Kamis, 3 September 2015
MELANGKAH DI JALAN, MENULIS DI HATI (Catatan Perjalanan, Renungan, dan Kisah Sederhana dari Sudut-Sudut Kehidupan)
Kamis, 03 September 2015
Sosialisasi Penyakit Kanker di Angkinang
Kamis, 3 September 2015
Sebagai upaya
kepedulian terhadap kesehatan masyarakat luas di
Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS),
agar terhindar dari penyakit kanker yang sifatnya sulit
sembuh dan mematikan. Serta untuk
menindaklanjuti
rekomendasi dari Dinas Kesahatan
Kabupaten HSS.
Di
Balai Desa Angkinang Selatan yang ada di
Pasar Angkinang, Minggu (16/08/2015) pukul 15.30 WITA digelar
Sosialisasi Penyakit
Kanker dari Lembaga Pengayom Masyarakat
Peduli Kanker (LPMPK).
Dengan tema
penyuluhan mengenali dan
mendeteksi gejala awal kanker
/ tumor. Cara menanggulangi dan menghindari kanker / tumor. Sosialisasi
tidak dikenai
biaya. Diikuti oleh warga Desa Angkinang dengan cukup antusias.
(akhmad
husaini)
Pertemuan ABKIN HSS
Kamis, 3 September 2015
Guru Bimbingan
Konseling (BK) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Angkinang, Kabupaten Hulu
Sungai Selatan (HSS) Jauharatunnisa, S.Pd, mengikuti pertemuan Asosiasi
Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN) Kabupaten HSS pada Kamis (27/08/2015) di
SMPN 3 Kandangan. Dalam kesempatan tersebut, menurut Jauharatunnisa, disampaikan
beberapa hal. Seperti informasi eksistensi guru BK di HSS. Lewat pertemuan tersebut
menambah wawasan dan pengetahuan baru. (akhmad husaini)
Selasa, 01 September 2015
Tugas Baru Admin Berita MTsN Angkinang
Selasa, 1 September 2015
Admin Berita Madrasah
Tsanawiyah Negeri (MTsN) Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) punya
tugas baru.
Setiap tanggal 1 s.d
5 membuat buku print out / arsip
berita MTsN Angkinang yang ada di website
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Selatan dan Kompasiana.
Selama satu bulan
sebelumnya. Sebanyak tiga rangkap yang nantinya untuk diserahkan kepada Wakil
Kepala Madrasah (Wakamad) Hubungan Masyarakat (Humas), Arsip Tata Usaha (TU),
dan arsip pribadi. (akhmad husaini)
Menengok Potensi Rampah Tumaung
Selasa, 1 September 2015
Kala semingguan
suntuk bekerja saatnya waktu libur dibawa bajalanan
ke tempat wisata. Seperti yang saya
lakukan Minggu (30/08/2015). Bersama teman se
kampung Amud, Rizal, dan Ufik. Kami pergi ke Rampah Tumaung di Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur (BAT), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Saya tak tahu
jarak pasti yang ditempuh. Yang pasti lebih dari 40 kilometer dari rumah saya
di Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Pukul 07.00 WITA
Amud sudah ke rumah.
Tapi saya belum siap. Kami baru berangkat pukul 07.30 WITA. Saya ikut Rizal.
Sementara Amud dengan Ufik. Singkat kata kami sampai di Pasar Birayang. Kami sarapan
pagi di sebuah warung.
Saya memesan
lontong sayur dengan lauknya hintalu masak habang. Ditemani pula segelas teh
hangat. Sementara Amud, Rizal dan Ufik memesan nasi kuning.
Setelah dari Pasar Birayang kami ke Masjid Mubarak Birayang.
Berjarak sekitar 300 meter dari pasar.
Kami disini
beristirahat menunggu teman-teman dari Barabai. Kami menunggu Sari, Guru, dan Arab. Tak lama
teman-teman dari Barabai datang.
Ada Sari Garimbas beserta temannya asal Limpasu
bernama Novi.
Lalu Arab
dengan temannya. Guru nanti di Batu Tangga menjemput teman perempuannya sebagai
guide. Jadi kami jumlahnya
bersepuluh menuju Rampah Tumaung. Dengan lima sepeda motor.
Terdiri dari tiga perempuan tujuh laki-laki. Kami melewati
Wawai, Batu Tangga, Tandilang, dan Hinas
Kiri.
Seperti biasa
perjalanan kami mulai Birayang menuju desa tersebut
disapa dengan debu jalanan, jalan rusak, dan motor truk pengangkut
galian tambang yang berseliweran.
Tiba di Hinas Kiri
kami disambut pemandangan menarik.
Ada pintu gerbang
selamat datang di
tempat wisata. Juga tamu yang datang
wajib mengisi buku tamu. Sementara parkir
untuk satu motor Rp 5.000. Setelah memarkir
motor kami berjalan kaki menuju lokasi.
Menurut Acil
yang menjaga buku tamu perjalanan bisa ditempuh sekitar 2 jam.
Kami harus
melewati trek berat dan cukup menantang. Ada jalan
menanjak dan curam. Tak
jauh dari lokasi air terjun ada petugas yang merupakan
anak muda Hinas Kiri
untuk memberikan
karcis masuk. Dimana perorang dipungut Rp 3.000. Kami bersepuluh
jadi Rp 30.000. Tapi mau anak muda itu mau ditawar Rp
25.000 saja. Tiba di lokasi air terjun Rampah
Tumaung disana cukup ramai. Banyak orang baik tua atau muda.
Laki-laki maupun perempuan.
Rampah Tumaung
berketinggian sekitar 15 meter. Secara umum hampir
sama dengan Air Terjun
Haratai di Loksado
yang pernah saya datangi. Tapi disini area
untuk mandi agak luas. Teman-teman serombongan
mandi semua kecuali saya. Hanya melihat aktivitas mereka
saja. Di sudut lain anak muda ada yang bamasakan.
Sekitar sejam
menikmati Rampah Tumaung kami pulang.
Selama perjalanan
pulang dengan jalan
kaki kami sempat singgah di tepi jalan ketika melihat tiga anak Hinas Kiri
sedang membersihkan kemiri.
Sempat foto
bersama. Setelah mengambil
sepeda motor di tempat parkir kami pulang. Sempat singgah di Bendungan
Wawai. Lalu ke Pasar
Birayang
seperti biasa menikmati nasi goreng. Shalat di
Masjid Agung Riadusshalihin Barabai. Pulang ke rumah
menjelang shalat Isya. (akhmad husaini)
Langganan:
Postingan (Atom)
Bayar Iuran Serikat Kematian di Tempat Almarhum Sariansyah
Selasa, 6 Oktober 2026 Bayar iuran Serikat Kematian di tempat almarhum Sariansyah bin Muhammad Isa, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkin...
-
Sabtu, 30 Maret 2013 Selain ketupat dan dodol, apabila menyebut nama daerah pahuluan, khususnya Kandangan, sejurus tentu terbayang kes...
-
Sabtu, 9 November 2024 KH Fakhruddin Nur berasal dari Kuala Tungkal, Provinsi Jambi. Biasa disebut juga Guru Tungkal. Materi ceramahnya men...




