Jumat, 23 Januari 2026

Video : Jalan Semen di Depan Rumah di Desa Angkinang Selatan

 Jumat, 23 Januari 2026


Jalan semen yang ada di depan rumah saya, di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, pada hari Jumat (23/01/2026) sore. (ahu)

Kamis, 22 Januari 2026

Video : Ada Kucing di Teras Kelas VII E MTsN 3 HSS Jumat Pagi

 Jumat, 23 Januari 2026

Ada kucing di teras Kelas VII E MTsN 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), pada hari Jumat (23/01/2026) pagi. (ahu)

Di Atas Kayu Ulin yang Menua Kami Masih Bertaruh Langkah

 Jumat, 23 Januari 2026

Ada jalan yang setiap hari dilewati tanpa banyak kata, namun diam-diam menanggung beban harapan banyak orang. Jembatan kayu ulin di lingkungan MTsN 3 Hulu Sungai Selatan ini bukan sekadar penghubung dua sisi. Ia adalah nadi kecil yang mengalirkan kehidupan : langkah kaki para siswa madrasah yang mengejar ilmu, guru yang setia mengabdi, serta warga RT 3 Desa Angkinang Selatan yang saban hari melintas demi urusan hidup. 

Panjangnya sekitar 30 meter, lebarnya 5 meter. Angkanya mungkin terdengar biasa. Namun di atas bentangan kayu ulin yang kini mulai menua, setiap pijakan menyimpan kecemasan. Papan-papan yang lapuk, susunan yang tak lagi kokoh, seolah berbisik pelan: aku lelah, tapi masih bertahan

Jembatan ini terlalu vital untuk dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan. Ia tidak seharusnya menunggu cerita pilu terlebih dahulu untuk mendapat perhatian. Jangan sampai suara retak kayu lebih dulu terdengar, sebelum suara kepedulian datang dari pihak yang berkompeten di Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Merawat jembatan berarti menjaga keselamatan. Memperbaikinya berarti menyelamatkan masa depan— terutama bagi anak-anak madrasah yang setiap hari melintasinya dengan tas di punggung dan mimpi di kepala. Semoga ada tangan yang tergerak, sebelum jembatan ini benar-benar hanya tinggal kenangan. (ahu)

Kumpulan Puisi Akhmad Husaini Jumat Semakin Hebat

 Jumat, 23 Januari 2026

NURANI LANGGAM INTONASI SENARAI PENASTI PERJUANGAN

 

Kuntum segenap arus tajam langkah urgensi menggugah

senarai jarak lantang kicau makna sensasi peradaban

risau antusias gemerlap benalu hikayat ranum

lembah kenangan arus kuntum seloka kian sinis

makna pesona arus gelombang wibawa sempurna

dinamika lampau irama ketentuan sengkarut kelana

 

Nurani langgam intonasi senarai penasti perjuangan

lantang irama stigma panutan semburat bingkai

kultus utama potensi argumentasi ringkih ketentuan

ritus dimensi anomali prasangka upaya nalar

pualam perjalanan panjang lelah diri hakikat

jangkau kesetiaan sukma prahara penutan semua

iringan alur jelita penuh dengan warna setara

 

Himpitan anulir janji kesungguhan jejak panorama

gelisah derajat kelindan perangai cahaya senarai

dimensi urgensi riuh pantau dinamika perjuangan

cenderung kemilau lantang jelajah tirani senja

bentang perilaku ranum impian sengkarut sembilu

amsal langkah urgensi penasti potensi guramang

 

Umpama rasa rinai panutan ilusi belenggu

tendensi pongah seloka watak perangai sirna

terampil diri wajah sengkarut kelana obsesi

tekad kuat imajinasi lumrah dimensi antusias

suara langgam irama gugah panorama bingkai

ritus antusias selera wajah kontemplasi merangkai

 

Angkinang Selatan, 22 Januari 2026

...............................................

NOKTAH TENDENSI HIKAYAT PANORAMA HASRAT TERSAJI

 

Narasi kenangan sempurna akal tendensi upaya

senandung pualam arus tendensi intonasi maksud

potensi nyata hadir panutan kekuatan sungguh

ritus jejak perjalanan suasana kian terbuai sinis

rantai dinamika prasangka malam hakikat suara

pantau impian peraman lagu pongah senantiasa

 

Noktah tendensi hikayat panorama hasrat tersaji

siasat ritus waspada antusias guramang cahaya

tenteram derajat penuh tanya cerita seteru manis

umpama lampau kenangan sinar lembut ketentuan

angkuh diri kehebatan menerpa optimis memikat

dimensi ketentuan arus himbau kekuatan penuh warna

celah aroma realita tajam pesona sembilu obsesi

 

Dambaan sementara lantang perangai jiwa latah

makna cerita citra impian kekasih langgam pongah

lamunan cerita kinanti serpihan langkah menggugah

kuntum petang riang gemulai hadir wahana

jangkau nurani panorama imajinasi kelana

imitasi tirani makna gemilang sentimen senja

 

Gebalau panutan intim kekuatan senarai jelita

kehendak perbedaan memantik ketetapan penjuru

hambatan suara kian menangkis jejak menderu

fanatik puncak ketentuan tebaran jenuh menerpa

seteru realita stigma umpama wacana kilau sandera

kekal impian hadir firasat semburat lagu bahana

 

Angkinang Selatan, 22 Januari 2026

.....................................

DIMENSI REALITA DAMBAAN PANUTAN SELERA TERBATAS

 

Aturan lindap ketentuan upaya senarai antusias

beban kenangan penuh arti menikam obsesi selaras

cenderung imitasi makna tendensi purnama merajut

dimensi berjalan kekasih remang lindap poranda sinis

intim gebalau umpama sembilu kekasih optimis taktis

harapan terjal langgam kinanti arus pesona antusias

 

Dimensi realita dambaan panutan selera terbatas

gulana perjalanan penuh rengkuh realita seloka

hentak rasa anulir purnama sejahtera tuntas kinanti

impian derajat ranum intonasi ruang seteru

mencumbu antusias guramang sanubari penasti

jangkau niscaya lampau lumrah dimensi retas

kultus anomali rindu ranum sangka terbatas

 

Lantang sempurna wajah ritus ambisius melekat

belenggu intonasi sanubari membelai janji tekad

antusias remang gebalau setia seteru langkah jelita

umpama senarai perjuangan penuh dengan tahta

momentum dimensi prahara ketentuan lumrah

nurani wujud kasmaran taktis terjal semburat

 

Panorama pantas selera wajah konotasi membara

riuh rendah wacana ilusi panutan menikam sendu

silau pandangan gulana tajam ikatan penuh restu

langgam sukma cahaya penuh warna intonasi ambisi

takluk impian obsesi seloka tangguh firasat tentu

tuntas minat seteru kerinduan gelora ilusi harapan

 

Angkinang Selatan, 21 Januari 2026

Video : Genangan Air di Sawah Warga Desa Angkinang Selatan Jumat Pagi

 Jumat, 23 Januari 2026

Genangan air di persawahan milik warga, berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Jumat (23/01/2026) pagi. (ahu)

Kartu Undangan Walimah Perkawinan Halwa Hasnia Noor

 Jumat, 23 Januari 2026


Ada kartu undangan walimah perkawinan anak Ibu Hj Hatimah Rasyidah, yang diserahkan oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) Bapak H Obtain Hary Subagyo kepada saya, untuk diberitahukan kepada guru dan Tata Usaha madrasah, pada Selasa (20/01/2026) siang. 

Acaranya pada hari Ahad, 1 Februari 2026 di Rantawan, Gambah Luar, Kecamatan Kandangan, Kabupaten HSS. Seingat saya, kalau tak salah yang melangsungkan walimah tersebut dari pihak perempuannya, atas nama Halwa Hasnia Noor, adalah alumni MTsN 3 HSS angkatan Eka Agustia, Dessy Wulandari, Aysenna Anggraini, dan Fazrin Hairillah. (ahu)

Sawah di Desa Angkinang Selatan Baru Ditanami Padi

 Kamis, 22 Januari 2026



Sawah milik warga yang baru ditanami padi, di sekitaran Timbuk Ril Angkinang, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (21/01/2026) pagi. (ahu)

Update Seputar MTsN 3 Hulu Sungai Selatan

 Kamis, 22 Januari 2026


Ikuti terus update seputar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), pada hari Rabu (21/01/2026) siang. (ahu)

Belajar dari Akar : Mengapa Menunggu Itu Bagian dari Bertumbuh

 Kamis, 22 Januari 2026

Pernahkah kita sejenak berhenti dan memperhatikan sebuah pohon besar yang berdiri kokoh di tengah hutan? Seringkali kita hanya terpukau pada rimbun daunnya atau tinggi batangnya yang menjulang menantang langit. Namun, kita sering lupa bahwa kekuatan utamanya justru terletak pada bagian yang tidak terlihat : Akar. Sebatang pohon tidak tumbuh besar dalam semalam. Sebelum rantingnya berani menyentuh awan, akarnya telah lebih dulu bekerja keras di dalam kegelapan tanah. 

Ia menembus kerasnya bumi, mencari sumber air, dan memperkuat fondasi di tengah sunyi. Dalam perjalanan hidup, kita seringkali merasa sedang jalan di tempat. Kita merasa usaha yang kita lakukan belum membuahkan hasil, atau tulisan-tulisan yang kita buat belum banyak yang membaca. Namun, barangkali saat ini kita sedang berada di fase "akar". Kita tidak sedang berhenti. 

Kita sedang memperkuat fondasi. Kita sedang mengumpulkan keberanian dan ilmu agar saat waktunya tiba nanti, kita tidak mudah tumbang saat diterjang badai. Menulis pun demikian; setiap kata yang kita rangkai hari ini adalah cara kita memanjangkan akar agar pemikiran kita semakin dalam dan bijak. Jadi, jangan pernah merasa kecil hati jika hari ini masih terasa sunyi. Teruslah berkarya, teruslah menulis, dan teruslah bertumbuh dalam diam. 

Karena apa yang tumbuh dengan akar yang kuat, akan menghasilkan buah yang manis pada waktunya. Di fase kehidupan Anda saat ini, apakah Anda merasa sedang menjadi "akar" yang berjuang di bawah tanah, atau sudah menjadi "daun" yang mulai tumbuh menghijau? Saya sangat senang jika kita bisa saling menyapa dan berbagi inspirasi di kolom komentar di bawah ini. Mari kita jalin silaturahmi di Seloka Belantara. (ahu)

Pagi yang Mengajarkan Kita untuk Berhenti di Timbuk Ril Angkinang

 Kamis, 22 Januari 2026









Pagi itu, jalan kecil di kawasan Timbuk Ril Angkinang terbentang seperti ingatan yang belum selesai dibaca. Aspalnya sederhana, tak tergesa, mengajak siapa pun yang melangkah untuk menurunkan kecepatan—bukan hanya langkah kaki, tapi juga pikiran. Di kanan dan kiri, sawah membentang dalam genangan air yang memantulkan langit pucat, seolah alam sedang bercermin sebelum hari benar-benar dimulai. 

Pohon kelapa menjulang tenang, daun-daunnya berbisik pelan diterpa angin pagi. Di sela-sela batang pisang dan pematang sawah, kehidupan desa berdenyut tanpa suara keras. Tak ada klakson, tak ada hiruk-pikuk—yang ada hanya kesetiaan alam pada ritmenya sendiri. Di sinilah waktu terasa lebih manusiawi, tidak memaksa, tidak menuntut. 

Pada hari Rabu (21/01/2026) pagi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan ini menghadirkan kesadaran sederhana : bahwa keindahan tak selalu harus dicari jauh. Ia tumbuh diam-diam di kampung halaman, di jalan yang mungkin setiap hari dilalui, namun jarang benar-benar dipandangi. 

Timbuk Ril Angkinang mengajarkan bahwa tenang bukan berarti sepi, dan sunyi bukan berarti kosong. Di Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, alam seakan bersekongkol dengan pagi untuk mengingatkan kita—bahwa sebelum dunia menjadi terlalu bising, ada baiknya kita berhenti sejenak, menarik napas, dan mendengarkan belantara berbicara. (ahu)

Mulailah dengan Menulis

 Kamis, 22 Januari 2026

Kata-kata penggugah semangat menulis kali ini :  Mulailah dengan Menulis, saat berada di ruang Tata Usaha (TU) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), pada hari Rabu (21/01/2026) siang. (ahu)

Video : Jalan Semen di Depan Rumah di Desa Angkinang Selatan

 Jumat, 23 Januari 2026 Jalan semen yang ada di depan rumah saya, di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, pada hari Jumat (23/01/2026) sor...