Jumat, 03 Juli 2015

Lajur Kelam Jujur Mendalam

Sabtu, 4 Juli 2015


Disepanjang jalan yang pernah diuraikan
hati-hati dengan hati
apa yang bisa kau raih selama ini
pengusaha sukses dari Kandangan
selembar peresaan luruh
dari segenap langkah yang pernah ada
lajur kelam jujur mendalam
pastikan hidup ini semarak dengan mimpi
mie instan selama beberapa hari
dengan menyaksikan kebahagiaan orang lain
tak menyelesaikan apa-apa dalam hidupnya
ketika rasa malas menghimpit
biar saja itu mengurai sunyi
dalam diam yang lantang
setiap yang bernyawa pasti mati
kakanyangan itu kada baik
ibadah jadi mangulir
menjadi lebih baik lagi
seperti yang kau pilih sebelumnya
pilih yang terbaik dengan yang ada
mendalami setiap keadaan yang diberikan
agar hidup lebih berwarna
menggelorakan Safari Jum’at
memberi warna sejuta makna
lihatlah bumi sekarang ini


Kandangan, 25-06-2015

Igau Suara Mustika

Sabtu, 4 Juli 2015


Wajar saja itu bisa terjadi
suara-suara mengerang sunyi
kepala terasa sakit
memberi mengajak ketulusan
sekumpulan nyanyian resah yang kau bawa
dalam kelembutan yang kian merana
menempuh jalan terbaik
ancaman krisis pangan
lebah bersarang di atas ruang guru
teruslah menabur benih kebersamaan
mimpi menebar ke segenap aksara
terbang lebih tinggi lagi
kemenangan yang diciptakan
tak seperti biasanya hal itu dilakukan
diantara dua kelembutan diri
ketika isteri pejabat tinggi hati
kenapa televisi kabur
tak ada yang sempurna
tak seperti yang kau harapkan
kenapa keyboard laptop meloncat mengetiknya
tak setulus yang diharapkan
igau suara mustika kian kencang
kau sudah enak sekarang
tak seperti dulu yang pernah diharapkan
jangan sampai usil dengan hal itu
kesibukan diri yang pernah ada
ingin ini ingin itu
agar segalanya menjadi berwarna


Kandangan, 24-06-2015

Tentang Semua Itu

Sabtu, 4 Juli 2015


Awas hati yang terpikat
dari bujuk rayu kekalahan
sehingga melihatmu aku semakin mantap
tentang semua itu
hakikat hidup bertetangga
ungkapkan isi hati disini
bertemu sepi dan sunyi
banyak hal yang saya inginkan
mengandung banyak masalah
ini sebuah kesungguhan yang benar adanya
ajak nanti berjalan
ke gunung di HST nanti
anda pesan kami antar
tukang ojek Pangkalan Codet
Pak Toni
menikmati manis kemenangan
dalam benak sunyi yang rapuh
segenap perasaan yang memporakporandakan waktu
dalam jangakauan keniscayaan yang berbeda
mulalah dengan sesuatu yang baik
kau tempuh jalan yang berbeda
bersama-sama melawan lupa
memang sungguh sangat disayangkan
tak perlu kau salahkan
akan akhir semua yang tertentu


Kandangan, 23-06-2015

Pertanyaan Dari M Mumin Fahriadi

Sabtu, 4 Juli 2015






Kucing di Atas Kursi

Sabtu, 4 Juli 2015



Bersepeda

Jum'at, 3 Juli 2015

Tanggal Pengambilan Foto : Senin, 18 Mei 2015
Lokasi : Durian Rabung, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS

Kamis, 02 Juli 2015

Shalat Jumat di Masjid Al Mutazakkirin Jembatan Merah Kecamatan Padang Batung

Jum'at, 3 Juli 2015


Sebelumnya saya punya rencana melakukan Safari Jum’at (SJ) di Kecamatan Telaga Langsat, Jumat (03/07/2015). Tapi rencana itu berubah beberapa jam sebelum saya melakukan kegiatan. Kali ini saya melakukan SJ berupa shalat Jum’at di Masjid Al Mutazakkirin, Jembatan Merah, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Berjarak sekitar 10 kilometer dari tempat saya tinggal di Angkinang. Saya  berangkat sekitar pukul 11.25 WITA. Seperti biasa ditemani sepeda motor butut kesayangan, Supra Fit. Menempuh waktu sekitar 25 menit untuk sampai ke tempat yang saya tuju. Saya tiba di masjid tersebut sekitar pukul 11.50 WITA.

Saya memakai baju koko warna kuning dengan berpadu motif keemasan dibagian depan. Juga memakai celana warna abu-abu. Pakai peci hitam. Pakaian tersebut sudah saya siapkan sejak berangkat ke MTsN Angkinang, tempat saya bekerja.

Saat saya tiba jamaah mulai berdatangan, untuk kemudian menempati shaf yang ada. Saya berwudhu dulu, lalu menuju shaf belakang. Ini sudah terbiasa saya lakukan. Agar nanti bisa memantau keadaan di depan. Ruang dalam Masjid Al Mutazakkirin ada 8 (delapan) shaf. Setiap shaf bisa diisi 16 (enam belas) jamaah.

Bertindak selaku Khatib adalah Ustadz Hidayatullah dan Imam Kamrani. Nama bilal atau muadzin kurang jelas terdengar saat panitia masjid mengumumkan jadi saya tidak tahu. Khatib dalam khotbahnya menyampaikan tentang mengemban amanah Allah. Khatib menghimbau kepada jamaah untuk terus menoreh prestasi baik di dunia maupun akhirat.

Penanda waktu shalat tiba di masjid ini menggunakan dauh atau bedug. Yang menarik perhatian saya pada masjid ini adalah di dinding depan terdapat tulisan Arab nama-nama Nabi dan empat sahabat Nabi Muhammad SAW. Masjid ini ukurannya agak kecil dari masjid yang biasa saya datangi. Di bagian belakang, masih di ruang dalam masjid ada tangga yang digunakan untuk naik ke lantai atas. Entah digunakan untuk apa bagian atas tersebut saya kurang tahu.

Hampir sejam lebih berada di Majid Al Mutazakkirin, tepatnya pada pukul 13.00 WITA saya pulang. Insya Allah Jum’at depan saya kembali bisa shalat Jum’at di beberapa masjid yang ada di Kabupaten HSS.  (akhmad husaini)

Suasana di Ruang PTSP MTsN 3 HSS Selasa Pagi

 Kamis, 7 Oktober 2026 Beginilah suasana di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selata...