Sabtu, 10 Mei 2014

Kesepakatan Admin Berita Website Kemenag Kalsel

Minggu, 11 Mei 2014

Dalam Orientasi Jurnalistik yang kami ikuti atas panggilan dari Humas Kemenag Kalsel kemaren di Hotel Royal Jelita (7-9 Mei 2014), ada beberapa poin yang dapat kami ambil dan diantaranya telah menjadi kesepakatan bersama antara kemenag kalsel dan para penulis berita Kementerian Agama se Kalimantan Selatan.
Hal-hal tersebut adalah antara lain:
1. Font: Time New Roman dg Size: 12
2. Judul: maksimal 7 kata
Jika judul diambil dari kutipan narasumber, maka narasumbernya harus dimuat. Misalnya: Ka. Kanwil: Kami Bicara dengan Tulisan
3. Kota pada awal paragraf pertama adalah:
Banjarmasin - Inmas, ........
Kandangan - Humas, ........
Kandangan - MIN Angkinang, .....
Negara - MAN Negara, .......
4. Identitas narasumber atau yang diwawancarai cukup satu kali saja ditulis dengan titel lengkap (Tidak perlu didahului kata "Bapak"). Kutipan selanjutnya cukup dengan nama saja atau kata ganti ia atau dia (Jangan menggunakan kata "Beliau" kecuali bagi kepala kanwil (kesepakatan) atau tokoh-tokoh kharismatik seperti Guru Ijai). Bagi koran-koran umum, Gelar tidak wajib bagi wartawan dan pemakaian kata "Beliau" hanya digunakan untuk mengutip Sabda Nabi dan ceramah/sambutan dari tokoh-tokoh kharismatik.
Disamping itu harus dimuat juga jabatannya (cukup 1 kali juga), misalnya:
Salahuddin selaku guru MAN Negara mengatakan, ........
Mahyani selaku kepala MTsN Negara mengatakan, ........
kutipan selanjutnya cukup dengan nama atau kata ganti dia atau ia / nya.
misalnya: "..........", ujarnya . atau ".........", ujar Mahyani.
Penggunaan kata kutipan: jelasnya, ungkapnya, ujarnya, pungkasnya dan lain-lain harus disesuaikan dengan kata awalnya.
misalnya:
Salahuddin menjelaskan ..bla bla bla..... maka akhirnya gunakan kata "jelasnya" / ", jelas Salahuddin
Salahuddin menilai ..bla bla bla..... maka akhirnya gunakan kata "ujarnya/ujar Salahuddin"
5. Penuhi 5W 1 H dan dengan format Piramida Terbalik, artinya, beritanya boleh melebar dengan informasi yang lain selain berita yang menjadi fokus kita.
6. Tanggal adalah tanggal kita meliput berita. Contoh: (09/05/14)
7. Jika berita ada banyak poin-poin tidak perlu dimuat semua dan jangan menggunakan penomoran 1234... / abcd..
Cukup dipisah dengan tanda KOMA ( , )
8. Jika ada kutipan dalam bahasa daerah, maka diketik miring
9. Hati-hati.., YANG TIDAK BOLEH SALAH adalah menyebutkan nama, jabatan, waktu dan tempat.
10. Pergunakan bahasa dan tata cara penulisan kata menurut kaedah baru bahasa Indonesia yang benar, bisa periksa di kamus Indonesia online.
misalnya kata: idulfitri, salat, masjid, kakbah, isbat, silaturahmi dan lain-lain (YANG SALAH adalah: idul fitri, 'Idul Fitri, Sholat, Shalat, Mesjid, Ka'bah, Isbath, silaturahim dsbnya). Penulisannyapun cukup dengan HURUP KECIL kecuali NAMA.
11. Pada akhir berita/paragraf biasanya kita menyebutkan nama penulis dan fotografernya. Kesepakatannya adalah contoh:
(Rep: Tsanwari / Ft: Naziza) atau (Ref/Ft : Tsanwari)
PENTING!!! Karena ini website resmi, Humas Kemenag Kalsel menekankan agar MENGHINDARI inisial kartun dan sejenisnya seperti: BATMAN, Picacu, Tim Crew dsbnya hapukkam..
12. Yang terpenting adalah Berita BUKAN kegiatan RUTINITAS HARIAN seperti upacara bendera dan lain-lain kecuali ada sesuatu yang WOWWWW!!!! pada rutinitas tersebut.
13. Berita yang dibuat adalah berita untuk PENCITRAAN yang baik bagi Kementerian Agama.
14. Jika menulis berita di Microsoft Word, kirim saja filenya, jangan mengcopy teks pada word kemudian mempastenya di tulisan email. Itu akan berdampak runyam bagi admin kanwil karena copy annya jadi rusak, kadang ada tanda baca tertentu menjadi simbol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pondasi Gerbang MTsN 3 HSS Jumat Pagi

 Ahad, 1 Februari 2026 Pondasi gerbang Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angki...