Senin, 15 Juni 2015

Melati Ritmis Menanti

Selasa, 16 Juni 2015


Menjalani segala ketentuan yang ada
dari beragam gejolak diri
terkadang muncul rasa benci
hadir menikam suasana berbeda
pergaulan yang bertahun-tahun lamanya
kini bisa insyafkan diri
membuai keinginan yang nyata
setiap langkah melelahkan
aku akan selalu bersabar
segala kepatutan yang ada
dalam belenggu sunyi diri
memulihkan tenaga kembali
untuk tuntaskan segala asa
teruskan mimpi-mimpimu itu
kita harus berjuang
walau hujan menghadang
kita harus menanjak naik
dengan jalan setapak
lelah dan pegal dirasakan
melintasi anak sungai penuh bebatuan
bersama kita terus merasakan
hutan belantara yang disamping jurang
banyak pohon buah-buahan
ada manggis, kapul dan durian
terbayangkan dengan pemandangan indah


Kandangan, 31-05-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi AHU : Tumpuan Antusias Nalar Tirani Bingkai Membara

 Rabu, 21 Januari 2026 Upaya nurani panutan bentang arah seloka sembilu peraman cahaya lindap pandangan sentimen perdaya ritus ornamen jalan...