Kamis, 6 Juli 2023
MELANGKAH DI JALAN, MENULIS DI HATI (Catatan Perjalanan, Renungan, dan Kisah Sederhana dari Sudut-Sudut Kehidupan)
Rabu, 05 Juli 2023
Melihat Capung Sekarang di Angkinang
Rabu, 05 April 2023
Jelajah Silaturrahmi Banua (JSB) Tahun 2023
Kamis, 6 April 2023
Perjalanan Penuh Hikmah dan Berkah
Melihat Kalimantan Selatan Lebih Jauh
JSB
Jelajah Silaturrahmi Banua
Tahun 2023
Saya punya rencana besar pada tahun 2023 ini, melakukan perjalanan dengan tajuk Jelajah Silaturrahmi Banua (JSB). Yakni mendatangi tempat penting di seluruh Kalimantan Selatan. Terutama yang berhubungan dengan makam Aulia Allah, masjid, pondok pesantren, dsb. Berikut tempat yang sudah saya tetapkan untuk didatangi, diantaranya sebagai berikut.
Masjid Awayan Balangan, Masjid Al Akbar Paringin Balangan, Makam Syekh Nafis Kelua Tabalong, Masjid Banua Lawas Tabalong, Masjid Banua Halat Tapin, Makam Datu Amut Babirik Hulu Sungai Utara, Makam Datu Qabul Margasari Tapin, Masjid Bajayau Daha Barat Hulu Sungai Selatan, Masjid Al Karomah Martapura Banjar, Makam Datu Pamulutan Tanah Laut.
Kemudian Masjid Humasa Rantau Tapin, Masjid Nurul Falah Dulang Tapin, Masjid Sholaha Barabai Hulu Sungai Tengah, Masjid Agung Riadhusshalihin Barabai HST, Masjid Mubarak Birayang HST, Masjid Agung Taqwa Kandangan HSS.
Lalu ada Masjid Ar
Raudah Kandangan HSS, Makam Habib Lumpangi HSS, Masjid Aqabah Kayu Abang HSS, dan
Masjid Tumpahan Padang Batung HSS, Makam Keturunan Datu Kalampayan di Pagatan, Tanah Bumbu, dll.
Lakukanlah perjalanan, karena perjalanan tidak hanya mengenalkanmu pada dunia luar, tapi juga membuatmu lebih mengenal diri sendiri. Tanpa perjalanan, kamu bisa kehilangan kesempatan untuk mengenal diri sendiri. (AGUSTINUS WIBOWO)
Dari Diary Akhmad Husaini, Rabu (06/04/2023)
Senin, 27 Maret 2023
Sekilas Tentang Labung Anak
Selasa, 28 Maret 2023
Sekitar tahun 2015, pertama kali saya kenal dengan nama Labung Anak. Sebuah desa yang ada di Kecamatan Batang Alai Utara (Batara), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Dikenalkan oleh rekan se kampung, bernama Rizal, yang mempunyai teman kuliah di sana bernama Hariadi.
Jarak Labung Anak dengan ibukota Kecamatan Batara, Ilung, sekitar 3 kilometer. Sementara jarak Labung Anak dengan Barabai, ibukota HST, sekitar 15 kilometer. Sedangkan jarak Labung Anak dengan Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), tempat saya tinggal sekitar 50 kilometer.
Biasanya sekitar sejam baru saya sampai ke sana dengan sepeda motor berkecepatan sedang. Apa yang menarik perhatian saya hingga senang ke Labung Anak. Suasana pedesaan yang aman, tenang, tenteram, dan damai.
Berbeda dengan di tempat saya yang dekat dengan jalan raya / jalan nasional Trans Kalimantan, tiap hari terdengar suara mesin mobil dan motor yang lalu lalang tiada henti.
Sementara di Labung Anak jauh dengan jalan raya, hanya jalan kabupaten, jarang lewat mobil, bus, truk, dsb. Sepeda motor dan sepeda saja yang saya lihat. Mungkin mereka warga yang ingin ke tempat kerja atau lainnya.
Labung Anak menjadi pilihan saya. Sebagai wadah silaturrahmi dengan warga setempat dan menenangkan pikiran. Jauh dari suara ramai dan hiruk pikuk. Semoga tetap terjaga suasana yang bisa membahagiakan hati saya.***
Dari Diary Akhmad Husaini, Selasa (31/01/2023)
Selasa, 14 Februari 2023
Serangan Virus Agwib
Rabu, 15 Februari 2023
Semangat berpetualang saya di Banua cukup tinggi, semangat menuliskannya jauh lebih tinggi lagi. Ini setelah saya diserang virus bernama Agustinus Wibowo, kemudian saya menyingkatnya jadi Agwib.
Nama ini saya dapatkan beberapa waktu lalu setelah searching internet seputar cerita perjalanan. Ia dikenal sebagai pengelana, pengembara, petualang, yang saya ketahui lewat postingan tulisan di website-nya. Saya mulai bagamatan copy paste tulisannya untuk bahan bacaan di rumah.
Ada tulisan Titik Nol, Garis Batas, Selimut Debu, Papua Nugini dsb. Semuanya cukup menginspirasi dan tambah semangat untuk berpergian jauh, atau berkelana melihat dunia. Walau untuk saya cukup di Banua saja.
Berikut kalimat pemantik semangat dari Agwib. Lakukanlah perjalanan karena perjalanan tidak hanya mengenalkanmu pada dunia luar, tapi juga membuatmu lebih mengenal diri sendiri. Tanpa perjalanan, kamu bisa kehilangan kesempatan untuk mengenal diri sendiri.
Demikian kutipan tulisan Agwib, sebagai pemantik semangat, untuk melakukan petualangan keliling dunia, lalu menuliskannya.
Semoga saya bisa mengikuti jejak langkah Agwib, untuk terus berpetualang, melakukan perjalanan, yang akan ada hasil diperoleh nantinya, bukan perjalanan biasa. Untuk kemudian dituliskan, agar pengalaman itu tetap abadi sepanjang waktu.***
Dari Diary Akhmad Husaini, Ahad (12/02/2023)
Siswa MTsN 3 HSS dengan Novel Candy Love Karya Eva Liana
Jumat, 23 Oktober 2026 Seorang siswa MTsN 3 Hulu Sungai Selatan dengan novel Candy Love karya Eva Liana, pada hari Jumat (23/10/2026) pagi....
-
Sabtu, 30 Maret 2013 Selain ketupat dan dodol, apabila menyebut nama daerah pahuluan, khususnya Kandangan, sejurus tentu terbayang kes...
-
Jumat, 9 Oktober 2026 Pohon durian milik warga yang ada di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sunga...