Kamis, 5 Oktober 2026
Tempat pelaksanaan Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XXIII Tahun 2026 di kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, pada hari Sabtu (31/10/2026) pagi. (ahu)
MELANGKAH DI JALAN, MENULIS DI HATI (Catatan Perjalanan, Renungan, dan Kisah Sederhana dari Sudut-Sudut Kehidupan)
Kamis, 5 Oktober 2026
Tempat pelaksanaan Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XXIII Tahun 2026 di kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, pada hari Sabtu (31/10/2026) pagi. (ahu)
Kamis, 5 November 2026
Noor Halisa Salsabila, siswa Kelas VII E Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), yang jago membuat cerpen, saat berada di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) madrasah, berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Kamis (05/11/2026) pagi. (ahu)
Kamis, 5 November 2026
Pagi itu, Kamis (05/11/2026), di sebuah sudut yang teduh di Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. Di antara lalu-lalang kendaraan dan obrolan pengunjung Warung Gaza Palestina, ada ketenangan lain yang sedang diciptakan.
Seorang lelaki dengan topi pet kotak-kotak dan kacamata yang sedikit melorot, duduk khusyuk. Kaos putih sederhana, celana jeans yang robek di lutut — bukan karena gaya, tapi karena jejak waktu dan kerja keras.
Di hadapannya, bukan piring saji, melainkan kanvas. Itulah Gusti Masdi, seniman lukis asal Kabupaten HSS yang hingga hari ini masih setia menjaga nyala paletnya.
Saya menghampirinya saat ia sedang menyelesaikan sapuan terakhir pada lukisannya. Sebuah pemandangan yang sangat familiar bagi kita, orang Banua: hamparan sawah hijau yang membentang luas, dibatasi galur sungai kecil dan langit biru berawan khas musim penghujan.
Lukisan itu seolah bukan sekadar gambar, melainkan jendela yang mengajak kita menghirup udara persawahan di HSS. Di meja kerjanya yang sederhana — beralas motif bebatuan sungai — berserakan saksi bisu proses kreatifnya.
Dua toples cat akrilik warna kuning dan cokelat tanah masih terbuka, kuas kecil menari di antara jarinya, sebuah ponsel yang menampilkan referensi, dan kacamata cadangan yang tergeletak. Semua terlihat apa adanya, jujur, dan sangat merakyat. Seperti senimannya sendiri.
Gusti Masdi bukanlah pelukis yang menunggu galeri megah. Bagi beliau, galeri terbaik adalah tempat usahanya sendiri, Warung Gaza Palestina. Di sinilah dua kecintaannya bertemu: meracik kopi untuk warga dan meracik warna untuk jiwa.
Sambil menunggu warung, ia terus berkarya. Tak ada alasan untuk berhenti. Melukis itu seperti bernapas. Kalau kita cinta Banua, ya kita lukis Banua. Begitu kira-kira semangat yang terpancar dari gerak tangannya yang tenang namun pasti.
Di tengah gempuran seni digital yang serba instan, sosok seperti Gusti Masdi adalah oase. Ia mengingatkan kita bahwa seni lukis manual masih punya ruh.
Bahwa keindahan sawah di Angkinang, langit biru di Bakarung, dan pepohonan nyiur di kejauhan, layak untuk diabadikan dengan tangan, bukan hanya dengan filter kamera.
Dari sudut warung di Bakarung pagi ini, kita belajar satu hal: seniman sejati tidak butuh panggung yang besar. Ia hanya butuh kanvas, sedikit warna, dan hati yang masih mau melihat keindahan di sekitarnya. Gusti Masdi masih di sana. Masih melukis. Masih setia. (ahu)
Kamis, 5 November 2026
Gemilang lengkap wibawa arus pengaruh pengabdian
ide cerita membangun kenangan lama etika logis
ilusi gemulai lambang pualam ketentuan penuh warna
catatan panjang kisah kekasih antusias gemerlap
dimensi renungan taktis arus kembara ketentuan nyata
sejarah pilar utama kehidupan penuh merona cahaya
Pernyataan tekad bulat pengaruh keadaan semburat
melayang terbang kenangan beda maksud merintih
tumpuan hidup angkuh senantiasa etalase gemerlap
kenangan luka derai remang kekuatan bimbang
tulus pengabdian perjalanan arus antusias komitmen
serpihan waktu dinamika sempurna cahaya batas
korelasi perjuangan senyap menikam wacana sadar
Terbang logika persepsi kelindan nalar membingkai
potensi arus suara panutan tendensi ruang kosong
terus terbang jauh memikat tirani poros seteru
segenap sunyi lampau kumandang ritmis melankolis
lagu kebenaran seteru kembara sugesti sembilu nalar
nalar stigma aroma perjalanan penuh poranda
Puncak kehendak melebihi upaya perbedaan
teguh harapan senyap derita perjalanan optimis
selalu bangga dengan kesadaran tentang nyata
fanatik jiwa ragam kekuatan impian ornamen
memikat sumpah kemampuan bebas target
kesungguhan nyata arus ketentuan benalu tajam
Angkinang Selatan, 4 November 2026
Kamis, 5 November 2026
Stigma luruh perjalanan obsesi batas takluk
bermula kinanti remang senyap perjuangan teladan
tendensi pamrih asumsi ketentuan bahtera stigma
wajah kinanti ritmis seteru remang gejolak irama
sudut irama ketentuan penuh luka seteru dilematis
ketentuan bijaksana kembara pamrih merintih manis
Gempita ironi lindap antusias purnama perjuangan
sunyi semampai teguh puncak harapan restu dedikasi
lindap lentera malam senyap antusias pengaruh
lelakon maksud tujuan panorama sendu gemuruh
lelucon diri menikam pandangan sentimen tandus
kenangan rindu panorama senandung biru
langkah dinamika piawai jejak arus tulus membelai
Warna kehidupan dimensi ruang perjuangan panjang
imitasi pualam jejak pengaruh jarak bimbang
konotasi riuh antusias gemilang cahaya bintang
mementang sejuta langgam penuh karisma
lampau kenangan isyarat perangai restu
tendensi remang celah upaya nostalgia ragam
Senyap panorama gemerlap harapan tuntas
janji tangguh pesona lembah gerimis
terjang membelai anulir jelita kian pantas
irama kekuatan penuh dengan cinta menderita
upaya semesta jejak tanggap pesona kultus
mengulang renjana pesta antusias sinis
Angkinang Selatan, 4 November 2026
Kamis, 5 November 2026
Sebuah jejak gempita arus senandung karisma diri
impian kelindan kenangan seteru optimis selera watak
kesungguhan nalar ibarat yakin pelampiasan noktah
hijau stigma upaya dimensi pualam kelopak musim
bahasa sunyi komitmen setia tajam perjuangan tajam
terjal mahal luka logika santun kemampuan sinis
Ungkapan pengakuan langkah penuh dengan harapan
diam dimensi remang potensi arus perangai tahta
umpama derajat mahligai silam pandangan seteru
potensi terbang langkah simpul anulr semburat nista
derajat prasangka lindap seteru guramang tandus
upaya sandaran hati sembilu makna terjak sinis
prasangka lindap seteru guramang penuh cinta
Niscaya fanatik semburat ikatan emosi takluk
bungkam jelita kemenangan senarai konotasi
untung kemungkinan pilu diri jejak nestapa
jangkau jemari arus wajah nurani senja merona
untung semampai ilusi pongah antusias kelana
datang piawai aturan makna tipis jejak gerutu
Ingatan kemilau lambang potensi pilu ilusi
watak nestapa pandangan ornamen cahaya
gigih gemuruh digjaya ruang perangai sumbang
tendensi upaya langkah tirani seteru siasat
kembara potensi derita hilang kekuatan lestari
potensi rinai gemerlap panutan tahta menderu
Angkinang Selatan, 5 November 2026
Kamis, 5 November 2026
Surat persetujuan pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) untuk Polsek Angkinang, pada hari Rabu (04/11/2026) sore. Perihal kesiapan pelaksanaan upacara bendera hari Senin pagi dengan Pembina Upacara Kapolsek Angkinang. (ahu)
Kamis, 5 November 2026
Progress pembuatan taman bak semen MTsN 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Kamis (05/11/2026) pagi. (ahu)
Kamis, 5 Oktober 2026 Tempat pelaksanaan Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XXIII Tahun 2026 di kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utar...