Sabtu, 13 Juni 2026
Hanya beberapa meter dari rumah saya, beginilah suasana di ruas jalan nasional Trans Kalimantan yang membelah kawasan Pasar Angkinang. Foto ini saya ambil pada Sabtu pagi, 13 Juni 2026, sesaat setelah menunaikan shalat Subuh di Langgar Al Kautsar, berlokasi di RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Langit masih menyisakan warna biru gelap sebelum fajar benar-benar menampakkan dirinya.
Jalanan yang beberapa jam sebelumnya ramai oleh kendaraan kini tampak lengang. Permukaan aspal yang masih basah memantulkan cahaya lampu, menghadirkan suasana yang tenang sekaligus mengundang renungan. Di kejauhan, sebuah truk pengangkut alat berat terparkir di tepi jalan. Lampu-lampu yang menyala menjadi saksi bahwa kehidupan sebenarnya tak pernah benar-benar berhenti. Ada orang-orang yang bekerja saat sebagian besar masih terlelap.
Ada perjalanan yang terus berlanjut, bahkan ketika pagi baru saja membuka matanya. Bagi orang lain, mungkin ini hanyalah pemandangan biasa di sebuah sudut Kalimantan. Namun bagi saya, setiap sudut jalan, setiap pohon yang berdiri di tepinya, dan setiap cahaya yang menerangi pagi memiliki cerita tersendiri. Di sinilah saya tumbuh, mengenal kehidupan, belajar tentang kerja keras, kesederhanaan, dan arti pulang. Desa Angkinang Selatan adalah tempat saya tinggal dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Tempat yang mungkin tidak tercantum dalam daftar tujuan wisata populer, tetapi menyimpan begitu banyak kenangan, harapan, dan kisah yang tak ternilai harganya. Setiap pagi yang datang selalu mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu berada di tempat yang jauh. Kadang, ia hadir dalam kesunyian selepas shalat Subuh, di tepian jalan yang akrab, di udara pagi yang sejuk, dan rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk menyaksikan hari yang baru di tanah yang kita sebut rumah. (ahu)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar