Sabtu, 9 Mei 2026
Pada hari Jumat (08/05/2016) pagi yang masih basah oleh embun, sebuah jembatan kayu ulin sederhana, yang ada di sekitaran RT 4 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Tampak menjadi penghubung sunyi antara kehidupan warga dan alam yang mereka rawat setiap hari. Di balik rimbun pepohonan dan jalan setapak yang membelah hijau belantara, jembatan ini bukan sekadar lintasan, melainkan urat nadi aktivitas masyarakat menuju kebun dan persawahan mereka.
Setiap pijakan di atas papan-papan kayu itu menyimpan kisah tentang kerja keras, harapan, dan kedekatan warga dengan alam. Saat cahaya matahari pagi menembus sela dedaunan, suasana terasa begitu tenang dan menenangkan, menghadirkan nuansa pedesaan yang alami serta jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Jembatan kecil ini menjadi bukti bahwa di pelosok desa, infrastruktur sederhana memiliki arti besar bagi kehidupan masyarakat. Ia menghubungkan langkah-langkah para petani dengan sumber penghidupan mereka, sekaligus menghadirkan panorama alam yang memikat bagi siapa saja yang melintas. (ahu)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar