Selasa, 14 April 2026

Pagi di Persimpangan Angin : Catatan Kecil dari Pauh Bakarung HSS

 Rabu, 15 April 2026







Ada sebuah ketenangan yang tidak bisa dibeli dengan hiruk-pikuk kota, dan pagi ini, aku menemukannya di Pauh, Desa Bakarung. Di sini, di jantung Kecamatan Angkinang, waktu seolah melambat, memberi ruang bagi napas untuk selaras dengan alam. Pada hari Selasa (14/04/2026) pagi, langit Hulu Sungai Selatan sedang berbaik hati. Ia membentangkan permadani biru yang bersih, dihiasi sapuan awan putih yang berarak pelan—seperti lukisan yang belum kering namun sudah sempurna. 

Di bawahnya, hamparan sawah menghijau sejauh mata memandang. Sebagian petak masih tergenang air, memantulkan langit ke permukaan bumi. Ada harmoni yang magis saat air, tanah, dan langit bertemu dalam satu bingkai. Jalan aspal kabupaten yang membelah persawahan ini bukan sekadar jalur penghubung antardesa; bagiku, ini adalah jalan pulang menuju diri sendiri. Mengapa ini menyentuh hati ?

Karena di setiap embun yang masih menggantung di pucuk padi, ada harapan yang dirawat oleh tangan-tangan sabar para petani kita. Menatap pemandangan ini adalah pengingat bahwa hidup tidak selalu tentang seberapa cepat kita sampai ke tujuan, melainkan seberapa dalam kita mampu mensyukuri perjalanan. Berdiri di sini, di bawah langit Bakarung, aku menyadari bahwa kekayaan sejati tidak selalu berupa angka, melainkan pada kedamaian yang menyelinap lewat aroma tanah basah dan desir angin pagi yang membelai wajah. (ahu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Melihat Tanaman Talas di Pandulangan Padang Batung HSS

 Rabu, 15 April 2026 Melihat lebih dekat tanaman keladi / talas, yang tumbuh di sekitaran Desa Pandulangan, Kecamatan Padang Batung, Kabupat...