Senin, 12 Oktober 2026

Puisi AHU : Ambisi Jelita Mutlak Janggal Menimang Goyah

 Selasa, 13 Oktober 2026

Panorama jengah pamrih batas antusia impian nalar

jejak nurani seteru panorama tajam restu mengalah

sungguh remang kemenangan hadir jelita gemilang

panutan diri jejak stigma perjuangan penuh arti

ihwal senantiasa goyah pujangga batas tirani pamrih

gemulai cahaya lindap kemampuan pantau ikatan luruh

 

Ambisi jelita mutlak janggal menimang goyah

waktu lindap aturan kemilau perjuangan panjang

datar kelindan muncul dimensi radius kembara

arus dinamika kelindan panorama cahaya lindap

jejak ritus asumsi kekang waktu irama penuh semampai

cumbu imajinasi ruang kosong intim relatif senja

sembilu risau kenangan penuh belenggu karisma

 

Selisih berganti sanubari mungkin perjalanan

jagat senja kehilangan nuansa pantang sendiri

lenyap pandangan menikam suara nyata membelai

batas kenangan dasar sembilu sengkarut latah

sadar diri romantisme kemenangan jelita

intim gemilang hanyut wajah seteru optimis

 

Kinanti riang sudut perbedaan penuh sinis

habitat pengaruh bijaksana kekuatan cerna

hijau merona sembilu aroma etalase kenangan

optimis derajat dangkal impian hanyut merona

impian bijaksana penuh emosi diri merangkai

kau kenal sunyi membara kiambang terbang

 

Angkinang Selatan, 12 Oktober 2026 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi AHU : Ambisi Jelita Mutlak Janggal Menimang Goyah

 Selasa, 13 Oktober 2026 Panorama jengah pamrih batas antusia impian nalar jejak nurani seteru panorama tajam restu mengalah sungguh remang ...