Rabu, 19 Desember 2012

KABAR KANDANGAN

Rabu, 19 Desember 2012




Bangun Masyarakat yang Sejahtera


Membangun masyarakat yang sejahtera adalah tugas yang paling mendesak saat ini. Dan masalah kemiskinan merupakan masalah nasional yang harus diatasi dengan segera. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan H Ardiansyah SHut kepada pengurus DWP HSS.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tidak cukup hanya dibebankan kepada pemerintah semata. “Karena, pemerintah sendiri memiliki keterbatasan, baik keterbatasan dana, sumber daya manusia serta keterbatasan secara geografis untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Wabup HSS ini.

Dikatakan Wabup, pemerintah berharap agar seluruh komponen masyarakat ikut andil dalam mengatasi masalah bersama tersebut. Termasuk apa yang dilakukan oleh organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) melalui pemberdayaan perempuan. Diharapkan lewat organisasi DWP, para perempuan bisa memperjuangkan nilai dan cita-cita yang melandasi keberadaan organisasi.

"Pasti DWP tetap eksis dan teruslah menjalin kerjasama dan kebersamaan kuat,” ujarnya. Diharapkannya, dengan evaluasi dan refleksi, pastilah muncul semangat dan tekad yang baru, untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan yang masih belum maksimal dilaksanakan, menuju hasil yang lebih baik lagi.

"Kita memang patut untuk melakukan refleksi ataupun introspeksi, evaluasi apa yang telah lakukan selama ini. Apa yang kurang dan masih belum dilakukan secara maksimal, agar bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya, agar mencapai hasil yang diharapkan,”  pesan Wabup.***




180 CPNS Diambil Sumpah


Sebanyak 180 orang CPNS di lingkup Pemkab Hulu Sungai Selatan Senin (17/12) kemarin diambil sumpahnya menjadi PNS oleh Bupati HSS Dr HM Safi’i di Pendopo Kabupaten HSS, kemarin pagi. Acara ini disaksikan juga oleh Wakil Bupati HSS H Ardiansyah SHut, Sekretaris Daerah HSS Drs H Achmad Fikry MAP, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Diklat Kabupaten HSS Said Ali Fachir SH MH, dan kepala SKPD di lingkungan Pemkab HSS.

Dalam laporannya, Kepala BKD, Diklat Kabupaten HSS Said Ali Fachir SH MH mengatakan bahwa jumlah CPNS yang diambil sumpahnya menjadi PNS HSS ini ada sebanyak 180 orang. “PNS ini terdiri dari golongan III sebanyak 90 orang, golongan II sebanyak 89 orang dan golongan  I ada 1 orang.

Adapun jumlah PNS  berdasarkan rumpun pekerjaan adalah sebanyak 58 orang dari Tenaga Kesehatan, 75 orang dari Tenaga Pendidikan dan 47 orang dari Tenaga Teknis lain,” beber Said. Sementara itu, dalam sambutannya Bupati HSS Dr HM Safi’i MSi mengucapkan selamat kepada CPNS yang sudah diambil sumpahnya.

“Selamat menempuh kehidupan sebagai PNS di Kabupaten HSS,” ujar Bupati. Dan terimakasih kepada pihak terkait yang sudah memenuhi tugasnya dengan baik, sehingga para CPNS bisa segera mendapatkan SK PNS dengan cepat. “Mari kita mantapkan nilai-nilai keimanan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan meluruskan niat dengan melaksanakan dan mengucapkan syukur.

Diniatkan dalam hati, diucapkan dengan syukur dan alhamdulillah dengan perkataan dibarengi dengan keikhlasan, sehingga mendapat ridha dan keberkahan lainnya,” ujar Bupati. Bupati juga mengajak kepada masyarakat dalam tulisan, tuntun, bimbing dan kawal pihaknya, dengan ucapan terimakasih, bukan dengan sogokan. Ini sebagai langkah  untuk mengaplikasikan dalam melayani masyarakat dengan sabar dan ikhlas.

“Mari kita mantapkan kehidupan dengan melaksanakan niat syukur, tuntun, bimbing dan kawal kami dengan terimakasih dan syukur, ini langkah konkrit yang dilakukan oleh semua birokrat,” ajak Bupati. Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diserahkan Surat Keputusan Pengangkatan CPNS menjadi PNS di Lingkup Pemerintah Kabupaten HSS tahun 2012.***



Melayani Masyarakat dengan Aksi Biro


Dalam melayani masyarakat di Hulu Sungai Selatan, Pemkab HSS melakukan pelayanan publiknya dengan Aksi Biro. Hal ini sesuai dengan instruksi Bupati Hulu Sungai Selatan Nomor 1 Tahun 2011. Hal itu diungkapkan oleh Bupati HSS Dr HM Safi’I MSi. “Dalam melayani masyarakat HSS kita ingin melakukan yang terbaik untuk seluruh lapisan masyarakat dimanapun berada. Diharapkan dengan Aksi Biro ini, kami bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat kami,” harap Bupati.

Dibeberkan Bupati, Aksi Biro tersebut diantaranya merubah pola pikir (mindset) dan pola perilaku dalam menjalankan tugas dan fungsi melayani masyarakat dengan mengedepankan Aksi Biro daripada birokrasi.

“Diharapkan dalam melaksanakan gerakan Aksi Biro ini dengan segera mengambil langkah-langkah nyata di lapangan yaitu dengan lebih mengutamakan  pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati. Diharapkan, juga segera menyesuaikan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan publik yang ada pada satuan kerja perangkat daerah dan unit-unit kerja pelayanan publik dengan lebih mengedepankan Aksi Biro ini.

Yang tidak kalah penting lagi, kata Bupati, adalah menyiapkan sumber daya manusia aparatur yang berkompeten dalam memberikan pelayanan publik pada satuan kerja perangkat daerah dan unit-unit kerja pelayanan publik masing-masing. Dari hal-hal yang dilakukan di atas, diharapkan berdampak pada perubahan pola pikir (mindset) pola perilaku aparatur Pemkab  Hulu Sungai Selatan dalam menjalankan tugas dan fungsi melayani masyarakat dengan mengedepankan Aksi Biro daripada Birokrasi.

Selain itu diharapkan tersedianya  sumber daya manusia yang berkompeten dalam memberikan pelayanan publik. “Juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjamin ketersediaan pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” kata Bupati.

Dengan Aksi Biro ini diharapkan pihaknya bisa lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan aparatur pemerintah daerah dalam pelaksanaan pelayanan publik di wilayah HSS.***




Sekda Buka Rakercab PWRI

Pengurus Cabang PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggelar rapat kerja cabang (Rakercab), di Pendopo Kabupaten. Rakercab dibuka Sekretaris Daerah Drs HA Fikry MAP, yang dihadiri seluruh pengurus PWRI cabang dan ranting se Kabupaten HSS.

Menurut Ketua Cabang PWRI Kabupaten HSS H Amansyah Nor, rapat kerja ini dilaksanakan untuk mengevaluasi hasil kerja tahun lalu. Sekaligus untuk menyusun program kerja tahun 2013-2014. “Dari evaluasi rapat kerja ini, diharapkan dapat diperoleh masukan-masukan sekaligus memotivasi kepada pengurus tingkat cabang maupun tingkat ranting,” harapnya.

Dijelaskan Amansyah, Rakercab juga bertujuan untuk mempererat hubungan antar ranting dan ranting dengan cabang. “Kita berharap Rakercab ini dapat menghasilkan yang terbaik, yang dirasakan manfaatnya bukan saja oleh anggota PWRI akan tetapi dirasakan pula oleh masyarakat dan pemerintah,” cetusnya.

Rakercab ini juga untuk meningkatkan sumber daya anggota PWRI, sehingga nanti dapat membantu pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan pemerintan untuk kemakmuran masyarakan.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pemda, yang telah memberikan bantuan dana untuk melaksanakan program PWRI,” kata Amansyah. Amansyah mengimbau kepada seluruh anggota PWRI agar dapat memberikan suaranya di TPS pada pemilihan kepada daerah nanti. "Pilihlah pemimpin yang benar-benar amanah dan mementingkan kepentingan masyarakat,” imbaunya.

Sementara itu, Sekda HSS Drs HA Fikry MAP, mengatakan tahun depan akan memberikan hibah mobil roda empat untuk menunjang kegiatan operasional PWRI. “Anggota PWRI nanti akan diberikan pelayanan kesehatan khusus, baik di rumah sakit atau di Puskesmas. Dan untuk pengecekan kesehatan bisa dilakukan setiap sebulan sekali,”  janjinya.

Fikry berharap, program kerja yang disusun dalam Rakercab mencerminkan ketanggapan sosial, tehadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. "Usia dan ikatan kedinasan bukan merupakan hambatan, untuk berperan aktif dalam membangun stabilitas sosial, yang kondusif serta membantu masyarakat mengatasi permaslahan yang dihadapi,” ujar Fikry.

Menurut Fikry, segala permasalahan yang dihadapi PWRI harus dikemukakan untuk mencari solusi terbaik. Termasuk mengacu pada visi dan misi, yakni memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para pensiun. "Jadikan juga kegiatan sebagai bentuk penyegaran dan untuk lebih mempererat silaturahmi sesama pengurus,” harapnya.***






Badan KB dan BPMP Gelar Semiloka SKPD


Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengelar semiloka SKPD, di Gedung Kesenian Kandangan, belum lama tadi. Semilokan tersebut, dibuka oleh Wakil Bupati HSS H Ardiansyah SHut, yang diikuti aparatur desa seKabupaten dan tim PNPM Mandiri.

Menurut Kepala Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Dra Is Susilastuti, semiloka SKPD ini dilaksanakan untuk meningkatkan komitmen eksekutif dalam pemberdayaan masyarakat desa, sekaligus untuk memperkuat pelaksanaan percepatan pembangunan desa yang partisipatif.

Selain itu juga untuk memperkuat komitmen dalam rangka penangulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. "Dengan semiloka ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektoral, baik dalam program pemberyayaan masyarakat, maupun penangulangan kemiskinan,” ujar Susi.

Sementara itu, Wakil Bupati HSS H Ardiansyah SHut mengatakan, untuk mengurangi kemiskinan, sebenarnya di HSS sudah ada beberapa program pengentasan kemiskinan yang  diluncurkan oleh pemerintah. Dari inpres desa tertinggal, program tabungan kesejahteraan rakyat, kredit usaha untuk kesejahteraan rakyat, program jaring pengaman sosial bidang kesehatan.

"Semua program tersebut memiliki satu tujuan, yakni  untuk mengentaskan masyarakat," ujarnya. Namun, bila dicermati, program tersebut terdapat beberapa kelemahan mendasar dari berbagai program pengentasan kemiskinan selama ini. Menurut Ardiansyah, tidak optimalnya mekanisme pemberdayaan warga miskin ini terjadi karena programnya  lebih bersifat dan berorientasi pada belas kasihan, sehingga dana bantuan lebih dimaknai sebagai dana bantuan cuma-cuma.

"Konsep tersebut dianggap menghilangkan kendala sikap mental dan kultural yang dimiliki oleh warga miskin,” cetusnya. Selain itu, kata Ardiansyah, program pemberdayaan lebih dimaknai secara parsial. Misalnya titik berat kegiatan program, hanya mengintervensi pada satu aspek saja, seperti aspek ekonomi atau aspek fisik, belum diintegrasikan dalam suatu program pemberdayaan yang terpadu.

“Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut, maka pemkab HSS telah melaksanakan program ampih miskin, sebagai program inisiatif daerah dalam menanggulangi kemiskinan,” ujarnya. Ditambahkan Ardiansyah, program ampih miskin dapat mengurangi titik lemah program pengentasan kemiskinan, yang telah banyak diluncurkan serta memperkuat program pemerintah pusat selama ini.***


FOTO MASDAH DAN KAWAN-KAWAN

Rabu, 19 Desember 2012

Rabu (19/12/2012) pagi MTsN kedatangan tamu istimewa. Yaitu alumni MTsN Angkinang Tahun Pelajaran 2011 / 2012. Mereka kini studi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kandangan. Mereka sempat pulang karena sedang ulangan. Mereka kangen dengan MTsN Angkinang. Jadi sempat-sempatnya mereka foto bareng di MTsN Angkinang untuk melepas kerinduan. Inilah sebagian foto Masdah dan kawan-kawannya.



























PUSTAKA HSS

Rabu, 19 Desember 2012

 Cover depan buku Menjemba Jejak Berlari


 Profil penulis : Aliman Syahrani


Cover depan dan belakang buku Menjemba Jejak Berlari


 Aisyatur Ridha, Pelajar Kelas VII A MTsN Angkinang
Sedang membaca buku Menjemba Jejak Berlari



BUKU BARU ALIMAN SYAHRANI

Judul                :  Menjemba Jejak Berlari (Dindang Ligun Karasmin               
                           Hulu Sungai Selatan )
Penulis               :  Aliman Syahrani
Cetakan             :  I, Desember 2012
Terbitan             :  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Hulu Sungai
                           Selatan
Tebal                 :  74 Halaman
Jumlah Foto        :  17 buah

        Di tengah miskinnya penerbitan buku di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ada secercah harapan muncul. Aliman Syahrani kembali menerbitkan buku barunya. Buku itu berjudul Menjemba Jejak Berlari. Buku ini terbitan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata HSS. Memuat jenis kesenian yang ada di Bumi Antaludin.
” Buku ini sangat bagus karena kita dapat mengetahui perkembangan kesenian yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Hingga sebagai warga HSS patut untuk  melestarikannya,” ujar Aisyatur Ridha, siswa kelas VII A MTsN Angkinang.
        Dalam buku ini ada ditulis tentang Suling Bamban. Yang selama ini jadi buruan saya untuk ditulis.
        Musik Suling Bamban adalah jenis alat musik tiup yang dimainkan secara improvisasi terdiri atas piston 2 buah dan pengiring 9 buah, gendang, tambur, tok-tok dan ganggiring. Musik ini hampir serupa dengan tanjidor. Dinamakan Suling Bamban karena berasal dari Desa Bamban Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
        Musik Suling Bamban digunakan untuk mengarak pengantin atau menyemarakkan pertandingan sepakbola. Pada masa jayanya, Musik Suling Bamban dipergunakan sebagai hiburan ketika mengisi acara-acara resmi pemerintah hingga diundang ke luar daerah. Kelompok Musik Suling Bamban yang pernah ada ialah grup Buluh Marindu asal Desa Bamban. Sangat disayangkan Musik Suling Bamban kini terancam punah.
***
        Beragam aliran dan jenis kesenian yang termuat dalam buku ini, dan menjadi milik masyarakat HSS, dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya seperti teater tradisional, teater tutur, tari, musik, sastra, seni rupa, seni kriya, beladiri, dsb. Untuk mendokumentasikan dan mengetahui secara jelas kesenian yang berkembang dan pernah atau masih hidup di HSS, tujuan itulah yang menjadi dasar utama penulisan buku ini, yang dengan berbagai keterbatasan, disebutkan secara singkat satu-persatu menurut jenisnya.
        Kesenian rakyat HSS yang termuat dalam buku ini bertitik berat pada kesenian lokal yang lahir dan berkembang di masyarakat HSS, baik yang masih atau pernah ada dan berkembang dikalangan pendukungnya, maupun yang hampir atau sudah punah. Kesenian tradisional dari daerah lain baik dari Kalsel sendiri maupun yang berasal dari luar, yang kemudian mendapat pengaruh lokal Banjar atau HSS, yang juga pernah atau masih berkembang di HSS, juga dimasukkan dalam buku ini dan dianggap sebagai kesenian rakyat masyarakat HSS.
        Transformasi unsur-unsur luar sebagai akibat kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, membawa efek yang sangat digdaya dalam membawa aura kepunahan terhadap warisan budaya saat ini. Jika tidak segera dilestarikan melalui berbagai upaya dan kegiatan, dimungkinkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya juga ikut langlam besertanya, tak terkecuali nilai-nilai kearifan lokal yang sekian lama sudah menyurapat dalam sekian ragam kesenian rakyat di HSS selama ini. Kehadiran buku ini berikhtiar mengimbangi gerusan transformasi unsur-unsur luar yang setiap saat bisa menggeruskan kepunahan dengan niscaya itu.

***

Jenis kesenian yang termuat dalam buku Menjemba Jejak Berlari :

SENI TEATER RAKYAT
 Mamanda, Wayang Gung, Wayang Urang, Wayang Kulit, Abdul Muluk Cabang, Tatayungan

SENI TARI
Tari Tradisional : Tari Balian, Tari Kanjar, Tari Babangsai, Tari Gintur. Tari Klasik: Tari Topeng.
Tari Rakyat: Tari Japin, Tari Baksa, Tari Gandut, Tari Kuda Gipang, Tari Rudat, Tari Sinoman, Tari Ladun / Baladun, Tari Babujukan.

SENI MUSIK
Kuriding, Kurung-Kurung, Panting, Musik Bumbung, Suling Bamban, Musik Keroncong.

SENI SASTRA
Syair, Pantun, Madihin, Lamut, Andi-Andi, Kisah

SENI RUPA
Seni Topeng, Seni Patung, Seni Lukis

SENI KRIYA
Mengayam, Ukir, Kuningan, Gerabah, Janur

SENI BELADIRI
Kuntau








Senin, 17 Desember 2012

MTsN ANGKINANG BANGGA (1)

Selasa, 18 Desember 2012

KEGIATAN
HARI AMAL BHAKTI (HAB) KEMENAG TAHUN 2013
DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

MTsN Angkinang menyiapkan siswanya yang bakal mengikuti lomba-lomba yang digelar dalam rangkaian HAB Kemenag Tahun 2013. Lomba yang diikuti antara lain : bulutangkis, voli, pidato dalam berbagai bahasa, dsb.

Juga nanti keluarga besar Kemenag HSS bakal menggelar gerak jalan massal.

Sementara paduan suara MTsN Angkinang mendapat kehormatan menjadi pembawa lagu pada upacara peringatan HAB Kemenag pada 3 Januari 2013 nanti.***

HSS MEMBANGUN

Selasa, 18 Desember 2012



PASAR MODERN DI BANUA ENAM
 
        Wajah Pasar Los Batu Kandangan yang selama ini kumuh dan semrawut, bakal berubah menjadi pasar kebanggaan masyarakat HSS. Akhir tahun ini pasar yang terletak di pusat perkotaan Kandangan yang dalam tahap rehab besar-besaran ditarget bakal diresmikan penggunaannya.
        Hingga saat ini realisasi kegiatan rehab sudah menyelesaikan pembangunan fisik pasar sekitar 72 %.
        Pasar Los Batu yang terletak di jantung kota Kandangan selain menjadi penunjang sentra kegiatan perekonomian masyarakat HSS juga didesain khusus sebagai tempat hiburan keluarga yang menyediakan fasilitas hotel, tempat bermain sampai makanan.
        Berdasarkan desainnya, pasar ini dibangun tiga lantai yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Lantai I dikhususkan untuk bangunan toko dengan ukuran 3 meter x 2,5 meter. Ada sebanyak 304 toko yang disiapkan untuk menampung jumlah pedagang yang ada. Di lantai ini dilengkapi dengan fasilitas tambahan tiga unit WC, ruang keamanan dan ruang pengelola serta gudang.
        Di lantai II, terdapat lapangan parkir roda empat dengan kapasitas 46 buah dan kendaraan roda dua 144 buah.
        Di lantai II ini juga disediakan fasilitas restoran dan kafe, mushala berikut tempat wudhu, dua unit WC, gudang, dan loading dock.
        Khusus untuk lantai III pasar, disiapkan sebagai zona bersantai dan hiburan keluarga. Di lantai III ini dibangun fasilitas hotel dengan kapasitas 28 kamar. Terdiri dua kamar VIP, 10 kamar kelas menengah dan 16 kamar kelas ekonomi.***

GALERI FOTO HULU SUNGAI SELATAN

Selasa, 18 Desember 2012

Wisma Duta Kandangan


Sebuah jukung berada di tempat yang kering




Seorang ibu bersantai di area Taman Bermain Anak Rakat Mufakat Kandangan
Menunggun anaknya yang sedang bermain disana


Pohon Kasturi yang berbuah lebat


Suasana pasar di Simpang Tiga Gambah Dalam-Rantawan


Seorang petani sedang menanam padi di sawahnya
di Luau / Ambarai Kecamatan Padang Batung


Menanam padi dengan asak


Petani ini saling bekerjasama dalam menanam padi di sawah milik mereka


Kawasan Jembatan Sungai Angkinang


Jangkrik


Berfoto diatas jembatan menuju Air Terjun Haratai


Memancing di dekat Kantor Kemenag HSS


Seorang anak hanya kelihatan kepala saja saat mandi
di kawasan Jl. HM Yusi Kandangan / Jalan Hanyar


Rumah dan jukung rusak di kawasan Kabupaten Tapin


Tanaman bilaran


Anggota Satpol PP HSS sedang bertugas dilapangan


Sajian makanan pada Pesta Rakyat Bakar Ikan 1001 Tunggu
di Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan, 2 Desember 2012

MTsN ANGKINANG BANGGA (2)

Selasa, 18 Desember 2012



MENYELAMI KESEHARIAN AISYATUR RIDHA

    Waktu masih menunjukkan pukul 10.00 WITA. Ridha sedang berada di dalam kelas bersama teman-temannya. Masih suasana selesai ulangan. Jadi tidak belajar lagi.
 
Aisyatur Ridha pun banyak bercerita tentang dirinya. Menurutnya,  Tahun Baru 2013 harus dihadapi dengan kebaikan dan kebenaran. Menggelar lomba-lomba bernuansa Islami.

 
    Diakui Ridha-begitu ia biasa disapa- kalau tahun baru dirumah saja. ” Nonton teve, membantu orangtua, dan memasak,” ujarnya.

 
    Ridha pernah ke Tanuhi bersama ayahnya pada sebuah kesempatan. Selain itu juga ke Balimau, Kecamatan Kalumpang. Juga pernah ke Kalampayan, Basirih, Sekumpul,dsb.

 
    Pada kegiatan Lomba Al-Barjanzi di Kalumpang yang juara adalah : Juara I Kecamatan Kandangan dimana Ridha termasuk di dalamnya. Lalu Juara II Kecamatan Kalumpang. Dan Juara III Kecamatan Angkinang.
    Pengalaman waktu kecil Ridha yang sangat berkesan diantaranya : Waktu basuntikan di SD. Saat itu kelas III. Ia menangis karena takut.
    Lalu pernah dikibit. Berfoto dengan boneka Doraemon waktu TK dan SD. Ikut Lomba Tartil di Gema Amandit untuk pertama kalinya. Waktu kelas III SD. Karena panggungnya tinggi ia diangkat panitia menuju panggung.
    Ridha pernah juga terkencing-kencing waktu pulang sekolah saat TK. Pernah ke air terjun di Gunung Mas saat mengikuti MTQ disana.

 
    Saat SD punya guru yang lucu karena tubuhnya gemuk. Tapi baik hati.

 
    Ridha juga pernah ke Museum Negeri Lambung Mangkurat Banjarbaru. Kesana berombongan dengan guru dan teman-temannya di SD. Disana ia melihat pajangan yang berkenaan dengan sejarah, budaya, seni, dsb. Seperti pengantin, manusia purba, permainan rakyat.

 
    Ridha juga mengaku senang menjatu kasturi. Biasanya subuh ditemani ayahnya. Sebelumnya minta izin kepada pemilik pohon kasturi. Juga menjatu durian.

 
    Ridha menyukai permainan seperti kelereng, kasti, main tali, tenis meja, dsb.

 
    Ia juga menyukai makanan / kue tradisional seperti ketupat, dodol, lamang, pastil, gumpal, dulinat, guguduh, pais, tapai, dsb.

 
    Sementara tayangan televisi yang disukainya antara lain : film kartun, sinetron yang ditayangkan MNCTV, berita. Biasanya Ridha menonton teve 1 jam. Sementara penyanyi yang digemarinya Wali, Opick, Sulis, dan Haddad Alwi.

 
    Ia pernah memelihara kucing belang tiga. Yakni warna putih, jingga, dan cokelat.

 
    Dalam mengaji ia berguru kepada H. A. Mawardi seorang qari terkenal di HSS. Ia shalat berjamaah di Langgar Nurul Hidayah.

Kandangan, 18 Desember 2012

ANGGOTA DPRD HSS PERIODE 2009-2014

Selasa, 18 Desember 2012

Baliho yang memuat foto anggota DPRD HSS dekat Jembatan Antaludin Kandangan


Syamsuri Arsyad - A Tarmizi - H Akhmad Fahmi


H Samsuddin - H Bahdar Djoehan


Akhmad Jayadi - H Sadiun Yusuf - Syachril Shaleh - Yuniati


Rahmad Iriadi - H Samsi Bahrun - Muhazer Rachman - Syaukani


Ilmi Shaleh - HA Siddiq - A Syarbini


M Natsir - Abdul Kadir Ahmadi - Siti Zahrah


Arani - HM Yazidi - Mursid, MR


H Panani - Muhammad


HM Kusasi


Ja'far


HM Muchran


H. Harni - Bahder Johan - Ika Perwitasari



CURHAT

Selasa, 18 Desember 2012



KE KPPN BARABAI 
SAMPAI MAGHRIB

    Sudah beberapa kali saya ke KPPN ( Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ) Barabai menemani Ibu Ida, mengurus SP2D dan SPM. Biasanya saya ke KPPN Barabai paling lama pulang jam 17.00 WITA. Tapi kali ini pulang hingga usai shalat Maghrib.
    Dari Angkinang ke Barabai membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan. Karena sudah sering tidak begitu jauh. Tapi lelah banarham…
    Ada banyak kesalahan yang harus diperbaiki. Juga karena antrian dari sekolah / SKPD lain. Beberapa kali mem-print ke warnet depan Polres HST. Pertama tertulis Jakarta, seharusnya Kandangan. Lalu kode bar.
    Kami berangkat dari sekolah sekitar pukul 12.00 WITA. Saat di Pantai Hambawang pelajar sedang pulang.
    Saya shalat Dzuhur di mushala KPPN. Sedang shalat Ashar di masjid Riadusshalihin Barabai. Makan siang di depan Mapolres HST.
    Di KPPN didominasi buhan Kandangan. Yang saya kenal ( tapi mereka kenal saya nggak ?) Ada Rusdi dan Pak Arin dari MTsN Amawang. Ibu Imelda dari Kemenag HSS. Ada juga dari Pengadilan Negeri Kandangan. Dan yang lainnya. Tapi wajah mereka sudah tidak asing lagi dengan saya. Bulan depan bakal tambah karena dari Kabupaten Tapin bakal mengurusinya di KPPN Barabai. Sebelumnya di Banjarmasin.
    Betapa melelahkan hari ini.

Kandangan-Barabai, 17 Desember 2012

Suasana di Kawasan Kantor Kecamatan Angkinang Saat Kabut Asap Kamis Pagi

 Jumat, 18 September 2026 Suasana dan kondisi di ruas jalan nasional Trans Kalimantan, yang ada di kawasan Kantor Kecamatan Angkinang, berlo...