Senin, 16 November 2015

Catatan Perjalanan Mengikuti Aruh Sastra di Martapura

Selasa, 17 November 2015





Tanggal 13 s.d 15 November 2015, saya mengikuti Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XII Tahun 2015 di Martapura, Kabupaten Banjar. Setelah shalat Jum’at saya ke Kandangan, yang berjarak sekitar 12 kilometer dari rumah saya di Angkinang. Tepatnya ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Bergabung dengan sastrawan dan pelajar untuk berangkat menuju Martapura. Adapun angkutan yang membawa rombongan kami adalah bus mini milik Pemerintah Kabupaten HSS. Ada sekitar 20 orang yang ikut rombongan, termasuk saya.

Kami berangkat sekitar pukul 16.00 WITA. Saya menagambil tempat duduk bagian belakang bersama dua orang pelajar putera asal SMAN 2 Kandangan. Di Binuang kami singgah di sebuah masjid untuk menunaikan shalat fardhu Ashar. Setelah shalat Ashar kami menuju ke sebuah warung minuman di seberang masjid Binuang. Saya memesan teh es dan mengambil sebungkus nasi. Selesai dari warung kami terus melanjutkan perjalanan ke Martapura.

Kami tiba di Martapura menjelang senja. Tempat peserta menginap adalah di Wisma Sultan Sulaiman Martapura. Setelah menghubungi panitia untuk mendapatkan kunci kamar di ruang Flamboyan wisma tersebut. Setelah masuk kamar kami menempatkan tas berisi pakaian dan barang lainnya ke lemari yang sudah tersedia.

Setelah shalat Maghrib kami menuju ruang makan. Yang berjarak sekitar sepuluh meter dari tempat kami menginap. Kami makan malam. Setelah itu kami bersiap-siap mengikuti acara pembukaan ASKS XII yang bertempat di Lapangan Ratu Zalecha Martapura. Berjarak sekitar 4 kilometer dari Wisma Sultan Sulaiman, tempat peserta menginap. Kami menaiki bus Satpol PP Kabupaten Banjar untuk menuju kesana. Panggung utama berdiri megah di tengah lapangan. Panitia terlihat hilir mudik menyiapkan segalanya. Demi sukses dan lancarnya kegiatan malam itu.

Rombongan HSS menuju tempat yang sudah ada berdasar label nama yang ada di baliho. Yakni di sisi kanan panggung utama. Berbagai pentas sastra digelar pada malam itu. Ada sekitar 7 kabupaten / kota yang mendapat giliran untuk menampilkan kemampuannya. Diantaranya musikalisasi puisi. Acara pembukaan dan pagelaran sastra berlangsung hingga tengah malam.

Kami kembali menuju penginapan untuk berlabuh ke alam mimpi. Sabtu (14/11/2015) kegiatan yang kami ikuti cukup padat. Pukul 08.00 WITA di Lapangan Ratu Zalecha digelar temu sastrawan dengan pelajar Kabupaten Banjar. Kemudian pukul 11.00 WITA di Aula Wisma Sultan Sulaiman digelar dialog sastra membicarakan antologi buku puisi ASKS XII. Pukul 15.00 WITA dialog sastra tentang cerpen lomba ASKS XII 2015. Pukul 17.00 WITA sidang pleno ASKS.

Malam Minggu di Lapangan Ratu Zalecha tim kesenian HSS menampilkan musikalisasi puisi. Mengangkat karya (alm) Burhanuddin Soebely. Mereka tampil begitu memukau dihadapan peserta dan pengunjung Aruh Sastra. Kegiatan berlangsung hingga tengah malam.

Minggu (15/11/2015) peserta ASKS XII pulang ke daerah masing-masing. Termasuk kami dari Kabupaten HSS. Kami pulang pukul 10.00 WITA menggunakan mobil yang disiapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata HSS. Di dalam mobi selain saya dari kalangan sastrawan ada juga Aliman Syahrani dan Hairin Nazrin.

Sastrawan lainnya sudah pulang malam Minggu. Juga ada ibu Murlinah dari Disbudpar HSS. Sisa lainnya ada 8 orang merupakan siswa SMAN 1 Kandangan dan SMAN 2 Kandangan. Mereka ikut karena prestasi dan hobi dibidang sastra yang selama ini diraih membawa harum nama Kabupaten HSS ditingkat provinsi dan nasional. (akhmad husaini)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Melihat Ampakan Banih Warga di Desa Angkinang Selatan

 Ahad, 18 Januari 2026 Ampakan (proses tanaman awal kedua) banih (padi) milik warga, di pahumaan (sawah) yang ada di sekitaran RT 3 Desa Ang...