Jumat, 06 November 2026

Keceriaan Siswa MTsN 3 HSS Suatu Sore

 Sabtu, 7 November 2026

Keceriaan siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (04/11/2026) sore. (ahu)

Suatu Pagi di Jembatan Paliwara Amuntai

 Sabtu, 7 November 2026











Jembatan Paliwara, yang ada di sekitaran kota Amuntai, Kabupaten Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, pada hari Sabtu (31/10/2026) pagi. (ahu)

Kamis, 05 November 2026

Tempat Pelaksanaan ASKS XXIII Tahun 2026 di Kabupaten HSU

 Kamis, 5 Oktober 2026




















Tempat pelaksanaan Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XXIII Tahun 2026 di kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, pada hari Sabtu (31/10/2026) pagi. (ahu)

Rabu, 04 November 2026

Siswa MTsN 3 HSS Jago Membuat Cerpen

 Kamis, 5 November 2026







Noor Halisa Salsabila, siswa Kelas VII E Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), yang jago membuat cerpen, saat berada di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) madrasah, berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Kamis (05/11/2026) pagi. (ahu)

Di Balik Kanvas Hijau : Dedikasi Gusti Masdi, Sang Pelukis yang Tak Pernah Berhenti

 Kamis, 5 November 2026










Pagi itu, Kamis (05/11/2026), di sebuah sudut yang teduh di Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. Di antara lalu-lalang kendaraan dan obrolan pengunjung Warung Gaza Palestina, ada ketenangan lain yang sedang diciptakan. 

Seorang lelaki dengan topi pet kotak-kotak dan kacamata yang sedikit melorot, duduk khusyuk. Kaos putih sederhana, celana jeans yang robek di lutut — bukan karena gaya, tapi karena jejak waktu dan kerja keras. 

Di hadapannya, bukan piring saji, melainkan kanvas. Itulah Gusti Masdi, seniman lukis asal Kabupaten HSS yang hingga hari ini masih setia menjaga nyala paletnya. 

Saya menghampirinya saat ia sedang menyelesaikan sapuan terakhir pada lukisannya. Sebuah pemandangan yang sangat familiar bagi kita, orang Banua: hamparan sawah hijau yang membentang luas, dibatasi galur sungai kecil dan langit biru berawan khas musim penghujan. 

Lukisan itu seolah bukan sekadar gambar, melainkan jendela yang mengajak kita menghirup udara persawahan di HSS. Di meja kerjanya yang sederhana — beralas motif bebatuan sungai — berserakan saksi bisu proses kreatifnya. 

Dua toples cat akrilik warna kuning dan cokelat tanah masih terbuka, kuas kecil menari di antara jarinya, sebuah ponsel yang menampilkan referensi, dan kacamata cadangan yang tergeletak. Semua terlihat apa adanya, jujur, dan sangat merakyat. Seperti senimannya sendiri. 

Gusti Masdi bukanlah pelukis yang menunggu galeri megah. Bagi beliau, galeri terbaik adalah tempat usahanya sendiri, Warung Gaza Palestina. Di sinilah dua kecintaannya bertemu: meracik kopi untuk warga dan meracik warna untuk jiwa. 

Sambil menunggu warung, ia terus berkarya. Tak ada alasan untuk berhenti. Melukis itu seperti bernapas. Kalau kita cinta Banua, ya kita lukis Banua. Begitu kira-kira semangat yang terpancar dari gerak tangannya yang tenang namun pasti. 

Di tengah gempuran seni digital yang serba instan, sosok seperti Gusti Masdi adalah oase. Ia mengingatkan kita bahwa seni lukis manual masih punya ruh. 

Bahwa keindahan sawah di Angkinang, langit biru di Bakarung, dan pepohonan nyiur di kejauhan, layak untuk diabadikan dengan tangan, bukan hanya dengan filter kamera. 

Dari sudut warung di Bakarung pagi ini, kita belajar satu hal: seniman sejati tidak butuh panggung yang besar. Ia hanya butuh kanvas, sedikit warna, dan hati yang masih mau melihat keindahan di sekitarnya. Gusti Masdi masih di sana. Masih melukis. Masih setia. (ahu)

Puisi AHU : Pernyataan Tekad Bulat Pengaruh Keadaan Semburat

 Kamis, 5 November 2026

Gemilang lengkap wibawa arus pengaruh pengabdian

ide cerita membangun kenangan lama etika logis

ilusi gemulai lambang pualam ketentuan penuh warna

catatan panjang kisah kekasih antusias gemerlap

dimensi renungan taktis arus kembara ketentuan nyata

sejarah pilar utama kehidupan penuh merona cahaya

 

Pernyataan tekad bulat pengaruh keadaan semburat

melayang terbang kenangan beda maksud merintih

tumpuan hidup angkuh senantiasa etalase gemerlap

kenangan luka derai remang kekuatan bimbang

tulus pengabdian perjalanan arus antusias komitmen

serpihan waktu dinamika sempurna cahaya batas

korelasi perjuangan senyap menikam wacana sadar

 

Terbang logika persepsi kelindan nalar membingkai

potensi arus suara panutan tendensi ruang kosong

terus terbang jauh memikat tirani poros seteru

segenap sunyi lampau kumandang ritmis melankolis

lagu kebenaran seteru kembara sugesti sembilu nalar

nalar stigma aroma perjalanan penuh poranda

 

Puncak kehendak melebihi upaya perbedaan

teguh harapan senyap derita perjalanan optimis

selalu bangga dengan kesadaran tentang nyata

fanatik jiwa ragam kekuatan impian ornamen

memikat sumpah kemampuan bebas target

kesungguhan nyata arus ketentuan benalu tajam

 

Angkinang Selatan, 4 November 2026

Puisi AHU : Gempita Ironi Lindap Antusias Purnama Perjuangan

 Kamis, 5 November 2026

Stigma luruh perjalanan obsesi batas takluk

bermula kinanti remang senyap perjuangan teladan

tendensi pamrih asumsi ketentuan bahtera stigma

wajah kinanti ritmis seteru remang gejolak irama

sudut irama ketentuan penuh luka seteru dilematis

ketentuan bijaksana kembara pamrih merintih manis

 

Gempita ironi lindap antusias purnama perjuangan

sunyi semampai teguh puncak harapan restu dedikasi

lindap lentera malam senyap antusias pengaruh

lelakon maksud tujuan panorama sendu gemuruh

lelucon diri menikam pandangan sentimen tandus

kenangan rindu panorama senandung biru

langkah dinamika piawai jejak arus tulus membelai

 

Warna kehidupan dimensi ruang perjuangan panjang

imitasi pualam jejak pengaruh jarak bimbang

konotasi riuh antusias gemilang cahaya bintang

mementang sejuta langgam penuh karisma

lampau kenangan isyarat perangai restu

tendensi remang celah upaya nostalgia ragam

 

Senyap panorama gemerlap harapan tuntas

janji tangguh pesona lembah gerimis

terjang membelai anulir jelita kian pantas

irama kekuatan penuh dengan cinta menderita

upaya semesta jejak tanggap pesona kultus

mengulang renjana pesta antusias sinis

 

Angkinang Selatan, 4 November 2026

Keceriaan Siswa MTsN 3 HSS Suatu Sore

 Sabtu, 7 November 2026 Keceriaan siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran RT 3...