Rabu, 26 Desember 2018

Hantu Pagat

Kamis, 27 Desember 2018

Saat pelaksanaan Kemah Bakti Karang Taruna se Kalsel di Objek Wisata Batu Benawa Pagat, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), tahun 2009 banyak terjadi keanehan. Di tengah hiruk-pikuk, sesosok nenek tua muncul tengah malam.

Rasa dingin menusuk tubuh. Nenek tua itu merasa tersiksa. Karena dimungkinkan terganggu oleh oleh suara musik yang keras dari peserta perkemahan. (ahu)

Misteri Perempuan di Malam Jumat

Kamis, 27 Desember 2018

Perasaan hati Adit begitu gundah. Malam Jum’at itu suasananya kian menambah pikirannya.
Di rumah ia sedang sendirian. Seluruh anggota keluarganya sedang bepergian ke luar kota. Ada keperluan penting.

Malam Jum’at itu Adit sendirian di rumah. Rumah yang didiami Adit lumayan luas dan besar untuk ukuran di kampungnya.

Kamar ada beberapa buah. Jarak kamar mandi dan WC cukup jauh dengan kamarnya. Karena sunyi malam itu Adit merasa lain dengan suasana biasanya.

Tiga perempuan cantik dengan senyuman manisnya berada di area kamar mandi dan WC.

Rasa takut muncul. Adit lagi sendirian malam itu. Perempuan itu datang menyelonong seperti tukang kebun yang lewat dihadapan presiden tanpa pengawalan Paspampres.

Ketiga perempuan itu tampak melayang-layang. Tercium bau amis darah. (ahu)

Biawak Itu Hilang Sendirinya

Kamis, 27 Desember 2018

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 20 April 2004 silam. Yakni dialami oleh Safi’i (40) warga Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Dia merasa aneh karena seekor biawak yang dibunuhnya tiba-tiba hilang.

Ceritanya, sore itu secara tiba-tiba di dapur rumahnya terdengar suara ribut disertai ada yang pecah. Ternyata telah berhamburan piring dan gelas di lantai. Setelah diketahui ternyata seekor biawak yang datang tiba-tiba. Mungkin biawak itu lewat kolong di dapur rumah Safi’i.

Kehadiran biawak yang berukuran sedang itu agak aneh karena pada malam sebelumnya Fi’i – begitu sapaan akrab Safi’i – mendengar bebek piaraannya terdengar agak ribut. Diduga mungkin karena melihat adanya biawak itu.

Lalu Fi’i mencoba untuk membunuh biawak itu dengan tombak yang tersimpan di gudang rumahnya. Saat itu di rumah hanya ia sendirian. Isteri dan anaknya sedang bepergian ke luar kota. Sementara para tetangga pergi ke sawah. Singkat kata biawak itu pun mati. Kemudian biawak itu diletakkannya di samping rumah.

Sementara Fi’i bergegas ke rumah karena adzan Maghrib berkumandang. Namun alangkah terkejutnya Fi’i usai shalat dilihatnya biawak itu sudah tidak ada lagi di tempatnya. Mungkinkah biawak itu masih hidup ? Tak mungkin karena saat Fi’i membunuh biawak itu nampak tak bernafas lagi pula banyak darah yang bercucuran di tanah.

Fi’i menyimpulkan biawak itu mungkin jelmaan makhluk aneh. Tapi Fi’i diam saja. Ia tak ingin hal ini diketahui orang lain. (ahu)

Kelakuan Aneh Nenek Tua

Kamis, 27 Desember 2018

Kejadian aneh ini dialami oleh Ilhami Gusmayadi (18) warga sebuah desa di Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), belum lama tadi. Ilham – begitu ia biasa disapa – biasa tidur di rumah neneknya. Mereka tidur di kamar masing-masing. Ilham di kamar depan sedang neneknya di kamar belakang.

Namun Ilham merasa bosan melihat kelakuan neneknya yang akhir-akhir ini berperilaku agak aneh. Hal ini berlangsung setiap harinya. Neneknya selalu mengganggu ketenangan tidur Ilham.
Neneknya selalu ngomong tidak karuan. Hal ini selalu mengganggu pikiran Ilham yang tidur di kamar sebelah. ” Sudah banyak masalah ditambah lagi dengan masalah ini,” pikir Ilham.

Kadang nenek itu memanggil-manggil nama Ilham. Seperti ada yang penting. Akan tetapi setelah didatangi cuma menyuruh Ilham membukakan kelambu karena merasa kepanasan. Hal itu terus berulang tiap hari pada malam hari saat para tetangga sudah tertidur nyenyak. Biasanya terjadi beberapa saat sebelum adzan Shubuh berkumandang.

Menurut Ilham, neneknya seperti diajak atau didorong untuk melakukan sesuatu yang diluar nalar akal pikiran manusia. Seperti ada suruhan. Seakan-akan telah terjadi sesuatu yang gawat. Yang aneh sekaligus membuat Ilham bingung hal itu terjadi berulang-ulang hampir setiap hari menjelang shalat shubuh.

Ilham kerap membentak-bentak tubuh neneknya agar tersadar. Tapi sang nenek selalu berkelit dengan argumennya sendiri yang tak masuk akal. Dipikir-pikir mana mungkin akan terjadi apa yang sedang dikhawatirkannya saat itu. Apalagi suasana di luar rumah masih gelap dan terasa dingin.

Walau tergopoh-gopoh nenek Ilham tetap teguh dengan pendiriannya. Apakah neneknya itu telah dirasuki oleh orang halus.

Alangkah bosannya Ilham melihat tingkah neneknya yang begitu memuakkan. Pernah suatu kali Ilham melihat neneknya seperti menangis karena sesuatu. Tapi kemudian berubah melakukan gerakan-gerakan aneh berikutnya tertawa terbahak. Tentu saja hal itu membuat Ilham bingung. Kenapa neneknya bisa menangis dan tertawa seperti itu ? Menurut nenek Ilham ia seperti ada sesuatu yang mengancam ketenangan jiwanya.

Nenek Ilham juga sangat takut kepada petir. Apabila hujan lebat yang disertai pedir, dia minta kepada Ilham untuk ditemani. Lalu dia nyungsep ke kolong tempat tidur sampai hujan dan pedir reda.

Nenek Ilham tak lagi mengenal siang dan malam. Padahal hidupnya normal-normal saja. Makan seperti biasa. Perilaku seperti itu tentu sangat membingungkan sekaligus merisaukan bagi yang menyaksikannya. (ahu)

Penghuni Bapelkes Marah

Kamis, 27 Desember 2018

Peristiwa ini terjadi pada bulan Oktober 2002 silam. Saat aku mengikuti Pekan Olahraga Daerah (PORDA) VI Kalimantan Selatan Tahun 2002 di Banjarbaru.

Kejadiannya di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Banjarbaru, tempat penginapan kontingen / atlet Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Beberapa peristiwa aneh terjadi disana baik yang kualami sendiri maupun teman-teman atlet lainnya.

Malam itu usai mengikuti pertandingan aku dan teman-teman pulang ke penginapan di Bapelkes. Saat itu karena lapar dan haus kami menuju ruang makan. Namun alangkah kagetnya aku sesampainya disana aliran listrik padam. Mungkin juga teman-teman ikut kaget.

Aku dan teman-teman ribut dan panik karena gelap. Di tengah kepanikan itu kudengar suara aneh di sekitar ruang makan tersebut. Saking takutnya membuat tubuhku gemetaran. Namun untungnya tak lama kemudian aliran listrik kembali menyala. Kejadian itu tidak kuceritakan pada teman-teman.

Malam berikutnya, tepatnya pada tengah malam di kamar yang kami tempati terjadi peristiwa aneh. Kran air mandi dan WC mengalir sendirinya padahal temanku sebelumnya sudah mematikannya.

Juga ada jaket seragam atlet temanku hilang sendirinya. Dicari kesana kemari. Padahal sebelumnya jaket tersebut berada diatas tempat tidur. Keesokan harinya jaket itu ditemukan berada diatas plafon kamar mandi. Keanehan itu membuat kami jadi sadar. Itu semua kemungkinan adanya pengaruh makhluk halus yang menghuni Bapelkes Banjarbaru. (ahu)

Yasmin Meydila Rihlatassyitha : Dari Wawaran Menapaki Mimpi Lewat Matematika

 Senin, 14 September 2026 Dari sebuah dusun bernama Wawaran, di Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)...