Jumat, 14 Desember 2012

GAMBAR NANG LAIN.....

Sabtu, 15 Desember 2012

Anak-anak di Kecamatan Kalumpang sedang bermain sepeda


Membakar ikan pada Pesta Rakyat Bakar Ikan 1001 Tungku
di Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan, 2 Desember 2012





Jurnalis Kandangan sedang meliput kegiatan























Suasana di KPPN Barabai (1)


Suasana di KPPN Barabai (2)


Banam tarus cillah...iwaknya...?




JELANG PEMILUKADA HSS 2013

Sabtu, 15 Desember 2012

KPUD HSS dipadati simpatisan partai





Ketua partai pengusung pasangan calon








Pihak KPUD HSS memberikan sambutan


H. Achmad Fikry dan H. Ardiansyah
Menyampaikan sambutan

Ketua MUI HSS, KH Muchyar Dahri
Membacakan do'a

Isteri pasangan calon Bupati dan Wabup HSS A. Fikry dan Ardi

FOTO-FOTO SABTU

Sabtu, 15 Desember 2012

Membakar ikan pada Hari Jadi HSS ke 62


Partisipasi PT. SAM Pada Pesta Rakyat Bakar Ikan 1001 Tungku


Tanaman padi di Luau / Ambarai Kec. Padang Batung terendam banjir

Senin, 10 Desember 2012

PESONA BUMI ANTALUDIN

Monumen 17 Mei 1949 di Mandapai Kec. Padang Batung


Tugu Bundaran Hari Jadi HSS di Hamalau Kec. Sungai Raya


Masjid Su'ada / Baangkat di Wasah Hilir Kec. Simpur

CERITA RAKYAT KALIMANTAN SELATAN



KANCIL DAN BUAYA


            Zaman dahulu ada cerita buaya sedang mencari mangsa. Buaya itu bergandeng dua membuat tubuhnya seperti rakit. Lalu pergi arah ke hulu. Di belakangnya duduk bersusun : bidawang, biuku, kura-kura. Ada juga burung : buburak, tiung, punai yang asyik bernyanyi. Sambil bernyanyi, sambil bergendang. Yang dijadikan gendang tubuh kura-kura, biuku dan bidawang yang dihempaskan ke belakang buaya.
            Lagu seperti ini
            Rastup garantang tugang
            Bajalan ka hulu-hulu
            Sampai ka luuk diambung-ambung
            Tinggal makan
            Rakit buaya tadi terus pergi ke arah hulu. Tak lama bertemu dengan kera. Kera bertanya, ” Mau kemana kalian?”
            ” Kami hendak jalan-jalan ke hulu sungai,” jawab mereka.
            ” Aku ikut,” ujar kera.
            ” Mari, cepat naik kesini !” ujar mereka.
            Yang ikut naik ke rakit buaya itu semuanya akan dimangsa buaya. Mereka terus mudik ke hulu, bertemu lagi dengan kambing, naik lagi kambing. Bertemu kuyuk, naik juga kuyuk. Ramai sekali, sambil mudik, sambil bernyanyi dengan gendang-gendangnya :
            Ras tup garantang tugang
            Bajalan ka hulu-hulu
            Sampai ka luuk diambung-ambung
            Tinggal makan
            Akhirnya bertemu dengan kancil.
            ” Mau kemana kalian ramai sekali ?” tanya kancil.
            Kemudian yang ada dirakit buaya menyahut, ” Kalau ingin ikut, ikut saja tidak perlu banyak pertanyaan.”
            ” Kepinggirkan dulu rakitnya, agar aku mudah naik. Ke sini dekat tebing yang rata. Ayo kera, kuyuk, kambing, ayo. Ayo cepat aku ingin berpegang.”
            Setelah rakit itu merapata ke tebing, mereka sudah bertinggir di rakit lalu kancil berucap,” Ayo kera, kuyuk, kambing, cepat naik ke tebing. Itu bukan kapal, itu buaya, dia mau memangsa kalian. Setelah sampai ke pusaran air yang dalam kalian akan ditenggelamkannya. Lantas setelah tenggelam, kalian dimakannya. Cepat naik !”
            Berlompatanlah semua ke atas tebing, takut dimakan buaya. Setelah semua naik ke tebing, lantas kancil bersorak tanda senang selamat tidak sempat dimakan buaya. Buaya marah-marah.
            ” Tunggu pembalasan kami dibawah pohon kujajing !” ujar buaya.
            Kujajing itu buah makanan kesukaan kancil. Jadi ia sering datang ke sana.
            Lama kelamaan kancil lupa akan ancaman buaya. Berangkat dia ke hulu dimana tumbuh pohon kujajing. Asyik makan kujajing. Buahnya banyak. Hari teduh dan terang.
            Setelah kenyang makan kujajing duduk kancil terkantuk-kantuk. Kakinya yang sebelah dijuntaikannya ke dalam air. Karena memang pohon kujajing banyak tumbuh di tepi sungai.
            Saat kancil duduk terkantuk-kantuk sambil matanya meram, kakinya yang bercebur ke sungai tadi disambar buaya. Kancil terkejut. Hatinya gelisah. Tapi setelah itu ia cepat berpikir. Apa akalnya agar bisa lepas ?
            ” O, buaya, kamu salah. Itu bukan kakiku. Yang benar ini. Yang kamu sambar itu ranting kayu,” ujar kancil sambil menyurung patahan kayu kedalam air. Tidak berpikir panjang lagi buaya tadi terus menyambar patahan kayu itu. Kaki kancil dilepasnya. Setelah kakinya lepas, kancil cepat kabur sambil berteriak karena cukup senang,” Hore aku lepas ! Hore !”
            ” Nanti kamu akan kumangsa tunggu saja !” ujar buaya sambil geregetan karena hatinya sakit dibodohi kancil untuk kesekian kalinya.
            Apa yang dikerjakana buaya untuk membalas kancil. Tubuhnya digulung dengan daun kering di pinggir sumur tempat kembali berendam di air.
            Tak lama kemudian datang kancil. Melihat ada gunungan itu rasa was-was itu datang. Dalam hati berkata, gunungan ini buayakah ? Atau apakah ? Setelah dipikir-pikir lalu ia berucap sangat keras, “ Kalau benar-benar gunung, mesti bergerak, kalau buaya berdiam.”
            Buaya lalu bergerak menggoncang tubuhnya tiada henti. ” Dasar bodoh kamu buaya. Ayo kejar aku,” ujar kancil menggoda.
            Buaya mengejar kancil dengan cepat. Semakin cepat buaya mengejar, makin cepat juga kancil lari. Kancil lari meloncat ke kayu tempat kubangan kerbau. Di kubangan itu banyak kerbau yang menunggu. Buaya terjatuh ke kubangan kerbau, diinjak-injak kerbau. Akhirnya buaya mati. ***

HSS LEBIH DEKAT


EMPATI BANJIR LUAU

            Untuk kesekian kali saya ke Luau / Ambarai Desa Karang Jawa Kec. Padang Batung. Tepatnya ke area Jembatan II. Yang rusak parah. Namun kini ada yang berbeda pemandangan yang saya lihat.
            Sawah terendam banjir. Padi yang ditanam petani beberapa minggu terendam. Dan dikhawatirkan bila air tak juga surut dalam beberapa hari ini, padi bakal membusuk. Petani terancam gagal tanam.
            Saya ketemu dengan warga setempat. Ia saat itu sedang menggembalakan kambingnya, di sekitar saya memarkir motor. Lelaki itu mengaku bernama Nurul Arifin.
            Setelah bincang-bincang ternyata Nurul itu aslinya orang Sungai Baru. Berkeluarga dengan Ibu Rabi. Mengaku alumni MTsN Angkinang saat kepalanya Bapak Ramli Amin. Temannya di Angkinang Babay.
            “ Saya punya dua anak. Tertua sekolah di STM,” ujar Nurul.
            Setelah ngobrol saya pamit. Terus ke jembatan rusak. Disana ada sekitar puluhan anak sedang mandi. Saya berhenti. Memotret aksi mereka. Juga kondisi air yang dalam.

Kandangan, 09-12-2012
           

REALITA HSS

-->
Sastrawan HSS
 Minta Perhatian

Diusianya yang ke 62 tahun Kabupaten Hulu Sungai Selatan terus berbenah. Namun masih ada saja yang mengganjal. Buktinya sastrawan HSS merasa dianaktirikan oleh Pemkab HSS. Jarang sekali pemberian penghargaan kepada sastrawan HSS oleh Pemkab saat Hari Jadi, misalnya. Sementara di daerah lain di Kalsel sastrawan cukup diperhatikan.
Padahal sastrawan HSS turut punya andil besar lewat karya mereka berupa puisi, cerpen, novel, dsb membawa nama harum Bumi Antaludin ditingkat lokal maupun nasional.
Pengalaman menyedihkan dialami sastrawan HSS saat mengikuti perhelatan akbar sastrawan banua, Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) beberapa tahun terakhir.
Pada ASKS IX di Banjarmasin, Oktober 2012  lalu contohnya. Mereka iri melihat antusiasnya kepala daerah memberikan dukungan dan perhatian lebih terhadap sastrawan di daerahnya. Semisal Kabupaten Tabalong, Barito Kuala, dan Kota Banjarbaru. Sastrawan dilepas oleh kepala daerahnya. Begitu dihormatinya para sastrawan. Juga diberi pakaian seragam dan tentunya uang saku. Tak ketinggalan pinjaman mobil dinas untuk sarana transport selama mengikuti kegiatan.
Sementara sastrawan HSS sungguh ironis. Mereka berangkat dengan mobil carteran. Untuk menuju tempat kegiatan dari penginapan mereka harus bermuram durja. Memelas kasih. Ikut numpang mobil dari daerah lain.
Sastrawan HSS berharap cerita sedih seperti ini tidak akan terulang lagi ditahun mendatang. Juga karya-karya mereka dapat dihargai dengan dibukukan dalam bentuk antologi bersama sastrawan HSS. Lalu disebar ke instansi dan sekolah-sekolah. Semoga pemimpin baru HSS di tahun 2013 nanti peduli dengan dunia sastra. Tidak ada lagi penganaktirian terhadap sastrawan. (akhmad husaini)

KABAR HULU SUNGAI SELATAN

Selasa, 11 Desember 2012

SEHATI DI KPUD HSS

Selasa (11/12/2012) sekitar pukul 14.00 WITA saya ke Kandangan. Usai ada urusaan di Barabai. Lalu liat ada keramaian dekat jalan A. Yani Kandangan. Saya masuk. Ternyata orang banyak di Kantor KPUD HSS. Ada acara pendaftar bakal calon Bupati dan Wakil Bupati HSS Periode 2013 - 2018 yakni pasangan Drs. H. Achmad Fikry, M.AP dan H. Ardiansyah, S.Hut.

Adapun misinya pasangan ini adalah : meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik, mengembangkan perekonomian masyarakat berbasis pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri kecil, serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

Sedangkan sebagai program unggulan pasangan ini bila terpilih nanti diantaranya : menciptakan 5000 pengusaha baru, bibit padi gratis bagi petani, HSS kota seni dan olahraga, perbaikan tunjangan penghasilan bagi PNS, dsb. (akhmad husaini)

Video : Perkenalan Siswa Kelas VII C / 4

 Jumat, 18 September 2026 Perkenalan siswa Kelas VII C MTsN 3 HSS, pada hari Jumat (18/09/2026) pagi. Atas nama Nur Afika asal Taniran Selat...