Selasa, 02 Juni 2015

Bersiap Sebelum Berangkat

Rabu, 3 Juni 2015


Memarkir Sepeda Motor

Rabu, 3 Juni 2015


Di Sekitar Nyala Biru

Rabu, 3 Juni 2015


Selama kita tak saling membedakan
sebentar lagi datang bulan penuh berkah
kita juga manusia
butuh ini dan itu
perlu untuk menjalani sepanjang hidup
agar puisi kita menjadi bermakna
dari segala ancaman yang ada
kita tak pernah tahu kapan akhirnya
merona janji-janji tingkat tinggi
ada yang hadir urang batianan
menghalau tepian sunyi dalam kelam
tak seperti dulu lagi
pilih mana yang kau suka
sepanjang tidak dilandasi emosi
keseringan diputar jadi kian kenal
melingkupi banyak resah diri
menegaskan segala percumbuan rindu
tulisan yang luar biasa
aku ingin terus merindu
sebelum terkenal seperti sekarang
Ramzi pernah ke Loksado
Blood Diamond di HBO
bisa memberi makna dalam kehidupan
dinikmati sebotol berdua
terlihat begitu mesra




Kandangan, 02-06-2015

Bajalanan ke Air Terjun Rampah Menjangan

Rabu, 3 Juni 2015


Minggu (31/05/2015) pukul 09.00 WITA saya menuju ke Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Tepatnya berjarak sekitar 20 kilometer dari Angkinang, tempat saya tinggal. Dibonceng teman se kampung, Rizal. Rencananya mau ke Air Terjun Rampah Menjangan. Selain berdua dengan Rizal ke sana kami bersama puluhan orang yang merupakan teman-teman Rizal dari Barabai. Ada Sari dari Garimbas dengan alamat e-mail : saricantik01@yahoo.com dan nomor PIN 270FA443. Juga ada Nazar yang mempunyai alamat e-mail : nazarmabez@gmail.com.

Ini untuk pertama kali saya ke air terjun tersebut. Namanya sudah tidak asing lagi ditelinga saya. Pernah mendengar lewat teman-teman dan beberapa media. Termasuk juga saat tayang dalam sebuah acara di televisi swasta nasional. Untuk ke Loksado sendiri saya sudah sering. Namun untuk tahun 2015 baru kali ini. Saya sangat rindu akan Loksado. Jadi ketika hari libur dan ada teman yang mengajak jadi pas sekali bisa kesana lagi.

Hampir sejam diperjalanaan kami tiba di Loksado. Disana-sini banyak perubahan. Jalan semakin luas. Juga jembatan yang rusak kini menjadi permanen dengan konstruksi baja. Akses jalan cukup lumayan. Karena kebetulan hari Minggu jadi banyak pengunjung yang datang kesana. Setelah memarkir motor di dekat kawasan Balai Loa Panggang kami berjalan kaki menuju lokasi dimana Air Terjun Rampah Menjangan berada. Kebetulan saya membawa tas. Jadi sedikit ada beban.

Ada sekitar 30-an orang dalam rombongan itu. Melintasi jalan setapak. Selain itu juga tak lupa bawa kamera untuk mengabadikan setiap momen penting dan menarik selama bajalanan kali ini. Ini sekaligus juga sebagai sarana olahraga. Perjalanan kali biar keluar keringat. Biar sehat badan. Tidak sakit-sakitan.

Beragam medan kami lewati. Ada hutan berbukit, sungai kecil, tanjakan, dsb. Ada hutan yang di dalamnya ada pohon buah-buahan seperti kapul, manggis, dan durian. Di tengah perjalanan hujan lebat turun. Untuk menggapai tempat harus cukup melelahkan. Apalagi tanah lumpur yang cukup licin.

Sempat istirahat di sebuah gubuk. Disini menikmati minuman dan menyegarkan badan. Di dalam gubuk ada sepasang suami isteri sedang membersihkan kulit kayu manis. Saya sempat memfoto dan berbincang seputar usaha yang mereka geluti. Setelah dari gubuk itu kami terus. Kami harus menempuh perjalanan panjang lagi.

Saat tiba di lokasi air terjun pengunjung cukup banyak. Kebanyakan anak muda yang berpasangan. Juga ada turis asing yang dipandu oleh guide. Benar-benar menyegarkan selama berada di kawasan air terjun. Rasa lelah terobati selama perjalanan panjang. Hujan lebat kembali turun saat kami sekembali dari air terjun. Kali ini lebih menantang. Karena kami harus menurun melewati medan yang cukup berat.

Saat kami berada di Loksado ada salah seorang anggota rombongan yang berbalik kembali ke area Balai Loa Panggang. Karena handphone tertinggal. Jadi kami harus menunggu lama. Sambil menikmati minuman dan makanan di sebuah warung. Kami baru tiba ke rumah saat maghrib usai. Ini benar-benar perjalanan panjang dan cukup melelahkan. (akhmad husaini)

Jembatan Gantung Baja di Loklahung

Rabu, 3 Juni 2015




Lagu Ritmis Gerimis

Rabu, 3 Juni 2015


Memahami segala cinta yang ada
dari gerusan mencipta diri
luar biasa mengakrabi hati
nyanyian cinta semu
memporakporandakan suara cinta penuh arti
ada nama yang kuabadikan
kenapa mesti setia berharap
dalam rasa kelam diri
sepanjang itu usaha yang terus diharapkan
tentu sepanjang gundah akan didapatkan
kasihan dengan penetrasi diri
angin yang menyejukkan hati
tirani sepanjang kosa kata
dari labirin impian paling hina
tinggallah dihatiku
semoga tak terjadi apa-apa
lagu ritmis gerimis
mendasari setiap langkah untuk abadi
tuntaskan saja mata hatimu
mungkin dirimu tak menyangka
itu milik siapa
bukan milik kita
ada yang bersorak gembira
sawah-sawah membentang
kalau saja semua merintangi keindahannya




Kandangan, 30-05-2015

Singgah di Persimpangan Muara Tanuhi

Selasa, 2 Juni 2015




Pos Retribusi Kawasan Loksado

Selasa, 2 Juni 2015




Proses Produksi (Menjadikan) Kayu Manis di Loa Panggang

Selasa, 2 Juni 2015










Selamat Datang di Balai Loa Panggang

Selasa, 2 Juni 2015







SDN Kandangan

Selasa, 2 Juni 2015


Bayar Iuran Serikat Kematian di Tempat Almarhum Sariansyah

 Selasa, 6 Oktober 2026 Bayar iuran Serikat Kematian di tempat almarhum Sariansyah bin Muhammad Isa, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkin...