Bulan Ramadhan 1436 H kali ini terasa begitu membahagiakan. Bagaimana
tidak. Kita masih bisa bertemu dengan bulan penuh berkah ini dengan kondisi
kesehatan yang prima. Sehingga amal ibadah selama Ramadhan dapat dikerjakan
dengan (Insya Allah) sebaik mungkin. Mudahan saja semua hal tidak mengenakkan
bisa lewat begitu saja. Fokus dengan amal ibadah. Yang selama ini saya akui
masih terasa kurang.
Malam pertama Ramadhan bisa dijalani dengan baik. Saya akan menunaikan
shalat Tarawih di Langgar Al Kautsar, tempat ibadah yang ada di kampung saya,
Angkinang Selatan. Saya juga akan memperbanyak silaturrahmi dengan warga. Juga saya
akan kembali melakukan Tadarus Qur’an setiap malam usai Tarawih. Dengan teman,
sahabat, dan warga yang selama ini terus menggairahkan kegiatan keislaman di
kampung saya.
Teringat tahun 2000 silam yang begitu maraknya kami dalam menghidupkan
bulan suci Ramadhan dengan berbagai kegiatan positif. Kini anggota Remaja Islam
Al Kautsar (RIAK), nama perkumpulan yang pernah kami bentuk, sudah tidak ada
lagi. Karena kesibukan masing-masing maupun sudah berkeluarga hingga berada di
daerah lain.
Saat itu Tadarus Qur’an terasa sangat meriah dan semarak. Karena yang
ikut banyak. Setiap malam bisa dua juz diselesaikan. Jadi dalam sebulan bisa
dua kali Batamat Qur’an. Sekarang saya rindu seperti 15 tahun silam itu.
Belakangan diakui tahun-tahun terakhir kondisi cukup memprihatinkan terjadi.
Yang ikut Tadarus dapat dihitung dengan jari. Dan itu-itu saja orangnya.
Saya berharap Ramadhan kali ini bisa berubah. Peserta yang ikut Tadarus Qur’an
bisa banyak dan meriah lagi. Saya berjanji selalu ikut Tadarus Qur’an setiap
malam. Sepanjang tidak ada kegiatan lain yang mendesak. Saya ingin nuansa Ramadhan
kali ini akan semarak. (akhmad
husaini)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar