Selasa, 16 Juni 2015

Tradisi Sastra Orang Bakumpai, Catatan dari Pedalaman Kalimantan (1)

Kamis, 18 Juni 2015


Oleh : Setia Budhi

(Makalah disampaikan dalam Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) VI di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, 25 s.d 27 Desember 2009)

A.Pendahuluan
            Siapakah sebenarnya orang Bakumpai ? Ini adalah isu utama yang dijelaskan dalam tulisan ini. Sampai kini ini terdapat dua pendapat yang berbeda mengenai asal usul orang Bakumpai. Perbedaan itu diantaranya ialah dilihat dari sudut dinamika migrasi orang Bakumpai ke kawasan lain di Kalimantan seperti yang dapat dilacak perkampungan komunitas orang Bakumpai di kampung Long Iram, Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, orang Bakumpai di kawasan sungai Barito dan sungai Kahayan, Kalimantan Tengah dan orang Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Pendapat pertama menyatakan bahwa orang Bakumpai berasal dari suku Dayak pedalaman (mountain people) manakala yang kedua berpendapat bahwa orang Bakumpai berasal daripada pesisir pantai (coastal people). Penjelasan tentang asal-usul orang Bakumpai ini ialah untuk memastikan latar belakang dan asal-usul Bakumpai dan perkara itu boleh memberikan gambaran yang pasti berkaitan dengan asal mula kepercayaan dan tradisi mereka bahkan pengaruh sosial budaya termasuk kesastraan mereka. Artikel ini dimulai dengan penjelasan tentang asal-usul orang Bakumpai istilah Bakumpai dan pelbagai sudut pandang tentang orang Bakumpai melalui upacara-upacara tradisi yang masih kerap dilakukan. Penjelasan-penjelasan singkat ini membawa kepada pemahaman tentang tradisi sastra orang Bakumpai dalam konteks sumber, pengaruh dan terapannya.

B. Asal-Usul Orang Bakumpai
            Istilah Bakumpai belum dapat dipastikan dengan jelas darimanakah asal-usulnya, akan tetapi dalam tradisi lisan masyarakat Bakumpai yang diwariskan dari generasi ke generasi, istilah Bakumpai berasal daripada tiga pendapat utama. Pertama, Bakumpai ialah istilah yang berasal dari nama tumbuhan Kumpai yang tumbuh disepanjang sungai Barito. Kedua, berasal daripada nenel moyang orang Bakumpai yang bernama Datu Pandung Kumpai Duhung dan pendapat yang ketiga ialah daripada nama seorang datuk bernama Datu Bi-Yatu dan Bi-Yutu, ketiga-tiga pendapat ini selalu menjadi perbincangan yang menari ke masa kini. Berikut ialah pelbagai pendapat dalam persfektif penulisan tentang asal-usul orang Bakumpai (Setia Budhi, 2009).
            Hans Scharer (1963) mengkategorikan kelompok Dayak Barito sebagai Ngaju. Istilah Ngaju dalam bahasa setempat mempunyai arti ke hulu. Selain itu ada pula yang menggunakan istilah Ngaju untuk mengidentifkasi kelompok mereka sebagai Oloh Tumbang yaitu komunitas Dayak yang bertempat tinggal di muara sungai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi AHU : Hegemoni Hening Keras Sengkarut Lampau

 Senin, 19 Januari 2026 Lampau kinanti umpama kenangan petuah renjana umpama ranum tiada alasan kuat penuh dengan cinta tuntas asumsi impian...