Kamis, 4 Juni 2026
Dalam suasana yang teduh di hari Kamis (04/06/2026) pagi. Saya melintasi salah satu ruas jalan kabupaten yang membelah hamparan hijau di sekitaran Mandampa menuju arah Kamat, Desa Pakuan Timur, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Jalan beraspal yang tidak begitu lebar itu seakan menjadi lorong alami di tengah rimbunnya vegetasi tropis.
Pohon-pohon pisang menjulang di sisi kiri, sementara aneka pepohonan dan semak belukar tumbuh rapat di kanan dan kiri jalan. Suasana terasa tenang, hanya sesekali ditemani suara burung dan desir angin yang bergerak di antara dedaunan. Lokasi ini berjarak sekitar tiga kilometer dari Desa Angkinang Selatan, tempat saya tinggal. Tidak ada tujuan khusus selain menikmati perjalanan dan merekam suasana yang mungkin bagi sebagian orang terlihat biasa.
Namun justru di tempat-tempat sederhana seperti inilah sering tersimpan keindahan yang luput dari perhatian. Mumpung ada waktu dan kesempatan, saya menyusuri jalan ini dengan ditemani sepeda motor butut yang setia mengantar ke berbagai sudut kampung dan pedalaman. Kendaraan tua itu mungkin tak lagi gagah, tetapi selalu memiliki cara untuk membawa saya menemukan cerita-cerita kecil yang menarik untuk diabadikan.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang semakin cepat, ruas jalan sunyi di pedalaman Telaga Langsat ini mengingatkan bahwa ketenangan masih dapat ditemukan. Cukup melambat sejenak, memandang hijaunya alam sekitar, lalu menikmati perjalanan sebagaimana adanya. Terkadang, perjalanan yang paling berkesan bukanlah tentang seberapa jauh kita melangkah, melainkan seberapa dalam kita mampu menikmati setiap jengkal jalan yang dilalui. (ahu)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar