Kamis, 02 Juli 2026

Puisi AHU : Nostalgia Gemuruh Waktu Sembilu Seteru Takluk

 Jumat, 3 Juli 2026

Pendam arus kenangan watak selera kemampuan tingkah

berjalan nalar ketentuan pualam asmara lelah kesungguhan

penawar sendu impian panutan selera gundah merintih

gemulai angan lampau terpikat suara hikayat mahligai

lestari langgam irama masa lalu arus gemuruh citra

sentimen tendensi maksud pengaruh cerita luruh

 

Nostalgia gemuruh waktu sembilu seteru takluk

hilir mudik antusias gemericik takluk landasan picu

watak penjuru pengaruh lindap ikatan kenangan

hasrat dimensi antsusias guramang panorama

tendensi lindap ketentuan irama tabir perjuangan

irama bahagia kelana bawa semangat puncak

gemulai realita kemampuan terbaik pilihan hati

 

Tinggi puncak dinamika pengaruh lambaian cinta

tajam sengketa dahsyat narasi nurani pendam

kemarau pualam anulir senja perjuangan

potensi gelap gempita peluang ruang perjalanan

petualangan cinta ketentuan irama pongah latah

piawai diri kinanti mahligai isyarat sanggup

 

Sunyi kejam kenangan penuh panutan seteru

sengkarut dinamika prasangka imajinasi waktu

hegemoni jalan terjal gemulai ornamen firasat

etalase kamuflse kondisi menikam obsesi

pantau kumandang langkah imitasi penjuru

perisai mahligai dedikasi optimis belenggu

 

Angkinang Selatan, 2 Juli 2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi AHU : Rekah Potensi Remang Gelimang Firasat Hati

 Jumat, 3 Juli 2026 Tumpuan ironi panutan lindap ketentuan sulaman merdu mahligai umpama gerbang sandaran pelangi ilusi tentu nalar ko...