Rabu, 13 Mei 2026
Pada hari Kamis (07/05/2026) siang, jalanan kecil menuju arah Wawaran di wilayah Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tampak begitu tenang dan bersahaja. Pepohonan hijau yang tumbuh rapat di kiri-kanan jalan menghadirkan suasana teduh, seolah menjadi lorong alami yang mengantar setiap orang yang melintas.
Untuk menikmati wajah pedesaan yang masih asri di Kalimantan Selatan. Perjalanan ini sebenarnya bukan perjalanan jauh, hanya sekitar 2,5 kilometer dari Desa Angkinang Selatan, tempat saya tinggal. Saya melintas menggunakan sepeda motor butut kesayangan untuk sebuah urusan sederhana.
Namun, justru dalam perjalanan-perjalanan kecil seperti inilah sering tersimpan rasa bahagia yang sulit dijelaskan. Ada perasaan damai ketika melihat kampung-kampung yang masih dipenuhi pepohonan, jalan lengang, dan udara yang terasa lebih jujur dibanding hiruk-pikuk kota. Bunga-bunga di tepi jalan, suara alam yang samar terdengar, serta suasana siang yang teduh membuat perjalanan singkat terasa begitu berkesan.
Kadang kebahagiaan memang tidak datang dari tempat yang jauh atau sesuatu yang mewah. Ia hadir dari hal-hal sederhana: jalan kampung yang sunyi, pemandangan hijau yang menenangkan, dan kesempatan untuk kembali menyaksikan indahnya daerah sendiri dari atas sepeda motor tua yang setia menemani perjalanan. (ahu)