Tampilkan postingan dengan label barabai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label barabai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2021

Teteskan Air Mata Menyimak Puisi Banjir Barabai

Senin, 1 Februari 2021


Beberapa hari lalu saya ada mendengar di Radio Swara Murakata Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sebuah puisi Bahasa Banjar yang dibawakan seorang perempuan mirip suara rekan saya Rasuna.

Namun belakangan yang membaca itu Uchty Ricca Albana. Pantas saja teman saya menyebut yang baca puisi Rika cukup kenal dengannya. Ternyata Rika yang dimaksud adalah yang membaca puisi tersebut. Saya lambat paham.

Adapun puisi yang dibawakan itu karya penyair muda HST Rezqie MA Atmanegara. Puisinya cukup menyentuh hati, sehingga tak terasa air mata saya menetes kala menyimaknya lebih dalam. Penasaran besok harinya saya membuka akun youtube, agar lebih jelas menyimak puisi tersebut.

Bujuran sudah ada di youtube. Saya tak tahu judul yang pasti puisi tersebut. Untuk sementara cukup saya beri judul Banjir Barabai saja dulu. Mungkin Rezqie terinspirasi Paman Birin yang mengatakan banjir cuma lewat saja.

Rezqie sudah saya kenal lama, namun tak pernah sekalipun bertegur sapa atau sekedar ngobrol ringan saat hadir pada satu kegiatan sastra. Ia adalah pimpinan Sanggar Buluh Merindu Kalimantas Selatan. Tinggal di Jalan A Yani Barikin Padang, Kecamatan Haruyan, Kabupaten HST.

Terakhir Rezqie meraih Juara I Lomba Cipta Puisi Bahasa Banjar Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XVII Tahun 2020 di Kabupaten Tabalong, dengan judul puisi Isim Tatamba Kuruna.***

Bujur Juakah Jokowi ke Barabai ?

Senin, 1 Februari 2021


Lewat media online, saya mendapatkan habar kalau orang nomor satu di negeri ini, Presiden H Joko Widodo, akan berkunjung ke Kalimatan Selatan, tepatnya ke Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Menurut rencana, kehadiran Jokowi ke Kalsel pada Rabu (03/02/2021), dengan agenda utama pagi hari meresmikan Bendungan Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin. Ke sana rombongan menggunakan pesawat / helikopter Puma. Mendarat di sebuah Lapangan Bola Sirang Pitu, berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi peresmian bendunagan.

Kemudian pada siang hari mengunakan pesawat / helikopter yang sama ke Barabai, Kabupaten HST. Rombongan mendarat di Stadion Murakata Mandingin Barabai. Di stadion ini merupakan lokasi pengungsian korban banjir bandang beberapa waktu lalu.

Kemudian rombongan lewat jalan darat, akan menuju ke Kecamatan Hantakan, atau wilayah terdekat Kecamatan Batu Benawa, dimana yang direkomendasikan Desa Waki atau Desa Baru untuk dikunjungi Presiden RI.

Rombongan akan menuju lokasi pasca banjir yang luluh lantak. Juga menemui warga terdampak banjir untuk memberikan bantuan. Semoga rencana itu benar adanya. Tidak ada istilah pembatalan atau mendelegasikan kunjungan ke pejabat negara lainnya untuk hadir.

Sepengetahuan saya, kalau memang benar habar ini adanya, akan merupakan sejarah baru yang diukir pemimpin negeri ini, karena Jokowi merupakan Presiden RI pertama yang berkunjung ke Banua Enam Kalsel.***

Senin, 15 Juni 2020

Labung Anak

Selasa, 16 Juni 2020 

Labung Anak, nama sebuah desa di Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Sudah tak asing lagi bagi saya. Entah berapa kali saya sudah kesana. Tempat paling nyaman buat saya untuk menenangkan pikiran, jauh dari hingar bingar dan rutinitas keseharian yang melelahkan.

Jadilah Labung Anak sebagai tempat saya untuk bersunyi diri, sumber inspirasi penunjang tulisan saya. Jarak dari tempat saya di Angkinang Selatan, ke Labung Anak sekitar 35 kilometer.

Kalau kesana biasanya berangkat pagi jelang siang, tengah malam baru pulang. Apa yang dikerjakan disana ? Sekedar bajalanan ke tempat teman, silaturrahmi dan berbincang santai. (ahu)

Suasana di Area Depan MTsN 3 HSS Kamis Sore

 Kamis, 8 Oktober 2026 Suasana di area depan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran Jalan A Y...