Kamis, 20 Maret 2014
Dalam NT ini kami membawa puluhan sachet Madu Tawon Ginseng Mawar. Untuk menyegarkan tubuh selama perjalanan. Perjalanan kali ini benar-benar melelahkan. Sekaligus menimbulkan rasa letih, pegal pada tubuh. Terutama punggung, pinggang dan kaki. Menyandang tas besar di punggung. Dipinggang juga ada tas kecil berisi KD, tustel, dompet, dsb. Sesekali mengambil se sachet Madurasa sambil berjalan aku menghisapnya. Sedikit menyegarkan. Keringat bercucuran. Muka ku pun basah dengan keringat. Ingin berhenti tapi rombongan peserta NT bergerak terus. Berhenti akan tertinggal dan terpisah. Biarha uyuh asal berjalan terus. Karena kalau sering berhenti seterusnya ingin berhenti.
Perjalanan kami sedikit terhibur karena ada lagu-lagu religi Opick dari HP N-Gage Rizal menghiasi perjalanan yang cukup melelahkan itu.
Kami juga membawa sinter kecil. Setiap orang pegang satu. Sinter mancis yang dibeli seharga Rp.3.500/buah. Saat malam hari ditengah perjalanan yang gelap cukup bermanfaat menerangi jalan. Sinter itu cukup praktis. Bila tidak digunakan tinggal dimasukkan ke saku celana atau tas.***
Kandangan, 2007
Rabu, 19 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Suasana Malam Idul Fitri 1446 H di Desa Angkinang Selatan
Ahad, 30 Maret 2025 Suasana malam Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H di RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu ...

-
Rabu, 26 Maret 2014 Plang penunjuk Makam Datu Taniran Desa Taniran Kubah Kec. Angkinang Kab. HSS Lokasi Makam D...
-
Sabtu, 30 Mei 2020 Nama-nama ikan dalam Bahasa Banjar, khususnya di kampung saya Hangkinang. Ada iwak (ikan) haruan , papuyu , kalicin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar