Jumat, 23 Januari 2026
Seloka Belantara
MELANGKAH DI JALAN, MENULIS DI HATI (Catatan Perjalanan, Renungan, dan Kisah Sederhana dari Sudut-Sudut Kehidupan)
Jumat, 23 Januari 2026
Video : Jalan Semen di Depan Rumah di Desa Angkinang Selatan
Kamis, 22 Januari 2026
Video : Ada Kucing di Teras Kelas VII E MTsN 3 HSS Jumat Pagi
Jumat, 23 Januari 2026
Di Atas Kayu Ulin yang Menua Kami Masih Bertaruh Langkah
Jumat, 23 Januari 2026
Kumpulan Puisi Akhmad Husaini Jumat Semakin Hebat
Jumat, 23 Januari 2026
NURANI LANGGAM
INTONASI SENARAI PENASTI PERJUANGAN
Kuntum segenap arus
tajam langkah urgensi menggugah
senarai jarak lantang
kicau makna sensasi peradaban
risau antusias
gemerlap benalu hikayat ranum
lembah kenangan arus
kuntum seloka kian sinis
makna pesona arus
gelombang wibawa sempurna
dinamika lampau irama
ketentuan sengkarut kelana
Nurani langgam
intonasi senarai penasti perjuangan
lantang irama stigma
panutan semburat bingkai
kultus utama potensi
argumentasi ringkih ketentuan
ritus dimensi anomali
prasangka upaya nalar
pualam perjalanan
panjang lelah diri hakikat
jangkau kesetiaan
sukma prahara penutan semua
iringan alur jelita
penuh dengan warna setara
Himpitan anulir janji
kesungguhan jejak panorama
gelisah derajat
kelindan perangai cahaya senarai
dimensi urgensi riuh
pantau dinamika perjuangan
cenderung kemilau
lantang jelajah tirani senja
bentang perilaku
ranum impian sengkarut sembilu
amsal langkah urgensi
penasti potensi guramang
Umpama rasa rinai
panutan ilusi belenggu
tendensi pongah
seloka watak perangai sirna
terampil diri wajah
sengkarut kelana obsesi
tekad kuat imajinasi
lumrah dimensi antusias
suara langgam irama
gugah panorama bingkai
ritus antusias selera
wajah kontemplasi merangkai
Angkinang Selatan, 22
Januari 2026
...............................................
NOKTAH TENDENSI
HIKAYAT PANORAMA HASRAT TERSAJI
Narasi kenangan
sempurna akal tendensi upaya
senandung pualam arus
tendensi intonasi maksud
potensi nyata hadir
panutan kekuatan sungguh
ritus jejak
perjalanan suasana kian terbuai sinis
rantai dinamika
prasangka malam hakikat suara
pantau impian peraman
lagu pongah senantiasa
Noktah tendensi
hikayat panorama hasrat tersaji
siasat ritus waspada
antusias guramang cahaya
tenteram derajat
penuh tanya cerita seteru manis
umpama lampau
kenangan sinar lembut ketentuan
angkuh diri kehebatan
menerpa optimis memikat
dimensi ketentuan
arus himbau kekuatan penuh warna
celah aroma realita
tajam pesona sembilu obsesi
Dambaan sementara
lantang perangai jiwa latah
makna cerita citra
impian kekasih langgam pongah
lamunan cerita
kinanti serpihan langkah menggugah
kuntum petang riang
gemulai hadir wahana
jangkau nurani
panorama imajinasi kelana
imitasi tirani makna
gemilang sentimen senja
Gebalau panutan intim
kekuatan senarai jelita
kehendak perbedaan
memantik ketetapan penjuru
hambatan suara kian
menangkis jejak menderu
fanatik puncak
ketentuan tebaran jenuh menerpa
seteru realita stigma
umpama wacana kilau sandera
kekal impian hadir
firasat semburat lagu bahana
Angkinang Selatan, 22
Januari 2026
.....................................
DIMENSI REALITA
DAMBAAN PANUTAN SELERA TERBATAS
Aturan lindap
ketentuan upaya senarai antusias
beban kenangan penuh
arti menikam obsesi selaras
cenderung imitasi
makna tendensi purnama merajut
dimensi berjalan
kekasih remang lindap poranda sinis
intim gebalau umpama
sembilu kekasih optimis taktis
harapan terjal
langgam kinanti arus pesona antusias
Dimensi realita
dambaan panutan selera terbatas
gulana perjalanan
penuh rengkuh realita seloka
hentak rasa anulir
purnama sejahtera tuntas kinanti
impian derajat ranum
intonasi ruang seteru
mencumbu antusias
guramang sanubari penasti
jangkau niscaya
lampau lumrah dimensi retas
kultus anomali rindu
ranum sangka terbatas
Lantang sempurna
wajah ritus ambisius melekat
belenggu intonasi
sanubari membelai janji tekad
antusias remang
gebalau setia seteru langkah jelita
umpama senarai
perjuangan penuh dengan tahta
momentum dimensi
prahara ketentuan lumrah
nurani wujud kasmaran
taktis terjal semburat
Panorama pantas
selera wajah konotasi membara
riuh rendah wacana
ilusi panutan menikam sendu
silau pandangan
gulana tajam ikatan penuh restu
langgam sukma cahaya
penuh warna intonasi ambisi
takluk impian obsesi
seloka tangguh firasat tentu
tuntas minat seteru
kerinduan gelora ilusi harapan
Angkinang Selatan, 21 Januari 2026
Video : Genangan Air di Sawah Warga Desa Angkinang Selatan Jumat Pagi
Jumat, 23 Januari 2026
Kartu Undangan Walimah Perkawinan Halwa Hasnia Noor
Jumat, 23 Januari 2026
Ada kartu undangan walimah perkawinan anak Ibu Hj Hatimah Rasyidah, yang diserahkan oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) Bapak H Obtain Hary Subagyo kepada saya, untuk diberitahukan kepada guru dan Tata Usaha madrasah, pada Selasa (20/01/2026) siang.
Acaranya pada hari Ahad, 1 Februari 2026 di Rantawan, Gambah Luar, Kecamatan Kandangan, Kabupaten HSS. Seingat saya, kalau tak salah yang melangsungkan walimah tersebut dari pihak perempuannya, atas nama Halwa Hasnia Noor, adalah alumni MTsN 3 HSS angkatan Eka Agustia, Dessy Wulandari, Aysenna Anggraini, dan Fazrin Hairillah. (ahu)
Sawah di Desa Angkinang Selatan Baru Ditanami Padi
Kamis, 22 Januari 2026
Sawah milik warga yang baru ditanami padi, di sekitaran Timbuk Ril Angkinang, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (21/01/2026) pagi. (ahu)
Update Seputar MTsN 3 Hulu Sungai Selatan
Kamis, 22 Januari 2026
Ikuti terus update seputar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), pada hari Rabu (21/01/2026) siang. (ahu)
Belajar dari Akar : Mengapa Menunggu Itu Bagian dari Bertumbuh
Pernahkah kita sejenak berhenti dan memperhatikan sebuah pohon besar yang berdiri kokoh di tengah hutan? Seringkali kita hanya terpukau pada rimbun daunnya atau tinggi batangnya yang menjulang menantang langit. Namun, kita sering lupa bahwa kekuatan utamanya justru terletak pada bagian yang tidak terlihat : Akar. Sebatang pohon tidak tumbuh besar dalam semalam. Sebelum rantingnya berani menyentuh awan, akarnya telah lebih dulu bekerja keras di dalam kegelapan tanah.
Ia menembus kerasnya bumi, mencari sumber air, dan memperkuat fondasi di tengah sunyi. Dalam perjalanan hidup, kita seringkali merasa sedang jalan di tempat. Kita merasa usaha yang kita lakukan belum membuahkan hasil, atau tulisan-tulisan yang kita buat belum banyak yang membaca. Namun, barangkali saat ini kita sedang berada di fase "akar". Kita tidak sedang berhenti.
Kita sedang memperkuat fondasi. Kita sedang mengumpulkan keberanian dan ilmu agar saat waktunya tiba nanti, kita tidak mudah tumbang saat diterjang badai. Menulis pun demikian; setiap kata yang kita rangkai hari ini adalah cara kita memanjangkan akar agar pemikiran kita semakin dalam dan bijak. Jadi, jangan pernah merasa kecil hati jika hari ini masih terasa sunyi. Teruslah berkarya, teruslah menulis, dan teruslah bertumbuh dalam diam.
Karena apa yang tumbuh dengan akar yang kuat, akan menghasilkan buah yang manis pada waktunya. Di fase kehidupan Anda saat ini, apakah Anda merasa sedang menjadi "akar" yang berjuang di bawah tanah, atau sudah menjadi "daun" yang mulai tumbuh menghijau? Saya sangat senang jika kita bisa saling menyapa dan berbagi inspirasi di kolom komentar di bawah ini. Mari kita jalin silaturahmi di Seloka Belantara. (ahu)
Pagi yang Mengajarkan Kita untuk Berhenti di Timbuk Ril Angkinang
Kamis, 22 Januari 2026
Pagi itu, jalan kecil di kawasan Timbuk Ril Angkinang terbentang seperti ingatan yang belum selesai dibaca. Aspalnya sederhana, tak tergesa, mengajak siapa pun yang melangkah untuk menurunkan kecepatan—bukan hanya langkah kaki, tapi juga pikiran. Di kanan dan kiri, sawah membentang dalam genangan air yang memantulkan langit pucat, seolah alam sedang bercermin sebelum hari benar-benar dimulai.
Pohon kelapa menjulang tenang, daun-daunnya berbisik pelan diterpa angin pagi. Di sela-sela batang pisang dan pematang sawah, kehidupan desa berdenyut tanpa suara keras. Tak ada klakson, tak ada hiruk-pikuk—yang ada hanya kesetiaan alam pada ritmenya sendiri. Di sinilah waktu terasa lebih manusiawi, tidak memaksa, tidak menuntut.
Pada hari Rabu (21/01/2026) pagi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan ini menghadirkan kesadaran sederhana : bahwa keindahan tak selalu harus dicari jauh. Ia tumbuh diam-diam di kampung halaman, di jalan yang mungkin setiap hari dilalui, namun jarang benar-benar dipandangi.
Timbuk Ril Angkinang mengajarkan bahwa tenang bukan berarti sepi, dan sunyi bukan berarti kosong. Di Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, alam seakan bersekongkol dengan pagi untuk mengingatkan kita—bahwa sebelum dunia menjadi terlalu bising, ada baiknya kita berhenti sejenak, menarik napas, dan mendengarkan belantara berbicara. (ahu)
Mulailah dengan Menulis
Kamis, 22 Januari 2026
Kata-kata penggugah semangat menulis kali ini : Mulailah dengan Menulis, saat berada di ruang Tata Usaha (TU) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), pada hari Rabu (21/01/2026) siang. (ahu)
Video : Jalan Semen di Depan Rumah di Desa Angkinang Selatan
Jumat, 23 Januari 2026 Jalan semen yang ada di depan rumah saya, di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, pada hari Jumat (23/01/2026) sor...
-
Sabtu, 9 November 2024 KH Fakhruddin Nur berasal dari Kuala Tungkal, Provinsi Jambi. Biasa disebut juga Guru Tungkal. Materi ceramahnya men...
-
Sabtu, 30 Maret 2013 Selain ketupat dan dodol, apabila menyebut nama daerah pahuluan, khususnya Kandangan, sejurus tentu terbayang kes...


















