Kamis, 9 Juli 2026
Saat ziarah di Makam Datu Taniran, yang berlokasi di sekitaran Desa Taniran Kubah, Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Ahad (21/06/2026) pagi. (ahu)
MELANGKAH DI JALAN, MENULIS DI HATI (Catatan Perjalanan, Renungan, dan Kisah Sederhana dari Sudut-Sudut Kehidupan)
Kamis, 9 Juli 2026
Saat ziarah di Makam Datu Taniran, yang berlokasi di sekitaran Desa Taniran Kubah, Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Ahad (21/06/2026) pagi. (ahu)
Kamis, 9 Juli 2026
Ada masa ketika seorang alim telah berpulang meninggalkan dunia, namun cahaya ilmu, keteladanan, dan perjuangannya tetap hidup di tengah umat. Demikianlah sosok Syekh H. Muhammad Thayyib (H. Sa'duddin), yang lebih dikenal masyarakat sebagai Datu Taniran. Hingga hari ini, nama beliau tetap dikenang dengan penuh hormat, sementara doa dan kecintaan masyarakat terus mengalir dari generasi ke generasi.
Insya Allah, dalam waktu dekat akan digelar Haul ke-166 (1448 H/2026 M) Datu Taniran, sebagai ikhtiar mengenang jasa seorang ulama yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan syiar Islam, membimbing umat, serta menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia di Hulu Sungai Selatan dan sekitarnya. Berdasarkan informasi yang diterima, rangkaian haul akan dilaksanakan dalam dua kesempatan.
Pertama, pada Senin malam, 20 Juli 2026, bertempat di Kubah Makam Datu Taniran, Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kemudian acara kedua akan dilaksanakan pada Selasa pagi, 21 Juli 2026, di Masjid As Sa'adah, Desa Taniran Kubah. Kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan wilayah sekitarnya.
Datang untuk bersilaturahmi, berdoa, serta mengambil berkah dari majelis yang penuh dengan lantunan zikir, pembacaan maulid, dan doa. Datu Taniran merupakan salah seorang ulama kharismatik yang memiliki peran penting dalam perjalanan dakwah Islam di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Keilmuan yang mendalam, ketawadhuan, serta kegigihan beliau dalam membimbing masyarakat telah meninggalkan jejak yang tidak lekang oleh waktu.
Keteladanan beliau terus menjadi inspirasi bagi umat untuk mencintai ilmu, memuliakan agama, dan memperbaiki diri. Beliau dilahirkan di Dalam Pagar, Martapura, sekitar tahun 1194 Hijriah / 1774 M, dan menghadap Allah SWT pada 5 Shafar 1278 Hijriah atau sekitar tahun 1858 Masehi. Walaupun raga telah lama berpisah dengan dunia, warisan ilmu dan amal salehnya masih terasa manfaatnya hingga sekarang. Haul bukan sekadar mengenang sejarah atau mengenang seorang tokoh besar.
Lebih dari itu, haul menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat meneladani para ulama sebagai pewaris para nabi. Dari mereka, kita belajar bahwa kemuliaan bukanlah pada banyaknya harta atau kedudukan, melainkan pada ilmu yang diamalkan, akhlak yang mulia, dan pengabdian yang tulus kepada Allah SWT serta kepada sesama manusia.
Semoga pelaksanaan Haul ke 166 Datu Taniran berlangsung dengan lancar, membawa keberkahan bagi seluruh jamaah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi wasilah bagi kita semua untuk semakin mencintai para ulama, meneladani perjuangan mereka, dan memperkokoh keimanan dalam menjalani kehidupan.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada para ulama yang telah mengajarkan ilmu dan membimbing umat. Jadikan kami termasuk orang-orang yang mampu mengambil hikmah dari kehidupan mereka, mengamalkan ilmu yang bermanfaat, serta memperoleh keberkahan melalui kecintaan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh. Aamiin. (ahu)
Kamis, 9 Juli 2026
Suasana di ruang Tata Usaha (TU) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Kamis (02/07/2026) pagi. (ahu)
Kamis, 9 Juli 2026
Kamis, 9 Juli 2026
Kamis, 9 Juli 2026
Kamis, 9 Juli 2026
Kamis, 9 Juli 2026
Kamis, 9 Juli 2026
Melihat suasana di area depan Stadion Murakata, yang ada di sekitaran Mandingin, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (08/07/2026) siang. Sebelum menyaksikan laga lanjutan babak perempat final turnamen sepakbola Bupati HST Cup Tahun 2026. Stadion ini berjarak sekitar 24 kilometer dari Desa Angkinang Selatan, tempat saya tinggal. (ahu)
Kamis, 9 Juli 2026
Rabu, 8 Juli 2026
Kamis, 9 Juli 2026 Saat ziarah di Makam Datu Taniran, yang berlokasi di sekitaran Desa Taniran Kubah, Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Sela...