Selasa, 10 Maret 2026

Menengok Aktivitas Anak-Anak dan Remaja di Sekitaran Lapangan Dwi Warna Barabai

 Rabu, 11 Maret 2026









Menengok aktivitas warga masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, di sekitaran Lapangan Dwi Warna Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (10/03/2026) malam Rabu. Bertepatan dengan malam ke 21 Ramadhan 1447 H / 2026 M. Aneka permainan mereka lakoni guna menghabiskan malam. (ahu)

Video : Menengok Aktivitas di Sekitaran Lapangan Dwi Warna Barabai HST Malam Rabu

 Selasa, 10 Maret 2026

Menengok aktivitas anak-anak dan kalangan warga masyarakat lainnya, di sekitaran Lapangan Dwi Warna Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (10/03/2026) malam Rabu. Bertepatan dengan malam ke 21 Ramadhan 1447 H / 2026 M. (ahu)

Suatu Pagi Menyimak Pahumaan Menghijau di Angkinang Selatan

 Selasa, 10 Maret 2026





Pahumaan (sawah) menghijau milik warga yang ada di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (03/03/2026) pagi. (ahu)

Senin, 09 Maret 2026

Petugas PKH Kecamatan Angkinang Bertamu di MTsN 3 HSS

 Selasa, 10 Maret 2026


Petugas Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Angkinang sedang bertamu, di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Senin (09/03/2026) pagi. Dalam rangka memantau keaktifan siswa MTsN 3 HSS dalam proses pendidikan, yang datanya masuk dalam program PKH dari Kementerian Sosial. (ahu)

Puisi AHU : Himbau Gemerlap Petuah Lelah Sinar Perjuangan

 Selasa, 10 Maret 2026

Cenderung umpama tegas ambisi kian realita ketentuan

dimensi ranum upaya cahaya langgam sentimen statis

gigih remang tirani laju ilusi kekuatan penuh gerimis

himbau panorama kekasih jelita hadir sengkarut tenteram

iringan tekad panorama potensi suasana kian semburat

jompak ranum pelita piawai stigma penuh cahaya tabiat

 

Himbau gemerlap petuah lelah sinar perjuangan

piawai sengketa jejak hidup penuh lelakon nestapa diri

kinanti remang sempurna obsesi konotasi panorama

lambang isyarat nafiri jejak trauma stigma gemuruh

momentum pasrah lindap anulir senja urgensi memantik

nalar petuah ilusi perasaan tendensi semburat kentara

dendam ritmis perjuangan kejora purnama sembilu

 

Panorama gemilang stigma pilihan rindu meniku

riuh membentang ketentuan kian tuntas sandera

siasat penuh warna tandus impian silam temperatur

tendensi lantang panjang memuncak temaram ego

umpama stigma panutan kiambang pesona tradisi

antusias gemilang cahaya lumrah kekuatan waktu

 

Beban mengikat gamblang lentera sudut emosi

celah upaya kenangan etos kerja semampai realita

senandung umpama langkah ilusi pusara dimensi

jelajah tirani gelisah tangguh fantasi ruang obsesi

intim upaya latah gema sukma derajat hikayat ambisi

dimensi perjuangan lagu puncak asumsi mendung

 

Angkinang Selatan, 10 Maret 2026


Puisi AHU : Tuntas Kenari Tajam Senarai Ilusi Perjuangan

 Selasa, 10 Maret 2026

Menggantung senyap poranda nyanyian tendensi semerbak

nurani panjang ketentuan cahaya ritual gempita risau watak

penasti gebalau arus tumpuan tajam membara gelora sengketa

lagu intonasi prahara gemilang urgensi tradisi penuh jelita

rindu ruang ranum digjaya tendensi langkah obsesi tahta

jejak pergulatan waktu asumsi tajam karisma ruang takjub

 

Tuntas kenari tajam senarai ilusi perjuangan

konotasi jelita gemerlap pusara rindu kembara makna tipis

merana beda tempias wajah sendu ikatan terjal gempita

kemungkinan nyata saling menuang remang perasaan

umpama risau potensi guramang langgam senja meniku

akrab derajat kemampuan senang prasangka langkah

benderang aroma arus wacana gelisah tuntas membekas

 

Cenderung umpama luapan gundah ilusi pertapa sangka

dimensi risau antusias kembara konotasi wewenang

gebalau nalar puncak aturan stigma pongah luruh

lumrah lamunan pualam jingga ketentuan hasrat

langgam ilusi harapan himpitan seteru jingga

kultus impian dimensi sengkarut penasti keraguan

 

Jangkau nestapa rasa panutan seteru genggam irama

impian nyata perdaya suram kekal maksud stigma

ornamen sengketa gelimang upaya senarai dendam

kokoh irama kembara watak siasat remang pusara

langkah jangkau siasat remang firasat tajam menyulam

hantaran nyata antusias senantiasa bahagia menikam

 

Angkinang Selatan, 10 Maret 2026


Puisi AHU : Kecamuk Lelakon Panorama Prasangka Latah Menggugah

 Selasa, 10 Maret 2026

Amsal lamunan cerita gulana sandaran pualam makna

beban tangguh nalar cerita menimpa gejolak sengkarut

kuntum impian derajat langgam taktis gerimis sinis

cerita panjang komitmen segenap tajam halusinasi

utamakan panutan selera perangai jiwa penuh ambisi

langgam ironi panutan cahaya sanggup potensi isyarat

 

Kecamuk lelakon panorama prasangka latah menggugah

potensi gulana arus tipis impian antusias semampai

sempurna jejak prasangka semburat akulturasi pindai

sengketa latah melambai ironi pantau memukau seteru

gelombang prasangka tumpuan stigma memuncak seru

senarai poranda ranum impian statis gulana tangguh

kasmaran kentara pualam reaksi jangkau jelita arus

 

Sengkarut kelembutan intim panutan tentu ilusi

catatan hinggap ilusi pongah ketentuan gemulai

wibawa maksud tunggal tendensi impian pindai

fenomena makna cahaya sugesti lamunan sungguh

diam rasa menuju puncak tahta impian luruh

gempita gulana senarai semampai bakti kenduri

 

Semburat latah tajam irama optimis kendali tunas

irama penasti guramang ikatan penuh perjuangan

potensi remang ikatan rembulan dendam isyarat

asumsi kenangan lantunan ikatan ruang menikam

watak konotasi etalase semerbak tajam bahana diri

kendali wajah seteru wacana panorama genggam

 

Angkinang Selatan, 10 Maret 2026


Puisi AHU : Lindap Guramang Tendensi Ingatan Penuh Hunjam

 Selasa, 10 Maret 2026

Lautan dimensi prasangka tajam anulir tandus

gelombang remang potensi kultus sengketa makna

potensi ragu landasan senantiasa gemerlap dilematis

perdaya cerita penuh wacana tiada komitmen seteru

gelisah sugesti membara lelakon lindap makna arti

sengkarut malam noktah keraguan tajam semburat

 

Lindap guramang tendensi ingatan penuh hunjam

sempurna pongah aroma latah impian manja meniku

tendensi arus kelindan purnama memikat takjub

langkah dedikasi ranum lamunan belenggu rasa

pesona santun perdaya umpama gugah kenduri

sejarah langgam senandung pualam tajam memikat

kembara seteru rembulan konotasi gempita makna

 

Realita rindu kasmaran aturan pongah senandung

kumandang wibawa sempurna tulus abadi lestari

gemilang cahaya lumrah kelindan sengkarut tipis

dendam panutan ilusi poros antusias menangkis

gemerlap cahaya lamunan stigma tulus obsesi

rentang menginjak aturan hamparan gemerlap

 

Tandus aroma kembara siasat dendam potensi

umpama renjana nalar optimis ketentuan bijaksana

kelindan optimis pertarungan jejak imitasi rindu

semburat konotasi tajam tempias sempurna menikam

pandangan jelita tabiat gugah arus panutan ironi

irama ketentuan sadar gelora panorama ruang elegi

 

Angkinang Selatan, 10 Maret 2026


Video : Hembusan Angin dan Hujan di Sekitaran MTsN 3 HSS

 Selasa, 10 Maret 2026

Suasana di sekitaran Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, saat hujan deras turun dengan hembusan angin, pada hari Selasa (10/03/2026) siang. (ahu)

Sejarah Kolam Jepang dan Timbuk Ril di Angkinang, Jejak Peninggalan Jepang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan

 Selasa, 10 Maret 2026

Kolam Jepang yang ada di bantaran sungai Angkinang, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. (ahu)

Jalan beraspal, yang dulu merupakan lintasan kereta api, kawasan ini sekarang disebut Timbuk Ril Angkinang, berada di Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. (ahu)

Angkinang, sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, menyimpan sejumlah cerita sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Di antara yang masih dikenal oleh masyarakat hingga sekarang adalah Kolam Jepang dan Timbuk Ril. Kedua tempat ini diyakini berkaitan dengan masa pendudukan Jepang di Indonesia sekitar tahun 1942–1945.

Di wilayah Angkinang terdapat sebuah kolam yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan Kolam Jepang. Berdasarkan cerita yang berkembang dari generasi ke generasi, kolam ini dibuat pada masa penjajahan Jepang.

Konon, kolam tersebut digunakan sebagai tempat penampungan air oleh tentara Jepang. Airnya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti mandi, mencuci, maupun kebutuhan sehari-hari bagi tentara dan pekerja yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Meskipun tidak banyak catatan tertulis yang tersisa, keberadaan kolam tersebut menjadi saksi bisu bahwa wilayah Angkinang juga pernah menjadi bagian dari aktivitas militer Jepang di masa perang.

Seiring berjalannya waktu, kolam ini kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk berbagai keperluan, bahkan ada yang menjadikannya sebagai kolam ikan atau sekadar tempat yang memiliki nilai sejarah lokal.

Selain Kolam Jepang, masyarakat Angkinang juga mengenal sebuah tempat yang disebut Timbuk Ril. Nama ini berasal dari kata rel, yang merujuk pada rel kereta api.

Menurut cerita masyarakat, pada masa pendudukan Jepang pernah dibangun jalur rel kereta api sederhana yang melintasi wilayah Angkinang. Jalur tersebut digunakan untuk mengangkut hasil tambang batubara dari daerah Mangunang menuju wilayah Nagara.

Rel kereta api tersebut membentang beberapa kilometer melewati wilayah Angkinang. Namun setelah masa penjajahan berakhir, rel tersebut tidak lagi digunakan dan akhirnya hilang seiring waktu. Besi rel kemungkinan diambil kembali atau dimanfaatkan untuk keperluan lain.

Kini, yang tersisa hanyalah nama Timbuk Ril yang masih dikenal oleh masyarakat sebagai penanda sebuah kawasan yang dahulu pernah dilalui jalur rel kereta api.

Kolam Jepang dan Timbuk Ril mungkin tidak tercatat dalam buku sejarah besar, namun keberadaannya tetap penting sebagai bagian dari sejarah lokal masyarakat Angkinang. Cerita-cerita yang diwariskan secara lisan menjadi pengingat bahwa daerah ini juga pernah mengalami masa-masa sulit pada zaman penjajahan.

Melalui tulisan dan dokumentasi sederhana, diharapkan kisah-kisah sejarah lokal seperti ini dapat terus dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (ahu)

Tarawih Malam ke 20 Ramadhan 1447 H di Langgar Al Kautsar

 Selasa, 10 Maret 2026

Saya mengikuti shalat Tarawih malam ke 20 Ramadhan 1447 H / 2026 M, di Langgar Al Kautsar, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kalimantan Selatan, pada hari Senin (09/03/2026) malam Selasa. Bertindak sebagai Imam H Mastur. Dengan pembaca Shalawat dan Doa ada Kaspul Madah dan Budi Nida. 

Posisi saya shaf depan kiri. Samping kanan H Suhaimi dan samping kiri Ipung. Pakaian  yang saya kenakan baju muslim putih, tapih hijau, dan kopiah hitam bermotif. Cuaca di luar Langgar Al Kautsar dalam keadaan cerah. Untuk berikutnya Imam shalat Tarawih malam Rabu di Langgar Al Kautsar berdasarkan jadwal adalah Paman Imun. (ahu)

Menengok Aktivitas Anak-Anak dan Remaja di Sekitaran Lapangan Dwi Warna Barabai

 Rabu, 11 Maret 2026 Menengok aktivitas warga masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, di sekitaran Lapangan Dwi Warna Barabai, Kabupaten ...