Senin, 05 Mei 2014

Perjalanan Impian ke Perbatasan

Selasa, 6 Mei 2014


Akhirnya impian itu jadi kenyataan. Ingin bajalanan ke perbatasan Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah, Minggu (4/5). Tepatnya antara Kabupaten Tabalong (Kalsel) dengan Barito Timur (Kalteng).Berjarak sekitar 100 Km lebih dari tempat tinggal saya di Angkinang, Hulu Sungai Selatan.
Sekitar pukul 11.00 WITA usai dari bekerja maharit di sawah lalu ke sekolah. Menelepon Rizal, teman akrab. “Aku lagi malawat urang meninggal dunia di Wawaran tunggu sebentar,” ujar Rizal.
            Saya menunggu. Tak berapa lama SMS masuk yang menyatakan Rizal sudah siap. Lalu saya berangkat menuju rumah Rizal. Rute pun dilewati dari Angkinang-Bakarung-Kamat -Longawang-Pantai Hambawang. Shalat Dzuhur di Masjid Pantai Hambawang. Terus ke Amuntai-Pugaan-Kelua.
            Tiba di perbatasan. Singgah di Masjid Al Irsyad Muara Bagok yang sudah memasuki wilayah Barito Timur, Kalteng. Shalat Ashar. Beberapa saat disana. Kami balik haluan. Hujan rintik mulai turun. Beberapa kali singgah di masjid yang ada di tepi jalan karena hujan lebat. Tidak pakai jas hujan. Singgah di Masjid Raya Amuntai.
            Pulang lewat Nagara. Shalat Maghrib di Masjid Jami Iberahim. Sampai di rumah shalat Isya. Perjalanan yang begitu panjang, melelahkan, namun penuh kenangan. Suatu waktu saya akan lembali bajalanan. Menghibur hati. Menaklukkan banua.***

Kandangan-Barito Timur, 4 Mei 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amang Putun Meninggal Dunia

 Kamis, 29 Januari 2026 Usai shalat fardhu Isya, pada hari Rabu (28/01/2026) malam Kamis, saat ke kios Amud, diberitahu Amud kalau Maslan at...