Segenap
diri menembus rasa gerah
ada
balutan rindu menuntas raga
sehingga
aku tahu itu maumu
walau
hidup dengan seadanya
tak
pernah tahu apalagi
mendatangkan
banyak tanda tanya
tentag
diri yang terus menjelang
kau
terus merasa bangga
segenggam
perasaan sepenuh cinta
dari
segala hal yang mustahil
kita
disini hanya pembantu saja
apakah
bisa turut merasa
bila
semuanya tak ada
jangan
pernah sendiri
deru
mesin genset
listrik
sedang padam siang ini
aku
akan tetap terus menulis
walau
internet tak bisa diakses
beritahu
keadaan yang sebenarnya
menuntas
rasa yang mengigau
melintasi
belantara Borneo
yang
sepenuh hati menerima
ketika
rasa kantuk menghimpit
tak
lagi mengenal nuansa Islami
datanglah
tepat waktu
biar
nanti bersua dengan menanti
aku
disini bisa bersua dengan banyak rasa
Kandangan, 30-05-2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar