Senin, 15 Juni 2015

Tentang Diri Menjelang

Selasa, 16 Juni 2015


Segenap diri menembus rasa gerah
ada balutan rindu menuntas raga
sehingga aku tahu itu maumu
walau hidup dengan seadanya
tak pernah tahu apalagi
mendatangkan banyak tanda tanya
tentag diri yang terus menjelang
kau terus merasa bangga
segenggam perasaan sepenuh cinta
dari segala hal yang mustahil
kita disini hanya pembantu saja
apakah bisa turut merasa
bila semuanya tak ada
jangan pernah sendiri
deru mesin genset
listrik sedang padam siang ini
aku akan tetap terus menulis
walau internet tak bisa diakses
beritahu keadaan yang sebenarnya
menuntas rasa yang mengigau
melintasi belantara Borneo
yang sepenuh hati menerima
ketika rasa kantuk menghimpit
tak lagi mengenal nuansa Islami
datanglah tepat waktu
biar nanti bersua dengan menanti
aku disini bisa bersua dengan banyak rasa


Kandangan, 30-05-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi AHU : Pualam Senja Senandung Kenangan Elegi Pongah

 Kamis, 22 Januari 2026 Jangkau siasat tendensi umpama lerai panutan seteru langkah komitmen aturan irama penuh semburat langgam arus kenang...