Senin, 20 Juli 2026
Shalawat Kamilah yang ada dalam Risalah Amaliyah, pada hari Sabtu (11/07/2026) pagi. Semoga berkah membawa banyak hikmah. (ahu)
MELANGKAH DI JALAN, MENULIS DI HATI (Catatan Perjalanan, Renungan, dan Kisah Sederhana dari Sudut-Sudut Kehidupan)
Senin, 20 Juli 2026
Shalawat Kamilah yang ada dalam Risalah Amaliyah, pada hari Sabtu (11/07/2026) pagi. Semoga berkah membawa banyak hikmah. (ahu)
Jumat, 10 Juli 2026
Insya Allah, Haul ke 41 Tahun 1448 H / 2026 M Tuan Guru H Kaderi bin H Taris, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Guru Tukad, akan dilaksanakan pada Ahad, 12 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Desa Longawang, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Guru Tukad merupakan salah seorang ulama kharismatik asal Desa Longawang yang sejak sekitar tahun 1960-an membangun rumah di desa tersebut dan mulai menghidupkan majelis pengajian.
Dengan penuh keikhlasan, beliau mengajarkan ilmu agama, membimbing masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai keislaman yang menjadi penerang bagi kehidupan umat. Jejak dakwah beliau terus dikenang dan menjadi warisan yang tak lekang oleh waktu.
Haul bukan sekadar mengenang sosok yang telah berpulang, melainkan menjadi momentum untuk mendoakan para pendahulu, menyambung silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta mengambil teladan dari kehidupan orang-orang saleh yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu dan kemaslahatan umat.
Semoga dengan mengenang perjuangan mereka, Allah SWT menumbuhkan kecintaan kita kepada ilmu, para ulama, dan amal-amal yang mendekatkan diri kepada-Nya. Menurut rencana, rangkaian haul akan diisi dengan tausyiah agama yang disampaikan oleh KH Ahmad Sairazi, Pimpinan Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan.
Tausyiah tersebut diharapkan menjadi penyejuk hati, penambah ilmu, dan penguat keimanan bagi seluruh jamaah yang hadir. Acara ini terbuka untuk masyarakat umum, baik laki-laki maupun perempuan. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada seluruh penyelenggara, keluarga, serta para jamaah yang berhadir.
Semoga segala amal baik yang dilaksanakan menjadi sebab turunnya keberkahan, bertambahnya ilmu yang bermanfaat, kokohnya persaudaraan, dan lahirnya hikmah yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa beliau, lapangkan alam kuburnya, tempatkan beliau bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Limpahkan pula kepada kami kemampuan untuk meneruskan jejak kebaikan, mencintai ilmu, memuliakan para ulama, dan istiqamah dalam ketaatan kepada-Mu. Aamiin ya Rabbal 'alamin. (ahu)
Kamis, 9 Juli 2026
Ada masa ketika seorang alim telah berpulang meninggalkan dunia, namun cahaya ilmu, keteladanan, dan perjuangannya tetap hidup di tengah umat. Demikianlah sosok Syekh H. Muhammad Thayyib (H. Sa'duddin), yang lebih dikenal masyarakat sebagai Datu Taniran. Hingga hari ini, nama beliau tetap dikenang dengan penuh hormat, sementara doa dan kecintaan masyarakat terus mengalir dari generasi ke generasi.
Insya Allah, dalam waktu dekat akan digelar Haul ke-166 (1448 H/2026 M) Datu Taniran, sebagai ikhtiar mengenang jasa seorang ulama yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan syiar Islam, membimbing umat, serta menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia di Hulu Sungai Selatan dan sekitarnya. Berdasarkan informasi yang diterima, rangkaian haul akan dilaksanakan dalam dua kesempatan.
Pertama, pada Senin malam, 20 Juli 2026, bertempat di Kubah Makam Datu Taniran, Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kemudian acara kedua akan dilaksanakan pada Selasa pagi, 21 Juli 2026, di Masjid As Sa'adah, Desa Taniran Kubah. Kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan wilayah sekitarnya.
Datang untuk bersilaturahmi, berdoa, serta mengambil berkah dari majelis yang penuh dengan lantunan zikir, pembacaan maulid, dan doa. Datu Taniran merupakan salah seorang ulama kharismatik yang memiliki peran penting dalam perjalanan dakwah Islam di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Keilmuan yang mendalam, ketawadhuan, serta kegigihan beliau dalam membimbing masyarakat telah meninggalkan jejak yang tidak lekang oleh waktu.
Keteladanan beliau terus menjadi inspirasi bagi umat untuk mencintai ilmu, memuliakan agama, dan memperbaiki diri. Beliau dilahirkan di Dalam Pagar, Martapura, sekitar tahun 1194 Hijriah / 1774 M, dan menghadap Allah SWT pada 5 Shafar 1278 Hijriah atau sekitar tahun 1858 Masehi. Walaupun raga telah lama berpisah dengan dunia, warisan ilmu dan amal salehnya masih terasa manfaatnya hingga sekarang. Haul bukan sekadar mengenang sejarah atau mengenang seorang tokoh besar.
Lebih dari itu, haul menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat meneladani para ulama sebagai pewaris para nabi. Dari mereka, kita belajar bahwa kemuliaan bukanlah pada banyaknya harta atau kedudukan, melainkan pada ilmu yang diamalkan, akhlak yang mulia, dan pengabdian yang tulus kepada Allah SWT serta kepada sesama manusia.
Semoga pelaksanaan Haul ke 166 Datu Taniran berlangsung dengan lancar, membawa keberkahan bagi seluruh jamaah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi wasilah bagi kita semua untuk semakin mencintai para ulama, meneladani perjuangan mereka, dan memperkokoh keimanan dalam menjalani kehidupan.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada para ulama yang telah mengajarkan ilmu dan membimbing umat. Jadikan kami termasuk orang-orang yang mampu mengambil hikmah dari kehidupan mereka, mengamalkan ilmu yang bermanfaat, serta memperoleh keberkahan melalui kecintaan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh. Aamiin. (ahu)
Kamis, 9 Juli 2026
Rabu, 8 Juli 2026
Sore perlahan menurunkan hangatnya cahaya di perairan Sungai Nagara. Riak air yang tenang menjadi saksi perjalanan hidup masyarakat yang tak pernah benar-benar berhenti. Di atas sebuah perahu bermesin, seorang lelaki mengarungi sungai dengan muatan kayu di belakangnya. Bukan sekadar membawa hasil kerja, tetapi juga mengangkut harapan yang akan bermuara kepada keluarga yang menanti di rumah.
Bagi sebagian orang, sungai hanyalah bentangan air yang membelah daratan. Namun, bagi masyarakat Nagara, sungai adalah jalan kehidupan. Dari alirannya mengalir rezeki, dari denyutnya tumbuh semangat untuk terus bertahan di tengah berbagai tantangan zaman. Tak ada kemewahan yang terlihat. Yang tampak hanyalah kesederhanaan yang mengajarkan arti keteguhan.
Mesin perahu yang meraung pelan seolah menyanyikan lagu tentang kerja keras, tentang keyakinan bahwa setiap perjalanan, sejauh apa pun, selalu membawa secercah harapan. Di tengah arus yang terus mengalir, mereka mengajarkan bahwa kehidupan bukan tentang seberapa tenang air yang dilalui, melainkan tentang keberanian untuk tetap melaju meski gelombang sesekali menghadang.
Sebab harapan, sekecil apa pun, akan selalu menemukan jalannya bagi mereka yang tidak pernah menyerah. Sungai Nagara, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (24/06/2026) sore. Sebuah potret sederhana yang mengingatkan kita bahwa kehidupan selalu bergerak, dan di setiap kayuhan serta deru mesin perahu, tersimpan doa-doa yang mengalir bersama arus sungai menuju hari esok yang lebih baik. (ahu)
Sabtu, 4 Juli 2026
Saya mengikuti Babacaan atau Kuliah Maghrib, di Langgar Al Kautsar, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupeten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Ahad (28/06/2026) malam Senin.
Bersama Ustadz Hairaji dengan materi yang beliau bawakan seputar Adab Shalat. Kafarat dengan sedekah bila melalaikan shalat. Posisi saya samping kanan Abin dan samping kiri Budi Nida. Pakaian yang saya kenakan baju muslim putih, tapih hijau, dan kopiah hitam bermotif. Cuaca di luar Langgar Al Kautsar dalam keadaan cerah. (ahu)
Rabu, 1 Juli 2026
![]() |
| Masjid Jami Banjarmasin, di sekitaran Sungai Jingah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (ahu) |
![]() |
| Masjid Jami di sekitaran Sungai Jingah, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada hari Ahad (21/06/2026) siang. (ahu) |
Masjid Jami Banjarmasin, berlokasi di sekitaran Sungai Jingah, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada hari Ahad (21/06/2026) siang. Berjarak sekitar 121 kilometer dari Desa Angkinang Selatan, tempat saya tinggal. (ahu)
Selasa, 30 Juni 2026
Membaca Tahlil dan Doa di sekitaran area Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan, di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada hari Ahad (21/06/2026) malam Senin. (ahu)
Sabtu, 1 Agustus 2026 Pembelian barang penunjang kegiatan madrasah di ruang Tata Usaha (TU) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai...