai Adat Malaris Kecamatan loksado, program buku masuk balai sudah mulai dijalankan.

Buktinya, sebelum acara adat berlangsung buku-buku bacaan sudah berada di tangan anak-anak.

Di sudut utara balai, anak-anak yang membaca buku terkonsentrasi, sedangkan bagi anak yang tidak bisa membaca mendapatkan bimbingan dari MPA.

Adanya program buku masuk balai yang digagas oleh pihak perpustakaan, disambut antusias para orang tua dan tokoh masyarakat adat. Pasalnya, selama ini tidak ada program yang langsung menyentuh pada anak-anak yang ada di balai. Apalagi program tersebut bertujuan untuk mencerdaskan anak-anak balai.

HAUL AKBAR DATU HAMAWANG

Selasa, 8 Februari 2011

Haul akbar Datu Hamawang, baru-baru tadi dihelat di Desa Lumpangi, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Acara ini dihadiri ribuan ummat yang datang dari berbagai pelosok daerah di HSS dan sekitarnya. Tampak pula hadir sejumlah tokoh, seperti mantan Mensesneg era Gus Dur Johansyah Effendy, HA Sulaiman HB, H Rustam Effendi, Rektor Unlam, Wakil Bupati Tanah Bumbu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pejabat Pemkab HSS.

Sementara itu tetuha keluarga juriat Datu Hamawang, HM Said memaparkan riwayat dan semangat perjuangan Datu Hamawang yang pantang menyerah dalam menentang penjajahan. Dituturkan mantan Gubernur Kalsel ini, sekitar empat abad silam, di Hulu Sungai Selatan ada seorang tokoh bernama Temanggung Raksa Yuda, keturunan raja Banjar Pangeran Sukarama.

Dia berdiam di sebuah kampung bernama Hamawang. Karena itu, tokoh ini juga dikenal sebagai Datu Hamawang atau Datu Bungkul. Selain itu Datu Hamawang juga dikenal sebagai Pangeran Kecil.

Selain diberi banyak karamah, Datu Hamawang juga dikenal sebagai seorang pahlawan dan ulama panutan yang sangat dihormati masyarakat, sehingga segala keputusan yang akan dilaksanakan di daerah itu terlebih dahulu meminta saran dan pendapat, bahkan persetujuannya.

Menurut penuturan orang-orang tua dulu, ujar HM Said, yang mula-mula memeluk agama Islam di daerah tersebut adalah Datu Hamawang. Kemudian beliau menyebarkan agama Islam dan membangun sebuah mesjid di Hamawang (mesjid Quba), dibantu Datu Ulin dan Datu Basuhud, yang akhirnya kawin dengan adik Datu Hamawang yang bernama Datu Salayan.

" Datu Hamawang menurunkan turunan yang umumnya penduduk Kandangan dan sekitarnya, kemudian menyebar dimana-mana," katanya.

Dalam catatan Belanda, HSS hanya dikenal satu kota, yakni Hamawang. Kandangan sendiri tak tercantum dalam peta Belanda. Karena itu, Belanda dalam rangka meluaskan kekuasaannya mengirim pasukan lewat sungai Barito dan sungai Nagara, lalu berlabuh di Desa Kalumpang untuk menyerang kampung Hamawang.

Hamawang jatuh dan diduduki Belanda, kemudian Datu Hamawang berpindah ke seberang sungai Amandit dan menyerang Belanda secara terus-menerus, sehingga akhirnya Belanda meneruskan perjalanan dan membangun benteng di kota Kandangan, dikenal dengan Benteng Hamawang.

" Dan karena hingga kini makam beliau tidak diketahui letaknya, maka tugas kita sebagai juriatnya mencari dan meneliti riwayat Datu Hamawang lebih dalam lagi," pesan suami Hj. Norlatifah ini.

Sementara Sekda HSS, H Ahmad Fikri mengaku sangat bangga dengan ketokohan Datu Hamawang. Semangat perjuangan Datu Hamawang menjadi inspirasi pemerintah daerah dalam membangun banua.

" Pertemuan ini sangat bermakna. Kami bertekad melanjutkan cita-cita Datu Hamawang untuk mensejahterakan masyarakat," janji Sekda.

Sementara KH Abdul Hamid dalam tausyiahnya menekankan makna sangat besar dari kegiatan haul yang dirangkai acara Badadapatan antara juriat Datu Hamawang dengan masyarakat luas itu.

" Ada sesuatu yang perlu dimaknai. Spirit Datu Hamawang harus menjadi teladan bagi kita semua," katanya.




Minggu, 06 Februari 2011

JALAN TAK BERASPAL DAN PENUH LUBANG

Senin, 7 Februari 2011

Norda, warga Kompleks Teluk Pinang, Desa Hamalau Kecamatan Sungairaya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan , terpaksa melewati jalan di Desa Baluti yang lebih jauh saat menuju ke Kota Kandangan.

Ibu satu anak ini sadar kondisi jalan di Baluti lebih bagus ketimbang jalan By Pass Bundaran Hamalau yang meski lebih dekat tapi penuh lubang.

Diterangkannya, kawasan tempat tinggalnya memang memiliki beberapa pilihan jalan untuk menuju ke kawasan Kota Kandangan, namun yang paling dekat menuju ke Kota Kandangan yakni melalui jalan By Pass Bundaran Hamalau.

"Tapi karena kondisi jalannya (By Pass Bundaran Hamalau) yang masih tak beraspal dan penuh lubang makanya saya lebih memilih jalan Baluti meski agak jauh," ujarnya belum lama tadi.

Ditambahkannya, setiap hari dirinya pulang pergi ke Kota Kandangan untuk bekerja. "Semoga pemerintah bisa cepat memperbaiki jalan itu, kalau jalan By Pass Bundaran Halamau sudah baik jarak tempuh saya bisa lebih dekat lagi," harapnya.

Kabag Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum HSS, Rahmawaty, menyatakan, jalan by pass bundaran Halamau tersebut rencannya kembali dikerjakan setelah terlantar bertahun-tahun.

Diutarakannya, anggaran perbaikan jalan by pass bundaran Hamalau yang terhubung dengan kawasan Muara Banta ini telah tersedia.

"Jalan itu rencananya memang bakal kita lanjutkan kembali setelah pekerjaannya sempat terhenti sejak tahun 2005 lalu," ujarnya.

Diungkapkannya, sebagai tahap awal pihaknya bakal melakukan peninggian kembali sekaligus pengerasan jalan sebelum melakukan pengaspalan.

"Awal tahun ini proyeknya akan kita lelang, mudahan pertengahan tahun jalan itu bisa kembali dikerjakan," katanya.

Sementara itu Sekda HSS Ahmad Fikry beberapa waktu lalu juga telah mengisyarakan perihal pengerjaan kembali proyek jalan by pass Hamalau yang sempat terhenti tersebut.

Diutarakannya, pengerjaan jalan tersebut selain untuk memudahkan arus lalu lintas warga yang tinggal di kawasan jalan By Pass Hamalau tersebut, juga untuk memecah arus lalu lintas dalam kota yang kini sudah mulai padat.

Diungkapkannya, jalan by pass Hamalau tersebut terakhir dikerjakan sekitar empat atau lima tahun silam yang mana saat itu akses jalan tersebut telah terbuka.

"Jalan itu memang sudah saatnya dibuka seiring meningkatnya volume kendaraan, apalagi Jalan By Pass itu meupakan jalan lintas provinsi, aksesnya sudah ada paling tinggal sedikit pengerasan sudah bisa dilakukan pengaspalan" ujarnya.

PERSIAPAN UN 2011

Senin, 7 Februari 2011

Dinas Pendidikan Hulu Sungai Selatan telah mempersiapkan berbagai rencana terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2011 , diantaranya melakukan pendekatan terhadap semua siswa dan orang tua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan HSS Johansyah SSos MAP melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) M Arlian Sahrial MPd mengatakan, rencananya Dinas Pendidikan juga akan melakukan intervensi dengan semua sekolah di kabupaten yang menyelenggarakan UN.

Intervensi yang dilakukan adalah untuk mendapatkan kepastian apakah pihak sekolah memahami atau tidak masalah-masalah yang akan dihadapi ketika UN berlangsung.

“Kita akan lemparkan program ke semua sekolah yang menyelenggarakan UN,” ujar Arlian.
Lebih rinci Arlian mengatakan, dalam aturan, Disdik HSS hanya melakukan UN satu kali dalam setahun dan tidak ada ujian ulangan. Terkait dengan pelaksanaan ujian susulan, akan dilaksanakan satu minggu setelah ujian utama. “Sedangkan ujian teori kejuruan dilakukan di sekolah soalnya sendiri diambil dari Dinas Pendidikan Pusat,” jelasnya.

Menurut Arlian, pengertian UN secara umum adalah hasil penilaian belajar yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan tujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional, pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. “Ujian Nasional sendiri untuk melakukan pemetaan mutu program satuan pendidikan yang tengah diberlakukan,” katanya.

Sedangkan dasar seleksi adalah untuk kelanjutan, dimana dapat masuk pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ujian Nasional yang dilaksanakan ini adalah untuk penentu kelulusan siswa dalam satuan pendidikan.

BIDANG KESEHATAN JADI PRIORITAS

Senin, 7 Februari 2011

Perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan kepada masyarakat di sektor kesehatan sangat tinggi. Buktinya, pemerintah daerah telah memberikan anggaran setiap tahun dengan jumlah yang sangat besar.

Bupati HSS HM Safi'i mengatakan, pemberian anggaran yang cukup besar karena adanya komitmen bersama antara pihak eksekutif dan legislatif.

Tanpa komitmen bersama, tunjangan kesehatan yang dianggarkan oleh eksekutif tidak bisa dilakukan. Pasalnya tidak ada persetujuan yang dapat menyamakan visi dan misi yang diinginkan. “ Ini adalah komitmen secara bersama, yang menginginkan warga HSS bisa lebih sehat,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2008, berisi tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi penduduk HSS. Perda tersebut untuk memberikan perlindungan dan kepastian akan jaminan kesehatan menuju Universal Coverage Insurance.

Sedangkan pada Perda Nomor 2 Tahun 2009 yang berisi tentang pendanaan Program Jamkesda, adalah bentuk dari kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat, sehingga dapat mengalokasikan dana yang berkesinambungan (dana badi) untuk kelangsungan Program Jamkesda.

Masih menurut Safi’i, pada Perda Nomor 5 tahun 2009 yang lalu, Pemerintah Daerah juga memberlakukan Retribusi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Brigjend H Hassan Basry Kandangan. Tujuannya agar bisa lebih berpihak pada rakyat dan sekaligus menjadikan RSUD Brigjen H Hasan Basry bisa mengedepankan entrepreneurship.

Selanjutnya di dalam Perda Nomor 6 tahun 2009, pemerintah daerah juga menyertakan retribusi pelayanan di Puskesmas, agar dapat melindungi dan sekaligus menjadi tempat mendidik masyarkat dalam bidang kesehatan. “Apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah pada dasarnya adalah untuk menunjang kepentingan Masyarakat HSS,” ujar Bupati.

Ditegaskannya, kebijakan pembangunan adalah untuk kepentingan masyarakat umum, maka pembangunan yang dilakukan juga mendapatkan dukungan dari pihak DPRD yang merupakan wakil rakyat. Terkait dengan adanya dana kesehatan tersebut, pemerintah daerah akan lebih menekankan pada pemberian bantuan terhadap masyarakat miskin yang ada di Kabupaten HSS.

Pasalnya pada tahun 2011 ini, pemerintah daerah telah memprogramkan bantuan untuk orang miskin yang ada di Bumi Antaludin. “Semua dana yang kita siapkan adalah untuk Masyarakat HSS, tapi yang mendapatkan prioritas utama adalah orang-orang miskin,” ujar Bupati.

Dalam keterangannya, Bupati juga mengatakan bahwa bantuan yang diberikan untuk orang miskin tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesehatan pada masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Seiring dengan diluncurkannya Program Ampih Miskin ke tengah masyarakat, maka pelaksanaannya juga harus ditunjang dengan sejumlah dana. Dana tersebut diberikan dalam bentuk jaminan sosial kesehatan bagi Masyarakat HSS.

ARUH ADAT DI LOKSADO

Senin, 7 Februari 2011

Aruh adat masyarakat Pegunungan Meratus di Desa Malaris Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), ternyata masih diminati para wisatawan dalam dan luar daerah. Buktinya, di saat pelaksanaan Aruh Bawang pada Minggu malam (5/2) para wisatawan banyak yang datang dan berkumpul di sekitar balai.

Dalam prosesi pelaksanaan aruh yang diselenggarakan setiap akan bercocok tanam dan sesudah panen pada awal dan pertengahan tahun tersebut, masyarakat adat menggelar berbagai ritual religus, yang sangat asyik untuk disaksikan.

Apalagi dalam ritual adat itu, para tokoh terkadang menyelipkan berbagai pesan kepada seluruh masyarakat adat yang datang. Pesan tersebut mengartikan bahwa masyarakat adat dayak yang tinggal di pegunungan Meratus dapat hidup saling berdampingan dengan masyarakat lainnya.

Menurut Damang Ujal, tokoh adat setempat, pada dasarnya aruh bagi masyarakat adat meratus adalah hal yang sudah biasa dilaksanakan oleh masyarakat adat. Sehingga, pada pelaksanaannya terkesan biasa- biasa tanpa ada yang ditutupi. Pelaksanaan itu sendiri, selain dihadiri oleh para tokoh masyarakat adat, juga dihadiri oleh tamu yang datang dari berbagai balai yang ada di pegunungan. “Aruh merupakan bagian dari ungkapan terima kasih masyarakat Adat Dayak kepada Tuhan,” ujar Ujal.

Selain ungkapan terima kasih, Aruh juga dapat menjadi ajang pengikat talisilaturrahmi antar mayarakat adat. Bahkan sebelum pelaksanaan aruh, biasanya para tetua dan tokoh adat terlebih dahulu melakukan rembug. Dalam rembug tersebut, para tokoh banyak yang membicarakan masalah adat dan kemajuan masyarakat adat dayak. Terkadang lagi, masyarakat adat dayak juga akan mendatangkan orang-orang dari luar untuk meminta berbagai informasi.

Menurut mantan Pambakal di Desa Malaris ini, sebelum aruh berlangsung, para tamu yang datang boleh masuk, tapi jika di saat prosesi berlangsung maka para tamu yang datang tidak boleh masuk ke dalam balai. Pasalnya akan mengganggu prosesi pelaksanaan ritual adat.

ARUH ADAT DI MALARIS




Senin, 7 Februari 2011

Aruh adat masyarakat Pegunungan Meratus di Desa Malaris Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan , ternyata masih diminati para wisatawan dalam dan luar daerah. Buktinya, di saat pelaksanaan Aruh Bawanang belum lama tadi para wisatawan banyak yang datang dan berkumpul di sekitar balai.

Dalam prosesi pelaksanaan aruh yang diselenggarakan setiap akan bercocok tanam dan sesudah panen pada awal dan pertengahan tahun tersebut, masyarakat adat menggelar berbagai ritual religus, yang sangat asyik untuk disaksikan.

Dalam ritual adat itu, para tokoh terkadang menyelipkan berbagai pesan kepada seluruh masyarakat adat yang datang. Pesan tersebut mengartikan bahwa masyarakat adat Dayak yang tinggal di pegunungan Meratus dapat hidup saling berdampingan dengan masyarakat lainnya.

Damang Ujal, tokoh adat setempat, mengatakan pada dasarnya aruh bagi masyarakat Dayak Meratus adalah hal yang sudah biasa dilaksanakan oleh masyarakat adat. Sehingga, pada pelaksanaannya terkesan biasa- biasa tanpa ada yang ditutupi. Pelaksanaan itu sendiri, selain dihadiri oleh para tokoh masyarakat adat, juga dihadiri oleh tamu yang datang dari berbagai balai yang ada di pegunungan Meratus. “Aruh merupakan bagian dari ungkapan terima kasih masyarakat Adat Dayak kepada Tuhan,” ujar Ujal.

Selain ungkapan terima kasih, Aruh juga dapat menjadi ajang pengikat tali silaturrahmi antar mayarakat adat. Bahkan sebelum pelaksanaan aruh, biasanya para tetua dan tokoh adat terlebih dahulu melakukan musyawarah. Dalam musyawarah tersebut, para tokoh banyak yang membicarakan masalah adat dan kemajuan masyarakat adat Dayak. Terkadang lagi, masyarakat adat Dayak juga akan mendatangkan orang-orang dari luar untuk meminta berbagai informasi.

Menurut mantan Pambakal di Desa Malaris ini, sebelum aruh berlangsung, para tamu yang datang boleh masuk, tapi jika di saat prosesi berlangsung maka para tamu yang datang tidak boleh masuk ke dalam balai. Pasalnya akan mengganggu prosesi pelaksanaan ritual adat.

CITIZEN REPORTER

Senin, 7 Februari 2011

ARUH SASTRA VIII 2011

BARABAI, KALSEL - Sesuai rekomendasi di Tanjung, Aruh Sastra Kalsel VIII Tahun 2011 ini akan dihelat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Diharapkan even ini lebih meriah dari pelaksanaan tahun sebelumnya.

LAPANGAN DITUTUP

KANDANGAN, KALSEL - Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan untuk sementara ditutup untuk umum. Baik itu untuk kegiatan olahraga maupun yang lainnya. Ini dikarenakan lapangan tersebut bakal menjadi tempat kegiatan STQ Tingkat Provinsi Kalsel ke XVIII, 21 - 27 Maret 2011. Jadi panitia mengantisipasi lebih dahulu agar kondisi lapangan tidak rusak.

MATAHARI SAMUDERA

KANDANGAN, KALSEL - Setiap hari Jum'at, sejak tanggal 4 Februari 2011 Kandangan TV menayangkan sinetron Matahari Samudera. Perlu diketahui sinetron ini diproduksi sekitar tahun 2007 dengan kru dan pemainnya asli urang Hulu Sungai Selatan. Berkisah tentang awal masuknya Islam ke tanah Banjar. Sinetron ini di sutradarai oleh Burhanuddin Soebely. Sementara para pemainnya antara lain : M. Fuad Rahman, Lisa Afriani. M.Faried WSH, Fahrudin, Atu Relez, Zainal Mursalin, dll.

CURAHAN HATI


Minggu, 6 Februari 2011

Tak seperti biasanya, kondisi tubuhku tidak fit. Kepalaku pusing, nafas sesak, batukan. Tidur tadi malam tak karuan. Bahkan sampai subuh aku tak juga tidur.

Lantas aku diajak teman jalan-jalan ke Kandangan. Nemu alamat facebook seseorang. Ada foto dua gadis cantik. Aku tertarik. Langsung kusimpan foto itu. Maaf bila yang bersangkutan tidak berkenan. Foto itu cukup menarik karena latar belakangnya adalah suasana alam. Duh indahnya dunia. (akhmad husaini)

Jumat, 04 Februari 2011

PROGRAM AMPIH MISKIN DI HSS

Kamis (27/1) bertempat di pekarangan rumah Kaspul Desa Padang Batung Kecamatan Padang Batung, Bupati Hulu Sungai Selatan Dr.H.M.Safi’i,M.Si mendengarkan permintaan para masyarakat miskin yang di bedah rumahnya pada tahun 2010 yang lalu dalam rangka penuntasan masyarakat miskin yang ada di HSS.

Permintaan masyarakat yang di bedah rumahnya tersebut yakni bagaimana mereka terbebas dari masalah yang dihadapi saat ini yakni terbebas dari kemiskinan. Setelah mendengarkan permintaan tersebut, Bupati berjanji nantinya akan memberikan bantuan satu buah beca kepada Kaspul dan memberikan bantuan dana untuk modal usaha kepada Sanhuri dan Sabariah. Dan juga Badan Penyuluh dan Ketahanan Pangan memberikan 2 ekor ayam untuk anak Kaspul.

Dalam sambutan Bupati menyatakan bahwa program penanggulangan kemiskinan tersebut merupakan program nasional dan juga program yang melibatkan semua pihak yang diantaranya baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten, Masyarakat serta pihak Swasta bertanggung jawab akan keberhasilan program tersebut. Kemudian Bupati berpesan kepada Kaspul, Sanhuri dan Sabariah agar bertekad apa yang bisa dilakukan dan diperbuat untuk terbebas dari masalah kemiskinan tersebut. Kepada masyarakat dan Swasta, Bupati mengajak mari berusaha membantu banyak pendapatan dan sedikit pengeluaran.

Pada kesempatan tersebut, Camat Padang Batung Drs.Saiful Bakhri menyampaikan bahwa pada program tahun 2010 telah dibangun bantuan rehab rumah tidak layak huni di Kecamatan Padang Batung sebanyak 3 buah rumah. Tiga buah rumah tidak layak huni tersebut diantaranya 1 buah rumah di desa Padang Batung yang diberikan kepada Kaspul, 1 buah di desa Jambu Hulu yang diberikan kepada Sanhuri dan 1 buah rumah di desa Durian Rabung yang diberikan kepada Sabariah.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana Drs.H.Muhyanie Rizalie,M.Si menyatakan laporannya terkait dengan program Ampih Miskin di HSS. Pada tahun 2010 yang lalu direncanakan oleh Pemkab HSS memperbaiki rumah tidak layak huni sebanyak 23 buah rumah. Kemudian berkembang sampai akhir tahun 2010 menjadi 31 buah rumah yang terdiri dari bantuan Pemda melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) sebanyak 23 buah, DPA yang ada di Dinas Kessos bisa melakukan pembedahan rumah sebanyak 3 buah, bantuan dari BNI sebanyak 2 buah, bantuan dari PT.SAM sebanyak 3 buah, BPD akan membangun sarana lainnya berupa sarana sanitasi yakni MCK pada lokasi-lokasi yang sudah ditentukan.

Kemudian Drs.H.Muhyanie Rizalie,M.Si mengutarakan pada tahun 2011 rumah yang selesai dibangun sebanyak 27 buah rumah dan 4 buah rumah belum dibangun. Empat buah rumah yang belum dibangun tersebut yang diantaranya 3 buah di Kecamatan Daha dikarenakan pengambilan dana baru diambil pada awal tahun 2011 dan rencananya minggu depan akan dimulai pembangunan rumah tersebut. Dan 1 buah di Kecamatan Kandangan yakni di desa Gambah Luar Muka masih mencari tanah karena tidak mempunyai tanah sama sekali.

Adapun identifikasi dari pada 27 buah rumah yang sudah dibangun yakni klasifikasi untuk type A sebanyak 5 buah rumah, type B sebanyak 5 buah rumah dan type C sebanyak 17 buah rumah. Dikatakannya juga pada tahun 2011 sudah menginventarisir untuk 120 buah rumah dan ada 41 buah rumah untuk klasifikasi A dan B dan untuk klasifikasi C, SKPD-SKPD yang telah di plot untuk membina hal tersebut sudah siap dan akan diluncurkan berbagai program dan menunggu proses-proses pencairan dana sesuai ketentuan yang berlaku.

HEBOH KUBURAN KERAMAT

Sabtu, 5 Februari 2011

Munculnya gundukan tanah seperti kuburan di Desa Malutu Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan mulai meresahkan masyarakat. Kuburan itu menimbulkan kehebohan dan dikeramatkan.

Polres HSS pun menyelidiki kuburan di lahan kosong bekas kebun karet itu. Wakapolres HSS Kompol Asep Hidayat mengatakan polisi telah meminta keterangan sejumlah orang.

Menurut Kades Malutu Abdul Sani, munculnya gundukan tanah seperti kuburan itu mengagetkan dirinya. Soalnya, Sani yang puluhan tahun tinggal di Malutu, tak pernah melihat dan mendengar ada kuburan di lokasi tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keberadaan kuburan itu pertama kali disampaikan oleh seorang warga Kota Kandangan --sebut saja SD-- kepada teman-temannya. SD mengaku mendapatkan mimpi.

Teman-teman SD kemudian menuju tempat yang disebutkan. Di sana mereka melihat ada sekitar 50 'kuburan'.

Dari kuburan yang berada di lahan seluas kurang lebih dua borongan tersebut, SD mengatakan ada kuburan seorang habib. Itu diketahuinya juga lewat mimpi. SD pun mengeramatkan 'kuburan' itu.

Klaim SD tak bertahan lama setelah ditanggapi serius kalangan habib Kandangan. Mereka menanyakan nama dan silsilah penghuni kuburan yang dinyatakan sebagai habib. Saat itu SD tak mampu menjelaskannya.

Beberapa hari kemudian, SD kembali menceritakan kalau kuburan keramat itu merupakan kuburan seorang wali, yang dimakamkan 500 tahun lalu. Namun klaim itu kembali menuai kontroversi.

SD juga menyatakan tiga kuburan lainnya merupakan kuburan Syarifah Putri Mayang Sari, Datu Pantai Batung dan Datu Bungkul.

Kini lokasi 'kuburan' itu sepi. Tidak ada lagi warga yang datang setelah mendengar kontroversi kuburan tersebut.

LEBIH DEKAT DENGAN ITIK PEDAGING PAHARANGAN

Sabtu, 5 Februari 2011

Itik merupakan salah satu komoditi unggulan di Desa Paharangan Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Karena lebih dari 75 % penduduknya bermatapencaharian sebagai peternak itik.

Tahun lalu telah dikukuhkan jenis itik baru yang dinamakan itik pedaging Paharangan. Itik tersebut merupakan hasil persilangan antara itik peking betina dengan entok jantan. Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati HSS, HM Safi'i. Menurut Bupati ke depan Desa Paharangan dan sekitarnya akan dijadikan sentra unggas. " Masyarakat harusnya bangga dengan beternak unggas dan menjadikannya sebagai mata pencaharian," ujar Bupati HSS.

Kamis, 03 Februari 2011

HUJAN LABAT


Jum'at, 4 Februari 2011

Aku kada kawa bulik. Singgah ka warnet . Sakalinya diluar hujan sing labatan. Padahal aku tuntung sudah online. Handak bulik katia kada kawa. Babasahan banarham. Kaya apa yu? Rumah jauh di Angkinang.

Parut garurukan sudah. Tuluuuuuuuung.......................!!!!!!

PROGRAM BARU DINKES HSS




Jum'at, 4 Februari 2011

Dinas Kesehatan Hulu Sungai Selatan meluncurkan program baru untuk mencegah berkembangnya wabah penyakit berbahaya di wilayahnya. Program tersebut bernama kewaspadaan dini dan respon. Menitikberatkan pada petugas kesehatan yang ada di rumah sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Bidan Desa.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Ir Fathurrahman mengatakan, program sistem kewaspadaan dini dan respon yang diluncurkan tersebut merupakan upaya pendeteksian secara dini masalah-masalah Kejadian Luar Biasa (KLB) yang bisa terjadi kapan saja di suatu wilayah.

Kata Fathurrahman, selain memantau KLB, program tersebut juga diharapkan dapat meminimalisasi kesakitan atau kematian yang berhubungan dengan KLB serta untuk memonitor kecenderungan penyakit menular dan cara pengendalian penyakit.

Lebih rinci Fathurrahman mengatakan, program yang dimaksud adalah suatu sistem yang dapat memantau, perkembangan tren KLB atau wabah dari waktu ke waktu yang biasa terjadi.

Bahkan, program tersebut dapat memberikan sinyal kepada pengelola program, apabila kasus tersebut melebihi nilai ambang batas maka petugas harus segera melakukan tindakan pengendalian. “Mereka yang melakukan respon adalah bidan mantri atau perawat yang ada di pusat kesehatan,” ujarnya.

Masih menurut Fathur, dalam pelaksanaan tugasnya para mantri dan perawat dapat melakukan investigasi pada kawasan yang dicurigai sebagai tempat penyebaran suatu penyakit yang diduga dapat menimbulkan KLB. Selanjutnya dalam melaksanakan investigasi, para petugas juga harus melakukan verifikasi keadaan sesungguhnya, dari KLB dengan pelacakan kasus.

Bahkan para petugas harus mengambil contoh dari kasus yang terjadi untuk dilakukan identifikasi fathogen. ”Petugas harus melaksanakan investigasi KLB untuk mengidentifikasi sumber penularan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan tugas, para petugas harus aktif melakukan tindakan secara cepat untuk mengendalikan penyebaran KLB. Selanjutnya dapat memastikan penanganan kasus yang sesuai. Dalam melakukan tindakan, petugas juga harus berkoordinasi dengan instansi-instansi yang ada, hal itu dilakukan agar pelaksanaan tindakan tidak saling berbenturan.

Dalam menjalankan tugas, para medis yang berada di lapangan juga harus melibatkan Tim Gerak Cepat (TGC) Instansi Kabupaten terkait dan para pemuka masyarakat setempat.

Dalam suatu penanganan, semua kasus yang mencuat di tengah masyarakat, apakah sudah lama atau yang baru harus direspon dengan cepat. Masalahnya dengan penanganan yang cepat maka korban teridap akan semakin kecil.

Dalam pelaksanaan tugas yang wajib dilaporkan sebelum 24 jam adalah mereka yang tersangka kolera, tersangka flu burung pada manusia, tersangka flu burung pada unggas. lumpuh layu akut, tersangka difteri, meningitis/encephalitis, dan tetanus neonatorum, keracunan makanan, tersangka antraks, gigitan hewan penular rabies, serta kluster penyakit yang tidak diketahui.

HIDUP PAHLAWAN KUNING


Jum'at, 4 Februari 2011

Dari Taniran Kec. Angkinang ia melangkah pergi setiap mencari sesuatu yang pasti. Akankah keniscayaan diri kian berarti.

Sambut hari dengan ambisi.

BUKU BERTUMPUK PIKIRANKU KIAN SUNTUK



Jum'at, 4 Februari 2011


Sudah beberapa minggu ini aku sibuk mendata buku baru yang datang untuk perpustakaan sekolahku. Buku itu tiba tepat pada tanggal 11 Januari 2011.

Dari ribuan eksemplar buku itu baru beberapa yang selesai kudata. Baik dicatat ke buku induk, di stempel, dan diberi label. Entah kenapa aku agak malas dalam beberapa hari terakhir ini. Buku bertumpuk dimana-mana. Baca buku malas lagi tidak konsen. Pikiran melayang entah kemana?

MALARIS YANG MEMBUATKU MENANGIS


Jum'at, 4 Februari 2011

Usai shalat Dzuhur di Padang Batung aku dan temanku pergi ke Loksado. Kali ini tujuan kami adalah Malaris. Perjalanan kali ini terasa cukup melelahkan. Beberapa kali kami berhenti. Singgah di tepi jalan sebelum Tanuhi. Minum Panther dingin. Sisa dari jalan-jalan ke Birayang. Ah segar....

Kucoba menghubungi rekanku Sofan wartawan Media Kalimantan yang bertugas di HSS. Juga Ida Laeny wartawati Barito Post di HSS. Aku ingin tahu kenapa banyak pejabat HSS yang lewat dari arah Loksado, ada acara apa? Oh ternyata ada acara silaturrahmi juriat Amawang di Lumpangi.

Di Malaris bongkahan batu besar membuatku terpukau. Tapi hati ini menangis. Walau gemericik air kian ritmis. Aku ingin sendiri di sini.

Anak muda sedang camping. Warga mencari karet. Hasby Rifani, mahasiswa FH Unlam menyapa. Disini memang bagus untuk menenangkan diri.

Tapi sayang hujan lebat turun. Kami pulang. Berteduh di SDN Loklahung beberapa menit. Lumayan juga hujannya. Sempat terpikir untuk bermalam. Dimana nginapnya?

Tapi akhirnya hujan berhenti juga. Kamipun pulang, tentu dengan susah payah. Tanjakan yang teramat mengkhawatirkan.