Senin, 09 Maret 2026

Sejarah Kolam Jepang dan Timbuk Ril di Angkinang, Jejak Peninggalan Jepang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan

 Selasa, 10 Maret 2026

Kolam Jepang yang ada di bantaran sungai Angkinang, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. (ahu)

Jalan beraspal, yang dulu merupakan lintasan kereta api, kawasan ini sekarang disebut Timbuk Ril Angkinang, berada di Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. (ahu)

Angkinang, sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, menyimpan sejumlah cerita sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Di antara yang masih dikenal oleh masyarakat hingga sekarang adalah Kolam Jepang dan Timbuk Ril. Kedua tempat ini diyakini berkaitan dengan masa pendudukan Jepang di Indonesia sekitar tahun 1942–1945.

Di wilayah Angkinang terdapat sebuah kolam yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan Kolam Jepang. Berdasarkan cerita yang berkembang dari generasi ke generasi, kolam ini dibuat pada masa penjajahan Jepang.

Konon, kolam tersebut digunakan sebagai tempat penampungan air oleh tentara Jepang. Airnya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti mandi, mencuci, maupun kebutuhan sehari-hari bagi tentara dan pekerja yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Meskipun tidak banyak catatan tertulis yang tersisa, keberadaan kolam tersebut menjadi saksi bisu bahwa wilayah Angkinang juga pernah menjadi bagian dari aktivitas militer Jepang di masa perang.

Seiring berjalannya waktu, kolam ini kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk berbagai keperluan, bahkan ada yang menjadikannya sebagai kolam ikan atau sekadar tempat yang memiliki nilai sejarah lokal.

Selain Kolam Jepang, masyarakat Angkinang juga mengenal sebuah tempat yang disebut Timbuk Ril. Nama ini berasal dari kata rel, yang merujuk pada rel kereta api.

Menurut cerita masyarakat, pada masa pendudukan Jepang pernah dibangun jalur rel kereta api sederhana yang melintasi wilayah Angkinang. Jalur tersebut digunakan untuk mengangkut hasil tambang batubara dari daerah Mangunang menuju wilayah Nagara.

Rel kereta api tersebut membentang beberapa kilometer melewati wilayah Angkinang. Namun setelah masa penjajahan berakhir, rel tersebut tidak lagi digunakan dan akhirnya hilang seiring waktu. Besi rel kemungkinan diambil kembali atau dimanfaatkan untuk keperluan lain.

Kini, yang tersisa hanyalah nama Timbuk Ril yang masih dikenal oleh masyarakat sebagai penanda sebuah kawasan yang dahulu pernah dilalui jalur rel kereta api.

Kolam Jepang dan Timbuk Ril mungkin tidak tercatat dalam buku sejarah besar, namun keberadaannya tetap penting sebagai bagian dari sejarah lokal masyarakat Angkinang. Cerita-cerita yang diwariskan secara lisan menjadi pengingat bahwa daerah ini juga pernah mengalami masa-masa sulit pada zaman penjajahan.

Melalui tulisan dan dokumentasi sederhana, diharapkan kisah-kisah sejarah lokal seperti ini dapat terus dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (ahu)

Tarawih Malam ke 20 Ramadhan 1447 H di Langgar Al Kautsar

 Selasa, 10 Maret 2026

Saya mengikuti shalat Tarawih malam ke 20 Ramadhan 1447 H / 2026 M, di Langgar Al Kautsar, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kalimantan Selatan, pada hari Senin (09/03/2026) malam Selasa. Bertindak sebagai Imam H Mastur. Dengan pembaca Shalawat dan Doa ada Kaspul Madah dan Budi Nida. 

Posisi saya shaf depan kiri. Samping kanan H Suhaimi dan samping kiri Ipung. Pakaian  yang saya kenakan baju muslim putih, tapih hijau, dan kopiah hitam bermotif. Cuaca di luar Langgar Al Kautsar dalam keadaan cerah. Untuk berikutnya Imam shalat Tarawih malam Rabu di Langgar Al Kautsar berdasarkan jadwal adalah Paman Imun. (ahu)

Suatu Pagi di Ruang Tata Usaha MTsN 3 HSS

 Selasa, 10 Maret 2026

Suasana di ruang Tata Usaha MTsN 3 HSS, yang ada di RT 3 Desa Angkinang Selatan. (ahu)



Beginilah suasana di ruang Tata Usaha (TU) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (03/03/2026) pagi. (ahu)

Siswa MTsN 3 HSS Mengikuti Gladi Bersih TKA Tahun 2026

 Selasa, 10 Maret 2026

Siswa MTsN 3 HSS mengikuti Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026, di ruang Laboratorium Komputer madrasah, pada hari Senin (10/03/2026) pagi. (ahu)






Siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) Tahun Pelajaran 2025/2026, mengikuti Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di ruang Laboratorium Komputer madrasah, berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Senin (09/03/2026) pagi. (ahu)

Murid Kelas VI Pendaftar di MTsN 3 HSS Suatu Pagi

 Selasa, 10 Maret 2026




Murid Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) / Sekolah Dasar (SD) pendaftar Penerimaan Murid Baru Madarasah (PMBM) MTsN 3 HSS Tahun Pelajaran 2026/2027, berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (03/03/2026) pagi. (ahu)

Kondisi Jembatan Kayu Ulin MTsN 3 HSS Perlu Perhatian Serius

 Selasa, 10 Maret 2026





Beginilah kondisi jembatan kayu ulin Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (03/03/2026) pagi. Perlu perhatian serius untuk diperbaiki atau dibangun baru, demi kenyamanan dan keamanan warga madrasah dan warga Desa Angkinang Selatan yang melewatinya saban hari. (ahu)

Puisi AHU : Potensi Senyap Realita Antusias Gemulai Bahtera

 Selasa, 10 Maret 2026

Cenderung umpama hadir nalar wibawa kian seteru menderu

dimensi ruang kesumat derajat hakikat urgensi poranda

gelisah resah kasmaran pelita stigma arus penuh kembara

hasrat hati tumpuan cerita silam membara arti konotasi

ihwal senandung kecamuk himpitan penuh optimis kenduri

jangkau kemampuan helai prasangka tajam sengketa

 

Potensi senyap realita antusias gemulai bahtera

retas kemampuan optimis sanggup membawa cerita

tebaran makna stigma konotasi irama nisbi ketentuan

sugesti remang prasangka sugesti makna tipis rinai

remang panutan seteru perjuangan intonasi kembara

potensi takjub wacana kian rekah gemerlap cahaya

langgam arus kencana tempias sinis membalut

 

Tendensi ruang perisai gelimang sanubari sangka

poros ilusi gelap pandangan semampai gemilang

tempias harapan senandung kian membuncah

perjuangan panjang imajinasi ruang kosong

lencana sembilu lanjutan fanatik puncak sederhana

diam bahana gelisah asumsi tendensi obsesi jelita

 

Gemerlap lamunan potensi remang gempita latah

tempias nyata senyuman panutan optimis kalbu

wacana rinai ketentuan imajinasi optimis gelora

tajam pandangan gemerlap taktik semburat makna

angan kembara segitiga arus stigma gemulai sangka

terbang jauh kemungkinan senyap penuh dendam

 

Angkinang Selatan, 9 Maret 2026


Puisi AHU : Gebalau Menyapa Histeria Redup Komitmen Nyata

 Selasa, 10 Maret 2026

Antusias kembara rindu wacana seloka panutan

belenggu remang pujangga etalase ranum harapan

langgam isyarat ketentuan bahana lestari terbatas selera

sempurna tendensi senyap pongah mengurai membara

cenderung lamunan poros kembara nalar impian stigma

dendam kemampuan sangka pemantik lindap etalase

 

Gebalau menyapa histeria redup komitmen nyata

hunjam panutan semburat remang petualangan gempita

intim perasaan jangkau suara perjuangan langkah

jelita panutan siasat diri pertarungan penuh sentak

lelakon rindu antusias gemerlap perangai langgam

dinamika potensi upaya terjang ketentuan perdaya

dimensi ruang kosong perangai tangguh upaya

 

Langkah pelanjut pendam reaksi gerutu makna

urgensi puncak temaram gemilang wewenang

gelora kenangan terus menjauh luruh restu senang

anulir semampai perpaduan hanyut kemestian luruh

reaksi diri arus pelanjut imajinasi semburat

sandaran waktu konotasi tempias ritual janji pasti

 

Tangguh komitmen senarai langgam fanatik

arus hegemoni siasat silang sengketa prasangka

rembulan kenangan sangkut paut merintih sinis

poranda piawai jejak kinanti upaya langgam arus

terus berjalan sepenuh mungkin tajam menyerta

dilematis kasmaran upaya tangguh fantasi jejak

 

Angkinang Selatan, 9 Maret 2026


Puisi AHU : Gempita Wahana Nafiri Jingga Lantang Gemulai

 Selasa, 10 Maret 2026

Potensi gemerlap guramang lambang dinamika restu

sanubari panutan jejak prasangka naluri tendensi

tnutas gelora kenangan statis gebalau risau maksud

umpama senja temaram nyanyian ketentuan serentak

urgensi sinis batas klasik penuh tenteram majemuk

kisah tulus lantang kiambang bangga penuh lumrah

 

Gempita wahana nafiri jingga lantang gemulai

pendam jelita pualam maksud tirani persetujuan

tajam perjalanan pusara ihwal kelana makna teratai

piawai kemudi tinggi ketentuan semampai laju ambisi

merasuk kenangan panjang silam ketentuan samar

kemungkinan maksud tanpa ada dendam merajut

sudut kegelisahan murni himpitan sadar membelai

 

Jiwa kembara remang gembala senandung lestari

ambisi nurani tinggi stigma fantasi jejak kondisi

arus bangkit cahaya semburat ironi perlawanan

belenggu panjang ritmis aturan sempurna jelita

cemburu derajat wacana melankolis realita tahta

besar harapan penantian panjang gejolak rasa

 

Panutan diri rinai kasmaran antusias silsilah tajam

gemilang takluk gejolak semarak kesungguhan

ruang kecamuk senyap bahana pamrih ikatan

suasana dedikasi gemulai obsesi upaya guramang

gempita makna tajam arus perjuangan stigma

hegemoni kekasih tujuan panorama genggam

 

Angkinang Selatan, 9 Maret 2026


Puisi AHU : Upaya Remang Membara Langgam Cahaya Pasrah

 Selasa, 10 Maret 2026

Dinamika ranum perjuangan langkah dimensi gemilang

gigih remang lantunan jejak kondisi kian fanatik

himpitan tendensi arus tajam kenangan memantik

intim suara remang pesona cahaya lindap momentum

jarak pesona aturan lumrah wajah gelisah tumpah restu

imitasi ruang lampau dinamika ruang perjuangan

 

Upaya remang membara langgam cahaya pasrah

semburat lantang fantasi igau ilusi panorama senarai

dedikasi irama lembut cerita poranda ambisi sinis

cerita guramang lagu tipis cahaya tirani bungkam

jangkau ambisi sukma perdaya lampau semburat

kelindan panutan seteru pongah membara latah

perdaya umpama saling seteru poranda gugah

 

Janji takjub sentimen langgam jejak mengulang

aturan wacana selera arus gemerlap jiwa satu

semampai pamrih konotasi takjub sandaran

tuntas dinamika jalan kelindan wewenang

senarai lagu cerita dendam imajinasi pualam

ritus lampau dilematis puncak seteru terbang

 

Pualam kekasih panorama celah kian gamang

nurani pongah aturan lindap bentang optimis

setia ujung penantian pasrah imajinasi menangkis

fanatik tajam urgensi kisah sembilu antusias

realita menghunjam kesungguhan derita elegi

makna tinggi hati panutan selera gerimis

 

Angkinang Selatan, 10 Maret 2026


Senin Pagi Murid Kelas VI Antar Berkas PMBM MTsN 3 HSS Tahun Pelajaran 2026/2027

 Selasa, 10 Maret 2026

Pendaftar Nomor 067 saat mengantar berkas PMBM MTsN 3 HSS Tahun Pelajaran 2026/2027. (ahu)



Murid Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) / Sekolah Dasar (SD) pendaftar Nomor 067, mengantar berkas Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) madrasah, berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Senin (09/03/2026) pagi. (ahu)

Sejarah Kolam Jepang dan Timbuk Ril di Angkinang, Jejak Peninggalan Jepang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan

 Selasa, 10 Maret 2026 Kolam Jepang yang ada di bantaran sungai Angkinang, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Ang...