Ahad, 25 Januari 2026
Bakung dan hijau yang setia tumbuh di taman bak semen MTsN 3 HSS—sederhana, teduh, dan penuh makna di pagi Jumat Angkinang. Di sudut taman bak semen Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), tanaman bakung tumbuh dengan tenang, menyibakkan daun-daunnya yang panjang dan hijau segar. Ia berdampingan dengan aneka tanaman lain yang rimbun, seolah saling berbagi ruang hidup dalam harmoni. Warna hijau yang mendominasi berpadu dengan dinding bak semen berwarna lembut, menciptakan suasana sejuk yang menenangkan siapa saja yang melintas di hadapannya.
Pagi itu, cahaya matahari menyelinap di sela dedaunan, memberi kesan alami sekaligus teduh di lingkungan madrasah. Taman sederhana ini bukan sekadar elemen penghias. Ia menjadi penanda kehidupan, ruang kecil tempat alam bernafas di tengah aktivitas belajar. Bakung dan tanaman lainnya berdiri sebagai saksi bisu rutinitas pagi, langkah kaki para siswa, dan denyut keseharian madrasah yang bersahaja.
Kehadirannya mengajarkan bahwa keindahan tidak selalu harus megah—ia bisa tumbuh dari perawatan, ketekunan, dan rasa cinta pada lingkungan sekitar. Foto ini saya abadikan pada hari Jumat pagi, 23 Januari 2026, di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Sebuah fragmen kecil dari taman bak semen MTsN 3 HSS, tempat alam dan manusia terus berdialog dalam sunyi. (ahu)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar