Pada saat itu
Mukhairi bersama 7 (tujuh) anak laki-laki yang ingin pergi ke goa di Gunung
Rajang, Telaga Langsat. Mereka masuk ke dalam goa. Mereka melihat ada sebuah
suluh yang tidak menyala. Mereka lalu pergi ke pondok untuk mencari bahan
bakar. Jaraknya sekitar 2 kilometer . Dengan jalan yang menanjak dan menurun.
Gunung tersebut mereka lewati. Pemandangannya cukup indah dan menawan hati.
Lalu mereka terus melangkahkan kaki. Melanjutkan perjalanan. Berhenti di sebuah
pondok yang mereka rencanakan sebelumnya. Di dalam pondok terdapat sebuah
suling. Tak lama kemudian mereka berangkat ke pondok yang dimaksud. Ada tanaman
terung. Mereka memetiknya. Lalu digoreng. Diduga akibat tidak batawaran tiba-tiba ada suara orang yang
minta tolong sangat keras sekali. Mereka berlarian ke dalam pondok. Saat berada
di pondok mereka merasa ketakutan yang sangat tinggi. Pikiran mereka bagaimana
cara untuk pulang ke rumah. Kata orang kampung di tempat itu ada macan
jadi-jadian. Tempat tersebut terasa sunyi. Hanya mereka saja berada disana. Lalu
mereka pulang dengan perasaan cukup takut mereka mengambil cacatuk yang diujungnya terdapat paku.***
MELANGKAH DI JALAN, MENULIS DI HATI (Catatan Perjalanan, Renungan, dan Kisah Sederhana dari Sudut-Sudut Kehidupan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Video : Tempat Menginap HSS pada ASKS XXIII Tahun 2026 di Amuntai
Ahad, 1 November 2026 Satu kamar tempat peserta asal Kabupaten HSS menginap, pada ASKS XXIII Tahun 2026, di Amuntai, Kabupaten HSU, Kalsel,...
-
Sabtu, 30 Maret 2013 Selain ketupat dan dodol, apabila menyebut nama daerah pahuluan, khususnya Kandangan, sejurus tentu terbayang kes...
-
Jumat, 9 Oktober 2026 Pohon durian milik warga yang ada di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sunga...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar