Minggu, 18 Januari 2026

Puisi AHU : Hegemoni Hening Keras Sengkarut Lampau

 Senin, 19 Januari 2026

Lampau kinanti umpama kenangan petuah renjana
umpama ranum tiada alasan kuat penuh dengan cinta
tuntas asumsi impian nalar sukma derajat piawai
impian narasi wujud komitmen risau derajat pelangi
nalar kamuflase rentang impian target tajam sempurna
silsilah rasa kasmaran bentangan angan sandera nyata

Hegemoni hening keras sengkarut lampau ilusi
potensi ranum dinamika semburat langkah jelajah
potensi impian jibaku ranah panutan tuntas energi
nisbi pudar derajat fantasi ilusi aturan pantau sukma
impian debaran ikatan potensi kemelut hakikat
ritus umpama nurani kelanjutan seloka dendam
lantang upaya kenangan penuh tandus ironi

Semampai tebaran potensi jelita arus prahara jejak
tandus sayap nalar imajinasi gejolak hentak
umpama lelah diri pasrah arti semburat fanatik
senantiasa tuntas watak kesepian sembilu bakti
beban anulir semampai kelindan panorama
cerita pengaruh sentimen wajah firasat tumpuan

Dimensi wahana langgam isyarat tabiat renta
gigih sukma tanggap antusias meratap janji
himpitan ranum jelajah optimis senja memukau
indah ketentuan siasat suara tajam membara ilusi
jelita cemburu kinanti perbedaan selaras lagu sungguh
jelajah seteru hampa taktis sinis menakar simpul

Angkinang Selatan, 19 Januari 2026

Puisi AHU : Impian Sendu Tangguh Energi Stigma Senantiasa

 Senin, 19 Januari 2026

Cumbu alasan menyapa akulturasi semampai padu
dimensi ruang kosong bakti mengurai pelangi tentu
himpitan stigma gemuruh kinanti lambang wacana
gulana intonasi senarai wajah kekasih tumpuan risau
kelindan optimis kelakar cahaya remang rupawan
senyap ketentuan intonasi pandangan penuh rasa

Impian sendu tangguh energi stigma senantiasa
jangkau pengabdian arus tirani senarai langgam konotasi
kelindan wibawa puncak dimensi tangguh fanatik
dinamika pongah sengkarut pedih kemampuan derajat
langgam suara aroma puncak kenangan seteru
mimpi senang benalu gemilang optimis restu
nalar jingga optimis kekuatan penuh dengan cinta

Pualam aturan ketentuan penuh senandung risau
mencumbu tirani jiwa lamunan isyarat panutan
belenggu remang antusis kekuatan wajah sembilu
malam cahaya pujaan kekasih hati kian tumpah
umpama risau tandus hikayat optimis wewenang
tuntas nalar kinanti lantang segenap potensi

Siasat diri perangai anulir membara naluri gempita
ruang nafiri pongah optimis cerita kenangan
merajut konotasi tempias lagu fanatik kejora
impian obsesi suara tajam kekuatan kembara tentu
kisah lampau senarai cahaya kian membentang
janji manis kuntum suara tirani wajah gemilang

Angkinang Selatan, 19 Januari 2026

Puisi AHU : Pendam Impian Nafiri Upaya Senantiasa Terbingkai

 Senin, 19 Januari 2026

Amsal nurani panutan kekuatan latah membara dimensi
belenggu cahaya panutan segenap prahara aturan nyata
cenderung semampai kenangan bakat perjuangan nalar
dinamika rekah makna sanubari tenteram prasangka
cerita penuh perdaya reaksi nurani sengkarut tahta jelita
beban makna antusias gemerlap tandus selera kesungguhan

Pendam impian nafiri upaya senantiasa terbingkai
gejolak anulir wibawa sentimen perjuangan sembilu
himpitan aroma ketegasan arus tradisi pualam sangka
antusias wajah kelembutan tenteram optimis firasat
upaya senandung komitmen renjana pongah aturan
tendensi langkah suara beban kenangan stigma latah
intim noktah kesadaran wajah pengaruh niscaya gugah

Jangkau suara naluri peraman saling sengketa gelisah
kekal lamunan langgam tujuan hasrat dinamika pongah
sengketa poranda ilusi sandaran karisma nyata menderai
risau segenap panutan dimensi pualam jingga hati
langkah komitmen realita jangkau suasana tebaran lindap
nurani panjang arus wajah selera kian tipis romantis

Makna antusias remang harapan derajat perjuangan
pandangan diri hanyut dinamika lampau senarai etos
impian wacana kekasih bijaksana semburat kultus
tradisi bimbang ikatan muara pongah sentimen wajah
ilusi pengaruh tajam jangkau konotasi langkah fanatik
lelakon arus umpama perbedaan tanggap perasaan

Angkinang Selatan, 19 Januari 2026

Hujan Harapan di Desa Angkinang Selatan

 Senin, 19 Januari 2026

Dari Diary Akhmad Husaini, pada hari Senin (13/02/2023). Pada hari Senin (13/02/2023) pulang kerja sekitar pukul 18.35 WITA hujan lebat kembali turun mengguyur Desa Angkinang Selatan dan sekitarnya. Terasa pula hembusan angin. Suara atap rumah dari seng dijatuhi air hujan. Suara seng rumah yang tak sempurna diterpa angin. Suara berisik menutupi pendengaran yang lain. Saya lebih senang berada di dalam kamar rumah saja. 

Menantikan waktu shalat fardhu Maghrib tiba. Tak pergi keluar rumah, memastikan atau ingin mengetahui apa yang terjadi di luar. Nanti saja, lagi malas. Ingin selalu berada di dalam ruang segi empat ini saja. Berteman lipatan kertas. Juga buku dan pulpen, radio dari HP jadul. Bantal dan tapih untuk barabah. Impian dan khayalan yang terus membuncah. Keinginan yang terus mengelana. Ingin ini itu. Bayar hutang-hutang yang ada. Ingin segera tinggalkan rumah untuk pergi mengelana. (ahu)

Puisi AHU : Renjana Dentang Karisma Gemilang Menebarkan Akut

 Senin, 19 Januari 2026

Seteru lamunan langgam angan mengiring lindap kasmaran
ruang hampa kenangan ilusi tabiat kehendak tuntas selera
tuntas kemampuan jelita penuh dengan tuntas ragam obsesi
angan isyarat tajam ilusi pualam sandaran dimensi rasa
aturan watak selera imajinasi ketentuan tangguh rinai senja
umpama tegas obsesi situasi guramang nalar sengkarut

Renjana dentang karisma gemilang menebarkan akut
andai semua bisa saling mengenal maksud tajam belenggu
beban nalar sengketa optimis tendensi panutan lambai selera
cenderung hadir wibawa kekasih redup kembara pantau
dimensi ranum tuntas aturan pilihan diri impian tandus
kenangan gemulai santun wibawa cahaya panorama tulus
himpitan sentimen panutan beban lelakon perjuangan kultus

Intim semampai gelisah panorama ketentuan pongah
janji manis tempias anggapan penuh sangka jelita
ketentuan irama ranum kekasih penuh dengan cinta
situasi remang upaya cahaya ranum kuntum isyarat
ritus angan jejak tempias jelata penuh gempita remang
pualam nafiri dentang riuh asumsi konotasi lantang

Nurani rindu aspirasi tangguh pualam tandus irama
impian aroma senja ilusi perjuangan kekasih senandung
semampai suara tangguh ilusi ketentuan wajah gulana
poranda jemba nurani sanubari kekuatan penuh cinta
simpul perjuangan lagu kekasih sembilu tajam kembara
lampau ikatan panutan temaram gelisah kuntum seteru

Angkinang Selatan, 19 Januari 2026

Sepeda Motor Butut Teman Setia ke Tempat Kerja

 Senin, 19 Januari 2026




Sepeda motor butut milik saya, ada di dalam rumah, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Ahad (18/01/2026) malam Senin. Alat transportasi setia penunjang ke tempat kerja dan aktivitas penunjang hidup lainnya. Semoga ada kebermanfaatan bagi diri sendiri maupun orang lain. Selalu ada berkah dan membawa banyak hikmah, berkat Nabi Besar Muhammad SAW. Semua karena sudah ketentuan dari Allah SWT. Terus bersyukur atas nikmat yang sudah diberi-Nya. (ahu)

Video : Suasana di Kamar Rumah Malam Senin

 Ahad, 18 Januari 2026

Suasana di dalam kamar rumah saya, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Ahad (18/01/2026) malam Senin. (ahu)

Tentang Pagatan yang Kukenang

 Ahad, 18 Januari 2026

Dari Diary Akhmad Husaini, pada hari Selasa (14/02/2023). Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, entah berapa kali saya sudah ke sana. Yang pasti satu kali, saat pelaksanaan Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) Tahun 2019. Selama tiga hari dua malam saya berada di sana. 

Sungguh ini sebuah perjalanan yang tak akan terlupakan. Sayang saya tak sempat ziarah ke Makam Ulama / Aulia Allah keturunan Datu Kalampayan, yang ada di sana. Padahal tempatnya cukup dekat dengan tempat kami menginap selama di Pagatan. Tak ada waktu, tak ada teman yang bisa diajak ke sana. 

Pada tahun 2016 kalau tidak salah pernah ke sana. Tapi sayang waktu ziarahnya pada malam hari, hanya sebentar, untuk kemudian balik bermalam di Pantai Angsana. Jadi tak begitu puas. Kedua ke Pagatan sepulang dari mengikuti ASKS Tahun 2018 di Kotabaru. Rombongan kami singgah di sebuah warung makan tak jauh dari Lapangan 7 Februari Pagatan. 

Saat itu terjadi musibah kebakaran menimpa rumah makan yang kami singgahi, tak sempat makan, karena memang pesanan belum selesai dibuatkan. Keburu api membesar. Setahu saya Pagatan identik dengan warga pendatang dari luar pulau. Ada pesta laut Mappanretasi yang rutin digelar tiap tahun di sana. (ahu)

Kontributor Telusuri.id

 Ahad, 18 Januari 2026

Dari Diary Akhmad Husaini, pada hari Ahad (25/12/2022). Saya penyuka artikel yang tayang di Telusuri.id. Saya cukup akrab dengan penulisnya, walau cuma lewat tulisannya saja. Berikut nama mereka diantaranya, Dewi Rachmanita Syiam, Annisa Rahma, Donny S, Djoko Subinarto, Fatimah Majid.

Kemudian ada Azlina Fitri, M Irsyad Saputra, Riri Safitri, Diah Dariyanti, Mauren Fitri, Galuh Fahmi, Syukron, Dinda Prasetyo, Vidiadari, Ibnu R, Perempuan Banyu, Lutfia Indah M, Anggi Kurnia, Ahmad Idris, Etzar D, Raja Syeh Anugrah, Atika Amalia, Eka Herlina.

Berikutnya ada Nawa Jamil, Luqmanul Hakim, Oswald Kosfraed, Nurillah Achmad, Resti Seli, Badiatul Muchlisin Asti, Masclink, Abdul Karim, Deffy Ruspiyandy, Cindar Bumi Putri W, Yeni Maslina Manggi, Rosha Tinika Sari, Yusran Ishak, Dian Ariffah, dll. 

Ada penulis favorit saya diantara nama-nama tersebut di atas yakni Djoko Subinarto asal Jawa Barat. Lalu yang membanggakan ada tulisan yang tayang seputar Kalimantan Selatan. Mereka yang berkontribusi adalah M Irsyad Saputra dan Vidiadari. (ahu)

Puisi AHU : Belenggu Remang Dinamika Perangai Sengketa Restu

 Ahad, 18 Januari 2026

Takjub arus gulana sirna pengertian tentu merasa
umpama nurani arus tendensi gelora panutan tinggi
hakikat pualam pandangan arus sempurna naluri sungguh
celah umpama pualam senarai lagu ilusi penuh warna
cerita langgam aturan makna semburat aturan landasan
antusias gemerlap cahaya wacana sentimen sembilu

Belenggu remang dinamika perangai sengketa restu
cenderung optimis konotasi semburat aturan gerutu
beban anulir wajah remang kenangan penuh arti kebiri
antusias makna setia senyap panutan kinanti dinamika
dimensi narasi ketentuan panutan risau wahana lindap
gigih ornamen pantas nyata kekuatan makna tentu
himpitan risau anulir ketentuan peluang digjaya merona

Umpama senarai janji kelembutan pongah sanubari
tuntas kelindan wahana diri tanggapan komitmen
imitasi ruang kosong narasi perjuangan ritus semburat
jangkau ilusi makna tempias arus tandus simpul imitasi
kelindan lantang arus dinamika rembulan senandung
langgam anulir celah ranum tatapan pongah dendam

Makna tumpuan arus kelindan upaya ornamen
nyanyian pengaruh lantang isyarat obsesi tangguh
pongah menggerus seteru komitmen lagu kondisi luruh
intim semburat luas senarai impian wajah sembilu
ritus antusias guramang cahaya lantang irama pongah
segenap lindap tendensi remang gulita penuh warna

Angkinang Selatan, 18 Januari 2026

Kuliah Maghrib di Langgar Al Kautsar Malam Senin

 Ahad, 18 Januari 2026

Saya mengikuti Babacaan atau Kuliah Maghrib bersama Ustadz Hairaji di Langgar Al Kautsar, berlokasi di sekitaran RT 1 Desa Angkinang Selatan, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada hari Ahad (18/01/2026) malam Senin. Bertepatan dengan malam ke 30 Rajab 1447 H. Kali ini materi yang disampaikan seputar hikmah Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H / 2026 M. 

Tentang amalan bagus senang berzikir dan hati selalu bergantung di masjid. Posisi saya saat mengikuti Kuliah Maghrib, samping kanan H Samhuri dan samping kiri Abin. Pakaian yang saya kenakan baju muslim putih, tapih hijau Chamuy, dan kopiah hitam bermotif. Cuaca di luar Langgar Al Kautsar dalam keadaan cerah. Saya berniat kembali, mudahan minggu depan kembali mengikuti Kuliah Maghrib di tempat yang sama. (ahu)

Puisi AHU : Hegemoni Hening Keras Sengkarut Lampau

 Senin, 19 Januari 2026 Lampau kinanti umpama kenangan petuah renjana umpama ranum tiada alasan kuat penuh dengan cinta tuntas asumsi impian...