Selasa, 08 September 2026

Penerimaan Iuran Serikat Kematian Langgar Al Kautsar untuk Masitah binti Salamat

 Rabu, 9 September 2026





Suasana saat penerimaan iuran Serikat Kematian Langgar Al Kautsar dari anggota untuk almarhumah Masitah binti Salamat, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (08/09/2026) pagi. (ahu)

Di Balik Pelaksanaan Upacara Bendera : Pesan Amanah, Kesehatan, dan Mimpi Anak-Anak MTsN 3 HSS

 Rabu, 9 September 2026


Pada hari Senin (07/09/2026)  pagi itu, halaman Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) tampak dipenuhi barisan siswa. Seragam putih dan atribut lengkap mereka berdiri rapi, menghadap tiang bendera. 

Suasana upacara berlangsung khidmat, meski udara pagi terasa berbeda karena kabut asap yang belakangan menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Di bawah langit pagi yang teduh, Sang Merah Putih berkibar. 

Di hadapan para siswa, guru dan tenaga kependidikan, terselip sebuah pesan sederhana, tetapi begitu penting: pendidikan bukan hanya tentang mengejar nilai, melainkan juga tentang membangun karakter, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan diri untuk masa depan. 

Upacara bendera dilaksanakan pada Senin (070/9/2026) pagi di MTsN 3 Hulu Sungai Selatan, yang berlokasi di sekitaran Jalan A Yani Km 7,5, Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. 

Pada kesempatan tersebut, bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Tata Usaha MTsN 3 Hulu Sungai Selatan, Ibu Hj Mariah. Bagi Ibu Hj Mariah, upacara pagi itu menjadi salah satu momen berharga setelah dirinya mendapatkan amanah baru. 

Ia baru saja dilantik beberapa hari sebelumnya sebagai Kepala Tata Usaha MTsN 3 Hulu Sungai Selatan. Amanah baru tentu bukan sekadar perubahan jabatan. Di dalamnya terdapat tanggung jawab, proses belajar, sekaligus kesempatan untuk mengenal lebih jauh berbagai hal tentang madrasah dan seluruh dinamika yang ada di dalamnya. 

Setiap amanah selalu datang bersama tanggung jawab. Dan setiap tanggung jawab membutuhkan kemauan untuk terus belajar. Pesan itulah yang terasa dalam amanat yang disampaikan di hadapan para siswa. 

Sebagai seorang yang baru mengemban tugas, Ibu Hj Mariah menyampaikan bahwa dirinya masih harus banyak belajar tentang berbagai hal seputar madrasah. Sebuah sikap yang justru menunjukkan bahwa dalam dunia pendidikan, tidak ada kata berhenti untuk belajar, baik bagi siswa maupun bagi orang dewasa yang berada di dalamnya. 

Di tengah suasana musim kabut asap yang terjadi belakangan ini, kesehatan para siswa juga menjadi perhatian. Kepada seluruh peserta didik, Ibu Hj Mariah berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan. Pesan tersebut mungkin terdengar sederhana. 

Namun bagi anak-anak yang setiap hari datang ke madrasah untuk belajar, kesehatan adalah modal utama. Bagaimana mungkin seseorang dapat belajar dengan baik jika tubuhnya tidak sehat Bagaimana mungkin cita-cita dapat dikejar jika kesehatan diabaikan ? 

Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya urusan orang tua. Para siswa pun perlu belajar bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Musim kabut asap mengajarkan satu hal penting: ada kalanya kita harus berhenti sejenak, menjaga diri, lalu kembali melangkah dengan lebih kuat. 

Yang menarik dari pemandangan pagi itu adalah barisan panjang para siswa. Mereka berdiri dengan seragam putih, sebagian mengenakan peci, sementara para siswi tampak mengenakan busana muslimah. Wajah-wajah muda itu mungkin terlihat sederhana. 

Namun sesungguhnya, di balik barisan tersebut tersimpan begitu banyak mimpi. Ada yang kelak ingin menjadi guru. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, polisi, tentara, pengusaha, ulama, teknisi, pegawai, atau profesi lainnya. Ada pula yang mungkin belum tahu akan menjadi apa.  

Dan itu tidak masalah. Sebab tugas mereka hari ini bukanlah sudah mengetahui seluruh jalan kehidupan, melainkan terus belajar dan mempersiapkan diri untuk menapaki jalan tersebut. Dari halaman madrasah inilah, sedikit demi sedikit, masa depan itu sedang dibentuk. 

Setiap pelajaran yang diterima. Setiap nasihat guru. Setiap kedisiplinan dalam mengikuti upacara. Setiap kewajiban yang dilakukan. Semuanya adalah bagian dari proses panjang menuju kedewasaan. Belajar, Pesan untuk terus bersemangat dalam belajar menjadi bagian penting dari amanat upacara. 

Para siswa diajak untuk tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita dan impian. Sebab tidak semua mimpi dapat diraih dalam waktu singkat. Kadang diperlukan bertahun-tahun belajar. Kadang harus melewati kegagalan. Kadang harus menghadapi rasa lelah dan kecewa. 

Tetapi justru dari proses itulah seseorang ditempa menjadi pribadi yang lebih kuat. Cita-cita tidak akan datang mengetuk pintu dengan sendirinya. Ia harus dijemput dengan usaha, doa, kedisiplinan, dan kesungguhan. Pagi itu, mungkin para siswa belum sepenuhnya menyadari betapa pentingnya pesan tersebut. 

Namun suatu hari nanti, ketika mereka telah dewasa dan melihat kembali perjalanan hidupnya, barangkali mereka akan teringat pada halaman madrasah ini. Teringat pada barisan upacara. Teringat pada guru-guru. Teringat pada nasihat untuk menjaga kesehatan. 

Dan mungkin juga teringat bahwa pernah ada seseorang yang berdiri di hadapan mereka dan mengatakan : "Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Kejarlah cita-cita dan impian kalian."  

Upacara bendera sering kali dianggap sebagai kegiatan rutin setiap Senin pagi. Berdiri. Berbaris. Mengikuti penghormatan. Mendengarkan amanat. Kemudian kembali ke kelas. Namun jika kita mau melihat lebih dalam, upacara bukan sekadar rutinitas. Di sanalah nilai kedisiplinan dilatih. Di sanalah kebersamaan dibangun. 

Di sanalah rasa hormat kepada bangsa dan simbol negara ditanamkan. Dan di sanalah, sesekali, sebuah pesan sederhana bisa menjadi bekal yang dibawa seorang anak hingga bertahun-tahun kemudian. Senin pagi di MTsN 3 Hulu Sungai Selatan itu pun akhirnya menjadi lebih dari sekadar sebuah upacara. 

Ia menjadi pertemuan antara amanah seorang pejabat baru, nasihat tentang kesehatan, semangat para pendidik, dan mimpi anak-anak yang sedang tumbuh. Di halaman madrasah itu, Sang Merah Putih berkibar. Sementara di bawahnya, ratusan langkah kecil sedang dipersiapkan untuk menuju masa depan. 

Semoga dari madrasah ini lahir generasi yang sehat, berilmu, berakhlak, berkarakter, dan tidak pernah takut bermimpi. Sebab boleh jadi, di antara barisan siswa yang berdiri pagi itu, ada calon pemimpin masa depan.

Kelak nanti mereka akan membawa nama baik keluarga, madrasah, daerah, bahkan bangsa dan negara. Dan semuanya berawal dari satu hal sederhana : mau belajar, mau berusaha, dan tidak pernah berhenti bermimpi. (ahu)

Siswa Kelas VII B MTsN 3 HSS Saat di Ruang Laboratorium Komputer Madrasah

 Rabu, 9 September 2026
















Siswa Kelas VII B Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) saat berada di ruang Laboratorium Komputer madrasah, berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Senin (07/09/2026) pagi. (ahu)

Saat Malawat di Tempat Almarhummah Masitah binti Salamat Selasa Pagi

 Rabu, 9 September 2026




Saat malawat (takziah) di tempat Almarhummah Masitah binti Salamat, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (08/09/2026) pagi. (ahu)

Puisi AHU : Penghalang Makna Lelakon Intim Tabiat Lindap

 Rabu, 9 September 2026

Batas diri anulir wajah ornamen cerita kesungguhan nyata

kuntum jenuh ambisi stigma fanatik lagu gemulai setia

hadir komitmen nostalgia etalase wajah penuh kepercayaan

cerita kenangan sepanjang nalar lelakon nista prasangka

pongah jauh kemungkinan sadar aturan penuh ketentuan

jalan bersama lantang jejak ambisi hinggap naluri rekah

 

Penghalang makna lelakon intim tabiat lindap

pergi jauh takluk pesona gelombang panjang menatap

benalu sengkarut luruh pandangan cahaya dinamika restu

jelajah lantang intonasi sempurna kian panutan citra

ujung kenyataan senarai impian tabiat jelma ikatan

hadir lelakon sukma kesungguhan purnama belenggu

remang impian derajat hadir wibawa senyap etalase

 

Kenduri wajah lamunan lampau remang perjuangan

sugesti maksud ketetapan perihal intonasi prahara

tentang sunyi kian menikam harapan lindap piawai

sadar diri seteru hati saling berkelana optimis diri

tandus irama melankolis senarai nostalgia ikatan

napak tilas perihal sulaman kembara gerutu serta

 

Arus kerinduan narasi ketentuan wajah pilu

hinggap pergi jauh anulir seteru penasti

gelimang wacana suara tendensi obsesi

wasiat nyata potensi lelah diri mengurai stigma

remang aturan senyap gundah gulana irama

silang sengketa upaya nalar watak sentimen

 

Angkinang Selatan, 7 September 2026


Puisi AHU : Tenteram Kemampuan Makna Ketentuan Impian Majemuk

 Rabu, 9 September 2026

Penuh kesungguhan hati mesra perjalanan sugesti ranum

gerutu tangguh lamunan sembilu ragam etalase purnama

segenap rasa mengikat semampai angan tajam membara

restu umpama seteru bijaksana memikat tumpuan optimis

sanggup wibawa karisma remang pulang sendu gerimis

rekah senandung panutan diri piawai karisma dinamika

 

Tenteram kemampuan makna ketentuan impian majemuk

derajat lampau suara terus menebarkan ketentuan nyata

kau tahu tulus gelisah wibawa perjuangan lindap ikatan

sugesti remang aturan lampau isyarat sembilu nalar harapan

tendensi kekuatan harapan ilusi guramang panorama

watak batas semampai arus konotasi ruang kosong

mahligai lelakon pualam sungguh nestapa merona

 

Poranda sunyi dimensi ruang ketentuan dinamika

sendiri terbenam senyap langkah kenduri waktu

sengkarut panutan penuh harapan latah gemilang

temaram angan membayang belenggu sangka

dimensi ruang aturan pongah derita membara

jangkau senyap realita panorama sugesti kentara

 

Penjuru arus waktu gelap penantian seloka

tipikal perangai gerutu isyarat ruang kosong

fantasi lagu musim cinta kian poranda merenung

tempias ornamen cahaya gelap menikam asumsi

suara aturan petuah janji remang elegi seteru

tempias hegemoni fakta hasrat takluk impian

 

Angkinang Selatan, 9 September 2026


Sebelum Shalat Kifayah untuk Almarhummah Masitah binti Salamat di Masjid Al Abrar Gambah Luar

 Rabu, 9 September 2026









Suasana sebelum pelaksanaan shalat Kifayah untuk Almarhummah Masitah binti Salamat, di Masjid Al Abrar, berlokasi di sekitaran Desa Gambah Luar, Kecamatan, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (08/09/2026) siang. (ahu)

Rapun Mangga Dekat Rumah Amang Hardi Selasa Pagi

 Rabu, 9 September 2026




Rapun mangga di dekat rumah Amang Hardi, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa (08/09/2026) pagi. (ahu)

Mengabadikan Upacara Bendera di MTsN 3 HSS

 Rabu, 9 September 2026










Bapak Ahmad Mulyanor mengabadikan pelaksanaan upacara bendera di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Senin (07/09/2026) pagi. (ahu)

Penerimaan Iuran Serikat Kematian Langgar Al Kautsar untuk Masitah binti Salamat

 Rabu, 9 September 2026 Suasana saat penerimaan iuran Serikat Kematian Langgar Al Kautsar dari anggota untuk almarhumah Masitah binti Salama...