Selasa, 25 September 2012

CATATAN LAINNYA

Selasa, 25 September 2012


PERJALANAN PENUH CERITA

Inilah perjalanan paling berkesan yang pernah saya lakukan. Ditemani Rizal, kawan akrab saya. Kami melakukan perjalanan panjang yang cukup melelahkan ke Amuntai dengan motor Honda Supra Fit saya. Lewat jalan Nagara.
Lewat Taniran, Wawaran, Bangkau, Nagara, Muara Tapus, dan Amuntai. Setiap ada yang menarik kami singgah. Saya menjepret masjid / langgar serta hal-hal menarik lainnya dengan kamera digital yang saya miliki. Di Nagara banyak orang di tepi jalan memetik dan berjualan semangka.
Sempat saruan ka anu bini Ulis , baataran panganten di Mamar. Di Babirik memotret kantor camat Babirik. Shalat Dzuhur di masjid Muawanah Mamar, Amuntai Selatan. Lalu ke candi Agung. Karena hari libur pengunjungnya cukup banyak. Shalat ashar di masjid raya Amuntai.
            Pulang lewat Haruyan. Sempat foto-foto di Sungai Kaladi. Lewat Gumbil, Taniti, Mandala. Saat saya ajak Rizal melihat main bola di lapangan dekat SMA Baladul Amin, ia tidak mau alasannya pernah berkelahi dengan buhan Tegal saat main bola.
Kami terus. Lewat Ambutun. Shalat Maghrib di masjid Istiqamah. Ke warung ketupat di muara Banyu Barau. Datang ke rumah listrik sedang padam. Mungkin dampak kebakaran di PLTD Sektor Barito di Banjarmasin.
Perjalanan ini menyisakan banyak kenangan yang tak kan terlupakan.

Kandangan-Nagara-Amuntai, 2-9-2012








                                                  APEL SENIN PERTAMA                       

Semenjak bekerja tahun  2005 baru kali ini saya ikut apel pagi Senin. Tepatnya, Senin (27/8/2012). Saya datang lebih awal. Pukul 07.30 upacara dimulai. Seluruh siswa ikut upacara. Sementara guru sebagian belum datang. Beberapa menit kemudian satu-persatu datangan.
            Kebetulan kali ini hari pertama turun sekolah setelah sebulan libur bulan Ramadhan 1433 H.
            Penyelenggara upacara adalah kelas keroyokan. Maksudnya gabungan dari beberapa kelas. Paduan suara gabungan kelas VIII dan IX. Pengerek bendera juga gabungan.
            Sebagai pimpinan upacara Ricky Adi Saputera dari kelas IX B. Sedangkan pembina upacara Bp. Kepala sekolah M. Syakhrul, AB. S.Pd.
            Usai upacara diadakan halal-bihalal seluruh siswa bersalaman dengan dewan guru dan staf tata usaha. Karena masih dalam suasana lebaran Idul Fitri.
            Mengikuti upacara bendera kali ini saya merasa begitu bergairah dan cukup berkesan. Pertama ikut upacara. Insta Allah Senin-Senin mendatang akan ikut lagi.
            Selama ini setiap Senin saya absen datang ke sekolah. Dengan berbagai alasan untuk menghindari upacara. Kalaupun hadir biasanya saya landung datang. Kini entah kenapa saya mulai mencoba untuk berubah. Rindu akan nilai-nilai kebangsaan.

Kandangan, 27-8-2012


SEKEDAR MENULIS

Selasa, 25 September 2012


CENGKERAMA MALAM

            Dingin mulai merasuk tubuh. Saya pulang ke rumah pukul 01.10 WITA. Kamis(30/8) usai melawat orang meninggal dunia, neneknya Ashadi. Rabu(29/8) setelah shalat Isya.
            Yang masih bagadang ada H. Suriani, Mundad, Mail, Ashadi, dan Kasim. Banyak cerita yang muncul. Yang utama cerita Ashadi dan Kasim. Soal orang-orang harat / preman di HSS dan HST. Pengalaman masa lalu yang kelam. Juga soal kakak beradik, Titit dan Edi Kancil.
            Sebelumnya Madan bercerita kalau Dadan , adik Reki Mulyadi kehilangan sepeda motor di depan rumah Suri Ateng. Pantas saja saya lihat sebelumnya Robi laju banar ampah ka hulu.
            Saya dengar nama Amat Ngayau, Daniel Bangsawan, Ibim, Eko, Herry,dsb sering disebut dalam cerita Ashadi dan Kasim.
            Pengalaman Kasim saat pulang dari Banjarmasin. Ia dibajak di Hamalau. Kasim tahu yang bakal membajaknya. Tapi ia pura-pura tidak tahu. Setelah pintu mobil terbuka ternyata Edi Kancil. Setelah tahu itu mobil truk Kasim Edi batal menjalankan misinya.
            Sebelumnya Ashar bercerita tentang pengalamannya sebagai pedagang minyak tanah keliling. Ia sudah menjelajahi seluruh daerah gunung di Banua Enam. Juga arah ke Batulicin. Banyak pengalaman suka-duka ia alami.
            Jalan terjal, tanah becek, dsb jadi santapannya. Sementara Udin mali bercerita tetntang pengalamnnya datang dari Batulicin mau pulang ke kandangan leawt  jalan gunung. Tapi tersesat 30 km ke daerah tambang. Ada stockpile besar dan banyak alat berat. Ia salah simpang. Tapi untunglah ia sempat bertanya kepada pekerja tambang yang ada dissana.

Kandangan, 30-8-2012

KABAR MTsN ANGKINANG

Selasa, 25 September 2012


PERGI DAN DATANG
            Suasana kantor tempat saya bekerja mengalami perubahan kepemimpinan. Kepala Urusan Tata Usaha pindah ke MTsN Amawang. Sebagai gantinya yang dari MTsN Amawang ke tempat saya. Bahurup istilahnya.
            Tugas Bapak Samideri di MTsN Amawang mungkin semakin berat. Karena jumlah siswa disana mencapai ribuan. Sementara tugas Ibu Hj. Fahriani agak ringan bertugas di MTsN Angkinang.
            Tapi apapun itu semoga pergantian ini membawa hikmah bagi keduanya. Maupun kami disini.
            Namun banyak pengalaman dan hal yang berkesan bagi saya selama Bapak Samideri bertugas di MTsN Angkinang. Beberapa diantaranya yang saya ingat adalah : Sejak saya bekerja di MTsN Angkinang tahun 2005 tak pernah sekalipun ikut upacara bendera  hari Senin. Baru dua minggu sebelum Bapak Samid saya ikut upacara bendera. Yakni pada tanggal 27 Agustus dan 3 September 2012. Saya merasa tidak nyaman atas hal ini. Kenapa saat Bapak Samid pindah saya aktif turun setiap Senin. Padahal biasanya saya ”meliburkan diri” dengan beragam alasan. Padahal alasan utama ingin menghindari upacara bendera.
            Hal lain yang berkesan adalah Bapak Samid selalu mengajak saya ke warung Ijar saat hari Minggu setelah ada kerjaan di sekolah. Semisal saat menjelang Ujian Nasional atau hal lainnya.
            Terakhir kali saya diajak ke Simpur mengurus pembelian meja dan kursi siswa saat tahun ajaran baru 2012/2013. Saya disuruh mengantar uang DP ke Simpur hari Jum’at setelah di sms H. Supian untuk upah tukang.
Kandangan, 11-9-2012