Rabu, 25 Februari 2026

Rabu Sore Ada Tiga Ekor Kucing di Rumah di Desa Angkinang Selatan

 Kamis, 26 Februari 2026



Tiga ekor kucing yang ada di rumah saya, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (25/02/2026) sore. (ahu)

Rabu Sore di Depan Rumah di Desa Angkinang Selatan

 Kamis, 26 Februari 2026




Suasana di depan rumah saya, berlokasi di sekitaran. RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (25/02/2026) sore. (ahu)

Tarawih Malam Kedelapan Ramadhan 1447 H di Langgar Al Kautsar

 Kamis, 26 Februari 2026

Kaspul Madah bertindak sebagai Imam shalat Tarawih malam kedelapan Ramadhan 1447 H / 2026 M di Langgar Al Kautsar, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (25/02/2026) malam Kamis. Posisi saya shaf depan kanan. Samping kanan Ipung dan samping kiri Bandi Puspa. 

Cuaca di luar Langgar Al Kautsar  dalam keadaan cerah. Pakaian yang saya kenakan baju muslim biru, tapih kuning hitam Sekumpul, dan kopiah hitam bermotif. Pembaca Shalawat dan Doa ada H Ardi, Dayat, Budi Nida, dan H Mastur. Berikutnya untuk malam Jumat berdasarkan jadwal Imam shalat Tarawih adakah Guru Muhyani dari Longawang. (ahu)

Rabu Sore Melihat Alkah Pekuburan di Desa Angkinang Selatan

 Rabu, 25 Februari 2026




Alkah pekuburan warga yang ada di samping rumah saya, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (25/02/2026) sore. (ahu)

Rabu Pagi Menengok SDN 2 Bakarung Selatan

 Rabu, 25 Februari 2026



Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bakarung Selatan, berlokasi di sekitaran Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (25/02/2026) pagi. (ahu)

Cerpen AHU : Dugal dan Musim Keluhan

 Rabu, 25 Februari 2026

Angin sore menyusup pelan di sela-sela pohon rambai di tepi sungai. Di warung kecil milik Acil Basnah, suara sendok beradu dengan gelas kopi menjadi latar tetap bagi percakapan para lelaki kampung. 

Di sudut bangku panjang itu, Dugal duduk bersedekap, wajahnya tak pernah benar-benar lepas dari kerut.

“Lagi-lagi rapatnya diam-diam,” gumamnya pelan, cukup keras untuk didengar tiga orang di sekelilingnya. 

“Yang dipanggil itu-itu saja. Orang dekat Pambakal.”

Semua tahu siapa yang dimaksud Dugal. Di kampung itu, jabatan Pambakal—sebutan untuk Kepala Desa—selalu dihormati, setidaknya di permukaan. 

Namun di balik dinding rumah dan di meja-meja warung, cerita punya nadanya sendiri.

Menurut Dugal, setiap kebijakan seperti jalan usaha tani, bantuan ternak, hingga pembagian proyek kecil, selalu berputar pada lingkaran yang sama. 

Nama-nama yang akrab di telinga. Saudara jauh, kawan lama, atau orang yang paling sering duduk di beranda rumah Pambakal.

“Ini kampung atau keluarga besar beliau saja?” sindirnya suatu sore.

Namun Dugal tak pernah benar-benar melangkah lebih jauh dari warung Acil Basnah. Ia tak pernah datang ke balai desa saat musyawarah terbuka diumumkan. 

Ia tak pernah mengajukan usul tertulis, tak pernah pula berdiri untuk bertanya langsung. Keluhannya tumbuh subur, tapi akarnya tak pernah menembus tanah tindakan.

Di dalam dirinya, Dugal merasa sedang membela keadilan. Tapi di mata sebagian orang, ia hanya bagian dari lingkaran keluhan—ramai dalam bisik, sunyi dalam sikap.

Suatu malam, listrik kampung padam lebih lama dari biasa. Orang-orang keluar rumah, duduk di teras, bercakap tanpa lampu televisi. 

Untuk pertama kalinya, Dugal melihat Pambakal berjalan kaki menyusuri gang, menanyai warga satu per satu tentang gardu yang rusak.

Langkahnya pelan. Wajahnya lelah.
Entah mengapa, malam itu keluhan Dugal terasa menggantung di tenggorokannya sendiri.

Ia sadar, mungkin benar ada yang tak adil. Mungkin pula ada yang perlu diperbaiki. Tapi kampung kecil itu tak akan berubah hanya oleh gumaman di warung. Kritik tanpa keberanian hanyalah gema yang berputar di ruang sempit.

Dan untuk pertama kalinya, Dugal bertanya pada dirinya sendiri—apakah ia ingin terus menjadi suara di sudut, atau bagian dari perubahan yang selama ini ia tuntut?

Angin sungai berembus lagi. Kali ini lebih dingin.

Angkinang Selatan, 25 Februari 2026

Rabu Sore Memandang Langit Angkinang

 Rabu, 25 Februari 2026





Memandang langit Angkinang, dari belakang rumah saya, yang ada di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (25/02/2026) sore. (ahu)

Rabu Sore di Belakang Rumah di Desa Angkinang Selatan

 Rabu, 25 Februari 2026







Beginilah suasana di belakang rumah saya, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (25/02/2026) sore. (ahu)

Mobil Operasional PLN Saat Berada di MTsN 3 HSS Selasa Pagi

 Rabu, 25 Februari 2026






Mobil operasional Perusahaan Listrik Negara (PLN), saat berada di area halaman depan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), untuk membantu masalah kabel listrik yang mengalami konsleting di atap mushala madrasah, pada hari Selasa (24/02/2026) pagi. (ahu)

Petugas PLN Mengamati Kabel Konsleting di MTsN 3 HSS Selasa Pagi

 Rabu, 25 Februari 2026



Petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengamati kabel yang konsleting di atap mushala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (24/02/2026) pagi. (ahu)

Konsultasi dengan Kepala MTsN 3 HSS Selasa Siang

 Rabu, 25 Februari 2026








Para guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) sedang berkonsultasi dengan Kepala Madrasah (Kamad) Bapak H Obtain Hary Subagyo, di ruang Tata Usaha (TU) madrasah, berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (24/02/2026) siang. (ahu)

Rabu Sore Ada Tiga Ekor Kucing di Rumah di Desa Angkinang Selatan

 Kamis, 26 Februari 2026 Tiga ekor kucing yang ada di rumah saya, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, K...