Menurut
buku-buku sejarah tahun sekitar 1949 sampai dengan tahun 1963 di
Kalimantan selatan terjadi pemberontakan dari Kesatuan rakyat yang
tertindas yang dipimpin oleh ibnu hajar, seorang mantan pejuang yang
ingin lepas dari NKRI dan mendirikan Negara islam Indonesia. Karena
keterbatasan sumber, maka cerita ini hanya secuil yang bisa di ungkapkan
dalam sejarah. Terlepas dari predikat beliau sebagai seorang pejuang
atau seorang pemberontak, ada hal yang menarik tentang sosok ibnu hajar
Menurut cerita dari kakek saya ( kakek saya lahir dan bermukim di desa jembatan merah di kec.padang batung, kab. HSS) yang pernah mengalami masa-masa sulit di zaman garumbulan ( masa pada saat pemberontakan ibnu hajar tahun 1949 sd 1963 ). Beliau menceritakan tentang sosok seorang Ibnu Hajar.
Menurut cerita dari kakek saya ( kakek saya lahir dan bermukim di desa jembatan merah di kec.padang batung, kab. HSS) yang pernah mengalami masa-masa sulit di zaman garumbulan ( masa pada saat pemberontakan ibnu hajar tahun 1949 sd 1963 ). Beliau menceritakan tentang sosok seorang Ibnu Hajar.
Ibnu Hadjar, dilahirkan di Desa Ambutun, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Tidak ada
kejelasan tahun berapa ibnu hajar dilahirkan, yang jelas ibnu hajar
lahir pada masa penjajahan belanda. Orang tua ibnu hajar bapaknya asli
orang ambutun, dan ibunya berasal dari suku dayak di pedalaman
kalimantan tengah, tepatnya di puruk cahu. Ibnu hajar waktu kecil diberi
nama Angli . Pada saat perjuangan melawan belanda, beliau mempunyai
nama samaran, yaitu ibnu hajar. Nama samaran sering digunakan oleh para
pejuang untuk mengelabui belanda, dan menyulitkan belanda dalam
pelacakan. Banyak nama samaran pejuang yang sampai sekarang tetap
melekat di hati masyarakat. Beberapa nama pejuang seperti H.Asmawati,
Daeng Lajida, Hasnan Basuki, Danu Saputera, dan lain-lain masih harum di
tengah-tengah masyarakat kalsel khususnya di kabupaten hulu sungai
selatan.
Ibnu hajar waktu kecil dikenal oleh teman sebaya nya sebagai anak
yang pemberani. Pada waktu kecil dia sehari-hari membantu orang tua nya
bercocok tanam dan berburu ke hutan di kawasan ambutun dan telaga
langsat. Oleh orang tuanya ibnu hajar juga dididik dengan keras dan
disiplin, dan banyak di ajarkan ilmu keagamaan, dan konon juga ibnu
hajar di ajarkan oleh ibunya ilmu dari kesaktian dari suku dayak. Ibnu
hajar beranjak dewasa tumbuh menjadi anak yang alim dan pemberani.
Pada saat mulai dewasa itulah jiwa nasionalisme ibnu hajar tumbuh,
dia ingin membaktikan dirinya untuk membela tanah airnya, banuanya dari
penjajahan belanda. Akhirnya ibnu hajar bergabung dengan para pejuang,
seperti hasan basry. Ibnu hajar dikenal sebagai seorang yang pintar, dia
sangat menguasai taktik perang gerilya dan penguasaan medan. Dan juga
dia dikenal sebagai seorang yang pemberani, selalu berada di barisan
depan dalam peperangan. Hanya kekurangan beliau tidak bisa baca tulis,
karena memang sejak kecil tidak diajarkan oleh kedua orang tuanya, dia
hanya diajarkan ilmu keagamaan dengan tulisan dan kata arab/arab melayu.
Karena peran ibnu hajar ini sangat menyusahkan belanda, sehingga oleh
pemerintah belanda pada saat itu dia termasuk tokoh pejuang yang sangat
berbahaya. Karena prestasi beliau itulah maka ibnu hajar menjadi tokoh
dan komandan pejuang bersama hasan basry sampai masa kemerdekaan. Banyak
prestasi beliau pada saat masa perjuangan itu.
Kembali terlepas kepada polemic kenapa beliau berpaling dari NKRI,
intinya adalah karena ketidakadilan terhadap para pejuang kemerdekaan
khususnya yang asli banua, campur tangan pusat yang semena-mena. Singkat
kata Ibnu hajar mengkoordinir para para pejuang yang merasa
termarginalkan oleh Negara, kemudian beliau dengan anak buahnya merampok
gudang senjata milik TNI dikandangan ( sekarang Yonif 621 kandangan ).
Setelah merebut berbagai senjata dan amunisi, beliau dan anak buahnya
lari ke pedalaman gunung meratus untuk menyusun strategi dan kekuatan.
Markas besar atau basecamp kelompok garumbulan pimpinan ibnu hajar
ini di daerah Paramasan ( daerah di pegunungan meratus sekarang termasuk
dalam kabupaten banjar yang sekarang disengketakan oleh kab. Tanah
bumbu karena daerah ini kaya akan hasil tambang batu bara dan bijih besi
). Paramasan terletak strategis karena ada di jantung pegunungan
meratus yang dikelilingi gunung gunung yang tinggi dan terjal, disertai
jurang jurang yang dalam, sehingga sulit sekali untuk bisa sampai ke
daerah sana. Dan juga daerah ini mempunyai akses mudah ke seluruh daerah
di kalsel. Seperti tanah bumbu, pelaihari, martapura, rantau, kandangan
dan barabai. Di daerah inilah ibnu hajar menghimpun kekuatan dan
menyususn strateginya. Sebenarnya banyak juga basecamp garumbulan di
daerah lain di penjuru daerah pegunungan meratus tetapi masih dibawah
komando oleh Mabes Paramasan.
Kelompok KRyT atau garumbulan ini banyak mempunyai anggota, kira kira
jumlahnya ratusan orang. disana terkumpul mantan pejuang yang beralih
haluan, ada juga bubuhan tacut yang jagau yang tidak punya pekerjaan di
kampungnya karena kemiskinan dan masih morat maritnya perekonomian NKRI
pada masa itu.
Tapi ada satu mata rantai yang putus antara sosok ibnu hajar dan kelompok yang dia pimpin. Ibnu hajar dikenal sebagai sosok yang alim, berwibawa, dan mempunyai rasa social yang tinggi, tetapi bertolak belakang dengan kelompok garumbulan.
Tapi ada satu mata rantai yang putus antara sosok ibnu hajar dan kelompok yang dia pimpin. Ibnu hajar dikenal sebagai sosok yang alim, berwibawa, dan mempunyai rasa social yang tinggi, tetapi bertolak belakang dengan kelompok garumbulan.
Kelompok garumbulan terkenal sangat kejam, mereka tidak segan
membunuh dan membantai orang, mereka sering menculik masyarakat. Mereka
sering menculik masyarakat yang kaya di desa, untuk minta tebusan.
Mungkin uang tebusan ini untuk digunakan sebagai dana operasional dan
logistic mereka. Kalau tidak bisa ditebus maka sandera ini akan dibunuh,
baru mayatnya dibuang. Kakek saya bercerita pernah ada di daerah padang
batung ada anak orang kaya disana yang diculik, garumbulan minta
tebusan, tapi hanya sebagian saja yang bisa dibayarkan, maka sanderanya
dibunuh, kemudian di potong dua bagian, sebagian diberikan kepada orang
tua sandera, sebagian nya di buang. Inilah salah satu kekejaman kelompok
ini. Di daerah gunung di sekitar kandangan banyak sekali menjadi ladang
pembantaian kelompok garumbulan. Pada zaman garumbulan ini banyak
masyarakat di desa yang pindah ke kota karena ketakutan.
Kakek saya menceritakan banyak tentang kesaktian ibnu hajar, beliau
tahan tembak, mampu berjalan dan menyeberang di atas permukaan sungai
beliau mampu menghilang.( Beliau bisa berlindung dan tidak keliatan
hanya dengan berpegang pada satu daun ilalang ), beliau bisa melangkahi
satu buah gunung hanya dengan satu kali loncatan, banyak lagi kesaktian
yang beliau miliki
menarik memang, apakah beliau benar benar mempunyai kelebihan seperti itu, atau cuma mitos saja. Wallahu alam bisshawab
menarik memang, apakah beliau benar benar mempunyai kelebihan seperti itu, atau cuma mitos saja. Wallahu alam bisshawab
Dalam menghadapi pemberontakan Ibnu Khajar, pemerintah pusat
menggunakan tokoh-tokoh kharismatik local seperti Hasan Basery (mantan
komandannya Ibnu Khajar) dan Idham Khalid seorang politikus dari
Nahdiatul Ulama (NU), dan ada juga dari keluarga ibnu hajar sendiri
untuk membujuk Ibnu Hadjar dan KRIyTnya agar meletakan senjata.
Pada bulan Juli 1963, mungkin karena sudah banyak para pengikut
dekatnya nya yang mati, ditambah dana operasional yang tidak lagi
mencukupi, akhirnya dengan bujukan ibnu hajar menyerah. Dia dibujuk
supaya menyerah tapi dia tetap akan menjadi tentara, dia akan diberi
kenaikan pangkat dan disekolahkan kemiliteran ke jawa.
akhirnya ibnu hajar mau menyerah. Pada saat penyerahan diri ibnu hajar, beliau langsung disambut oleh ratusan masyarakat, dan juga dihadiri oleh gubernur dan petinggi TNI di kalsel pada saat itu, diadakan pesta besar dengan menyembelih sapi dan dibagikan serta dimakan bersama-sama masyarakat di desa longawang. Ibnu Khajar dan pengikutnya turun menyerahkan diri di Desa Ambutun kemudian terus bergerak ke desa longawang Hulu Sungai Selatan. Ibnu hajar turun dengan pakaian tentara kebanggaan nya, seragam tentara dengan atribut lengkap dengan pangkat letnan dua. Baju kebanggaan nya pada saat dia sebelum memberontak.
akhirnya ibnu hajar mau menyerah. Pada saat penyerahan diri ibnu hajar, beliau langsung disambut oleh ratusan masyarakat, dan juga dihadiri oleh gubernur dan petinggi TNI di kalsel pada saat itu, diadakan pesta besar dengan menyembelih sapi dan dibagikan serta dimakan bersama-sama masyarakat di desa longawang. Ibnu Khajar dan pengikutnya turun menyerahkan diri di Desa Ambutun kemudian terus bergerak ke desa longawang Hulu Sungai Selatan. Ibnu hajar turun dengan pakaian tentara kebanggaan nya, seragam tentara dengan atribut lengkap dengan pangkat letnan dua. Baju kebanggaan nya pada saat dia sebelum memberontak.
Setelah itu Ibnu Hadjar menyerah dan organisasi Kesatuan Rakyat Yang
tertindas resmi dibubarkan. Ibnu Hadjar di bawa ke banjarmasin,
dibanjarmasin beliau terus di bawa ke Jakarta, di Jakarta bukannya
dimasukkan pendidikan kemiliteran, bukan pula diberikan kenaikan
pangkat, tapi beliau di masukkan ke tahanan, kemudian beliau di siding
atas dasar pemberontakan dengan hukuman mati. akhirnya beliau dihukum
mati. Sejak saat itu tidak ada lagi berita tentang beliau, tidak tahu
beliau masih hidup atau sudah mati, kalau sudah mati tidak ada juga yang
tahu dimana beliau dimakamkan. Sampai detik inipun sosok Ibnu Hadjar
masih menjadi misteri.***
Sumber : bintangborneo.blogdetik.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar