Sabtu, 08 Agustus 2026

Langgar Al Kautsar Desa Angkinang Selatan : Ikhtiar Membangun Rumah Ibadah, Menyemai Kebersamaan

 Sabtu, 8 Agustus 2026








Di tepi jalan nasional Trans Kalimantan, di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, sebuah ikhtiar sedang tumbuh perlahan. Bukan sekadar bangunan yang sedang didirikan, melainkan sebuah tempat yang kelak kembali menjadi ruang bagi manusia untuk bersujud, berdoa, bersilaturahmi, dan menguatkan kebersamaan. 

Langgar Al Kautsar, salah satu sarana ibadah umat Islam di Desa Angkinang Selatan, kini tengah dalam proses renovasi dan pembangunan. Pada hari Sabtu (08/08/2025) siang, kayu-kayu penyangga berdiri rapat, material bangunan menumpuk di sisi jalan, sementara struktur bangunan perlahan mulai memperlihatkan wujudnya. 

Pemandangan sederhana itu menyimpan sebuah cerita tentang gotong royong dan kepedulian. Langgar ini bukan hanya tempat untuk menunaikan shalat fardhu lima waktu. Di tempat inilah nantinya berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan terus berlangsung—menjadi ruang bertemunya warga.

Tempat anak-anak belajar mengenal agama, serta tempat masyarakat mempererat tali silaturahmi. Setiap bata yang tersusun, setiap kayu yang dipasang, setiap tenaga yang dicurahkan, dan setiap rupiah yang disumbangkan, sesungguhnya adalah bagian dari sebuah amal bersama. 

Mungkin tidak semua nama akan tercatat. Tidak semua tangan yang membantu akan terlihat. Namun, setiap kebaikan yang diberikan dengan ikhlas tentu memiliki nilai di hadapan-Nya. Sebab membangun rumah ibadah bukan semata-mata tentang mendirikan sebuah bangunan. 

Lebih dari itu, ia adalah tentang meninggalkan ruang bagi kebaikan agar terus hidup dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Semoga proses pembangunan Langgar Al Kautsar berjalan lancar dan segera rampung. 

Semoga segala lelah para pekerja menjadi keberkahan, setiap bantuan menjadi amal jariyah, dan setiap orang yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga maupun dana mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat dari Allah SWT. Kelak, ketika bangunan ini telah berdiri sempurna dan suara azan kembali berkumandang dari dalamnya, mungkin tidak banyak yang mengingat bagaimana kayu-kayu penyangga itu pernah berdiri di tengah proses pembangunan. 

Tetapi akan selalu ada jejak kebaikan dari orang-orang yang pernah ikut mengambil bagian. Dari sebuah langgar yang dibangun bersama, semoga tumbuh keteduhan bagi seluruh masyarakat. Semoga cepat selesai. Semoga segera kembali menjadi tempat bersujud, berkumpul, dan menebar kebaikan. (ahu)

Seloka Belantara
Mengabadikan jejak, merawat cerita, dan mencatat kehidupan dari tepian jalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saat Truk Tangki Pertamina Patra Niaga Lewat di Sekitaran Desa Angkinang Selatan

 Sabtu, 8 Agustus 2026 Saat truk tangki Pertamina Patra Niaga lewat di ruas jalan nasional Trans Kalimantan, yang ada di sekitaran RT 1 Desa...