Minggu, 17 Mei 2026

Siswa MTsN 3 HSS Perlihatkan Pedang Buatan dari Kayu Suatu Pagi

 Ahad, 17 Mei 2026




Seorang siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) memperlihatkan pedang buatan dari kayu, di area depan madrasah, berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimamtan Selatan, pada hari Kamis (23/04/2026) pagi. (ahu)

Puisi AHU : Perjalanan Stigma Penuh Asmara Noktah Mengikat

 Ahad, 17 Mei 2026

Sandaran gemerlap pandangan seteru arus konotasi ilusi
benalu ranum intimidasi umpama cahaya kian cemberut
dendang irama pualam langgam sengkarut batas dimensi
benalu maksud impian pengaruh sudut jelita tendensi nyata
cumbu optimis gemerlap tajam kendali objektif merona
dinamika ketentuan semburat lembayung siklus nalar

Perjalanan stigma penuh asmara noktah mengikat
beban anulir ruang kosong potensi senarai kelembutan
gemerlap pusara lantang impian gemilang sempurna
himpitan panutan landasan selera panutan gelisah
impian senarai lagu pongah ironi antusias sensasi
jangkau temaram panorama lindap pujaan sengkarut
kuntum isyarat ketentuan sinar rembulan memagut

Lelakon lagu jompak panorama sengketa lantang
makna tempias asumsi bentang anulir puncak
nurani cerita terawang dedikasi panutan singgah
perangai lindap ragam ketentuan perjalanan tabiat
ritus karisma bingkai menikam tendensi stigma
sinis maksud landasan panorama kendali watak

Tuntas irama makna fanatik lelakon jingga
untung guramang kendali gebalau seteru
poranda derajat hakikat etalase jejak memijak
antusias gamang cahaya latah gontai restu
beban anulir ruang cerita ragam tangguh
cumbu asmara stigam ketentuan panutan

Angkinang Selatan, 17 Mei 2026

Sabtu, 16 Mei 2026

Puisi AHU : Aturan Gelimang Hantaran Pengaruh Cerita Ilusi

 Ahad, 17 Mei 2026

Pamrih kesungguhan logika tendensi lampau optimis
remang dimensi panutan gelombang penuh jejak nafiri
impian stigma remang prasangka optimis penuh firasat
lampau umpama gelora panutan tirani suara kekuatan
cumbu kenangan stigma guramang pantau senantiasa
dimensi panutan ranum lelakon cahaya penuh cinta

Aturan gelimang hantaran pengaruh cerita ilusi
merasuk pondasi dinamika watak celah watak senantiasa
pamrih temaram konotasi argumentasi sejarah lampau
saling mengikat dimensi realita takjub isyarat nafiri
gugah arah panutan kekuatan pamrih tendensi intonasi
seteru terjang impian kelabu elegi pamrih seteru ragu

Wacana diri gemuruh jejak seteru optimis sangka
lindap ketentuan perjuangan penuh ketentuan nyata
aroma seteru tabiat pejuangan gelisah penuh kentara
semburat kehangatan intim merasuk jelajah cinta
sukma derajat digjaya sembilu ragam langkah
hegemoni statis gempita antusias gemerlap cahaya

Gemerlap ritus cahaya anulir sinis membara asmara
cerita panjang guramang antusias perangai lagu imitasi
kentara panutan diri gontai semampai stigma arah
pendam arus kesunyian diri nestapa merajut tirani
semburat waktu perangai imajinasi jingga terpana
kembara ritus panutan jejak penuh sembilu

Angkinang Selatan, 17 Mei 2026

Saat Singgah di Sebuah Warung Bakso di Sekitaran Barikin HST Suatu Malam

 Ahad, 17 Mei 2026







Suasana di sebuah warung bakso, yang ada di sekitaran Barikin, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (06/05/2026) malam Kamis. Saya singgah di sana membeli nasi goreng, sepulang dari Labung Anak. (ahu)

Suatu Pagi Siswa MTsN 3 HSS Menikmati MBG

 Ahad, 17 Mei 2026








Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di kelas masing-masing, berlokasi di sekitaran RT 3 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan, pada hari Rabu (13/05/2026) pagi. (ahu)

Puisi AHU : Tekad Kuat Semburat Kemampuan Tegas Dedikasi

 Ahad, 17 Mei 2026

Umpama nyata senarai janji dilematis remang antusias
aturan santun etalase jejak penuh dengan isyarat latah
beban dimensi kekal wajah ritus semampai semburat tajam
cenderung hadir kemudi penasti ikatan langkah guramang
dimensi sanubari tabiat kekasih penuh bimbang
gebalau ragam penasti arus gelombang antusias

Tekad kuat semburat kemampuan tegas dedikasi
jaminan rasa kendali sugesti andil langgam isyarat
hambatan diri maksud saling menikam beribu tabiat
impian seteru pulang batas harapan optimis gelisah
jangkau selera ingatan tegas panorama purnama rindu
kepastian pandangan sentimen gulita resiko tuntas
celah antusias gemerlap gebalau restu imajinasi potensi

Ruang tendensi optimis beban ketentuan jaminan tentu
kendali ritus terawang elegi sembilu aturan prasangka
langkah gemerlap tajam etalase obsesi tajam gebalau
sembilu arus waktu impian sengkarut upaya senantiasa
gebalau panutan suara penantian kembara lestari
pongah sentimen urgensi stigma panutan takluk

Dominasi langkah etalase semerbak ranum kinanti
ilusi purnama gejolak potensi alasan sanubari asumsi
tegas imitasi gelombang optimis temaram aturan jelita
obsesi retas wacana imitasi optimis kendali wewenang
upaya remang fantasi ikatan sempurna fantasi optimis
alasan derajat panutan hegemoni semburat menikam

Angkinang Selatan, 17 Mei 2026

Ada Makam Keturunan Raja Banjar di Parumahan Taniran Kubah HSS

 Ahad, 17 Mei 2026



Ada terpasang sebuah spanduk plang informasi keberadaan Makam Datu Amandit di kawasan Parumahan, Timbuk Ril Angkinang, berlokasi di sekitaran Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Nama beliau Pangeran Abdullah (Pangeran Tengah Amandit), putera dari Sulthan Suriansyah, Sultan Banjar Pertama. 

Juga ada makam isteri Pangeran Abdullah bernama Ratu Nurjannah binti Pangeran Abdurrahman. Pada plang itu tertera masa pemerintahan Pangeran Abdullah 1560 - 1581 M. Parumahan sudah tidak asing lagi bagi saya. Berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Desa Angkinang Selatan, tempat saya tinggal. 

Parumahan terkenal sebagai kawasan yang angker dan menyeramkan. Karena memang lokasinya cukup jauh dari pemukiman, rimbun dengan tanaman liar dan pepohonan. Terletak di antara dua desa, yakni Desa Tawia dan Desa Taniran Kubah. Beberapa puluh tahun silam sebelum penemuan makam tersebut, saya kerap lewat jalan sana. 

Saat mengambil titipan ikan yang dicari orangtua saya di Wawaran, setiap musim kemarau. Setelah penemuan makam saya tidak pernah lagi lewat sana. Mengetahui penemuan makam dari informasi yang berseliweran di dunia maya. Diantaranya akun Youtube Warung Jusni dan Gusti Muhammad Noviannor. (ahu)

Sastrawan / Penulis dari Kabupaten Tanah Laut : Taufik Nor

 Ahad, 17 Mei 2026



Sastrawan / penulis dari Kabupaten Tanah Laut yang berlatar tenaga pendidik atau guru, bernama Taufik Nor. Saya kenal dengannya pertama kali saat pelaksanaan Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) Tahun 2017 di Kandangan. Terakhir bertemu pada ASKS Tahun 2025 di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Sosok yang ramah, rendah hati, dan komunikatif. (ahu)

77 Tahun Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan Tahun 2026

 Ahad, 17 Mei 2026


Ada satu peristiwa penting bersejarah di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), berkaitan dengan tanggal hari ini, 17 Mei 2026. Hari ini tepat 77 tahun usia Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Pada tanggal 17 Mei 1949 dilaksanakan proklamasi yang menegaskan bahwa Kalimantan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Republik Indonesia. 

Proklamasi tersebut dikumandangkan di Kampung Niih, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, oleh Brigjend H Hassan Basry. Sebuah peristiwa sejarah yang patut dikenang dan diwariskan kepada generasi muda Banua. Peristiwa 17 Mei bukan sekadar catatan sejarah biasa, melainkan simbol perjuangan rakyat Kalimantan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di tengah situasi yang penuh tekanan pasca-proklamasi 1945. 

Pada masa itu, Belanda masih berupaya kembali menguasai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan. Di tengah keterbatasan persenjataan dan medan perjuangan yang berat, semangat perlawanan rakyat Banua tidak pernah padam. Dari hutan-hutan pegunungan Meratus hingga kampung-kampung pelosok, semangat mempertahankan merah putih terus berkobar. Tokoh sentral dalam perjuangan tersebut adalah Brigjend H Hassan Basry bersama para pejuang ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. 

Dengan keberanian dan keyakinan yang kuat, mereka menolak segala bentuk upaya pemisahan Kalimantan dari Republik Indonesia. Proklamasi 17 Mei 1949 menjadi penegasan kepada dunia bahwa rakyat Kalimantan berdiri bersama Republik Indonesia dan tidak tunduk pada kekuasaan kolonial. Kampung Niih di Loksado menjadi saksi bisu dari semangat patriotisme itu. 

Di wilayah yang dikelilingi alam pegunungan dan sungai-sungai jernih tersebut, lahir sebuah tekad besar untuk mempertahankan kedaulatan bangsa. Kini, nama Niih bukan hanya dikenal sebagai bagian dari kawasan wisata alam Loksado, tetapi juga sebagai lokasi bersejarah yang memiliki arti penting bagi perjalanan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Kalimantan Selatan. Momentum peringatan 77 tahun Proklamasi 17 Mei ini seharusnya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hadir begitu saja. 

Ada pengorbanan para pejuang, air mata rakyat, serta keberanian mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan tanah air. Generasi sekarang mungkin tidak lagi menghadapi perang fisik, tetapi semangat perjuangan itu tetap relevan untuk menjaga persatuan, menghargai sejarah, dan membangun Banua dengan semangat gotong royong. Sebagai warga Banua, sudah selayaknya kita mengenang jasa para pejuang yang telah menjaga marwah Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia. 

Sejarah lokal seperti Proklamasi 17 Mei perlu terus dikenalkan, terutama kepada generasi muda, agar mereka memahami bahwa daerah ini memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa. Jangan sampai sejarah penting hanya menjadi nama jalan atau sekadar upacara tahunan tanpa makna yang benar-benar dipahami. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Banua. Kalimantan Selatan memiliki banyak kisah perjuangan, nilai budaya, dan keteladanan para tokoh yang dapat menjadi inspirasi. 

Dari perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan hingga perjuangan membangun daerah pada masa kini, semuanya merupakan bagian dari warisan yang harus dijaga bersama. Selamat memperingati 77 Tahun Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Semoga semangat perjuangan para pendahulu tetap hidup dalam hati masyarakat Banua, dan sejarah perjuangan di Kampung Niih, Loksado, terus dikenang sepanjang masa. (ahu)

Saat Hujan Deras di Angkinang Selatan Sabtu Sore

 Sabtu, 16 Mei 2026





Suasana dan kondisi saat hujan deras turun di depan rumah saya, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Sabtu (16/05/2026) sore. (ahu)

Video : Suasana di Depan Rumah di Desa Angkinang Selatan Malam Ahad

 Sabtu, 16 Mei 2026

Suasana di depan rumah saya, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Sabtu (16/05/2026) malam Ahad. (ahu)

Siswa MTsN 3 HSS Perlihatkan Pedang Buatan dari Kayu Suatu Pagi

 Ahad, 17 Mei 2026 Seorang siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Hulu Sungai Selatan (HSS) memperlihatkan pedang buatan dari ...