Kamis, 28 Mei 2026
Bermacam usaha digeluti warga di kampung saya, Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Mata pencaharian utama warga adalah bertani, terutama menanam padi. Hamparan sawah yang terbentang luas menjadi sumber kehidupan sebagian besar masyarakat sejak dahulu hingga sekarang. Selain bertani, ada pula warga yang berkebun sayuran, berdagang, membuka bengkel sepeda motor, menjadi guru, pegawai negeri, hingga bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Kehidupan masyarakat kampung berjalan dinamis mengikuti perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan semangat gotong royong dan kerja keras yang sudah menjadi ciri khas warga desa. Yang paling menonjol adalah mereka yang bergelut dalam bidang jual beli. Di antaranya pedagang pengumpul sayuran yang membeli hasil kebun warga lalu menjualnya kembali ke pasar-pasar besar. Usaha ini tampak menjanjikan.
Lihat saja buktinya, rumah mereka banyak yang megah, serta memiliki kendaraan beraneka jenis dan merek, baik sepeda motor maupun mobil. Semua itu merupakan hasil kerja keras dan ketekunan mereka selama bertahun-tahun menjalankan usaha. Ada pula pendatang baru dalam dunia usaha yang kini mulai berkembang dan tak bisa dipandang sebelah mata, yaitu penyewaan perlengkapan untuk pencinta alam dan pendaki gunung.
Usaha ini menyasar kalangan anak muda yang gemar berpetualang dan menikmati alam bebas. Mulai dari tenda, carrier, kompor portable, hingga perlengkapan lainnya tersedia untuk disewakan. Perlahan tapi pasti, usaha tersebut terus berkembang seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap kegiatan alam terbuka.
Perkembangan berbagai usaha di kampung kami menunjukkan bahwa masyarakat desa juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kreativitas dan keberanian mencoba peluang baru menjadi modal penting untuk bertahan hidup di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.
Apapun usaha yang dilakukan warga di kampung saya, semoga semuanya dapat membawa manfaat, baik untuk diri sendiri maupun keluarga. Sebab pada akhirnya, setiap pekerjaan yang dijalani dengan sungguh-sungguh adalah bentuk ikhtiar untuk menafkahi keluarga, menjaga martabat hidup, dan meraih masa depan yang lebih baik. (ahu)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar