Senin, 23 Februari 2015
Bukan
harta yang aku pinta
tetapi iman teguhmu yang membuatku hanyut dalam pusaran cintamu
Bukan emas permata yang aku mau
tulus niat dan tanggung jawabmulah
yang mampu getarkan hati yang telah lama beku
Bukan tahta yang jadi mahar cintamu
namun ayat-ayat suci yang kau lantunkan lebih dari
cukup sebagai penebus diriku
Cinta suci yang dilandasi oleh keimanan akan terasa
lebih indah dan bermakna
saling bahu membahu untuk menjadi lebih baik
Aku selalu hembuskan nafas untuk bakar semangatmu
agar terus berjuang
demi gapai cita-cita bersama menjadi manusia yang
lebih baik
Tak pernah ada sentuh mesra
hanya sebuah janji suci sang bidadari untuk menjadi
impian sang mujahid
Wahai mujahidku....
teruslah berusaha hingga waktu itu akan tiba
semoga Allah restui cinta yang ada
cinta suci yang berlandaskan iman kepada-Nya
Martapura,
Penghujung Malam, 21 Februari 2015
MELANGKAH DI JALAN, MENULIS DI HATI (Catatan Perjalanan, Renungan, dan Kisah Sederhana dari Sudut-Sudut Kehidupan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bersama Bocah Pakumpayan Muhammad Zaini
Jumat, 31 Juli 2026 Bersama Muhammad Zaini, bocah Pakumpayan, berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabu...
-
Jum'at, 18 Maret 2022 Makam Wali Katum terletak di Desa Tabu Darat, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, ...
-
Sabtu, 9 November 2024 KH Fakhruddin Nur berasal dari Kuala Tungkal, Provinsi Jambi. Biasa disebut juga Guru Tungkal. Materi ceramahnya men...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar