Selasa, 30 Juli 2019

Belum Akrab dengan Guru Baru MTsN 3 Hulu Sungai Selatan

Rabu, 31 Juli 2019

Ditempat saya bekerja, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), ada tambahan guru baru. Tak tanggung-tanggung ada sekitar 16 orang. Mereka berasal dari luar Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Ada dari Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara dan Tabalong.

Yang perempuan adalah Zakiyah, Normaya, Siti Noordarmalisa Arifah, Dewi Puspasari, Gusti Febrina Abrasabila, Norlaila Fitri Yanti, Hairun Nisa, Mahfuzah, Zuchar Latifah, dan Fatya Azizah.

Kemudian yang laki-laki ada Abdul Wahid, Tomas Agi, Akhmad Fikli, Zainudin, Muhammad Zain Nuryadin, dan Ferie.

Mereka memegang beberapa mata pelajaran seperti Penjasorkes, SBK, Bahasa Inggris, Aqidah Akhlak, dsb. Hingga sekarang saya belum begitu akrab dengan mereka, walau sudah beberapa bulan mereka bertugas di MTsN 3 HSS. Saya berharap akan segera akrab dengan mereka.

Kebetulan juga mereka ditugaskan sebagai Wali Kelas pada Tahun Pelajaran 2019/2020 ini. Hubungan sebagai sesama komponen di MTsN 3 HSS saling berhubungan satu sama lain. Saya sebagai Staf Tata Usaha (TU) bagian kesiswaan, mengurusi data siswa baru dan siswa yang sudah lama.

Jadi mereka tentu akan menghubungi saya bila perlu. Seiring waktu yang terus berlalu. Hubungan keakraban antara guru dengan TU sangat diperlukan, guna menunjang kelancaran proses pendidikan di madrasah Rindang Bersinar tersebut. (ahu)

Senin, 29 Juli 2019

Keanehan di Dalam Bus Menuju Sampit

Selasa, 30 Juli 2019

Dalam perjalanan menuju Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, rombongan saya akan ziarah ke sana, di dalam bus rekan yang berada di depan, saat itu tengah malam, merasakan keanehan.

Dimana mereka kaget saat mata mulai mengantuk, tiba-tiba seberkas cahaya melintas di depan mereka. Hal yang sama terjadi beberapa puluh menit kemudian, hingga terjadi berkali-kali. Cahaya itu bukan berasal dari cahaya listrik di rumah warga, bukan pula cahaya lampu kendaraan lain.

Karena sudah jelang dinihari, sunyi di jalan, hanya satu dua mobil yang melintas. Ketika sampai di rumah salah seorang teman anggota rombongan di wilayah Sampit, kejadian itu baru diceritakan.

Beberapa rekan yang berada di barisan depan merasa khawatir, kalau terjadi apa-apa. Apalagi saat di tempat yang gelap jauh dari pemukiman, hanya semak belukar ataupun hutan belantara di kiri kanan jalan sepanjang perjalanan menuju Sampit itu.

Pemandangan itu cukup menakutkan memang. Berbeda dengan cahaya kebiasaan. Bukan pula benda yang jatuh dari atas langit. Diperkirakan itu benar-benar makhluk asing atau aneh dari alam sebelah. (ahu)

Berkunjung ke Perpustakaan HSS

Selasa, 30 Juli 2019

Senin (01/04/2019) saya ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Jalan Aluh Idut Tinggiran Kandangan. Banyak pengunjung dari hari biasanya yang datang ke sana.

Kemungkinan besar karena siswa tingkat akhir Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah sedang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019. Jadi siswa kelas bawah libur.

Terlihat juga pengunjung dari kalangan mahasiswa. Ada dua pegawai perempuan yang kemungkinan mereka itu mahasiswa yang sedang praktek lapangan. Dari logat bicara, mereka berasal dari Nagara.

Banyak ragam genre buku yang saya baca selama berada di Perpustakaan HSS. Ada novel karya Andrea Hirata, Cerita Rakyat Nusantara, dsb. Pukul 11.30 WITA saya keluar dari Perpustakaan HSS untuk kemudian pulang ke rumah di Angkinang Selatan, berjarak sekitar 8 kilometer. (ahu)

Bapak Iwan Yusi (Penulis Kandangan HSS) Tengah Manaradak Menggunakan Asak

Selasa, 30 Juli 2019


Minggu, 28 Juli 2019

Ada Nenas Seberat 5 Kilogram

Senin, 29 Juli 2019

Saat minum di warung Mama Icha Pakumpayan, Selasa (05/03/2019) pagi ada banyak pembicaraan pengunjung warung.

Seperti Abahnya Riji atau Utuh Ghalib yang memberitahu baru menimbang nenas yang dipetiknya di samping rumah.

Berat nenas itu sekitar 5 kilogram. Saya lupa apa nama jenis nenasnya itu. Katanya besar dari nenas biasanya.

Nenas itu belum dikupas untuk dinikmati. Untuk sementara disimpan di rumah, memberitahu anak-anaknya yang tinggal jauh. Sudah difoto untuk dikirim kepada anaknya, bukti nenas itu ada. (ahu)

Mendengar Suara Keranda Jenazah Bergetar dari Atap Langgar

Senin, 29 Juli 2019

Waktu anak-anak dulu, Dugal bermain diberbagai tempat dengan teman-teman di kampung. Salah satunya atap belakang Langgar Al Kautsar. Di atas atap belakang itu mereka jadikan semacam markas, tempat bersantai dan beristirahat.

Untuk naik mereka harus memanjat pohon jambu biji yang ada di sampingnya. Sambil istirahat bisa makan jambu biji sepuasnya. Tiap hari libur atap belakang Langgar itu selalu ramai dengan celoteh kelompok Dugal.

Sore itu saat hujan gerimis, tengah Dugal dkk berada disana dari bawah terdengar suara keranda jenazah seperti bergetar. Karena penasaran Dugal dan seorang temannya turun menuju gudang tempat penyimpanan perkakas pengurusan kematian warga. Letaknya tepat berada di bawah atap Dugal dkk berada.

Tak ada apa-apa. Keranda jenazah, ember besar, dsb tetap aman dalam posisi semula. Dugal dan temannya naik kembali ke atas atap belakang Langgar. Lagi-lagi saat berada di atas suara keranda jenazah seperti ada yang mau dikeluarkan oleh seseorang.

Merasa terusik Dugal dkk turun, sekaligus memastikan apakah ada orang di dalam gudang itu. Ternyata tidak ada orang. Mereka pulang setelah itu. Besoknya tersiar kabar kalau ada warga yang meninggal dunia. Apa yang dialami oleh Dugal dkk sebelumnya adalah pamanar kematian. (ahu)

Syaqil Fauzan Saat Berada di PTSP MTsN 3 HSS

 Kamis, 22 Oktober 2026 Syaqil Fauzan, saat berada di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sun...