Jumat, 27 Februari 2026

Dari Pekarangan Sederhana untuk Masa Depan Angkinang Selatan

 Jumat, 27 Februari 2026






Pada hari Jumat (27/02/2026) sore, cahaya matahari jatuh miring di belakang rumah saya di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Di sela pagar seng yang mulai berkarat, tumbuh kehidupan kecil yang pelan-pelan menata harapan. Sebidang lahan kosong yang dulu tampak biasa saja, kini menjelma ruang hijau sederhana. 

Tanahnya masih tampak basah dan belum sepenuhnya rapi, tetapi dari sanalah tunas-tunas muda berdiri tegak—ditanam dengan niat baik untuk masa depan. Ada bibit-bibit tanaman yang kelak memberi manfaat : peneduh, penambah oksigen, mungkin juga sumber pangan dan obat keluarga. Di antara dedaunan yang segar, terselip keyakinan bahwa sekecil apa pun upaya merawat bumi, akan selalu bermakna. 

Tak ada taman mewah atau lanskap yang ditata arsitek. Hanya tanah kampung, cangkul sederhana, dan tangan yang percaya pada proses. Di sudut lain, semak dan tanaman liar tumbuh berdampingan, seolah menjadi pengingat bahwa alam selalu punya caranya sendiri untuk bertahan. Angin sore berembus pelan, menggoyangkan daun-daun muda yang masih lentur. 

Ada ketenangan yang sulit dijelaskan—sejenis syukur yang lahir dari melihat sesuatu tumbuh. Dari lahan yang mungkin bagi sebagian orang tak berarti, di sinilah saya belajar tentang kesabaran, tentang menanam tanpa tergesa-gesa, dan tentang merawat tanpa menuntut hasil seketika. Belakang rumah ini mungkin sederhana, tetapi di sinilah “belantara” kecil saya bermula. Tempat di mana harapan ditanam, doa dipupuk, dan masa depan dirawat perlahan, setapak demi setapak. (ahu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Genangan Air di Depan Rumah di Desa Angkinang Selatan

 Sabtu, 28 Februari 2026 Genangan air di depan rumah saya, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupate...