Jum'at, 14 Maret 2014
Ketatnya persaingan hidup, krisis finansial, target pekerjaan, lilitan hutang, dan sejuta masalah di tempat kerja dan tekanan hidup yang semakin sulit telah membuat kita lupa dengan kematian. Demikian pula berkumpul dengan orang yang kita cintai, keluarga, sahabat, pergi berlibur, makan minum di restoran, belanja di mall, konser musik, nonton TV, dan membaca novel telah membuat kita lupa dengan kematian.
Kematian memang merupakan hal yang menakutkan kebanyakan orang, sehingga topik pembicaraan tentang kematian sering dihindari oleh manusia dan paling dilupakan. Namun celakanya setiap manusia tidak dapat menghindari datangnya kematian. Suka tidak suka, piala bergilir itu pasti menghampiri kita. Bahkan suatu hal mustahil, setelah membaca tulisan ini, anda akan menghembuskan nafas terakhir.***
MELANGKAH DI JALAN, MENULIS DI HATI (Catatan Perjalanan, Renungan, dan Kisah Sederhana dari Sudut-Sudut Kehidupan)
Kamis, 13 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jembatan Muara Tawia di Angkinang HSS
Jumat, 8 Mei 2026 Jembatan Muara Tawia, yang ada di antara Desa Tawia, Desa Angkinang Selatan dan Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang, Kabup...
-
Sabtu, 9 November 2024 KH Fakhruddin Nur berasal dari Kuala Tungkal, Provinsi Jambi. Biasa disebut juga Guru Tungkal. Materi ceramahnya men...
-
Kamis, 15 Mei 2014 SINDUPATI A. Syarmidin BUBUHAN Dayak Maratus tuti iya nang bagana di Loksado. Bubuhannya ti sakalinya masi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar