Sabtu, 04 Agustus 2012

PESONA HSS

Minggu, 5 Agustus 2012



Wisata, Budaya dan Kuliner

WISATA ALAM HULU SUNGAI SELATAN

1. AIR TERJUN HARATAI
Kawasan Air Terjun Haratai terletak di Desa Haratai Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan.  Lokasi tersebut dapat dicapai dengan menggunakan roda 2 (dua) atau berjalan kaki, melewati hutan bambu, kebun karet dan kayu manis, sehingga menawarkan keindahan dan nilai petualangan yang tinggi.
Air terjun Haratai merupakan air terjun bertingkat 3 (tiga) dengan ketinggian masing – masing sekitar 15 meter.  Curah air yang deras ditampung ke dalam sebuah telaga kemudian dialirkan melalui sebuah sungai kecil berbatu – batu besar ke aliran Sungai Amandit.
Pada telaga itulah para wisatawan mandi dan berenang atau sekedar duduk – duduk santai seraya bercengkerama di atas batu – batu besar di tengah sungai.  Ditempat ini tersedia fasilitas berupa tempat ganti pakaian, gazebo.

2. AIR TERJUN KILAT API
Air Terjun Kilat Api terletak di Desa Hulu Banyu 32 km dari Kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.  Ditempat ini menawarkan suasana kesejukan dan kenyamanan apalagi kalau berwisata ke tempat ini bersama keluarga, lapangan yang luas ditumbuhi hutan bambu dan pepohonan besar, dibawah rindangnya dedaunan anda dan keluarga bisa membangun tenda tempat memasak, untuk makan – makan sambil bercengkerama bersama keluarga, air sungai yang jernih mengalir mengundang selera untuk segera menceburkan diri bermandi ria sekedar untuk menyegarkan badan.
Suasana liburan andapun akan terasa akan lebih terpuasi apabila anda bermalam di tempat ini, dengan membangun kemah secukupnya maka suasana alam yang indah dibalut dengan rimbunnya hutan akan memberikan pengalaman baru yang tidak anda temui di tempat lain.
Tersedia beberapa fasilitas yaitu tempat ganti pakaian, gazebo dan kolam pemandian.

3. AIR PANAS DAN COTTAGE TANUHI
Air Panas Tanuhi terletak di Desa Tanuhi Kecamatan Loksado kurang lebih 32 km dari Kandangan Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 (dua) maupun roda 4 (empat).
Obyek wisata Air Panas Tanuhi dilengkapi dengan 10 buah cottage dengan 20 buah kamar tidur, 2 buah kolam renang, 1 buah kolam perendaman air panas, aula dengan kapasitas 75 orang, sarana olah raga berupa lapangan tenis, 2 buah gazebo untuk berteduh sambil santai, sarana bermain untuk anak – anak, mushalla, cafetaria dan kamar ganti pakaian untuk umum.
Berwisata ke Air Panas Tanuhi akan terasa tidak lengkap apabila anda tidak mengajak seluruh keluarga, karena bermalam di tempat ini lebih dari sekedar berlibur namun anda dan keluarga akan mendapatkan kenangan tersendiri yang tidak akan anda temui di tempat lain, sebab ketika anda berada di sini anda dapat menikmati panorama alam pegunungan yang sejuk sekaligus merasakan hangatnya air panas bumi Tanuhi yang alami ketika terasa penat.  Berendam di kolam air panas Tanuhi merupakan pilihan tepat untuk menghilangkan penat / stres akibat rutinitas kerja dan mengembalikan kebugaran tubuh.  Perasaan teduh dan damai, pikiran yang jernih serta hati yang sejuk senantiasa akan anda temukan ketika anda berada di tempat ini.

4. BALANTING PARING (BAMBOO RAFTING)
ARUNG JERAM DENGAN RAKIT BAMBU
Bamboo Rafting (balanting paring) merupakan puncak dari serangkaian berwisata alam di Loksado.  Pada awalnya lanting paring ini merupakan alat transportasi yang digunakan untuk mendistribusikan hasil bumi mereka ke Kota Kandangan melalui Sungai Amandit yang berliku – liku.
Lanting yang dibentuk artistik ini mampu mengarungi jeram yang bercadas dan berarus deras.  Karena keunikannya, maka memancing para wisatawan untuk merasakan sensasi petualangan mengarungi Sungai Amandit dengan lanting paring ini.  Bercengkerama dengan riam dan jeram berarus deras seraya berhanyut di atas rakit bambu sambil menikmati panorama alam yang indah sepanjang pinggiran sungai yang eksotis akan memberikan kesan tersendiri.  Petualangan mengarungi Sungai Amandit dengan rakit bambu ini didampingi oleh pemandu lanting yang terlatih sehingga wisatawan bisa dengan leluasa menikmati serunya petualangan ini.
Ada 2 (dua) trip yang ditawarkan, pertama short trip yaitu pengarungan pendek dengan jarak tempuh kurang lebih 3 (tiga) jam, pengarungan dimulai dari Dermaga Pasar Loksado sampai ke Muara Tanuhi, kedua long trip yaitu pengarungan yang memakan waktu kurang lebih 2 (dua) hari diawali dari Loksado dan diakhiri di Kandangan

WISATA ALAM ALTERNATIF DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
5. GOA MANDALA DI KECAMATAN TELAGA LANGSAT
6. KERBAU RAWA DI NEGARA
7. PETUALANGAN MENJELAJAH DANAU MENUJU KALANG KERBAU DISELINGI AKTIFITAS MEMANCING IKAN BAGI PANCING MANIA


WISATA BUDAYA HULU SUNGAI SELATAN

ARUH ADAT MASYARAKAT DAYAK MERATUS
Aruh adalah salah satu upacara ritual yang mengiringi kebudayaan huma dari Suku Dayak Meratus yang mendiami kaki hunjuran Pegunungan Meratus di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Penduduk Loksado di dominasi oleh etnik Dayak yang sebagian besar menganut kepercayaan Kaharingan.  Sebagian besar dari mereka masih tinggal di dalam rumah besar yang disebut Balai.
Aruh dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur mereka atas hasil panen yang dilimpahkan oleh Yang Maha Kuasa kepada seluruh warga.  Ditiap Balai pada waktu yang bervariasi dilaksanakan upacara ritual pasca panen yang dinamakan Aruh Ganal Bawanang, yaitu sebuah ritual yang dilaksanakan di dalam balai.  Lama Aruh Ganal atau pesta besar itu antara 3 sampai 7 hari, tergantung dari perolehan hasil pertanian mereka.
Saat malam berbulan setengah bayang, bunyi gamelan bertalu – talu, berpadu dengan lengkingan serunai bambu, lalu muncul dengung rapalan mantera para balian (dukun), penghubung antara alam nyata dengan alam supra natura yang seakan berebut menjangkau nada – nada tinggi.  Suara – suara itu seperti berasal dari dunia lain, menyusur malam, mengalir dan terhempas dari jeram khayali yang entah dimana.
Balai akan ramai, lantai bambu berderak – derak oleh hentakan kaki para penari.  Perempuan – perempuan balai akan meliuk gemulai dalam Tari Bangsai, sementara para lelakinya meliuk – liuk seperti elang terbang lewat Tari Kanjar.  Mereka bergerak memutari lalaya, sebutan untuk sntrum upacara berhias janur – janur pucuk enau.
Saat malam rebah tiang, bunyi gemerincing Galang Hiyang (gelang khusus terbuat dari perunggu) di tangan para balian semakin nyaring bergemerincing.  Sambil menari – nari para balian itu menggotong binatang korban untuk disembelih pada upacara Badulang Darah, sebagai puncak upacara penunai hajat kepada Yang Maha Kuasa dalam kepercayaan Dayak Meratus.


OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA RELIGI
HULU SUNGAI SELATAN

Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pernik budaya yang dicuatkan oleh Agama Islam tumbuh dan terpelihara dengan baik, banyak upacara daur ulang kehidupan yang merupakan warisan budaya sebagai daya tarik wisata religius.  Pada saat – saat tertentu masih dilaksanakan kegiatan budaya seperti menyanggar Danau Bangkau, Badua Salamat Mahanyari Banih, Batumbang, Maayun Anak, Bamandi-Mandi, Bamulud (Maulid Nabi SAW), Bagarakan Sahur, Malam Takbiran, Halal Bi Halal, dll.
Maraknya Majelis Ta’lim yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjadi magnet wisata religi yang mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah di luar Kabupaten Hulu Sungai Selatan, bahkan di luar Kalimantan Selatan.
Mesjid Su’ada atau Mesjid Baangkat merupakan mesjid peninggalan para ulama yang sangat berjasa menegakkan kalimat tauhid membentuk manusia yang beriman dan berakhlak mulia di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Bangunan mesjid ini berdiri di atas tongkat kayu ulin (kayu besi) menjulang tinggi, bertingkat 3 (tiga) dengan bentuk induk persegi empat mempunyai loteng penutup gawang / puncak petaka, dihiasi dengan cabang – cabang yang berbunga dan berbuah, megah berkilauan, memberi makna kesempurnaan ma’arif.  Mesjid ini menjadi kebanggaan masyarakat dan dijadikan lambang daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan terdapat banyak makam para ulama penyebar Agama Islam, antara lain Makam Datu Akhmad (Al Allamah Syekh H. Akhmad) di Desa Balimau Kecamatan Kalumpang, Makam Al Allamah Syekh H. Sa’duddin (H. M. Thayib) di Desa Taniran Kecamatan Angkinang.
Para ulama tersebut menyebarkan dan mendakwahkan serta mengajarkan berbagai bidang ilmu ke Islaman secara ikhlas, tanpa pamrih, semata – mata menjunjung tinggi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW dengan mengharap maghfirah dan ridha Allah SWT, makam – makam para ulama tersebut menjadi daya tarik wisata bagi kamum muslimin dan muslimat untuk melaksanakan lawatan (ziarah) Wisata Religi ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan.


KULINER HULU SUNGAI SELATAN
1. KUE DODOL KANDANGAN
Dodol merupakan kue khas Kandangan yang terbuat dari beras ketan, gula merah dan santan kelapa.  Diolah dengan peralatan tradisional yang turun temurun, merupakan makanan souvenir bagi wisatawan Nusantara maupun Manca Negara.
Bila anda berwisata ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, maka jangan lupa untuk mencicipi kue khas ini.  Hampir di sepanjang pinggiran jalan di Kandangan dapat ditemukan penjualan kue ini.

2. KETUPAT KANDANGAN
Ketupat Kandangan, merupakan menu khas yang menjadi sangat akrab dengan masyarakat Kalimantan Selatan pada umumnya.
Apalagi di Kotan asalnya Kandangan, panganan ini sangat terkenal selain dodol, banyak warung makan di Kandangan yang menyediakan makanan khas ini.
Menu khas ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan ketupat pada umumnya.  Kalau di daerah lain menemukan ketupat hanya pada saat – saat tertentu, tidak demikian dengan di Kandangan, setiap saat anda akan menemukan yang namanya ketupat.

3. MANISAN TOMAT
Manisan tomat terbuat dari tomat yang sudah masak diawetkan dan diberi gula.  Makanan ini banyak didapati di kedai – kedai dipinggir jalan di Kota Kandangan.

4. KERUPUK SINGKONG
Kerupuk Singkong terbuat dari bahan singkong yang dihaluskan dicampur dengan bumbu khusus, sehingga menimbulkan cita rasa yang gurih dan nikmat


TANAMAN HIAS HULU SUNGAI SELATAN
Salah satu tanaman hias yang khas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah aneka macam jenis Anggrek.  Tanaman anggrek yang merupakan family Orchidacaeae adalah family terbesar dari tanaman berbunga yang meliputin800 genus dan 20.000 spisies, diantaranya terdapat 2.200 – 3.000 jenis anggrek di hutan Kalimantan.
Beberapa anggrek khas Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang reputasinya sudah dikenal Dunia Internasional antara lain adalah Phalaenopsis, Cornucervi, Gramatophyllum Speciosum atau “Anggrek Macan”, dan lainnya.
Selain anggrek – anggrek tersebut terdapat di hutan, saat ini di Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga dikembangkan penangkaran anggrek oleh masyarakat setempat, baik perorangan maupun secara kelompok, sehingga kelestarian anggrek di habitat aslinya tetap terjaga.


EVENT TAHUNAN HULU SUNGAI SELATAN
1. LOMBA TAPAK TILAS
Lomba ini dilaksanakan setiap tahun dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.
Peserta merupakan tim terdiri dari putra / putri atau campuran antara 3 sampai 7 orang.  Lomba ini diselenggarakan pada tanggal 17 Mei setiap tahun

2. LOMBA NANANG DAN GALUH BANJAR
Lomba Nanag dan Galuh Banjar diselenggarakan pada Bulan Juni setiap tahun.  Lomba ini dimaksudkan untuk menggali kemampuan para peserta dalam penguasaannya terhadap budaya dan seni serta produk dan potensi wisata daerah untuk selanjutnya dijadikan Duta Wisata untuk mempromosikan Potensi Budaya dan Wisata daerahnya.  Lomba ini diikuti oleh para Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Umum.

3. LOMBA DAYUNG PERAHU NAGA
Event ini diselenggarakan di Kecamatan Daha Selatan setelah selesai Upacara HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus setiap tahun.

4. LOMBA BALANTING PARING (BAMBOO RAFTING)
Lomba Balanting Paring dilaksanakan dalam rangkaian memperingati Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan.  Kegiatan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari antara tanggal 7 s/d 10 Desember setiap tahun.
Start dilakukan di dermaga lanting Kecamatan Loksado, menyusuri Sungai Amandit menuju Kandangan.  Sebelum mencapai finish biasanya peserta bermalam (istirahat) di Desa Pagar Haur Kecamatan Padang Batung, pagi harinya meneruskan perjalanan menuju finish di Kandangan.

5. MALAM TAKBIRAN
Pada malam 1 Syawal malam pertama Hari Raya Idul Fitri acara ini digelar, gema takbir dan tahmid diiringi bunyi beduk membahana.  Para kafilah bergerak menyusuri Kota Kandangan sambil melantunkan asma Allah SWT.

6. BAGARAKAN SAHUR
Kegiatan ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada setiap malam di Bulan Ramadhan.  Arak – arakan yang diiringi dengan musik dan kesenian tradisional ditampilkan menyemarakkan kegiatan ini.  Bagarakan Sahur jadi magnet bagi masyarakat yang berada diperantauan untuk mudik pulang kampung.  Khusus pada malam 21 Ramadhan acara ini dilombakan


KESENIAN TRADISIONAL HULU SUNGAI SELATAN

Kabupaten Hulu Sungai Selatan merupakan daerah yang banyak menyimpan keragaman kesenian tradisional.  Berbagai ragam seni tumbuh di daerah ini, baik seni peran, seni tutur, seni lukis, seni tari, seni musik berkembang di daerah ini, bahkan ada yang menyebar ke daerah lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kesenian tradisional tersebut, yaitu :
  1. MAMANDA
  2. WAYANG GONG
  3. BAPAPANTULAN
  4. WAYANG KULIT
  5. MADIHIN
  6. TARI TRADISIONAL
  7. MUSIK PANTING
  8. LAMUT
  9. Dan lain – lain


KOMODITI HULU SUNGAI SELATAN

1. KAYU MANIS
Kayu Manis adalah sebutan untuk tumbuhan yang menghasilkan kulit kayu yang terasa manis.  Kulit Kayu Manis ini biasanya digunakan untuk bumbu dapur, selain itu bisa juga digunakan untuk penyedap seduhan kopi.  Kayu manis sudah layak dipanen ketika sudah berumur 10 tahun dengan ketebalan kulitnya mencapai sekitar 1 – 1,5 sm.
Ada 2 (dua) cara memanen kayu manis, pertama pohonnya ditebang kemudian dipotong – potong sekitar 50 cm kemudian dikuliti dan yang kedua dengan cara menguliti pada pohon yang masih tumbuh kemudian kulit kayu manis tersebut di jemur pada terik matahari.  Tumbuhan kayu manis banyak didapati di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

2. ANYAMAN
Industri kecil masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan cukup banyak yang menggunakan bahan dari rotan, karena bahan baku yang cukup melimpah dan tersedianya potensi SDM yang cukup terampil untuk mengolah rotan.  Banyak kerajinan yang dihasilkan dengan bahan rotan ini, antara lain tikar, tas, dan lain – lain.

3. GERABAH
Di Desa Bayanan Kecamatan Daha Selatan, tidak jauh dari Pasar Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan, wisatawan dapat menyaksikan pembuatan gerabah atau mencoba untuk membuatnya dengan alat yang sangat sederhana.  Bermacam dapur dan tembingkar diolah oleh masyarakat pengrajin di daerah ini.


Mitologi suku Dayak Meratus (Dayak Bukit) menyatakan bahwa Suku Banjar (terutama Banjar Pahuluan) dan Suku Bukit merupakan keturunan dari dua kakak beradik yaitu Si Ayuh (Sandayuhan) yang menurunkan suku Bukit dan Bambang Basiwara yang menurunkan suku Banjar. Dalam khasanah cerita prosa rakyat berbahasa Dayak Meratus ditemukan legenda yang sifatnya mengakui atau bahkan melegalkan keserumpunan genetika (saling berkerabat secara geneologis) antara orang Banjar dengan orang Dayak Meratus. Dalam cerita prosa rakyat berbahasa Dayak Meratus dimaksud terungkap bahwa nenek moyang orang Banjar yang bernama Bambang Basiwara adalah adik dari nenek moyang orang Dayak Meratus yang bernama Sandayuhan.

Balai (rumah adat) Dayak Bukit
Bambang Basiwara digambarkan sebagai adik yang berfisik lemah tapi berotak cerdas. Sedangkan Sandayuhan digambarkan sebagai kakak yang berfisik kuat dan jago berkelahi. Sesuai dengan statusnya sebagai nenek-moyang atau cikal-bakal orang Dayak Maratus, maka nama Sandayuhan sangat populer di kalangan orang Dayak Meratus. Banyak sekali tempat-tempat di seantero pegunungan Meratus yang sejarah keberadaannya diceritakan berasal-usul dari aksi heroik Sandayuhan. Salah satu di antaranya adalah tebing batu berkepala tujuh, yang konon adalah penjelmaan dari Samali’ing, setan berkepala tujuh yang berhasil dikalahkannya dalam suatu kontak fisik yang sangat menentukan. Orang Banjar merupakan keturunan Dayak yang telah memeluk Islam kemudian mengadopsi budaya Jawa, Melayu, Bugis dan Cina.
Menurut Denys Lombard, pada jaman kuna sebagian besar penduduk Kalimantan Selatan (terutama daerah Batang Banyu) merupakan keturunan pendatang dari Jawa. Pendapat lain menyatakan, suku Banjar jejak akarnya dari Sumatera lebih dari 1500 tahun yang lampau. Djoko Pramono menyatakan bahwa suku Banjar berasal dari suku Orang Laut yang menetap di Kalimantan Selatan.
Suku bangsa Banjar diduga berasal mula dari penduduk asal Sumatera atau daerah sekitarnya, yang membangun tanah air baru di kawasan Tanah Banjar (sekarang wilayah provinsi Kalimantan Selatan) sekitar lebih dari seribu tahun yang lalu. Setelah berlalu masa yang lama sekali akhirnya,–setelah bercampur dengan penduduk yang lebih asli, yang biasa dinamakan sebagai suku Dayak, dan dengan imigran-imigran yang berdatangan belakangan–terbentuklah setidak-tidaknya tiga subsuku, yaitu (Banjar) Pahuluan, (Banjar) Batang Banyu, dan Banjar (Kuala).
Banjar Pahuluan pada asasnya adalalah penduduk daerah lembah-lembah sungai (cabang sungai Negara) yang berhulu ke pegunungan Meratus. Banjar Batang Banyu mendiami lembah sungai Negara, sedangkan orang Banjar Kuala mendiami sekitar Banjarmasin dan Martapura. Bahasa yang mereka kembangkan dinamakan bahasa Banjar, yang pada asasnya adalah bahasa Melayu Sumatera atau sekitarnya, yang di dalamnya terdapat banyak kosa kata asal Dayak dan Jawa. Nama Banjar diperoleh karena mereka dahulu (sebelum kesultanan Banjar dihapuskan pada tahun 1860) adalah warga Kesultanan Banjarmasin atau disingkat Banjar, sesuai dengan nama ibukotanya pada mula berdirinya. Ketika ibukota dipindahkan ke arah pedalaman (terakhir di Martapura), nama tersebut nampaknya sudah baku atau tidak berubah lagi.
Sejak abad ke-19, suku Banjar migrasi ke pantai timur Sumatera dan Malaysia, tetapi di Malaysia Barat, suku Banjar digolongkan ke dalam suku Melayu, hanya di Tawau (Sabah, Malaysia Timur) yang masih menyebut diriya suku Banjar. Di Singapura, suku Banjar sudah luluh ke dalam suku Melayu. Sensus tahun 1930, menunjukkan banyaknya suku Banjar di luar Kalsel, tetapi sensus tahun 2000 terlihat jumlahnya mengalami penurunan.
Hulu Sungai Selatan sebagai salah satu dari daerah di Pahuluan atau Banua Lima mayoritas dihuni oleh suku Banjar dan Dayak Bukit. Kebudayaan yang terbentuk tidak lepas dari proses asimilasi kedua kebudayaan ini.
Kebudayaan eksotik yang masih bertahan di Hulu Sungai Selatan adalah budaya masyarakat Dayak Loksado. Mereka mendiami  kawasan pengunungan Meratus di kecamatan Loksado yang membentang dari perbatasan HST hingga Tapin dan  Kotabaru.

Tarian Adat Dayak Bukit
Terdapat  tiga kali aruh ganal (pesta adat besar) yang dilaksanakan oleh masing-masing balai di atas pada setiap tahun. Aruh ganal tersebut dilaksanakan pada malam hari yaitu:
1. Aruh Basambu
Aruh ganal ini biasanya dilaksanakan pada bulan Februari, yakni ketika orang dayak selesai melaksanakan tanam padi (behuma / menugal).
2. Aruh Bawanang Lalaya
Aruh ganal ini biasanya dilaksanakan pada bulan Juni, yakni ketika masyarakat dayak melaksanakan panen padi.
3. Aruh Bawang Banih Halin
Aruh ganal ini biasanya dilaksanakan pada bulan September. Aruh ini merupakan aruh penutup karena masarakat dayak Loksado telah selesai melaksanakan panen padi.
Acara aruh ganal diisi dengan berbagai tarian adat yang lamanya antara 3 sampai 9 hari. Tarian adat yang disajikan pada aruh ganal tersebut seperti Batandik, tari Kanjar dan tari Bangsai. Perlengkapan yang dipergunakan pada tari batandik yakni sarung, ikat pinggang kain putih, gelang hiayang, laung, gendang, manyan, kapur, baju dan celana. Pada tari kanjar perlengkapan yang diperguanakan yakni baju lengan panjang, ikat pinggang kuning, laung dan celana, sedangkan pada tari bangsai dengan penarinya khusus wanita menggunakan baju kebaya, kakamban, dan tapih bahalai.
Kegiatan tradisional yang dimiliki oleh orang dayak Loksado yang masih akses sampai sekarang yakni:
1. Naik dari manau (bersifat ghaib)
2. Tari kurung-kurung
3. Basambui (orang sakit diobati secara kebathinan)
4. Sumbiyang (membuat orang jadi sakit kemudian disembuhkan).

REUNI AKBAR MTsN ANGKINANG

Minggu, 5 Agustus 2012




ANGKET RENCANA
REUNI AKBAR BADADAPATAN ALUMNI MTsN ANGKINANG
ANGKATAN PERTAMA HINGGA SEKARANG

Apabila Anda setuju akan rencana ini mohon jawab pertanyaan dibawah :


1. Berapa angkatan yang ikut reuni ?
2. Siapa saja yang diundang ?
3. Siapa saja yang jadi panitia penyelenggara ? Berapa orang ?
4. Darimana dana untuk menggelar acara didapat ?
5. Kapan waktu penyelengaraan ? Dimana ?
6. Mohon sumbang saran, komentar, dan pendapat tentang rencana besar ini. Juga hal umum lainnya untuk kemajuan MTsN Angkinang.

Tulis jawaban Anda disertai
NAMA :
TEMPAT/TGL LAHIR :
ALAMAT :
TAMAT MTsN ANGKINANG TAHUN :

Kirim ke 
e-mail : beritahss@yahoo.co.id
facebook : akhmad.husaini@yahoo.co.id

Terima kasih atas segala partisipasinya untuk kemajuan MTsN Angkinang tercinta. Mari kita jalin tali silaturrahmi. Semoga rencana kita ini dapat terwujud. Amin !


KABAR HSS

Sabtu, 4 Agustus 2012



TADARUS AL-QUR'AN SISWA HSS

Pelajar dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat menggelar tadarus Alquran di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).


Tadarusan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah HSS Drs H Achmad Fikry didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan H Johansyah S Sos beserta jajaran Dinas Pendidikan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh kepala sekolah dan guru yang ada di bawah lingkup Dinas Pendidikan. 

Fikry, dalam sambutannya berharap, tadarus Alquran bisa mendatangkan Rahmat dan Ridho Allah SWT. Selain itu, mampu membentuk moral dan mental generasi muda hingga bisa menjadi generasi yang qurani. “Semoga, apa yang dilaksanakan ini bisa menjadi tindakan yang baik, dan generasi muda bisa menjadi lebih baik,” ujarnya.

Masalah-masalah yang begitu komplek harus dihadapai dengan keberanian dan mental Alquran. Sehingga nantinya bisa menjadi generasi muda yang tumbuh dan berkembang menjadi generasi berkulaitas. Ketua PGRI Kabupaten HSS ini juga mengaku sangat bangga dengan Dinas Pendidikan yang telah menyelenggarakan kegiatan tadarusan.

Karena tadarusan merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan di bulan Suci Ramadan seperti ini. Menurutnya, mengikuti tadarus Alquran sama halnya dengan menyemarakkan syiar islam. Dengan menggelar kegiatan ini, Dinas Pendidikan secara nyata turut mendukung keberhasilan Perda khataman Alquran di Bumi Antaludin.

Ditempat terpisah, Kadisdik HSS H Johansyah yang dihubungi Radar Banjarmasin mengatakan, tadarusan merupakan bagian dari program tahunan yang diselenggarakan Disdik setiap Ramadan. Selain itu untuk membangun kebersamaan antar pelajar, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat merekatkan tali silaturahmi antar pegawai yang ada di Dinas Pendidikan.


Sumber : Radar Banjarmasin

Jumat, 03 Agustus 2012

HUMOR BANJAR

Sabtu, 4 Agustus 2012




HADANGAN WAN KALIMBUAI
            Suatu hari hadangan lawan kalimbuai balajuan bukah. Kalinya hadangan kalah. Marganya sutil banar kalimbuainya badua. Saikung di hujung sana saikung di hujung sini. Pabila hadangan ka sana kalimbuai nang disana timbul. Pabila hadangan bukah ka sini nang di sini timbul. Nyata hajaah tapakalah hadangan.






 
GANGGAM KA MUHA PAMBAKAL
            Dugal bajalan dihadapan pambakal. Inya mamakai baju kima nang ganal-ganal. Laluai ditagur ulih pambakal. “ Uma yai ganalnya kima baju ikam tuh,” ujar pambakal. Lalu dijawab ulih Dugal, “ Baju nang sabutingnya pambakal ai kaya ganggamku ini kimanya,” ujar Dugal sambil handak manyuntulakan ganggam ka muha pambakal. Dasar raja Dugal nih, wani banar ganggam ka muha pambakal.

BADAHULU MANULIS

Sabtu, 4 Agustus 2012



SELAMAT JALAN

BULAN RAMADHAN 1433 H

            Ramadhan 1433 Hijriah yang penuh dengan berkah dan maghfirah telah meninggalkan kita semua kaum muslimin, dengan membawa kenangan amaliah yang telah kita lakukan dengan iman dan mengharap keridhaannya untuk disampaikan kehadirat Allah SWT. Semoga kita, dapat berjumpa dengan Ramadhan 1434 H yang akan datang.
            Sebagai rasa syukur kita yang telah berhasil berjuang dan bertempur melawan musuh yang maha dahsyat, maka serempak kita bersama tatkala hilal 1 Syawal menampak di ufuk barat, kita kumandangkan lafaz takbir, tahlil, dan tahmid memuja dan memuji Tuhan pencipta alam semesta.
            Kemudian di malam yang berbahagia  itu, selain kita mengagungkan asma Allah SWT juga dengan serempak pun kita memulai mempraktekkan hasil dari ajaran yang terkandung  dalam rahasia dan hikmah Ramadhan yaitu menyantuni fakir miskin dengan memberikan zakat fitrahnya. Inilah tanda kita masih memiliki rasa kasih dan sayang terhadap yang lemah dan sengsara, agar merekapun merasakan pula kebahagiaan dan kegembiraan seperti kita merasakan kegembiraan dan kebahagiaan di malam Idul Fitri.
            Selanjutnya, sebagai acara puncak perpisahan kita dengan Ramadhan, kita serempak pula bersama-sama tatkala fajar menampakkan dirinya di ufuk timur kita persiapkan diri dengan pakaian yang serba baru dan harum menuju tempat ibadah baik di masjid maupun di lapangan terbuka untuk sujud kehadirat Allah SWT melalui shalat Idul Fitri.
            Lafaz takbir, tahlil, dan tahmid yang terus-menerus kita kumandangkan itu, merupakan pokok aqidah Islam, aqidah yang dibawa oleh Rasul-Rasul Tuhan sejak nabi Adam AS sampai kepada rasul akhir zaman Muhammadurrasulullah. Lafaz ini harus kita manifestasikan dalam kehidupan kita sehari-hari dengan amal perbuatan yang kongkret dan positif guna mengatur tata kehidupan di dunia yang fana ini dan sebagai penyelamat bagi kehidupan di akhirat nanti.
            Ibnu Taimiyah membagi jihad kepada empat tingkatan. Pertama, jihad yang paling ringan adalah berjuang menghadapi musuh di medan perang yang akan meruntuhkan agama kita. Kedua, jihad yang lebih kecil dari yang pertama, ialah menghadapi orang-orang munafik, yang kerap menentang musuh dengan mulutnya, tetapi bersekongkol dengan musuh dalam perbuatannya. Ketiga, jihad yang lebih besar lagi dari yang kedua, ialah berjuang melawan syaitan iblis yang selalu memperdayakan kita, yang hendak membelokkan jalan hidup kita dari jalan yang benar kepada jalan yang salah, dari jalan Allah ke jalan kesesatan. Keempat, jihad yang paling dahsyat, ialah melawan diri sendiri, memerangi sifat loba, tamak, serakah, dan rakus yang semuanya ini ada dalam diri kita masing-masing.
           
Pantaslah kalau nabi sendiri mengatakan, berjuang menundukkan hawa nafsu yang ada dalam diri sendiri adalah jihadul akbar (jihad yang maha besar). Rasulullah pernah bersabda yang artinya : Kita baru kembali dari perjuangan yang kecil, akan menghadapi perjuangan yang sangat besar, sahabat bertanya, apa itu perjuangan yang lebih besar wahai Rasulullah ? Jawab Rasulullah ialah berjuang menundukkan hawa nafsu yang ada pada diri kita masing-masing.
            Dengan mengendalikan hawa nafsu, manusia  akan meningkat derajatnya, akan suci jiwanya dan sebaliknya dengan mengikuti hawa nafsu dunia selalu ribut dan kacau, karena hawa nafsu perang saudara selalu berkobar, banyak orang cinta damai tapi perang makin ramai inipun akibat hawa nafsu, karena hawa nafsu anak dan orangtua menjadi musuh, karena hawan nafsu kawan dapat menjadi lawan, karena hawa nafsu kerukunan hidup dalam masyarakat menjadi berantakan, karena hawa nafsu pulalah manusia menjadi pemalas. Karena itulah kita wajib menjinakkan, mengendalikan hawa nafsu. Salah satu cara mengendalikan hawa nafsu adalah dengan berpuasa. Puasa bulan Ramadhan yang baru saja selesai kita jalankan antara lain berfungsi untuk mengendalikan dan menjinakkan hawa nafsu.
            Apa yang harus kita kerjakan setelah Ramadhan meninggalkan kita semua ? Mari kita buktikan hasil dari gemblengan ibadah puasa ini, mari kita praktekkan dalam kehidupan bermasyarakat yang beraneka ragam coraknya ini, mari kita mulai kuliah kerja nyata di lapangan. Pelajaran disiplin terhadap waktu yang kita dapati sewaktu berpuasa , pelajaran jujur terhadap diri sendiri dan pelajaran kasih sayang terhadap yang lemah dan sebagainya harus kita terapkan pada lapangan kerja masing-masing baik kita sebagai karyawan, pedagang, kuli panggul, buruh kasar, majikan, pejabat eselon I, II, III, IV, dan V semuanya tanpa kecuali harus jujur, disiplin, dan memilki, rasa kasih sayang terhadap yang lemah. Tingkatkanlah segala aktivitas kita di segala bidang, sesuai dengan bulan Syawal. Syawal artinya peningkatan maka berarti kita harus meningkatkan segalanya demi tercapainya cita-cita.
            Marilah kita berusaha dengan segala kemampuan yang kita miliki untuk mengisi hidup yang hanya satu kali ini dengan perbuatan yang baik dan amal terpuji. Sebagai penutup, marilah kita perhatikan tiga hal sebagai berikut : pertama, kita harus benar-benar yakin dan sadar bahwa hidup ini adalah karunia Allah yang harus kita syukuri. Kedua, jangan membuang-buang kesempatan. Sekarang adalah waktu yang paling baik dan tepat, kemarin adalah hari yang sudah lewat hanya merupakan kenangan belaka, sedang hari esok atau lusa belum tentu kita menjumpainya. Ketiga, jangan mudah kita bersikap putus asa, karena sikap lekas putus asa tidak akan menguntungkan kita, bahkan akan mendatangkan kelesuan bekerja dan mematikan gairah hidup.

Kandangan, Agustus 2012

GALERI FOTO SABTU

Sabtu, 4 Agustus 2012

MARIATUL QIBTIYAH
Alumni MTsN Angkinang
Asal Tawia



SHAFIRAH HAYATI
Siswa MTsN Angkinang Kelas VIII A
Tahun Pelajaran 2012 / 2013
Asal Taniran



YUNISA AMALIA
Siswa MTsN Angkinang Kelas VIII A
Tahun Pelajaran 2012 / 2013
Asal Rantawan

WISATA RAMADHAN 1433 H

Sabtu, 4 Agustus 2012















PERJALANAN PANJANG 

KE AMUNTAI

            Berangkat sekitar pukul 10.00 WITA dengan Rizal. Rizal bawa tas berisi tapih, pasahapan, dsb. Shalat Jum’at di Masjid Raya Amuntai. Seperti biasa sebelum shalat Jum’at digelar panitia memberikan pengumuman-pengumuman. Seperi tentang saldo kas. Juga panitia memberitahu malam 17 Ramadhan ada peringatan Nuzulul Qur’an di halaman Masjid Raya dan ada acara arak-arakan tanglong.
            Setelah shalat Jum’at kami ke Taman Kota Amuntai yang ada di depan Plaza Amuntai. Lalu dilanjutkan ke Candi Agung. Bayar tiket masuk Rp.4000,-/orang. Foto-foto. Istirahat di jembatan. Ternyata disanalah tempat syuting video klip lagu-lagu yang sering saya lihat di teve kabel. Arealnya cukup luas. Lama menikmati suasana keasrian sekitar Candi Agung kami beranjak.  Kemudian ke museum. Liat foto-foto proses dibangunnya Candi Agung sejak tahun 1964. Pernah didatangi Wakil Presiden RI, Adam Malik. Saat mau pulang datang rombongan dari Mantaas, HST. Di Kandang Halang banyak dipinggir jalan orang menjual buah sawo yang dimuat diatas mangkuk atau piring plastik.
 Pulang singgah shalat Ashar di masjid Nurul Huda, Binjai Pirua, Kec. Labuan Amas Utara, Kab. HST.
Belok ke Haruyan, Sungai Kaladi, Gumbil, Longawang, Kamat, Telaga Langsat, Mandala, Ambutun, hingga Bilui. Di Bilui beli es buah dan es nyiur.
Perjalanan kali ini benar-benar mengesankan dan cukup melelahkan. Karena jarak begitu jauh dan dilakukan pada bulan puasa. Beberapa kali kami bamandak di tengah jalan.
Kandangan – Amuntai, 3 Agustus 2012

Kamis, 02 Agustus 2012

AKTIFITAS RAMADHAN 1433 H

Jum'at, 3 Agustus 2012




MERIAHNYA BUKBER
 DI MTsN ANGKINANG

            Sabtu (28/7/2012) bertepatan malam ke 9 Ramadhan 1433 H berlangsung buka puasa bersama di MTsN Angkinang. Dihadiri siswa-siswi. Juga guru dan karyawan tata usaha. Tapi justru diperbanyak kehadiran alumni MTsN Angkinang dari beberapa angkatan. Yakni sejak angkatan 2006 hingga 2012. Tempat wadah melepas kangen dan rindu.
            Sehingga ruang yang dijadikan tempat kegiatan tidak bisa menampung banyaknya peserta bukber. Akibatnya panitia harus menghampar tikar diluar.
            Ada banyak yang berubah selama beberapa tahun mereka meninggalkan MTsN Angkinang. Dulu masih anak-anak kini sudah beranjak dewasa dan banyak perubahan mendasar lainnya. Contohnya Ahmad Gafuri asal Tawia. Waktu tsanawiyah dulu tubuhnya gemuk sekali. Sekarang agak kurusan dan tampil keren.
            Lalu H.A Walidinnor dulu kemayu dan senang bergaul dengan siswa puteri. Kini semakin kemayu dan suka babengkeng.
            Kemudian Aidil M. Noor asal Taniran. Saat tsanawiyah senang olahraga dan pernah berucap kepada saya pingin kuliah di JPOK. “ Bisalah Pa imbah tamat tsanawiyah langsung ka JPOK ?” ujarnya kala itu, masih kelas VIIi A MTsN Angkinang. Itu mungkin pertanda tingginya keinginan dia jadi guru olahraga. Sekarang cita-citanya itu jadi kenyataan. Setamat SMAN 2 Kandangan Aidil ikut SNMPTN dan lulus di JPOK Unlam Banjarbaru. “ Bayar Rp.10 juta lebih Pa ai,” beritahunya. Aidil juga sering memperkuat HSS pada cabang sepakbola. Seperti POPDA dan Suratin Cup.
            Ajang bukber dihadiri Kepala MTsN Angkinang M. Syakhrul, AB yang bulan Oktober 2012 ini akan purnatugas. Juga guru-guru lainnya seperti Bp Saleh Suadi, Bp Noor Fahmi, Bp Jazuli, Bp Sayuti, Ibu Mawariah, Ibu Nurhamidah, Ibu Dewi, Ibu Khairi Muliani, Ibu Rabiatul Adawiah, dll.
            Bukber kali ini didominasi oleh alumni dari berbagai angkatan. Dari sini juga mengemuka keinginan untuk menggelar even besar setingkat reuni akbar MTsN Angkinang dari angkatan awal hingga sekarang ini. Kegembiraan yang berlebih saat mereka berhasil menggapai cita-cita. Jadi orang sukses. Dari merekalah diharapkan muncul pemikiran untuk mengembangkan MTsN Angkinang kearah kemajuan.

Kandangan, 29-07-2012

PENGALAMAN KAWAN

Jum'at, 3 Agustus 2012



KHATIB PINGSAN

Khutbah Jum'at baru berlangsung beberapa menit, tiba-tiba M. Jazuli sang khatib terduduk dan roboh. Jamaah shalat Jum'at di masjid Besar Al-Aman Angkinang pun ribut.

Namun seorang khatib pengganti meneruskan khutbah. Sementara Jazuli diberikan perawatan dekat paimaman. 


Khutbah berlanjut kembali. Jazuli pulih ia keluar masjid membersihkan muka ke pauduan. Itulah kejadian yang saya lihat sendiri pada kegiatan shalat Jum'at di masjid Besar Al-Aman Angkinang (06/01/2012) silam.


Kandangan, 6-1-2012


Rabu, 01 Agustus 2012

ASPIRASI WARGA HSS

Kamis, 2 Agustus 2012

LUBANG DI TENGAH JALAN

            Kepada yang terhormat pihak berwenang di Pemkab HSS dan Pemprov Kalsel. Mohon lubang yang ada di tengah jalan raya di kawasan Pasar Angkinang, tepatnya di tikungan tajam depan eks Kantor Pambakal Angkinang Selatan agar segera dibenahi. Berjarak sekitar 8 kilometer dari Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan
            Dikhawatirkan kalau dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan korban jiwa. Apalagi menjelang lebaran Idul Fitri jalanan akan padat dengan kendaraan .
            Lubang yang berdiameter sekitar 5 cm dan berkedalaman 2 cm itu sudah terjadi sejak beberapa bulan. Pengguna jalan harus berhati-hati saat melewatinya. Kalau dibiarkan tentu akan membesar. Lubang berada disisi kiri jalan kalau kita dari arah Kandangan – Barabai.
            Selain itu warga setempat pun merasa was-was. Anak-anak mereka saat berada disana harus berhati-hati saat akan menyeberang. Takut kalau datang kendaraan dengan kecepatan tinggi melintas diatas lubang tersebut. Tak ayal bisa membuat jatuh. Apalagi disana tikungan cukup tajam sekali.

MTsN ANGKINANG BANGGA !

Kamis, 2 Agustus 2012





LEBIH DEKAT DENGAN 
AISYATUR RIDHA
            Waktu masih menunjukan pukul 07.00 WITA. Seorang gadis kecil keluar rumah. Dengan menyandang tas dibahu ia membawa sepeda. Lalu berpamitan kepada kedua orangtuanya. Ia menempuh jarak sekitar 4 kilometer menuju sekolahnya di MTsN Angkinang. Itu dilakukannya setiap hari.
            Aisyatur Ridha begitu nama panjangnya. Gadis manis yang lahir di Kandangan, 19 Juli 2000 sekarang duduk di bangku Kelas VII A MTsN Angkinang. Anak pasangan Nasrullah – Lailatul Kaderianah. Tinggal di Anjir Rantawan Desa Gambah Kec. Kandangan.
            Ternyata lulusan SDN Bakarung Selatan 1 ini menoreh beragam prestasi dalam seni baca Al-Qur’an. Untuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan namanya cukup diperhitungkan. Peraih nilai Ujian Nasional 27,75 ini mengaku sudah bisa membaca ayat suci Al-Qur’an sejak kecil hasil gemblengan orangtuanya.
            Adapun sederet piala dan piagam penghargaan yang diraih Ridha antara lain :
1. Tahun 2007 sebagai Terbaik I Cabang Tartilul Qur’an pada Festival Anak Shaleh (FASI) VII Tingkat Kecamatan Kandangan.
2. Tanggal 11 Desember 2008 Ridha mendapatkan ijazah khatam Qur’an dari LPPTKA BKPRMI HSS yang ditandatangani langsung oleh Bupati HSS, Dr. H. Muhammad Safi’I, M.Si.
3. Kemudian pada MTQ Nasional Ke 41 Tingkat Kabupaten HSS Tahun 2010 di Kecamatan Padang Batung, Ridha meraih Juara Harapan III Cabang Tartilul Qur’an Golongan SM / MI Puteri.
4. Tahun 2011 Pada MTQ VII dan Festival Seni Qasidah  Rebana Tingkat Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, ia meraih Terbaik I Tilawah Golongan Tartil Putri.
5. Tahun 2011 Pada Gema Al-Qur’an (GAR) ke 15 yang digelar di Radio Gema  Amandit Kandangan  meraih Juara I Putri Bidang Tartil TPA utusan TPA Unggulan Al-Minnah Kandangan.
6. Tahun 2012 berpartisipasi pada Lomba Gema Syair Maulid Al-Barzanji X  di Masjid Jannatul Anwar Lumpangi Kecamatan Loksado.
7. Tahun 2012  pada MTQ ke 5 Tingkat Kabupaten Barito Timur,  di Tamiang Layang, Kalteng meraih Terbaik Harapan Cabang Hifzhil Qur’an Golongan 1 Juz dan Tilawah Putri
8. Tahun 2012 pada MTQ Nasional ke 42 Tingkat Kabupaten HSS di Kecamatan Kandangan sebagai Terbaik I Hafizah Golongan 1 Juz. Dan mewakili HSS pada MTQ Nasional Tingkat Provinsi Kalsel di Kabupaten Tanah Bumbu.
            Ridha memiliki tinggi 135 cm dan berat badan 31 kg. Ukuran sepatu 36. Ukuran baju s. Tidur malam pukul 21.30 WITA dan bangun 04.30 WITA. Hobinya membaca buku. Cita-citanya ingin jadi penghafal Al-Qur’an dan guru.
            Dengan prestasi yang diraihnya ini bukan berarti membuat Ridha menjadi sombong. Malah dia makin rendah hati.

Kandangan, 28 Juli 2012

Siswa MTsN 3 HSS dengan Novel Candy Love Karya Eva Liana

 Jumat, 23 Oktober 2026 Seorang siswa MTsN 3 Hulu Sungai Selatan dengan novel Candy Love karya Eva Liana, pada hari Jumat (23/10/2026) pagi....